Angel Beats School

Angel Beats School
Menemukan desa pedalaman


__ADS_3

"Lumayan lah aku mendapatkan misi ini." Berpikir Rehan.


"Misinya lumayan gampang dan misinya tidak terlalu berat." Berpikir Rehan.


"Tetapi lama-lama bosen juga. Sejauh ini masih biasa-biasa saja." Berpikir Rehan.


"Istirahat sebentar lah di bawah pohon itu. Sudah tengah hari ini. Mending aku makan dulu." Berpikir Rehan.


"Untung saja di sini banyak buah-buahan jadi nanti setelah ini. Aku bisa memantau daerah ini sekalian makan buah-buahan dengan puas." Berpikir Rehan.


Rehan pun langsung istirahat di bawah pohon itu sebentar dan setelah dia selesai istirahat nya dia langsung melakukan lagi untuk memantau daerah yang lain.


"Kira-kira mereka makannya gimana ya? Kan di antara mereka bertiga gak ada yang bisa masak." Berpikir Rehan.


"Resiko mereka lah, Paling mereka cuma bisa makan buah-buahan saja." Berpikir Rehan.


"Selamat karena anda telah berhasil membuat ladang padi. Dan sebagai hadiah nya anda mendapatkan 30.000. Pemberitahuan sistem.


"Wah rupanya mereka sudah selesai membuat ladang padi ya. Semangat kali mereka." Berpikir Rehan.


"Kalau di pikir-pikir enak juga ya misi ku cuma memantau daerah aja bisa mendapatkan Uang. Padahal yang bekerja mereka bertiga." Berpikir Rehan.


"Mereka sudah berusaha untuk membuat ladang padi. Sekarang giliran aku untuk melakukan misi ku." Berpikir rehan.


"Aku gak boleh kalah dari mereka. Aku harus semangat." Berpikir Rehan.


Rehan pun langsung segera untuk melanjutkan pemantauan di daerah yang lain. Tiba-tiba di saat Rehan memantau ke arah utara. Lebih tepatnya ada desa di sana dan jaraknya ke base mereka lumayan jauh.


Jadi Rehan pun penasaran dan dia langsung menyelidiki desa tersebut dengan diam-diam.


"Desanya lumayan kecil dan kurang lebih penduduknya berjumlah 30." Berpikir Rehan.


"20 pria, 10 wanita, dan 10 anak-anak. Apakah mereka berbahaya?" Berpikir Rehan.


"Ada yang datang, aku harus sembunyikan." Berpikir Rehan.


"Τι πρέπει να κάνουμε τώρα?" Bertanya Joko.

__ADS_1


"Τι θέλουμε να κάνουμε;." Jawab Asep.


"Ποιο είναι το πρόβλημα?. Bertanya Asep.


"Apa sih yang mereka bicarakan?" Berpikir Rehan.


"Bahasa mereka dan kami berbeda. Jadi bagaimana cara aku memahami mereka bicara apa?" Berpikir Rehan.


"Coba kulihat di shop Ada jual buku bahasa gak?" Berpikir Rehan.


Rehan pun langsung mencari di shop apakah ada jual buku bahasa.


"Ada tetapi harganya seratus. Uangku kurang, bagaimana ya?" Berpikir Rehan.


"Kalau begitu aku cabut dulu dari sini dan melanjutkan memeriksa tempat lain. Untuk sementara ancamannya cuma mereka." Berpikir Rehan.


"Kalau begini berarti gak bisa di biarkan. Aku harus melaporkan nya ke Ridho." Berpikir Rehan.


Rehan pun langsung pergi dari desa itu dengan perlahan-lahan. Dan melanjutkan pemantauan di daerah yang lain.


"Sepertinya sudah sore. Saatnya kembali dan melaporkan yang aku temukan ke Ridho." Berpikir Rehan.


"Selamat karena anda telah berhasil membuat kebun wortel. Dan sebagai hadiah nya anda mendapatkan 30.000. Pemberitahuan sistem.


"Gila mereka bertiga. Dalam satu hari sudah bisa membuat ladang padi, kebun kentang, Dan kebun wortel." Ucap Rehan sambil terkejut.


"Progres mereka cepat sekali rupanya ya." Berpikir Rehan.


"Aku harus kembali ke base sekarang. Karena waktu sudah mulai malam." Berpikir Rehan.


Rehan pun langsung segera kembali ke base nya Dan sesampainya di sana Rehan langsung menjumpai Ridho untuk melaporkan hasil pemantauan nya.


"Gimana Pemantauan hari pertama mu han?" Bertanya Ridho.


"Ya lumayan bagus. Ini laporan ku hari ini." Ucap Rehan sambil memberikan hasil laporannya.


"Bagus sekali laporannya. Dan sekarang kita bisa tau apa saja yang ada di dekat base kita." Ucap Ridho.

__ADS_1


"Apa? Desa?" Ucap Ridho sambil terkejut.


"Bener sekali, Jadi apa yang harus kita lakukan? apakah kita harus membunuh mereka?" Bertanya Rehan.


"Ehhh. Kenapa jadi seram ya? Tenang han. Jangan asal bunuh aja." Ucap Ridho.


"Mereka sama seperti kita manusia jadi jangan asal membunuh." Ucap Ridho dengan expresi ketakutan.


"Baiklah." Jawab Rehan.


"Dan mereka menggunakan bahasa yang berbeda ya?" Berpikir Ridho.


"Jadi mau di apakan desa itu ketua?" Bertanya Rehan.


"Kita tidak boleh asal mengambil keputusan. Lagipula desa itu tidak mengganggu base kita Dan jaraknya lumayan jauh." Ucap Ridho.


"Di tambah lagi kita tidak tau apakah desa itu baik apa jahat. Mending untuk kenyamanan kita bersama. Mulai besok kita akan membangun pager untuk pertahanan kita." Ucap Ridho.


"Apa membangun pager?" Bertanya Topan.


"Ya,ampun. Kagetin aja kau ini?" Ucap Ridho Dan Rehan.


"Kenapa kita mau membangun pager? apa malah apa?" Bertanya Topan.


Ridho pun menjelaskan dengan perlahan situasinya ke Topan. Dan sekalian memberitahu Topan kalau besok dia akan memulai membangun pager untuk pertahanan base mereka.


"Oh begitu rupanya. Baiklah, besok aku akan membangun pager yang kuat sampai orang desa itu tidak bisa membobol masuk pager kita." Ucap Topan.


"Bagus. Mohon bantuannya untuk besok ya pan?" Ucap Ridho.


"Baiklah ketua." jawab Topan.


"Rehan kamu sudah boleh mandi. Dan setelah kamu selesai mandi. Tolong ya masakan makanan kami laper kali belum makan satu Harian." Ucap Ridho.


"Benar kali. makan buah gak Kenyang. Tolong ya han." Ucap Topan.


"Baiklah." Jawab Rehan.

__ADS_1


Rehan pun langsung segera mandi Dan selesai mandi di langsung menyiapkan masakan untuk makan malam. Karena cuma Rehan yang mempunyai Skill koki.


...Bersambung...


__ADS_2