Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
Serigala Berbulu Domba


__ADS_3

"Untuk apa kau datang kemari?!" Labrak Yuko memasang muka galak.


Yuko menantang pria yang sudah lancang masuk ruang perawatan putranya bahkan sempat berniat untuk membawa lari Riota dari rumah sakit.


"B-bukan, ini tidak seperti yang anak itu katakan! " Jelasnya, mundur sedikit demi sedikit. Takahiro salah perkiraan, dia pikir Toru akan berkata jujur sebelum Yuko mendarat ke sini. Urusan akan tambah runyam jika monster sudah menampakkan rupa. Seketika nyali Taka ciut, seperti kerupuk tersiram air.


"Aku tidak akan membawa kabur anakmu! " Timpalnya, gugup berkeringat. Yuko sudah ambil ancang-ancang mengusirnya dengan menjangkau vas bunga keramik sebagai tameng.


"Mirisnya, aku sudah terlanjur tidak percaya apapun yang keluar dari mulutmu, Takahiro!!!" Omel Yuko pada orang yang dahulu pernah mengancam keselamatan janinnya ditambah sekarang dia berniat mengulanginya lagi pada Riota.


"Mundur! Jika kau tidak mau kepalamu robek! "Ancam Yuko menggertak.


"Yuko, biarkan aku bertanggung jawab atas kesembuhannya, "


"Aku bisa membawanya ke Tokyo untuk mendapatkan perawatan intensif," bujuk Taka dalam hati berdoa keramik itu tidak melayang ke arah tubuhnya. Yuko sedang tidak main main.


"Ternyata benar, kau ingin membawa kabur Riota kan?!"


"Yuko, Aku tidak mengerti kenapa kamu memperlakukanku seperti orang jahat, "


"Kenapa kita tidak bisa berdamai dengan masa lalu ?"


"Damai?" Yuko mendengus, meremehkan.


"Omong kosong !" Yuko serasa ingin meludah jika tidak ingat ini adalah rumah sakit.


Damai dia bilang?


Yuko melihat Kiyoshi di tempat kejadian perkara --bersembunyi--ketika orang orang suruhan itu menyerang Yuko saat usia kandungannya masih berumur dua puluh minggu. Takeshi tidak berbohong, mengatakan bahwa Takahiro adalah dalang dari semua itu.


"Selama bertahun-tahun tak sehari pun aku lewati tanpa mengingatmu, " Tuturnya, sempat sempatnya menggombal. Dia tidak bisa lagi membohongi diri sendiri bahwa dia masih sangat mencintai Yuko seperti sedia kala.


"Cih ! itu terdengar sangat menjijikkan ! "


"Terlebih dari seorang pria yang sudah beristri dan memiliki anak perempuan !" Timpal Yuko kesal.


Taka merasa terganggu dengan kata kata itu. Dia balik berontak, mendorong Yuko hingga merapat ke tembok dan vas bunga itu terhempas ke udara hingga hancur berkeping-keping begitu tiba di daratan. Keributan itu mengusik Riota yang masih bermimpi melihat orang tuanya sedang bertengkar.


Taka mengerutkan dahi menatap Yuko aneh. Taka tak bicara meskipun wajahnya secara nyata mengisyaratkan bahwa dirinya tidak senang akan cacian Yuko barusan.


"Aku akan kembali lagi!" Ancam Taka berubah drastis menjadi sosok bengis yang ingin menuntut balas. Dia benar benar pergi, meninggalkan sejuta tanda tanya dibenak Yuko saat itu. Kali ini, apa yang akan Taka lakukan terhadapnya?


***

__ADS_1


Sebenarnya Taka marah bukan karena hinaan Yuko. Yuko tidak sadar bahwa dia telah membuat segalanya semakin jelas. Selama tujuh tahun menghilang, bagaimana Yuko bisa tahu bahwa saat ini Taka sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang kebetulan adalah seorang perempuan. Kemungkinan terbesar Yuko tahu itu dari Riota sendiri. Jadi kesimpulannya, Taka curiga, ada hal boleh diketahui olehnya. Di awali dari gelagat Yuko, Takeshi dan juga Toru.


Yuko bukan menjadi tenang melainkan gelisah setengah mati. Orang seperti Taka akan membuat segala urusan menjadi lebih mudah. Menikahi anak konglomerat lalu membuat Yuko terisolir dari kehidupan luar adalah buah dari keserakahan dan kemunafikan Takahiro saat perusahaannya hampir tumbang.


Entah apa yang akan dilakukan Takahiro setelah ini, yang pasti kehidupan Yuko dan Riota sudah mulai mendapat gangguan mulai hari ini dan seterusnya.


"Kiyoshi, Lakukan tes DNA !" Takahiro pergi menghubungi orang yang dianggapnya paling bisa diandalkan, padahal dia tidak menyadari, bahwasanya Kiyoshi tak lebih dari seorang pengkhianat. Serigala berbulu domba.


Tes DNA akan dilakukan secara terselubung, selagi Taka berhasil mengorek informasi dari sumber lain. Kenji pasti tahu siapa orang tua dari anak tersebut, Riota barang kali bukan anak adopsi.


Terlalu sibuk melakoni hubungan gelap dengan beberapa wanita, Kiyoshi tak mengira rupanya Takahiro tahu tahu sudah berhasil menemukan anak yang kemungkinan besar adalah anak kandungnya. Andai saja waktu itu dia tidak gagal mencelakai janin yang ads dikandungan Yuko, mungkin kesalahannya terdahulu tidak akan menyeruak ke permukaan.


Kiyoshi tahu dirinya harus bergerak selangkah lebih maju, sebab seiring kebenaran terungkap, maka maka satu persatu dosa Kiyoshi akan terbongkar.


***


Takahiro tidak mungkin mengorek informasi dari Takeshi, maka dari itu dia berharap Ruri bisa lebih kooperatif ketimbang suaminya. Taka membuat janji bertemu dengannya di area kantor Ruri.


"Ruri, aku harap kau bisa menceritakan semua yang kau ketahui,


"Jangan berbohong, sebab aku sudah punya bukti kuat! " Takahiro memperlihatkan hasil tes DNA pada Ruri. Ruri tak bisa berkelit, Taka ibarat sudah mempersiapkan amunisi untuk mengungkapkan kebenaran.


"Iya benar, dia memang anakmu..." Tutur Ruri mengakui.


"Jadi, apalagi yang bisa aku katakan padamu, Tuan?"


Ruri gelagapan, darimana dia harus menceritakannya. Runtutan cerita hidup mereka sangat panjang jika dibahas dari awal. Benang merah pun tidak mungkin dia ceritakan secara gamblang.


"Kami punya alasan tersendiri......." ucapnya hati hati bicara.


"APA?!"


Kenapa semua orang yang aku mintai keterangan selalu bertele tele?! apakah setelah ini akan ada pengganggu lain yang muncul secara tiba tiba?


"Kalian tahu, setitik pun aku tidak mengetahui aku punya anak dari Yuko, padahal tiap detik dalam hidupnya, anak itu pasti merindukan aku!"


" Selama ini aku hidup berkecukupan, aku tidak tahu anakku hidup menderita di bully teman temannya setiap hari, hanya karena aku tidak ada di sana melindunginya ketika di pukuli, di hina hina, menganggap dia hanya anak yatim yang menyedihkan !" Mata Taka berkaca kaca, raut kesedihan tak bisa terelakkan lagi. Taka merasa telah melakukan dosa besar.


"Tubuh anak itu terlalu lemah untuk menanggung beban hidup seberat ini!"


"Jadi kumohon buat aku mengerti kenapa kalian melakukan hal ini..." lanjut Taka memohon.


"Kami hanya khawatir, Tuan!"

__ADS_1


"Orang orang di sekitar mu yang membuat kami bungkam selama bertahun-tahun !" Ruri mulai memberanikan diri untuk berkata jujur, ini semata-mata agar Riota bisa berkumpul lagi dengan ayah kandungnya.


"Hanya karena dia terlahir menjadi seorang anak genius, kami tidak bisa selama lama berbohong, dia terlalu cerdik untuk sekedar menggali informasi mengenai dirimu !"


"Siapa?"


"SIAPA MEREKA ?! " Desak Takahiro tidak sabaran.


"Diam kau badjingan !!


"Orang itu adalah dirimu sendiri!" Takeshi datang mengacaukan suasana. Padahal Takahiro hampir menyelesaikan misinya.


Takahiro mendapat gangguan lagi, kali ini datang dari orang yang berani mendekati ibu Riota, sebelum pengadilan memutuskan secara resmi perceraian antara Takeshi dan istrinya.


"Berhentilah mencari tahu!" Takeshi menggebrak meja, menunjuk nunjuk wajah Takahiro bahkan hendak menyerang jika tidak cepat cepat dicegah oleh Ruri.


"Hidupmu sudah di atas awan! Jadi nikmati hidupmu sendiri tanpa harus mengusik kehidupan orang lain! "


"Cukup Takeshi! Ayo pulang ! Kau membuatku malu !" Cegah Ruri, semua orang menonton mereka ribut ribut.


Rumor tentang perceraian Ruri dan Takeshi ternyata sudah terdengar hingga ke orang-orang kantor, melihat insiden ini mereka mengira bahwa Ruri dipergoki sedang selingkuh oleh suaminya.


Takahiro harus puas mendapatkan fakta yang masih menggantung, dia langsung pergi menyusul buah hati nya ke rumah sakit. Namun nasib baik tidak sedang berpihak, Riota sudah tidak lagi dirawat di sana. Dia dibawa pulang oleh ibunya.


***


Natsuki akhir - akhir ini sudah sering menolak ajak Kiyoshi berkencan di hotel. Kiyoshi penasaran hingga berani menemui Natsuki di rumahnya dengan dalih mengantarkan dokumen.


Naomi, diungsikan untuk tidur bersama Baby Sitter selagi ibunya meladeni Kiyoshi. Mereka melakukan itu lebih cepat dari kebiasaan, khawatir malam ini Takahiro pulang ke rumah.


"Natsuki..." panggil Kiyoshi sambil berpakaian.


"Cepat pulang sana ! tidak baik lama lama berada di sini !" Natsuki tergesa gesa memakai kembali lingeri3 serta gaun malam yang berserakan di lantai, Naomi terkadang suka menyelonong masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.


"Jika aku bisa menghidupi dirimu dan Naomi, maukah kau meninggalkan Takahiro ? " lanjut nya berdiri di depan pintu.


"Apa maksudmu?" Natsuki terhenyak.


"Kau tahu, batinku tersiksa melihat kalian pura pura hidup bahagia demi Naomi yang belum mengerti bahwa ayahnya tidak bisa mencintai ibunya, "


"Diam kau, Kiyoshi! " Bentak Natsuki tersinggung. " Jangan di lanjutkan, bodoh!"


"Apa kau takut ini akan terbongkar? Aku yakin Takahiro tidak akan terlalu kecewa mengetahui kedekatan kita !" Tegasnya blak blakan.

__ADS_1


"Kau membuatku marah, Kiyoshi! Pergi sana! Kita selesai ! " Natsuki menutup rapat rapat pintu kamar, tak mau lagi membuat kegaduhan. Seisi rumah akan tahu jika Kiyoshi tidak segera pergi.


"Baik, aku akan pergi, Natsuki. Tapi ada yang perlu kau ketahui, kita tidak selesai sampai di sini!" Pungkas Kiyoshi sebelum akhirnya pulang dengan rasa kecewa.


__ADS_2