
"Kenji, bagaimana keadaanmu?" Takahiro dan Nakamura masuk ruang perawatan disusul Ruri dari belakang.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter mengizinkan Takahiro dan Nakamura masuk bertemu dengan Kenji yang sudah dalam keadaan sadar.
"Tak perlu khawatir, aku baik baik saja. Cuma.." Raut wajah Kenji memelas, kendati demikian Kenji bersyukur luka di kepalanya tidak membuat dia hilang ingatan.
"Kenapa? Apa keluhanmu?" tanya Takahiro cemas. Takahiro dihantui rasa bersalah karena Kenji tertabrak saat sedang terhubung melalui telepon seluler.
"kepalaku masih ada pada tempatnya kan?" Tanya Kenji masih sempat tertawa kecil. Kenji sempat merasakan kepalanya seolah olah menghilang efek benturan keras pada aspal .
"Ya masih lah, ngaco!" cerca Nakamura terpancing untuk nyeletuk.
"Cih! Ku kira kau sudah meninggal tau!" sungut Nakamura jengkel tidak segan segan menampar kepala Kenji yang baru diberi lima jahitan.
"Adoooohh.." erang Kenji kesakitan. Tak puas sampai di situ, Nakamura bahkan mengoyak - oyak leher Kenji agar lebih menderita.
"Rasakan! Itu lah ekspresi yang seharusnya kau tunjukkan, bukan malah cengengesan!" oceh Nakamura menganiaya Kenji sampai bertobat. Nakamura kesal, gaya kerja Kenji benar benar tidak profesional. Serampangan.
"Bisa bisanya kau pergi meninggalkan rapat yang sedang berlangsung!" protes Nakamura. Kenji kabur dari forum setelah menerima pesan singkat entah dari siapa.
"Maaf maaf telah membuat kalian semua khawatir. " Ucap Kenji terbatuk batuk. Kenji mengaku salah karena telah bertindak sesuka hati lompat ke sana ke sini bagai kera sakti.
"Syukurlah, kau baik baik saja." ucap Nakamura penuh rasa syukur. Walau sering berselisih paham, mereka sudah terbiasa hidup saling mengandalkan satu sama lain.
"Yuko dan temannya membawamu ke rumah sakit" Takahiro menyelak memberitahu.
" Yuko? " Tanya Kenji penasaran, sebab orang yang dimaksud sudah tidak berada di sini.
"Mantan kekasihnya." jawab Nakamura bisik bisik, tidak enak dengan wanita yang datang dengan Takahiro. Kenji terkejut bukan main, ternyata yang menolong dirinya adalah ibu Riota.
Selanjutnya, raut wajah Kenji tertuju pada wanita yang sedang mendampingi Takahiro. Ruri baru sempat memberikan salam usai mereka bersenda gurau.
"Oh, ya. Perkenalkan ini Ruri, teman sekantor ku sekarang. " Takahiro akhirnya mengenalkan Ruri.
"Senang bertemu dengan kalian, " sapa Ruri ramah. Di mata Kenji dan Nakamura, Ruri adalah sosok wanita dewasa yang membosankan meskipun perangainya jauh lebih baik daripada Natsuki.
__ADS_1
Kenji benar benar ingin berterimakasih sekarang juga. Riota dan Toru pun selama ini telah banyak membantu menyelesaikan masalahnya. Budi baik seseorang harus dibalas dengan kebaikan pula.
"Dimana Yuko sekarang? Aku ingin berterimakasih padanya."
"Dia sudah pulang karena ada keperluan mendesak" ucap Nakamura mendahului Takahiro yang hendak menjawab juga.
"Tolong sampaikan rasa terimakasih ku pada Yuko ya?" ucap Kenji kembali kecewa. Dia lantas berniat akan mendatangi Riota dan ibunya dilain waktu.
"Kenji, sebenarnya apa yang ingin kau katakan kepadaku?" Melihat Kenji dalam keadaan baik baik saja, Takahiro penasaran apa maksud Kenji bersikeras ingin menemuinya. Sesungguhnya hari ini dia hendak membicarakan sesuatu yang cukup serius dan mencengangkan pada Takahiro.
"Ini soal....Kiyoshi.."
"Haruskah kita membahas itu disini?" sambar Nakamura menoleh pada sahabatnya. Kenji tak kunjung menjawabnya, dan Nakamura tidak nyaman ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka di sini. Seketika itu Ruri langsung sadar diri untuk undur diri.
"Aku akan menunggu di luar, Taka. " Ucap Ruri balik arah, tapi Takahiro mencegahnya.
"Tidak Ruri, tetap di sini!" Tolak Takahiro.
Ruri diperkenankan untuk ikut mendengarkan apapun yang akan Kenji ceritakan. Takahiro sudah menceritakan semua masa lalunya pada Ruri yang sudah dia anggap kerabat dekatnya sekarang.
" Jangan khawatir, Ruri tahu apa yang terjadi antara aku dan Kiyoshi. Ceritakan apa yang kalian tahu." Ucap Taka tega berdiri bersiap mendengarkan dan Ruri pun melakukan hal yang sama.
"Nakamura, tolong ceritakan apa yang telah aku ceritakan padamu! " Kenji lagi lagi berulah, dia merasa memorinya agak sedikit terganggu pasca kecelakaan.
"Ck! Benar benar ya kau ini! Sungguh menyusahkan! " Nakamura menggerutu, Kenji belum berhenti mengerjainya.
"Boss, kebocoran data yang sebelumnya kita kira dalangnya adalah Kiyoshi, ternyata ada masih ada lagi sosok lain yang menyebabkan dirimu dipecat dari Personal Tech." Jelas Kenji berubah serius.
Kenji dan Nakamura saling pandang, selama ini dua pemuda itu telah melakukan investigasi bersama orang orang yang sering membuat mereka dibalik layar. Siapa lagi jika bukan Riota dan Toru.
Dua bocah itu secara sukarela membantu mengumpulkan bukti bukti kejahatan cyber. Berawal dari IP address , Riota dan Toru berhasil merentas balik hacker hacker yang menjadi biang keladi kebocoran data pengguna aplikasi market place beberapa waktu lalu. Selain mengunggah data data rahasia ke publik, hacker sewaan itu juga ingin mencuri data lima juta penduduk dari proyek kementerian yang sedang Takahiro garap bersama pegawainya.
Berdasarkan hasil penelusuran yang Kenji terima, server yang digunakan perentas itu bukan dari Rusia melainkan dari dalam batang tubuh personal Tech sendiri.
Komputer yang digunakan saat kebocoran data berlangsung adalah komputer milik Yamamoto.Yamamoto adalah programmer yang belum lama direkrut oleh Nakamura. Baru satu bulan bekerja, Yamamoto bergabung dengan perusahaan pesaing Personal Tech yang sering kalah tender proyek pemerintah.
__ADS_1
"Lucunya, sekarang Kiyoshi menjadi salah satu penasehat teknis dalam perusahaan itu, tapi secara sah masih menjabat sebagai Direktur Utama Personal Tech" Ungkap Nakamura menunjukkan laman profil perusahaan yang dimaksud.
"Lalu apa pentingnya mengulas itu kembali?" Takahiro tahu, sebenarnya dirinya tidak cuma dicurangi dari satu sisi saja. Dalam dunia bisnis, perang dagang kerap dilakukan secara terang-terangan atau secara terselubung, sesuai kepentingan.
" Mashiro dia Mashiro!" kecam Kenji keras. Nakamura menunjukkan sebuah foto sosok seseorang yang Kenji sebutkan barusan.
Takahiro tidak mengenal dekat siapa itu Mashiro, yang pasti Tomoya pernah bertemu dengannya beberapa kali dalam pelelangan tender.
"Dia adalah orang yang mengkehendaki Yamamoto bertindak sebagai pengkhianat. Entah benar atau tidak, Kiyoshi dijanjikan sesuatu sebelum menerima ajakan kerjasama para badjingan badjingan itu!" Ungkap Kenji geram.
Kiyoshi telah sengaja membuat NK Innovation tumbuh tanpa saham. Kini, NK Innovation harus mencari modalnya sendiri sambil berjualan software secara door to door.
"Mashiro?" Ruri tiba tiba ikut nimbrung. Dia kenal betul siapa wajah yang tertampang di layar ponsel Nakamura. Perhatian pun tertuju pada Ruri. " Kau kenal?" Tanya Takahiro.
"Ya, tentu saja. Dulu aku dan Takeshi sering pergi bersama dengannya dan juga... " Ruri berhenti sejenak tatkala Kenji dan Nakamura turut memusatkan atensinya. Semua pria tersebut menunggu Ruri melanjutkan perkataannya.
"Yuko." sambung Ruri gamang.
"Yuko?" Takahiro memastikan bahwa dia tidak salah mendengar . "Kalian berteman?" Tanya Takahiro sekali lagi.
"Tidak,"
"Setelah putus dengan Yuko, aku dan Takeshi tidak pernah bertemu dengannya lagi. " Ungkap Ruri membuat mereka semua termangu.
Mashiro adalah kekasih terakhir Yuko sebelum bertemu dengan Takahiro. Dia sangat mencintai Yuko tapi tidak sebaliknya.Yuko menolak lamaran Mashiro dihadapan Ruri dan Takeshi. Dia cinta mati pada Yuko, meski sudah berkali kali pria itu memohon, Yuko tetap tidak ingin kembali menjalin hubungan. Sejak saat itu, Ruri tidak tahu apa apa lagi mengenai hubungan Yuko dan Mashiro.
"Jadi.. Yuko pernah berhubungan dengan pria itu?" Tanya Kenji terlihat cemas cenderung ketakutan.
***
Di waktu yang sama, Yuko dan Eriko sedang bersiap siap keluar rumah untuk mencari kontrakan baru. Dalam perjalanan, Yuko berpapasan dengan seseorang yang masih mengenalnya dengan baik. Yuko tidak akan menyadari jika orang itu tidak menyapanya duluan.
"Yuko!" panggil orang itu. Seorang pria mengunakan setelan kantor berwarna abu abu tua berjalan berlawanan arah dengan Yuko. Yuko berbalik mendengar namanya disebut sebut. Yuko dibuat terkesima, pria itu melambaikan tangan dan datang menghampiri Yuko dengan binar wajah ceria.
"Siapa dia? "tanya Eriko kebingungan sebab Yuko sepet tidak senang bertemu dengan pria itu di sini.
__ADS_1
"Dia..Mashiro Tomoya." sebut Yuko pangling melihat mantan kekasihnya.
***