Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
Reka Ulang Adegan


__ADS_3

Natsuki mengingatkan dirinya sendiri agar terus menghubungi pria yang masih berstatus sebagai suaminya. Tiga hari tidak pulang ke rumah Takahiro, Natsuki rindu hampir mau mati. Dia patah hati. Ironisnya, dia itu terjadi karena ulahnya sendiri.


Natsuki kembali lagi terjun di dunia gemerlap malam setelah bertahun-tahun dia meninggalkan. Matanya sedang memperhatikan pantulan wajahnya sendiri di panel cermin dekat meja bar. Penampilannya kusut, tak semangat bersolek seperti kebiasaannya. Kantung matanya tidak bisa disamarkan tanpa bantuan make up. Dia tidak enak makan apalagi tidur selama berhari-hari.


Terakhir, dia kesini bersama Takahiro, memaksa pria kalut itu mabuk mabukan. Alih alih menjadi sahabat karena pertunangan mereka telah batal, Natsuki menemani Takahiro saat putus hubungan dengan gadis pujaannya. Saat lengah, Natsuki membawa tubuh tak berdaya Takahiro ke hotel, melucuti pakaian pria itu satu per satu. Dia begitu bergairah melihat tiap lekuk tubuh pria yang membuatnya tergila gila, sampai tidak bisa menolak ketika ayah dan kakaknya menjodohkan mereka melalui Kiyoshi sebagai mak comblang


Natsuki pun melakukan hal serupa lalu berbaring sambil mencumbui tubuh pria tampan itu walau tanpa balas. Natsuki sangat bergairah meniti tiap jengkal raga kekar Takahiro yang sampai sekarang mengakar dalam ingatan hingga merusak nalar.


Takahiro lelap dalam tidurnya sehingga sampai pagi menjelang, dia mendapati tubuh polosnya tertindih oleh Natsuki dalam satu selimut tebal. Takahiro merasakan berat pada bagian kepala, dia tidak ingat apa yang telah perbuat dengan perempuan berambut pirang dengan tinggi semampai itu.


Natsuki adalah tipe ideal bagi setiap pria yang pernah berkencan dengannya. Takahiro adalah pria beruntung yang dapat mengambil perhatian wanita yang satu universitas dengan Takahiro di London. Natsuki adalah mahasiswa satu tingkat dibawah angkatan Takahiro.


Suara dering ponsel merasuki pikirannya lantas memecah lamunan Natsuki. Dia melayangkan perhatiannya pada layar dan terkesima melihat nama Takahiro Hiroki menghubungi dirinya saat sedang rindu rindunya. Secercah harapan untuk rujuk kembali dengan suami mungkin akan segera terwujud.


"Mosi mosi..Halo, Taka ? Akhirnya kau menghubungiku juga ! Aku sangat merindukanmu, begitupula dengan Naomi. " siapa Natsuki dengan semangat riang gembira. Seolah olah kejadian kemarin dapat dilupakan olehnya.


"Kau dimana sekarang? Apa Naomi bersamamu?" Takahiro justru kebalikannya, datar dan tidak bersemangat.


"Ng..ada apa? apa kau ingin menjemput kami?" Natsuki menutup microphone ponsel kemudian menyelipkan uang pembayaran di bawah gelas Vodka yang dia pesan. Dia melambaikan tangan pada bertender tergesa-gesa meninggalkan pub yang bising dengan alunan musik bersahutan dengan riuh suara pengunjung diskotik. Dia khawatir, Takahiro mungkin tidak akan suka mengetahui dirinya pergi ke tempat tempat semacam ini lagi, lalu nanti akan bertengkar kembali.


"Aku ingin bertemu denganmu, sendiri saja." Tutur Takahiro berdeham pelan.


"Baik, aku juga ingin bertemu denganmu, sayang.." ucap Natsuki penuh percaya diri. Dia sudah menjauhi hiruk pikuk club malam, bersiap untuk bertemu.

__ADS_1


"Aku tunggu kau di hotel Hilton kamar 4321, sekarang." Tanpa basa-basi langsung memutus sambungan telepon.


Natsuki terjerembab, Takahiro tiba tiba menghubungi, lalu mengajaknya bertemu di sebuah hotel. Tidak mau buang buang waktu, Natsuki langsung mencari taksi menuju hotel yang dimaksud suaminya. Setibanya di hotel, dia meluncur ke kamar dan Takahiro ternyata sudah menunggu di sana.


Tak ada rasa curiga yang terbesit dibenak Natsuki kala itu, dia berpikir Takahiro sudah berubah pikiran berinisiatif mengajaknya bercumbu di hotel. Dia tidak keberatan sama sekali jika Takahiro mengajaknya melakukan reka adegan seperti malam itu, namun kali ini Takahiro tidak dalam keadaan mabuk.


"Taka!" panggil Natsuki berlari memeluk Takahiro dari belakang saking rindunya. Takahiro tidak memberikan respon yang berarti, dia berbalik dan menatap Natsuki malas.


"Aku rindu padamu! " ucapnya merayu membelai wajah Takahiro dengan kedua tangan. Jari jari lentiknya meraba dada pria itu lalu memeluknya erat lagi dari depan.


"Duduklah! " suruh Takahiro menjauhi Natsuki, tercium aroma alkohol dari mulutnya.


"Baiklah." Ujar Natsuki santai.


"Ada apa?Kenapa kau mengundangku ke sini, daripada di rumah kita sendiri?" Bila bisa memilih, Natsuki lebih nyaman mereka bertemu di rumah mereka sendiri.


"Tidak, aku tidak mau," sahut Takahiro yang sedang melihat pemandangan kota di malam hari dari kaca jendela. Dia mengintip bayangan Natsuki juga di situ. "Aku tidak mau tidur di ranjang yang telah kalian tiduri bersama, saat aku tidak ada." gurau Takahiro lirih. Sindiran itu langsung menusuk hati Natsuki.


"Aku minta maaf, Taka" ucap Natsuki penuh penyesalan. Takahiro tak menanggapi permintaan maaf tadi, dia malah menanyakan keadaan Naomi padanya. "Apa Naomi baik baik saja?"


Takahiro sangat mengkhawatirkan kondisi Naomi sekarang. Tak hanya dari sisi fisik, kesehatan mental Naomi sekejap membuat dirinya menduga duga, apa mungkin Naomi sempat melihat perselewengan itu?


Jika iya, maka Takahiro tidak bisa membayangkan betapa terpukulnya hati anak tak berdosa itu di saat usianya masih bisa dihitung dengan jari.

__ADS_1


"Apa kau tidak berpikir bagaimana perasaan Naomi ketika kalian melakukan itu di tempat dia biasa tidur dan bermain di kamar kita? " tanya Takahiro getir, sedangkan Natsuki masih bungkam walau sudah tidak tahan lagi disudutkan.


"Jadi kau mengundangku kesini hanya untuk membacakan dosa dosaku padamu?!" Sergah Natsuki sudah tersinggung. Sudah tak ada lagi harapan indah yang sebelumnya sudah dia idam idamkan. Takahiro pasti ingin berpisah.


"Bukan, aku punya tujuan lain Natsuki. Hanya saja.." Takahiro melirik tajam. Matanya menjelajahi setiap bagian tubuh Natsuki yang masih merupakan haknya sebagai suami. Takahiro tidak ingat kapan terakhir kalinya dia menjamah istrinya yang kini sedang tertunduk lesu tak ada gairah.


Takahiro pun penasaran, sudah berapa kali Kiyoshi meng gagahi wanita ini sebelum Takahiro mengetahui hubungan gelap mereka. Takahiro tertipu oleh kekasih Kiyoshi selama ini, yang tak lain adalah pasangan hidupnya sendiri.


"Sebelum aku mengatakannya, aku ingin memastikan sesuatu.." Akunya, mendekatkan diri lalu berdiri merenggangkan kaki dihadapan Natsuki yang sedang dalam posisi duduk.


"Aku hanya ingin mengulang kejadian di masa itu, Natsuki " lanjutnya dengan wajah tenang, dia memberikan setengah senyumnya.


"Waktu itu?" Natsuki menegaskan lagi permintaan Takahiro. Dia baru saja menyadari, bahwa kamar ini, hotel ini, adalah tempat yang sama saat mereka menghabiskan malam bersama waktu itu.


"Apa kau ingat?" sudut matanya berkerut meyakinkan Natsuki bahwa dia tidak mungkin melupakan malam malam indah itu dengan Takahiro. Natsuki masih penasaran tapi mengakuinya.


"Aku ingin kau melakukannya sekali lagi, " lanjutnya semakin mendekat. Natsuki terkejut, tidak percaya dengan apa yang telah Takahiro katakan baru saja.


"Tapi kali ini, aku dalam keadaan sadar..." Takahiro memastikan bahwa apa yang di dengar Natsuki tidak lah salah.



***

__ADS_1


__ADS_2