Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
Mantan Pacar


__ADS_3

"Sudah lama sekali ya?"


Tomoya mengajak Yuko mampir sebentar ke sebuah restoran. Yuko menolak saat ditawari makan siang, minum segelas teh hangat saja sudah cukup membuat Yuko kenyang. Selera makan Yuko hilang berhadapan kembali dengan pria yang dulu pernah dia tolak untuk dinikahinya.


"Benar, kau telah banyak berubah. Terutama dari segi penampilan, kau cocok sekali dengan potongan rambut seperti itu Tomoya" Puji Yuko basa basi.


Awal bertemu dengannya, Tomoya hanyalah seorang pria sederhana baik hati. Dia sudah tampan tanpa perlu bersolek. Sekarang Tomoya adalah pria dewasa tampan sekaligus mapan. Yuko bisa menilai dari pakaian dan aksesoris yang sedang dipakai. Yuko tidak sadar, Tomoya adalah pimpinan perusahaan yang didirikan oleh Takahiro.


"Oh ya? Kau terlalu berlebih-lebihan, Yuko" Tomoya tersanjung. Yuko selalu lihai membuat orang melambung.


Tomoya adalah penggemar karya karya Yuko saat masih aktif menulis. Dia mendatangi kantor penerbit hanya untuk minta tanda tangan dan bertatap muka langsung pada sang penulis. Disitulah, benih benih cinta mulai tumbuh. Yuko hanyalah seorang playgirl yang gampang terkesan dengan seorang playboy seperti Tomoya.


Tomoya dulu bekerja sebagai manajer IT di sebuah perusahaan ritel, seorang anak broken home yang tinggal terpisah oleh keluarganya setelah ayahnya menikah lagi. Kisah hidupnya mirip-mirip dengan kisah Yuko, sehingga ada kecocokan diantara mereka walaupun Yuko tidak merasa demikian.


"Apa sedang kau lakukan di Tokyo? Apa kau akan menulis lagi?" sambung Tomoya menyeruput kopi hitam dihadapannya. "Teh hangat milikmu sudah berubah menjadi teh dingin, Yuko" imbuhnya. Yuko belum juga meminum teh itu walau hanya setetes.


"Tidak, aku hanya sedang mengunjungi kerabat." Yuko bohong karena masih terlalu canggung, lagipula dia malu jika harus mengatakan keadaan yang sebenarnya pada orang yang notabenenya adalah orang asing. Andai Eriko tidak buat janji duluan dengan pemilik kostan. Akan lebih baik jika Eriko saja yang meladeni pria slengean ini.


"Apa kabarmu?" Tomoya lupa bertanya perihal ini di awal. Tomoya selalu menarik senyuman dari bibirnya agar Yuko tidak perlu merasa kikuk seperti itu. "Hoaah, aku senang bisa bertemu denganmu lagi, mantan!" ejek Tomoya bercanda.


"Aku baik, bagaimana denganmu?" Yuko menyeringai kaku.


Tomoya adalah pria yang paling memanjakan Yuko dalam segala hal, dia tidak segan segan memberikan semua yang dia punya jika Yuko kelak menjadi istrinya. Itulah sebabnya, Tomoya sangat kecewa ketika lamarannya ditolak hanya karena Yuko masih ingin fokus mengejar karir. Alasan putus yang paling digemari kaum wanita.


Yuko sebenarnya sudah dibuat jengah akan tingkah laku Tomoya yang kelewat agresif sekaligus protektif. Sifatnya hampir sama seperti Takeshi. Berhubungan dengan Tomoya membuat Yuko tidak leluasa berbuat sesuai kehendaknya. Kemana kemana Tomoya selalu mengekor, sempat mengajak Yuko tinggal bersama tapi Yuko tidak mau. Biar bagaimanapun, Yuko tetap butuh privasi dalam menjalankan kehidupannya sebagai penulis.

__ADS_1


"Sejak kau tinggalkan aku, keadaanku tidak sepenuhnya baik baik saja." desisnya menghela nafas. "Kita mungkin sudah punya anak cucu jika dulu jadi menikah" gerutunya melebih lebihkan.


"Itu sudah berlalu hampir sembilan tahun yang lalu." Yuko menimpali. " Aku tidak mau lagi lihat ke belakang."


"Oh..oke, kalau begitu lihatlah yang ada di depanmu sekarang." Tomoya tergelak. " Aku adalah masa depanmu !" Tomoya berhasil membalik balikkan perkataan Yuko.


Lima bulan setelah putus, Yuko bertemu dengan Takahiro di sebuah seminar. Yuko tidak tahu, Tomoya sebenarnya juga hadir dalam acara itu, menyaksikan Yuko berdebat sengit dengan Takahiro. Berkat bantuan Ruri, Tomoya berniat menemui Yuko usai seminar. Tujuannya adalah mengajak Yuko kembali berhubungan, namun, aksinya itu terhalangi oleh Takahiro yang sudah mencegat Yuko lebih dulu di pintu keluar auditorium.


Tomoya merasa dibohongi, alasan karir hanyalah bualan. Dia sakit hati mengetahui Yuko dekat dengan Takahiro bahkan berencana akan menikah dengan pria yang tidak lain adalah tunangan adik tirinya sendiri. Natsuki Nanami.


"Kau sama sekali tidak berubah ya?" gumam Yuko. Gombalan khas Tomoya sudah tidak mempan lagi sekarang.


"Ya, perasaanku padamu juga tidak berubah." Tomoya semakin frontal membidik hati Yuko. Tak ada maksud lain, selain ingin meraih perhatiannya wanita itu lagi.


"Cukup Tomoya, aku sedang mau bercanda." Yuko mulai resah menahan mual. Yuko paling menghindari mantannya yang satu ini. Sialnya, sekarang dia malah terjebak disini sambil terpaksa minum segelas teh hangat dengan yang bersangkutan. Di luaran langit berubah mendung, Yuko wajib bergegas sebelum hujan menahannya untuk pergi dari sini.


" Terimakasih atas teh hangat nya"


Yuko pergi dengan tergesa gesa tak mengindahkan panggilan Tomoya yang hendak melarangnya pergi.


Yuko terus berjalan berlomba lomba dengan rintik hujan yang mulai berjatuhan. Hujan ditengah musim panas biasa terjadi di Jepang. Sekuat apapun berlari, hujan deras sudah berhasil menapaki bumi. Yuko terjebak ditengah hujan, sendirian berdiri dipinggiran toko yang sedang tutup.


Yuko paling tidak suka berurusan lagi dengan masa lalu, termasuk kisah asmaranya. Selama hidup sendiri, bukan sekali dua kali Yuko pernah dihubungi oleh mantan mantannya. Kebanyakan dari mereka meminta Yuko untuk menjalin hubungan kembali, bahkan ada yang sampai menghina dirinya pelacur karena ditolak.


Yuko sudah benar benar jengah hidup sendirian tanpa pendampingan pria di sisinya. Eriko membuat mata hati Yuko terbuka bahwa selama ini dia masih sangat mencintai pria itu.

__ADS_1


Tomoya pun selama ini merasakan hal yang demikian. Tomoya tidak ingin menikah walau banyak wanita yang datang mendekati.


Sejak lamarannya ditolak, Tomoya belum melakukan perbuatan serupa lagi pada wanita lain. Hanyalah Yuko, wanita yang diinginkannya Tomoya.


Tomoya rupanya tidak tinggal diam, dia pergi tak lama setelah meninggalkan setumpuk uang tunai di atas meja. Tomoya mencari mengejar Yuko sampai basah kuyup. Begitu ketemu, Tomoya langsung saja merengkuh Yuko sekaligus mendaratkan bibirnya pada lawan jenis yang ada didekapanya.


Yuko tidak senang dicium tiba tiba, terlebih pada orang yang tidak dia cintai. Tamparan keras di pipi diterima Tomoya saat bibirnya terlepas.


"Menjauh dariku! " gertak Yuko jengkel. Aroma kopi dari bibir Tomoya masih terasa saat Yuko hendak mengusap bibirnya dengan telapak tangan.


"Yuko, aku tidak bisa melupakanmu !" Sambil terengah-engah Tomoya susah payah mengatakan apa yang belum sempat didengar Yuko. "Aku masih mencintaimu."


Yuko bereaksi keras atas pengakuan Tomoya. Sedikit pun dia tidak ingin memberikan Tomoya harapan. Tomoya meraih tangan Yuko, menggenggam dengan penuh keyakinan.


"Ku mohon, kembalilah padaku! "


Yuko akui, dulu dia sempat berlaku kejam terhadap Tomoya. Dengan seenaknya, Yuko membatasi pergaulan Tomoya terutama dengan wanita. Dia rela memutuskan pacar pacarnya sebelum Yuko menerima cintanya. Tomoya patuh, karena dia sudah memiliki niat untuk berhubungan serius dengan Yuko. Saat harapan sudah berada puncak, Yuko tega menghancurkannya hingga ke permukaan.


"Betapa pun sakitnya, aku siap menanggung. Asal aku bisa bersamamu."


Yuko melemah, mulai mengakui apa yang telah dia lakukan di masa lalu adalah salah, Tomoya tidak membenci dirinya sedikit pun. Tomoya hanya benci pada Takahiro. Tidak hanya urusan bisnis tapi juga urusan hati. Takahiro adalah satu satunya pria yang berhasil meluluhkan Yuko hingga rela mengandung anak dari pria itu. Hal yang tidak bisa Tomoya dapatkan dari Yuko. Tomoya tidak terima Yuko melahirkan seorang anak dari orang yang dia benci.


"Aku bukan wanita baik baik, Tomoya. Kau bisa mendapatkan yang lebih dariku." Tolak Yuko halus.


"Tidak ada yang lebih baik darimu Yuko. Aku sudah siapkan segala sesuatunya agar kelak kau bahagia hidup bersama ku." Kedua tangannya masih bertaut pada bahu Yuko. Bicara sambil menahan emosi.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak bisa" Tegas Yuko menampik sentuhan Tomoya. Dengan berat hati dia harus jujur pada perasaannya sendiri, walaupun dia tidak bisa menyampaikannya langsung pada orang yang dimaksud.


"Aku masih mencintai Takahiro hingga detik ini."


__ADS_2