Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
I Am A Pro Player


__ADS_3

"Apa kau Riota Kamiya?" Tanya seorang panitia turnamen pada Toru. Toru menggeleng, dia mempersembahkan seorang bocah dihadapan panitia verifikasi data.


"Inilah Riota Kamiya!" Kata Toru dengan bangga memperkenalkan sang ketua tim.


"Apa kau yakin?" Panitia itu tercengang seolah tidak percaya. Bocah berumur tujuh tahun itu akan mengikuti turnamen yang semestinya diikuti oleh kontestan berusia tujuh belas tahun ke atas.


"Dia kontestan jalur undangan VIP, Kenji yang bertanggung jawab atas kedatangan bocah ini," sahut panitia lain. Dia berteriak memanggil Kenji yang kebetulan tidak jauh dari meja daftar ulang.


"Kenji! mereka sudah datang!"


Seseorang bernama Kenji muncul dari balik kerumunan panitia di pintu masuk, dia senang akhirnya Riota dan Toru datang memenuhi undangannya. "Hai ! Selamat datang !"


"Mereka adalah Pro Player, " bisik Kenji pada tim verifikasi. Kenji adalah karyawan Personal Tech divisi pengembangan online gamming. Dia sudah tahu track record Riota dan Toru sejak lama, maka dari itu dia mengundang kedua atlit itu atas inisiatifnya sendiri.


Turnamen ini akan lebih menarik jika menyisipkan seorang anak anak di tengah tengah kontestan orang dewasa. Riota adalah kontestan termuda dan yang tertua berusia 35 tahun. Mereka akan bersaing memenangkan satu unit mobil dan uang tunai dengan nilai fantastis.


"Aku tidak yakin Jarvis dan Boss akan menyetujui ide konyol mu itu! " keluh Nakamura mendengus seperti kerbau kelelahan.


"Tenang saja, mereka datang atas izin orang tuanya," Ucap Kenji menepuk nepuk bahu rekan kerjanya.


"Dimana mereka?" Tanya Kenji pada Riota dan Toru.


Riota menunjuk seorang pria bertopi berkumis Chaplin dan berkacamata hitam yang didampingi oleh wanita dengan rambut berwarna merah menyala. Benar, Ruri dan Takeshi menyamar mengantisipasi agar tidak mudah dikenali Takahiro.


"Takeshi, bukalah kacamatamu ! " Senggol Ruri sambil berbisik.


"Kau terlihat seperti orang bodoh, memakai kacamata hitam di ruang redup tertutup, "


"Bukan begitu, wig yang kau pakai itu membuat aku sakit mata !" balas Takeshi mengeluh, dia jengkel melihat bentuk rambut Ruri seperti jamur merang.


Toru tidak kuasa menahan tawa melihat penampilan dan tingkah konyol kedua orang tua angkat Riota, untung saja panitia tidak menaruh curiga. Berbeda dengan Riota, dia memandang ke sekeliling aula untuk mencari dimana keberadaan Taka.


o


__ADS_1


Ilustrasi


"Kau akan bersaing dengan ratusan kontestan, "


"Namun khusus untuk dirimu, orangtuamu harus menandatangani surat pernyataan agar kau bisa ikut bertanding" Ungkap Kenji seraya memberi dokumen yang perlu dibubuhi tanda tangan Ruri dan Takeshi. Dokumen itu dibawa oleh Toru untuk segera ditanda tangani.


"Tuan, anu...apa kau tahu..." Tanya Riota ragu ragu. Dia kecewa sudah sampai di sini, dia belum tahu dimana Taka berada.


"Tahu apa?" Kenji penasaran.


"Tidak, tidak jadi" " Riota batal bertanya karena Toru terlanjur memergokinya.


Beberapa jam setelah verifikasi terpenuhi, mereka berpisah dengan orang tuanya dan siap bertanding. Kejuaraan ini diikuti lebih dari seratus kontestan. Sebelum acara dimulai, panitia memberikan waktu untuk para petinggi perusahaan memberikan kata sambutan, tak terkecuali sambutan dari Direktur Utama.


Takahiro Hiroki belum hadir sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Oleh karena itu, Taka diwakilkan oleh Deputy Operasional yang bernama Kiyoshi Fujino.


Tanpa mereka sadari, sebenarnya Takahiro sedang duduk di tribun penonton paling atas memperhatikan persiapan seluruh bawahannya. Takeshi dan Ruri mengetahuinya sebab mereka duduk hanya berjarak dua meter saja dari Takahiro. Menurut pengamatan Takeshi, Takahiro tidak jauh berbeda dengan apa yang Takeshi lihat terakhir, yaitu saat menonton pertandingan base ball meski melihat dari kejauhan saja. Selain itu, perusahaan tempat Ruri bekerja adalah mitra perusahaan Taka yang makin hari makin pesat perkembangan bisnisnya. Taka sempat datang menghadiri pesta pernikahan mereka.


"Maaf aku terlambat, ada sedikit masalah yang perlu aku bahas dengan pemegang saham," Ucap Taka saat seseorang datang menemaninya duduk sendirian.


"Apakah semua berjalan lancar? Kelihatannya Kenji bersemangat sekali, " Taka sedang memperhatikan Kenji berbicara dengan Riota dan Toru dari kejauhan.


" Ya begitulah, seharusnya dia yang menjadi penanggung jawab nya bukan aku,"


"Dia menyelipkan anak anak diantara kontestan dewasa, " Ungkit Nakamura yang terkadang tidak sejalan dengan Kenji.


"Kenji menyebutnya, anak genius.." imbuhnya.


Kenji dan Nakamura adalah karyawan kebanggaan Takahiro. Mereka adalah pengembang permainan bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang telah berhasil mencetak rekor penjualan tertinggi karena telah puluhan juta kali di unduh pengguna smartphone secara global. Atas rekomendasi Taka, Kenji dan Nakamura akan membuat perusahaan sendiri --dengan Personal Tech tetap sebagai induknya-- setelah turnamen ini selesai.


***


Babak penyisihan dimulai, Riota dan Toru harus berusaha keras untuk menyingkirkan pesaing mereka agar bisa masuk ke babak perempat final.


"Toru, aku kewalahan," Keluh Riota. Mereka kekurangan anggota tim.

__ADS_1


"Aku sudah tidak bisa fokus, " Riota kelelahan, setiap malam tidak bisa tidur nyenyak hanya karena ingin melihat Taka. Pasalnya, dari awal pertandingan Riota belum juga melihat penampakan Takahiro hadir ditengah tengah acara.


"Lupakan ayahmu ! Kita harus memenangkan kejuaraan ini !" Seru Toru membakar semangat.


"Ayahmu pasti muncul saat kita jadi juara! " Pekiknya sesaat akan mulai bertanding lagi.


Mereka harus puas menempati posisi keempat dan berhasil masuk semifinal dengan perolehan jumlah poin tipis. Tubuh Riota melemah, terombang-ambing ditengah ketatnya persaingan. Kinerja otaknya mulai mengendur kurang asupan, dari kemarin Riota sudah tidak terlalu ***** makan. Keesokan harinya, Angel & Demon lolos ke ajang Grand Final, dan berhasil menjadi juara.


"Angel & Demon ?" Tanya Taka bersiap memberikan penghargaan tapi masih di ruangan lain.


"Benar, Kenji yang menamainya tim kedua anak itu," Ungkap Nakamura menjemput Taka untuk segera naik podium.


"Luar biasa, anak itu benar genius, aku penasaran seperti apa mereka dibesarkan oleh keluarga mereka?" Puji Taka takjub.


"Mereka berasal dari desa, "


" Namun yang ku tahu dari Kenji, anak yang bernama Riota itu adalah anak adopsi, " Ujar Nakamura memakai Taka Jas. Taka sudah tampil tampan paripurna.


"Jika anak itu menang, jangan berikan hadiah mobil, berikan saja dia bea siswa penuh atas prestasinya" Taka merasa nasib Riota sama dengannya.


"Ah tidak jadi, berikan saja mobil itu, barang kali berguna untuk orang tuanya." Kekehnya bercanda, tapi sungguh beasiswa itu adalah bonus untuk mereka berdua.


Riota dan Toru berhasil menaiki podium paling tinggi diantara dua pemenang lainnya. Semua mata terhenyak, kontestan paling muda itu -- yang sempat diragukan kemampuannya-- malah keluar menjadi juara. Takeshi dan Ruri membanggakannya prestasi anak mereka pada semua hadirin meski Takeshi lupa memakai kumis Chaplin dan rambut palsu Ruri lepas dari kepala.


Kenji datang paling awal karena dirasa perlu memberikan sambutan dan ucapan selamat pada pemenang. Kini, tibalah pemberian piala dan hadiah, Riota berdebar debar menunggu Takahiro keluar dari sarangnya, pria gagah berjas hitam itu muncul berjalan paling depan apit oleh kedua pegawainya. Takahiro Hiroki memberikan penghargaan pada sang juara.


"Selamat ya? " Ucap Taka memberikan medali dan piala pada Riota dan Toru.


Tujuh tahun setelah lahir di dunia, inilah hari pertama dia bisa menyentuh dan melihat bagaimana sosok ayah yang sesungguhnya. Mata Riota terpaku memandangi rupa Taka dari jarak dekat, masih tidak percaya pria tampan dan rupawan ini adalah ayah biologisnya. Matanya berkaca kaca hingga tangisannya pun pecah tidak ingin langsung melepas genggaman tangan Taka. Riota sudah tidak tahan ingin segera memeluk.


"Ayahmu pasti bangga padamu, " Bisik Taka sambil mengelus-elus punggung Riota yang sejatinya adalah darah dagingnya sendiri.


Takeshi, Ruri dan Toru pun tak luput dari perasaan pilu dan haru menyaksikan pertemuan ayah dan anak itu. Dalam waktu sesingkat-singkatnya, Riota harus berpisah lagi dengan Taka. Taka harus bertolak ke lokasi lain setelah tugasnya selesai.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2