
"Ah! itu dia sudah kembali !" Kenji menunjuk sambil mengetuk ngetuk kaca mobil. Nakamura masih duduk sambil main game di jok depan yang sudah direbahkan agar merasa nyaman. Kira kira, sudah dua jam mereka menunggu di depan kediaman Takahiro, orang itu sulit dihubungi setelah mengikuti rapat dengan jajaran direksi tadi pagi.
Rumahnya sepi saat disatroni, jadi mereka leluasa berlama lama di sana tanpa khawatir diusir oleh nyonya rumah yang tukang selingkuh, dalam batin mereka.
"Untuk apa kalian kemari? " Takahiro terkejut melihat mereka menyambut kedatangannya. "Bukankah kalian telah membelot dariku?" ucap Takahiro sinis.
"Bos, kami hanya..." jelas Nakamura menatap ke arah lain, begitupula dengan Kenji. Mereka kompak saling bertemu pandang bahwa ini akan dibahas sambil minum beberapa botol bir bersama.
" Ada yang perlu kami bicarakan padamu, Pak. " Ucap Kenji mengeluarkan bir yang sering mereka konsumsi saat saat lembur bersama. "Mari kita rayakan keberhasilan kita!" pekik Nakamura sambil mengangkat botol tinggi tinggi.
"Apa kau bilang? merayakan keberhasilan katamu?!" Takahiro terkesima mengerutkan dahi. Takahiro merasa dua anak didiknya itu sedang menguji kesabaran di hari pertama dia resmi dipecat dari jabatan Direktur Utama.
"Eits! jangan tersinggung dulu, Bos!" cegat Kenji ketika Takahiro akan berlalu dari hadapan mereka. "Kau harus lihat ini!" susul Nakamura memberikan map warna keemasan dengan tinta timbul menghiasi sampulnya. Ada inisial NK di sana.
"Kami berhasil mewujudkannya!" seru Kenji dengan wajah gembira, tak ketinggalan Nakamura sambil membuka tutup botol bir mengajak mereka berdua bersulang.
Takahiro sigap membaca isi dokumen dari map itu . Matanya bergerak ke kanan dan kiri dengan cepat membaca lembar demi lembar portofolio perusahaan yang akan dipimpin oleh kedua orang itu.
"NK Innovation?" gumam Takahiro menyebutkan nama perusahaan. NK sudah pasti inisial kedua bocah itu.
"Tidak bisakah kalian mencari nama yang lebih bagus dari ini?" ejeknya. Dia tercengang ada nama Takahiro Hiroki dalam struktur organisasi.
"Bukan cuma game, kami pun akan menjual software! " cetus Kenji menyelipkan tangan pada kedua saku celana panjangnya. Nakamura mengangkat kepalan tangannya merasa bersemangat.
"Tepat! Kita akan lihat, seperti apa Personal Tech tanpa Takahiro!" sahut Nakamura menjentikkan jari meremehkan Kiyoshi dan jajarannya.
"Karena, malam ini kami akan memaksa Takahiro untuk menjadi komisarisnya!" Imbuhnya memberi satu botol bir yang siap minum pada yang bersangkutan.
"Jadi ini sebabnya kemarin kalian bilang tidak bisa lagi mendukungku?" ketusnya. Dia menolak botol bir dari tangan Nakamura.
__ADS_1
"Maafkan kami, anggap saja kemarin kami sedang push Rank, hahahah" canda Kenji tos tosan dengan Nakamura namun yang terjadi tangan mereka malah saling meraup wajah satu sama lain. Tanpa rasa bersalah mereka telah mengecoh orang lebih tua di hadapannya.
"Kalian ini ya?!" sentak Takahiro berkacak pinggang. "Aku pikir, kalian tidak serius menggarap semuanya?!" desisnya bersandar pada kap mobil. Dia meminta rokok dari tangan Nakamura.
Proposal itu telah membuat Takahiro salah sangka. Takahiro bersyukur masih ada pelangi setelah hujan badai. Takahiro senang, Kenji dan Nakamura telah membangun perusahaannya sendiri meski Personal Tech telah lepas dari genggamannya.
"Tumben sekali, Bos?" Tanya Kenji, perdana menyaksikan bosnya merokok. Dibantu Nakamura, Takahiro mulai menghisap saat api sudah membakar tembakau.
"Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang, menghadapinya sendirian bukanlah hal yang mudah kan?" Ujar Kenji meneguk bir non alkohol dari botol beling berwarna hijau. Takahiro masih diam, menghembuskan asap rokok ke atas.
Menurut Kenji dan Nakamura, Takahiro terlihat keren saat merokok apalagi saat sedang bekerja. Berlama lama menggarap bahasa pemrograman (coding)-- berhari hari tanpa pulang ke rumah-- demi menciptakan suatu program (software) terbaru. Lain dari yang lain.
"Tentu saja, tapi, kami akan terus mengawal mu, Bos! " gumam Nakamura ikut merokok, hanya Kenji saja yang tidak merokok lebih memilih menghabiskan sisa bir dari tangan kidalnya.
"Aku bukan Boss kalian lagi, paham?" Takahiro berdecak, terpancar senyum ketir dari wajahnya. "Bukankah sekarang kalian Boss nya?!" ucapnya mendelik.
"Ini tak akan pernah terjadi, jika hari itu kau tidak menggedor gedor pintu kostan kami." Nakamura tertawa kecil mengulas kejadian unik di masa lalu.
"Biar bagaimanapun, kau adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kami..." ucap Nakamura lugas. Suasana berubah hening, sebelum lanjut bicara, Takahiro menghembuskan nafas panjang.
"Tidak, aku datang karena aku butuh skill kalian, aku kagum dengan cara kalian berpikir dan itu sangat berpengaruh pada hasil kerja kalian, aku bangga,"
"Tapi, untuk tawaran menjadi komisaris..aku belum bisa memenuhinya, " tolaknya Takahiro dengan halus. Untuk saat ini, Takahiro belum mendapatkan fokusnya apalagi untuk bekerja. Di otaknya dipenuhi dengan setumpuk teka teki setelah mendengar penuturan Yuko tadi di taman hiburan.
"Kenapa?!" protes Kenji, dia berharap Takahiro bisa membimbing mereka, karena mereka belum cukup percaya diri berada pada level top management, tidak seperti Takahiro. Mereka belum ada gambaran sama sekali bagaimana menjalankan perusahaan layak pebisnis ulung.
"Kini kami yang berbalik membutuhkanmu, Boss,"
"Perusahaan ini seperti bayi prematur yang masih memerlukan penanganan intensif, " Jelas Nakamura membujuk orang yang paling bisa diandalkan kelak.
__ADS_1
"Jika bukan karena Kiyoshi membelot, kami tidak akan terburu buru membuat perusahaan ini menjadi nyata, "
"Kami tidak sudi bekerja dengan pengkhianat! " tegas Kenji meyakinkan bahwa kerja keras mereka adalah bagian dari campur tangan Takahiro.
Takahiro mengecap lidahnya mematikan rokok dengan cara di injak dengan ujung sendal yang dia beli di taman hiburan. Sepatunya hilang, mungkin tertinggal di toko baju.
"Ayo masuk! udara semakin dingin. " ajak Takahiro mengambil botol bir dari atas kap mobil. Takahiro berjalan paling depan memandu Kenji dan Nakamura pindah lokasi. "Kita diskusi di dalam ! "
Keadaan rumah sunyi, tak ada Natsuki dan Naomi. Hanya suara gonggongan Chihuahua memecah keheningan malam itu. Binatang itu berada dalam kandang, menyambut mereka ketika hendak masuk ke ruangan pribadi Takahiro.
Tamu Takahiro takjub melihat apa yang tersimpan dalam ruangan itu. Ruangan itu dirancang sedemikian rupa agar pemiliknya betah berlama lama berada di sana. Cat warna putih menutupi dinding ruangan itu. Buku buku tertata rapih, lengkap dengan audio book dan home teather terpampang di depan sebuah sofa panjang hitam. Tak luput sebuah treadmill diletakkan disudut ruangan menarik perhatian Kenji untuk mencobanya.
Takahiro mengayun-ayunkan jarinya pada sebuah rak buku. Rak buku tersebut sudah diberikan katalogis pembatas agar lebih mudah menemukan judul yang dimaksud.
"Nih! Mulai lah membaca ! Agar pengetahuan kalian bertambah! " Takahiro memberikan buku itu pada Kenji yang sedang menjajal treadmill seharga puluhan juta itu untuk pertama kali. Takahiro mengenal Kenji sebagai orang yang dikenal malas dengan hal hal yang berbau literasi.
"Dengan begitu, kalian tidak perlu terlalu bergantung pada orang lain. " lanjut Takahiro duduk dilantai sambil menyalakan penghangat ruangan. Dia merebahkan diri, meluruskan tangan kaki di lantai tanpa canggung. Kenji dan Nakamura sudah tahu kebiasaan mantan Bossnya tidak suka tidur dengan alas.
Pernah dalam sebuah perjalanan dinas untuk yang pertama kali bagi mereka, Takahiro membiarkan Kenji dan Nakamura tidur di kasur sedangkan sebagai atasan, Takahiro malah tidur tergeletak di lantai. Kisah hidup Takahiro menjadi motivasi dua pemuda yang masih berusia dibawah tiga puluh itu. Kini mereka iba, Takahiro hidup sendirian setelah diingkari orang orang disekelilingnya.
"Kenji, apa kau masih ingat pria tua yang kau laporkan ke polisi tempo hari?" Tanya Takahiro sambil menatap langit langit.
"Ya tentu saja aku ingat," Jawab Kenji mengesampingkan buku yang tadi diberikan padanya.
"Apa dia sudah menghubungimu kembali, Bos?"
"Pria tua siapa?" Tanya Nakamura ingin tahu. Dia ketinggalan berita karena sibuk mengurus perizinan.
"Dia adalah ayah Yuko Harumi, " jawab Takahiro. "Ibu dari anak kandungku. " jelasnya, sontak membuat Nakamura kebingungan.
__ADS_1
***