Angel Beats School

Angel Beats School
Kemenangan untuk pertama kalinya.


__ADS_3

"Gimana. Sudah ketemu keberadaan yang memakai sniper?" Bertanya Emilia.


"Masih belum. Sepertinya mereka jago dalam bersembunyi." Ucap Tasya.


"Ceri terus ya, tetapi hati-hati awas tertembak oleh mereka." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Tasya.


"Mereka bersembunyi dimana sih?" Ucap Elsya.


"Tidak di sangka mereka jago bersembunyi juga." Ucap Emilia.


Tiba-tiba Cicilia Merasakan kehadiran Mereka bertiga karena Cicilia ras kucing jadinya dia bisa merasakan keberadaan nya Ridho dan teman-temannya. Tetapi tidak tau dimana mereka bersembunyi.


"Hati-hati mereka ada di sekitar sini. Aku bisa merasakannya." Ucap Cicilia.


"Bener juga, Aku terlalu meremehkan mereka." Berpikir Tasya.


"Seperti mereka bersembunyi di dalam gedung itu." Ucap Cicilia.


"Kalau gitu ayo kita masuk." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Mereka.


"Tasya kami sudah menemukan mereka." Ucap Emilia.


"Dimana mereka?" Bertanya Tasya.


"Di gedung depan kami. Kami akan masuk jadi kamu tetap waspada dan bantu kami dari belakang kalau kami di serang." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Tasya.


"Tasya pun langsung mengawasi mereka bertiga supaya tidak ada yang menyerang dari belakang.


Sementara itu Ridho sudah menunggu lama sekali. Sampai-sampai Ridho ke bosenan di dalam gedung itu.


"Strategi anak baru itu bagus sekali tetapi sangat berbahaya. Mereka berani sekali bersembunyi di reruntuhan itu." Berpikir Komandan kyler.


"Apakah semua penduduk bumi sebar bar ini?" Berpikir komandan kyler.


"Sepertinya Tim Emilia akan kalah." Berpikir Komandan kyler.


Emilia, Cicilia, dan Elsya pun langsung masuk ke dalam gedung persembunyian Ridho. Dan Mereka sudah masuk ke perangkap yang Ridho buat. .


"Bersembunyi cepat." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Mereka bertiga.


"Apa yang di lakukan kenapa di santai sekali apakah dia tidak tau kami ada di sini?" Berpikir Emilia.


"Dengan aba aba ku. Dalam hitungan ke tiga kita langsung bungkam dia." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Mereka.


"Mereka sudah masuk ya dan mereka bersembunyi aku harus berhati-hati." Berpikir Ridho.


"Kalian dengan aku gak." Ucap Ridho.


"Dengar." Jawab Mereka.


"Topan bidik Tasya. Dan kalau aku bilang tembak, maka langsung tembak ya. Tetapi husahakan kena ya." Ucap Ridho


"Baiklah." Jawab Topan.

__ADS_1


Topan langsung membidik Tasya yang lagi memantau teman-temannya dari kejauhan.


"Kalian berdua bidik yang di Belakang masing-masing satu orang satu. Dan Yang paling depan biar aku yang ngurus." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Mereka.


"Rencana kami sudah matang tinggal tunggu mereka bergerak saja." Berpikir Ridho.


Beberapa menit kemudian. Mereka masih belum ada pertempuran.


"Membosankan sekali. Aha aku ada ide." Ucap Ridho.


"Mau sampai kapan kalian bersembunyi." Ucap Ridho.


"Apa kami sudah ketahuan." Berpikir Emilia.


"Bagaimana ini kapten kita sudah ketahuan. Apa yang harus kita lakukan?" Bertanya Cicilia.


"Ayo kita bungkam dia." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Mereka.


Emilia, Cicilia, dan Tasya pun langsung menghampiri Ridho untuk membungkam nya.


"Sepertinya kami sudah ketahuan ya?" Ucap Emilia.


"Sebenarnya kami mau menyerang mu diam diam rupanya kami sudah ketahuan. Ya mau gimana lagi." Ucap Emilia.


"Kalian terlalu lama, aku sudah bosen di sini." Ucap Ridho.


"Ambil posisi untuk menembak." Ucap Emilia.


"Baik." Jawab Mereka kecuali Tasya.


"Sudah jelas bukan." Ucap Emilia.


"Kamu sudah tidak bisa melarikan diri lagi." Ucap Emilia.


"Untuk apa aku melarikan diri. Yang berada dalam bahaya kalian bukan aku." Ucap Ridho dengan sombong.


"Kami dalam bahaya." Ucap Emilia.


"Ahahaha." Tertawa Emilia.


"Apa kamu becanda?" Ucap Emilia.


"Aku tidak becanda. Dan ingat pesan ku ini. Jangan remehkan kami." Ucap Ridho.


"Sombongnya." Ucap Emilia.


"Semuanya Tembak." Ucap Emilia.


Emilia, Cicilia, Dan Tasya pun langsung menembak Ridho. Tetapi Ridho bisa menangis peluruh mereka. Meskipun tidak semuanya.


"Mereka serius menembak rupanya. Aku harus bertahan." Berpikir Ridho.


"Bagaimana bisa di menangkis peluru kita menggunakan katana itu?" Berpikir Emilia.


"Ayo tembak saja dia tidak bisa menahan semua peluru kita." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab mereka.


Mereka bertiga pun langsung menembak Ridho secara bertubi-tubi. Ridho bisa menangkis peluru mereka tetapi tidak semuanya. Ridho pun akhirnya terkena tembakan juga di bagian kaki, dan tangannya.

__ADS_1


Setelah itu mereka bertiga berhenti untuk menembaki Ridho.


"Aku harus banyak berlatih lagi." Berpikir Ridho.


"Ada apa? Sepertinya kamu terkena tembakan ya?" Ucap Emilia dengan sombongnya.


"Ku akui kamu hebat bisa menangkis peluru kami." Ucap Emilia.


"Terimakasih pujiannya." Jawab Ridho.


"Oleh karena itu Aku akan memberikan kalian hadiah yang istimewa." Ucap Ridho.


"Hadiahnya adalah kekalahan Kalian." Ucap Ridho.


"Semuanya tembak." Ucap Ridho.


"Topan, Lindu, dan Rehan Pun langsung menembak. Dan pada akhirnya mereka semua tertembak oleh tim Ridho termasuk Ridho juga karena Rehan Dan Lindu tidak sengaja menembak Ridho.


Akhirnya Tim Ridho yang menang Dan Tim Emilia kalah. Dan yang mati saat latihan tanding langsung di teleportasi kan keluar area latihan.


"Kita kalah Emilia." Ucap Tasya.


"Benar kali. Sepertinya kita telah meremehkan mereka." Ucap Emilia.


"Hai." Ucap Ridho.


"Lah kamu ngapain disini?" Bertanya Emilia.


"Mereka nembaknya semangat sekali jadi aku terkena tembakan juga." Ucap Ridho.


"Hahahahha." Tertawa Emilia.


Beberapa menit kemudian mereka di kumpulan di aula olah komandan kyler.


"Selamat kepada Tim Ridho karena sudah memenangkan Pertandingan kali ini." Ucap komandan kyler.


"Terimakasih komandan?" Ucap Mereka.


"Semuanya kerja bagus. Komandan harap kalian bisa belajar dari pertandingan kali ini ya." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab mereka.


"Kalian berkenalan lah komandan mau ngurus markas ini lagi." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab Mereka.


Komandan kyler pun langsung pergi karena untuk memperbaiki permasalahan yang ada di markas besar SGATW ini.


"Lindu, Rehan aku mau bertanya?" Ucap Ridho dengan Tersenyum.


"Seperti nya ada yang salah dengan wajah mu Do?" Ucap Lindu.


"Benar kali senyum mu kelihatan seram." Ucap Rehan.


"Aku menyuruh kalian untuk menembak mereka tetapi kenapa kalian malah menembak aku juga." Ucap Ridho dengan wajah senyum yang menyeramkan.


"Maaf-maaf kami gak sengaja." Ucap Mereka ber dua.


"Untung cuma latihan kalau betulan gimana. Aku pasti bisa mati betulan." Ucap Ridho menceramahi mereka.


Beberapa menit kemudian komandan kyler membagi semua orang untuk datang ke ruangannya. Dan mereka semua pun langsung menjumpai komandan kyler di ruangannya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2