Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
Dosa Masa Lalu


__ADS_3

Pria tua itu kabur setelah membuat Takahiro pingsan. Yuko sendiri bingung dari mana asal pria tua itu, tapi dilihat dari postur tubuhnya, Yuko merasa tidak asing.


Ayah?


Yuko antara yakin dan tidak yakin, tapi keadaan tidak memungkinkan dirinya sempat mengejar pelaku.


Sementara itu, dua pria yang sangat menyayangi Riota sama-sama terkapar tidak berdaya, Yuko tak tahu siapa dulu yang perlu diselamatkan. Toru menghubungi Kenji dan merawat Takahiro di rumahnya. Dengan sedikit mengarang cerita, Toru memberitahu bahwa telah dia diserang orang tidak dikenal saat sedang mengunjungi desanya dan Kenji percaya. Sebelum Kenji membawanya pulang, Takahiro sempat ingin kembali lagi ke rumah Riota. Dia bersikeras ingin menemui darah dagingnya. Toru pun mencari cara agar keributan tidak terjadi lagi.


"Paman, kali ini aku tidak akan mengerjai mu lagi, " cegah Toru mengangkat dua jari nya.


"Aku berjanji, aku akan mempertemukanmu dengan Riota, tapi tidak sekarang" Katanya tidak sedang main main.


"Benarkah?" Takahiro menaruh harapan besar Toru bisa mengabulkan itu segera.


"Aku yakin kau bukan orang jahat, paman. Kali ini aku sungguh sungguh " Sambil mengangguk dia sudah mengambil keputusan untuk membelot dari Yuko dan Takeshi.


***


"Boss,, perlu aku selidiki siapa orang yang menyerang menyerang mu ?" Lontar Kenji sesaat di dalam mobil hendak meninggalkan lokasi.


"Kita perlu tahu apa motifnya," lanjutnya, meski belum paham sepenuhnya apa yang sedang Bossnya lakukan di sini, seorang diri.


"Kita bisa mengurusnya belakangan, " Sebenarnya Takahiro pun hendak menyelidiki orang yang membuat dia tidak jadi membawa Riota pergi.


"Oh ya? Apa kau tahu kemana Jarvis? " Takahiro berkali kali menelepon Kiyoshi namun belum merespons.


"Tidak, memang belakangan ini dia sangat sulit dihubungi. Terakhir aku sering melihatnya keluar dari kamar hotel bersama wanita yang berbeda beda, " ungkap Kenji usil.


"Oh ya?" Takahiro mendelik merasa ada kejanggalan.


"Maaf aku keceplosan, boss. Jangan pecat aku, hehehehe " Kenji menyeringai karena baru saja menyingung tangan kanan Takahiro.


"Apa dia sudah putus dengan Yuri?"


"Yuri?" Kenji tercengang, rupanya Takahiro ketinggalan berita. Sebelum berpacaran dengan Kiyoshi, Nakamura pernah bersaing dengan Kiyoshi untuk memperebutkan mantan karyawati personal Tech itu. Nakamura harus merelakan Yuri lebih memilih Kiyoshi karena didukung oleh istri Direktur.


"Yuri sudah bertunangan kurang lebih empat bulan yang lalu!" Terangnya. Dan sekarang gantian Takahiro yang tercengang.


Berita itu membuat Takahiro mengernyitkan dahi, Kiyoshi bahkan tidak memberitahu perihal ini pada orang terdekatnya. Malahan, berita itu Taka dengar dari orang yang selalu bersebrangan dengannya, siapa lagi kalau bukan Kenji dan Nakamura.

__ADS_1


"Aku pernah melihatnya membeli alat kontrasepsi di supermarket, " Kenji meneruskan ceritanya yang dengan antusias. Dikantor Kenji sering dikenal sebagai biang gosip.


"Wajahnya sangat merah saat aku memergokinya, hahaha "


"Ups maaf, aku cuma bercanda, Boss" Imbuhnya, merasa canggung karena meracau tanpa rem.


Candaan itu membuat Takahiro terusik, bukan merasa tersinggung melainkan menimbulkan keresahan yang lain. Takahiro menemukan alat kontrasepsi di bawah ranjang saat bermain dengan Naomi tempo hari. Ironisnya, alat kontrasepsi itu sudah terpakai dan hanya menyisakan bungkus nya saja.


Takahiro sebenarnya sudah sempat memintai keterangan pada setiap pegawai yang bekerja di rumah. Mereka dapat memastikan bahwa tak ada pria lain yang biasa datang ke rumah selain, Kiyoshi. Dengan agak sedikit tidak percaya, kecurigaan Takahiro mulai mengarah padanya.


Mungkinkah Natsuki melakukannya dengan sahabat ku?


***


Kiyoshi datang ke rumah saat kebetulan Takahiro tidak berada di sana. Awalnya, Natsuki menolak untuk bertemu, namun, Kiyoshi datang dengan maksud lain, dia datang membawa berita perihal Yuko dan Takahiro yang kembali berhubungan karena anak yang bernama Riota. Natsuki tentu saja menyangkal, namun salinan hasil tes DNA itu membuatnya dia tak berkutik bahwa selama ini suaminya ternyata sibuk mencari 'rumah baru' .


"Tinggalkan Takahiro ! dan hiduplah bersamaku, Natsuki !" Paksa Kiyoshi pantang kendur.


"Tidak mudah bagiku untuk melupakanmu selama bertahun-tahun...." Kiyoshi melunak menyatakan cintanya secara berulang.


"Jangan pernah bermimpi ! Tanpa Takahiro, kau bukan siapa siapa! " Gertak Natsuki, dia jengah membicarakan kisah mereka tempo dulu.


"Jadi berhentilah berpura pura ! Aku tahu semua keburukan mu! "


"Jadi sekarang kau sedang mengancam ku?" Natsuki merasa terpojok. Dia balik menantang jika Kiyoshi sampai berani membeberkannya.


"Kau hanya perlu mengaku atau menunggu seseorang membuka aibmu satu per satu !" Ancam Kiyoshi tanpa panjang lebar kemudian pergi meninggalkan rumah Takahiro.


Natsuki bertahan agar tidak meledak ledak, ada Naomi mendengarkan percekcokan mereka walaupun gadis kecil berusia empat tahun itu belum paham apa yang sedang terjadi.


"Masuk !!" Bentak Natsuki, tak ayal membuat Naomi menangis.


Natsuki pun tak mau tinggal diam, dia bergerak cepat dengan mendatangi Yuko yang saat itu sedang berdua saja dengan Riota di rumah. Berbekal informasi dari seseorang, Natsuki datang seorang diri lengkap dengan senjata api yang dia simpan rapih terbungkus kain dalam tas tenteng. Dia tidak mau ambil resiko jikalau Yuko akan menyerang menuntut dirinya atas dosa dosa di masa lalu.


"Hallo, Harumi...." Sapa Natsuki ketika pintu mulai dibuka.


"K-kau.....?


"Lama tidak bertemu, apa kabar mu? Anakmu mana?" Natsuki tersenyum tipis penuh misteri.

__ADS_1


Yuko langsung menutup pintu keluar. Meski sangat ketakutan, dia berusaha agar tidak kalah dengan cobaan yang datang bertubi-tubi. Yuko seakan sudah siap jika harus benar benar menghadapi tantangan yang datang tiba tiba.


"Ada perlu apa?" Tanya Yuko basa basi. Dia masih sempat mempersilahkan tamunya duduk namun di tolak.


"Singkat saja, aku rasa kau sudah tahu maksud kedatanganku," Gumam Natsuki melipat tangan.


"Yuko, aku tahu, perbuatan ku di masa lalu tidak pernah kau lupakan atau maafkan. Tapi, aku tidak mau anakmu itu mengganggu, "


"Gaya bicaramu tidak berubah sama sekali ya?" Yuko mulai panas, emosinya tersulut.


"Dia cuma anak kecil yang masih polos, jangan kau usik dia!"


"Katakan ! Apa tujuanmu datang kesini?!" Singkatnya enggan bertele tele.


"Well, permintaanku masih sama seperti dulu Yuko, menjauh lah. Kami sudah cukup tenang dan bahagia dengan Naomi, anak kandung Takahiro.


Kau pikir Riota bukan anak kandungnya?


"Tanpa perlu meminta, aku sudah berniat meninggalkan tempat ini, bahkan meninggalkan Jepang bila perlu !" Tegasnya sekaligus sebagai penanda waktunya di sini sudah habis.


"Baik, aku akan kesini lagi lain waktu, untuk memastikan! " Ucap Natsuki senada mengancam.


Syukurlah, Natsuki tak perlu repot-repot menarik urat lidah apalagi menarik pistol itu keluar dari tasnya. Tanpa harus berlama lama, Natsuki pamit undur diri. Sebagai ungkapan rasa terimakasih, Natsuki meninggalkan secarik kertas berupa cek kosong yang sudah dibubuhi tanda tangan.


"Terserah kau ingin membuangnya atau tidak, tulis saja nominal yang kau butuhkan untuk pergi dari sini..."


"Tidak perlu merasa tersinggung, hanya ini yang bisa yang bisa aku lakukan untuk membantu." Pungkasnya balik badan dan melenggang tanpa rasa bersalah.


"Sialan !" Yuko akhirnya marah merasa harga dirinya kembali di injak injak. Dia melabrak Natsuki dan menjambak rambutnya kuat kuat.


"KAU PIKIR UANGMU BISA MEMBELI SEGALA NYA! HAH!"


"SUAMI ISTRI SAMA SAJA!!" Yuko mendorong Natsuki hingga tersungkur. Natsuki juga naik pitam, balik menyerang.


"Menyingkir kau jalaang! " Natsuki berontak. Kericuhan terjadi di luar rumah disaksikan beberapa orang yang sedang melintas.


Natsuki kewalahan, Yuko menyerang tanpa perhitungan. Mereka saling pukul, tarik menarik hingga luka luka. Natsuki bukanlah lawan yang sepadan, dia tak bisa membalas Yuko yang sedang mengamuk membabi buta. Satu satunya jalan yang bisa Natsuki lakukan ialah melarikan diri atau menghunuskan senjata untuk menghentikan serangan.


***

__ADS_1


__ADS_2