
Mengetahui kabar Takahiro akan diberhentikan, Kenji dan Nakamura bergegas menemui orang yang telah berjasa dalam hidup mereka. Dari awal mereka memang menyadari ada yang tidak beres dengan kinerja Kiyoshi cenderung setengah setengah. Kecurigaan muncul ketika Nakamura dan Kenji melihat Kiyoshi sering mengadakan pertemuan di luar jam kerja dengan para Direksi. Terlebih, Kenji sangat menyukai rumor rumor yang beredar mengenai Kiyoshi, termasuk hubungan dengan istri Direktur.
"Andai saja aku membongkar ini dari awal.." Kenji menghela nafas panjang. Kendaraan mereka berhenti sejenak menunggu rambu lampu merah.
"Sudahlah, yang penting bagaimana kita bisa menyelamatkan Takahiro. Personal Tech sudah di susupi oleh pengkhianat !" Ucap Nakamura di kursi kemudi, dia melirik Kenji sedang membaca laman berita online , mengenai merosotnya harga saham Personal Tech di bursa. Hal ini juga pernah terjadi saat mereka berdua baru saja resmi menjadi pegawai beberapa tahun silam.
Dahulu, saat Takahiro mulai mencoba peruntungan baru dengan menciptakan beberapa game untuk sumber penghasilan perusahaan, dia mencari orang orang berbakat. Takahiro menemukan Kenji dan Nakamura di sebuah kamar apartemen berukuran kecil dengan perlengkapan game memenuhi ruangan mereka. Kenji dan Nakamura adalah siswa putus sekolah yang diangkat derajatnya oleh Takahiro untuk kemudian direkrut dan melanjutkan sekolah hingga tamat. Hingga jadilah mereka seperti yang sekarang ini.
"Awalnya aku tidak setuju kenapa Takahiro nekat menjual saham miliknya hanya untuk membiayai project kementerian yang keuntungannya tidak seberapa itu,
" Penghasilan dari penjualan game jauh lebih menjanjikan daripada itu, "
"Pengerjaannya pun tidak memakan banyak biaya, "
" Takahiro memang seperti dewa, dan dewa tidak menghitung untung atau rugi demi kebaikan, ya kan?" Kenji menoleh membanting tabletnya ke kursi belakang.
"Sebenarnya aku ingin keluar dari personal Tech, di sana sudah banyak pengkhianat!" desis Kenji menunjuk rambu sudah menyala lampu hijau.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Kenji?" Tanya Nakamura memasukkan gigi lalu menginjak gas.
"Push Rank....." desis Kenji, lalu mobil melaju kencang.
***
"Terlambat Natsuki, aku sudah curiga kau selalu menjauhkan aku dari Naomi, " Kiyoshi mengepalkan tangan menahan nahan agar tidak menangis. Dia gengsi menunjukkan kesedihan di hadapan rivalnya.
Sama seperti Takahiro, dia tidak tahu bahwa anak yang mereka gendong gendong semenjak lahir itu sebenarnya adalah darah dagingnya.
"Kau tidak bisa mengelak lagi, "
"Diam kau bodoh !!" Bentak Natsuki gugup. Dia kecolongan.
__ADS_1
Takahiro sendiri masih terpukul akan pengkhianatan sahabat dan istrinya sendiri, disaksikan pula oleh anak anaknya. Takahiro tak bicara banyak, yang terpenting adalah bagaimana menyelamatkan kesehatan mental anak anak itu.
"Bisakah kalian bawa Naomi ke dalam?" Pinta Takahiro masih bersikap manis walau hatinya perih ditikam sahabatnya sendiri. Kami mengangguk, ada seorang asisten rumah tangga datang memandu kami masuk kediaman Takahiro.
"Bisakah kalian tidak bicara dan sembarangan di depan anak anak?!" sungut Takahiro.
"Dia sudah menyusup ke rumah ini bagai pencuri !" Cibir Natsuki bermaksud membela suaminya.
"Lagipula kau pun sudah mengizinkan pencuri itu masuk kan?!" sindir Takahiro, mata merah nya tak lepas menatap Kiyoshi.
"Pasti ada alasan kau melakukan ini padaku kan, Jarvis?"
Kiyoshi masih membisu, di otaknya sudah banyak alasan yang siap dia beberkan jika Takahiro memaksa. Dari rencana pembunuhan Yuko dan janinnya, sampai membuang Takahiro dari Personal Tech dan keluarganya sendiri. The game is almost over.
"Semua ku serahkan Natsuki, jika dia tidak bersedia membeberkannya, biar aku yang aku memberitahu mu di kemudian hari, "
Kiyoshi beralih meninggalkan mereka karena harus menyiapkan agenda rapat direksi yang juga akan menjadi awal kemenangannya.
"Selain itu, Natsuki tidak bisa tutup mata dan telinga soal tuduhan pembunuh yang dilayangkan padamu, Takahiro...."
Aku meringis sambil menutup telinga gadis kecil yang tidak tahu apa apa. Kehidupan Naomi sama peliknya denganku. Meski aku benci perbuatan ibunya, aku bahkan ingin membawa lari melindungi Naomi jauh jauh dari kerumitan hidup orang dewasa.
Kebenaran itu terungkap juga tanpa perlu aku mengorek ngoreknya. Sebab sejatinya, menggali informasi mengenai luka masa lalu seseorang itu justru akan berbalik menyakiti diri kita sendiri.
"Riota, apa tidak sebaiknya kita pulang saja. Ibumu pasti akan mencari kita, " Ajak Toru, sebab ibu sudah menghubungi kami berulang ulang kali. Ponsel Toru menjadi sasaran berikutnya saat aku tidak merespon, berkali kali ponsel Toru berdering membuat panik suasana.
"Biarkan aku bicara pada ibuku, " Ucapku meraih ponsel dari tangan Toru.
***
Kenji dan Nakamura tiba berbarengan dengan Kiyoshi yang sedang melangkah keluar gerbang. Tatapan sinis sudah menyambut mereka berdua. Mulut Kiyoshi seolah bersiap menghantam mereka dengan kalimat kalimat sarkas senada mengancam, jika mereka berpihak pada Takahiro.
__ADS_1
"Pahlawan kesiangan...." cibir Kiyoshi sambil membuka pintu mobilnya. Sementara dari arah dalam, mereka melihat Takahiro sedang berdebat dengan istrinya. Kenji seharusnya sudah masuk ke sana, jika tidak mencegah Nakamura yang tersinggung menarik Kiyoshi untuk berkelahi.
"Apa ini kualitas mu, Kiyoshi ?!"
"Caramu meraih kebahagiaan sangat tidak keren, bung?!" Bentak Nakamura. Dia sudah mencengkeram kerah baju Kiyoshi bersiap ingin menonjok Kiyoshi.
"Nakamura ! Hentikan!" lerai Kenji menengahi.
"Lepas!"
"Atau nasib kalian akan sama dengannya, " Ancam Kiyoshi dengan santai namun menusuk. Dia menepis tangan Nakamura bagai menepis seekor lalat yang hinggap di bajunya.
"Cukup Nakamura ! tidak ada gunanya bertengkar dengan pengkhianat ! " Kenji menimpali. Tak elak membuat Kiyoshi panas.
"Aku akan berada paling depan menyetujui kalian dipecat dari Personal Tech, "
"Sampai jumpa, besok!"
Sesuai ekspektasi, dua manusia pengganggu itu akan selalu setia mendukung tuannya meski sudah tidak berdaya. Kalau sudah diujung tanduk begini, apakah mereka masih bisa menjilat?
Tak lama setelah Kiyoshi menghilang dari hadapan mereka, Natsuki pergi menyusul menaiki mobil seorang diri. Dari luar terlihat Natsuki begitu terpuruk atas kesalahannya sendiri. Takahiro lebih parah lagi, selama ini dia disalahkan atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali. Selain itu, dia pun harus menyiapkan diri untuk kehilangan sahabat, keluarga dan perusahaan dalam satu waktu yang bersamaan.
"Boss, kami tidak ikut denganmu, masih banyak pekerjaan yang perlu kami selesai di sana, " Tutur Nakamura dengan berat hati setelah mendapat ancaman. Begitu pula dengan Kenji. Mereka batal memberi dukungan pada Takahiro.
Pada akhirnya, Takahiro kehilangan segalanya. Dia kembali menjadi anak yang terbuang untuk yang kedua kali dalam hidupnya. Dia frustasi tak tahu harus berbuat apa, semua orang yang dia kasihi pergi meninggalkan dia seorang diri. Takahiro merasa dirinya sekarang tak lebih dari seonggok daging yang tidak berguna.
"Ayah...." Panggil aku menepuk pundaknya yang sedang terduduk lemas hilang harapan. Dia menoleh sesudah mengusap air mata kesedihannya.
"Apa kau sudah mau pulang?" Tanya ayah dengan senyuman yang dipaksakan. "Pulanglah, nanti ibumu mengkhawatirkanmu" Ayah berpikir sampai saat ini ibu masih menganggapnya sebagai pembunuh.
"Ibu tidak melarang untuk tinggal di sini lebih lama lagi, " ucapku dengan yakin, karena aku sudah menceritakan pada ibu kenyataannya. Aku yakin, ibu pasti sedang mengkhawatirkannya juga.
__ADS_1
Ayahku kembali menangis merengkuh tubuh kecilku, ayah tidak kehilangan semuanya. Masih ada aku yang kini berubah haluan, aku akan tetap bersama ayah, apapun situasi dan kondisinya.
"Jangan khawatir ayah, aku bersamamu......"