Anak Genius : Wanita Tanpa Pria

Anak Genius : Wanita Tanpa Pria
Pengkhianat


__ADS_3

Hari itu, aku berkumpul dengan ayahku yang sudah tujuh tahun ini ku kira sudah meninggal. Aku tahu, ibu bisa sampai segitunya, karena beranggapan Takahiro tidak benar benar menginginkan aku ada.


Beruntungnya aku kali ini, Toru dan aku tidak perlu susah payah untuk bisa masuk ke rumah itu dengan sejuta intrik. Aku kemari semata mata hanya penasaran, apa yang terjadi antara dia dan ibuku?


Aku tidak mau seperti ibu yang selalu terburu-buru pengambilan keputusan, underestimate, dan selalu melarikan diri dari masalah. Tanpa izin ibu, aku nekat datang meski nyawa taruhannya.


"Aku yakin, ayahmu bukan orang yang kejam. Justru yang kelihatan kejam bagiku adalah perempuan Chihuahua itu, " Gumam Toru setibanya di sana. Dia jumawa melambaikan tangan pada kamera berharap langsung dibukakan pintu oleh tuan rumah, namun nyatanya tidak digubris juga. Mau tak mau menghubungi Takahiro dengan ponsel. Dalam hitungan menit, Takahiro sudah menampakkan diri.


"Riota! Kau sudah sembuh?!" Sapa Takahiro antusias, dia lekas merendah memeluk tubuhku dengan segenap cinta. Tubuh kami berguncang menangisi satu sama lain. Toru menyaksikan pertemuan mengharukan itu dengan senyuman puas bahkan tanpa sadar ikut menitihkan air mata.


"Setelah ini aku akan di omeli habis habisan oleh ibumu dan paman Takeshi....." guraunya lirih. Ternyata itu yang menyebabkan Toru sampai menangis.


"Ayo ! Masuklah ke dalam ! " Ajak Takahiro mempersilahkan kami masuk. " Kalian pasti lapar kan?"


"Ayah, kami tidak bisa lama lama..." kami menolak masuk lalu raut wajah ayahku yang tadinya ceria seketika berubah menjadi muram. Wajahnya tampak kelelahan setelah berkutat dengan kekacauan yang terjadi di perusahaannya. "kenapa? di dalam ada adikmu, Naomi"


"Ayah...."


"Apa benar kalian tidak pernah menginginkan keberadaan aku?" Singkat ku, karena kami terlanjur melihat wanita itu keluar bersama Naomi menghampiri kami di halaman rumah.


"Takahiro!" Panggil Natsuki terlihat ketus.


"Akan lebih baik jika Chihuahua nya saja yang keluar ..." celetuk Toru bergidik ngeri. Dari awal Toru tidak suka dengan perangai Natsuki yang ber-aura negatif.


"Siapa mereka?!" tanya Natsuki menunjuk nunjuk. Kami seperti maling yang sedang kepergok mencuri.

__ADS_1


" Hantu !!!" Teriak Naomi kegirangan. Aku dan Toru cuma bisa memaksakan senyum sambil melambaikan tangan. Kami adalah hantu yang menyenangkan bagi Naomi.


" Dia anak Yuko, dan anakku juga, " jawab Takahiro jujur apa adanya. Natsuki tersentak menghentikan langkahnya hampir terhuyung ke belakang, rupanya aku itu sangat mirip dengan ibuku. Aku tetap membungkuk memberi salam pada orang yang telah membuat ibuku sakit hati, diikuti Toru setelah nya.


"Ayah, kedatanganku ke sini tidak akan menambah masalah bagi kalian, aku janji! " Ucapku gemetaran, aku canggung pada istri ayah.


"Aku memohon pada kalian, jangan pernah ganggu ibuku lagi. Ibuku sudah bersusah payah merawat ku dengan segenap peluh, aku minta maaf jika kami mengusik kebahagiaan kalian, " Aku membungkuk lagi cukup rendah dengan durasi lebih lama.


"Apa yang sedang kau bicarakan, Nak?"


" Ayah, maafkan aku, biarkan kami pergi ! Kami ingin menjalani hidup kami tanpa adanya gangguan, " lanjutku masih membungkuk. Aku memilih jalan damai. Ini jauh lebih baik bagi seorang yang futuris seperti aku. Aku lebih suka mengandalkan otak dari pada otot.


"Aku senang, kau masih hidup dan sehat ayah. Aku akan baik baik saja, " Pungkas aku menegakkan badan.


"Anak ini cukup dewasa dalam menyikapi masalah, pola pikir terbentuk dua kali cepat dari anak anak seumuran dirinya " Puji Natsuki, dia senang aku dan ibuku akan dengan sukarela menjauhi kehidupan mereka.


"Kau tidak ingin tinggal bersama ayah?" Ayah tak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Dengan berurai air mata, dia terus memohon untuk tetap tinggal. "Tinggallah denganku, Nak!"


Aku menggeleng, mataku hanya bisa melihat apa saja yang ada di kakiku, sesekali aku juga melirik adikku yang cantik bagai Puteri Raja. Tak sanggup rasanya jika harus menatap mata ayah saat aku sedang berbohong. Yang ada dipikiranku saat itu adalah ibu, aku adalah satu satunya anggota keluarga yang dia miliki, bergabung dengan keluarga ini bukanlah jalan keluar yang terbaik, meski aku sangat ingin. Aku harus mengesampingkan keinginanku, sekali lagi, hanya demi ibu.


"Tinggallah bersama ayahmu! " seorang masuk arena, bicara yang bertentangan denganku. Laki laki berpostur tubuh yang hampir sama dengan ayahku itu datang membawa serta sebuah map sebelah tangannya. " Ayahmu, akan kehilangan segalanya dalam waktu dekat !" tunjuk pria itu dengan satu tangan bebasnya.


"Bicara apa kau barusan?! " Natsuki membentak menyambar. Naomi menangis lagi karena suara keras yang ditimbulkan oleh ibunya. Naomi berpindah haluan pada ayahnya.


"Petinggi perusahaan dan para pemegang saham sepakat akan menggelar rapat tertutup besok pagi," Kiyoshi baru muncul setelah kekacauan sudah selesai dilancarkan pada Takahiro.

__ADS_1


"Mereka akan mendesak mu untuk mengundurkan sebagai CEO,"


"HAH?!" Toru masuk forum, Toru merasa seperti dirinya yang akan dipecat. Aku mengisyaratkan agar Toru tutup mulut.


"Kiyoshi....." Takahiro termangu mencoba merekap kesalahan apa yang telah dibuat, sampai ada desakan untuk mundur dari perusahaan yang telah dia dirintis sampai menjadi besar seperti ini. Personal Tech adalah rumah yang telah dia bangun dengan tetesan keringat dan air mata.


"Bersiaplah mencari hunian baru, semua asset milikmu akan menjadi milik perusahaan, termasuk rumah ini !" jelasnya sinis.


" Apa kau sudah gila?!" Natsuki melabrak tidak terima, dia bahkan mendorong Kiyoshi untuk segera pergi.


"Tunggu !" Cegah Takahiro. Aku, Toru dan Naomi berkumpul bersatu mendengarkan orang dewasa itu berselisih paham. Naomi tak ada henti hentinya menangis dipelukkanku. Aku senang, aku punya saudara yang bisa aku lindungi.


"Kiyoshi, ada apa denganmu? Kenapa kau tidak berdiskusi terlebih dulu padaku?!"


"......." Kiyoshi bergeming.


Takahiro tidak tahu selama ini dia cenderung lebih mendengarkan Kenji dan Nakamura dibandingkan dirinya. Dua orang itu masih baru, sedangkan Kiyoshi lebih lama mendampingi Takahiro dalam meniti karir. Selain itu, ada alasan lain yang lebih kuat kenapa Kiyoshi ingin Takahiro hancur sehancur - hancurnya.


"Ku harap kau memberikan hak asuh anak itu padaku.." Kiyoshi melempar map dokumen itu ke tanah. Tingkah Kiyoshi jauh berbeda dengan Takahiro kenal dahulu. Takahiro memungut dokumen itu lalu membacanya dengan seksama.


Dalam map itu, terdapat dua lembar kertas ukuran folio, dengan kop surat yang sama, isi dokumen itu menyampaikan hasil tes yang berbeda. Yang pertama, hasil tes DNA Naomi dan Takahiro, yang satunya lagi tes DNA Naomi dan Kiyoshi.


"Tidak mungkin !" Kecocokan DNA Takahiro dengan Naomi adalah nol persen. Kiyoshi sudah bertindak selangkah lebih maju dari Natsuki. Hubungan yang terjadi antara mereka sebelum Takahiro menikahinya adalah nyata. Hanya karena memanfaatkan Takahiro sedang mabuk mabukan, Natsuki mengelabui Takahiro telah menidurinya tanpa sadar hingga hamil.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2