
𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴𝘢𝘯.
"Aku mendengar ada yang nangis." Berpikir Ridho.
"Apa aku salah denger ya?" Berpikir Ridho.
"Tidak mungkin aku salah denger?" Berpikir Ridho.
"Coba lah cari tau suaranya dari mana." Berpikir Ridho
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘋𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Sepertinya suara tangisan itu berasal dari sini." Berpikir Ridho.
"Tetapi inikan kamarnya Tasya. Apa yang terjadi dengan nya." Berpikir Ridho.
"Pasti ada yang terjadi di dalam sana." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘺𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘶𝘯𝘤𝘪. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘵𝘢𝘮𝘣𝘢𝘩 𝘬𝘩𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪.
"Pintunya terkunci. Sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana?" Berpikir Ridho.
"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus bertindak ini." Berpikir Ridho.
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘶𝘯𝘤𝘪. 𝘔𝘢𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘬𝘴𝘢. 𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢. 𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘰𝘣𝘰𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢.
"Apa yang terjadi disini?" Bertanya Ridho dengan khwatir.
__ADS_1
"Kenapa kamu membuka paksa pintu kamar ku?" Bertanya Taysa.
"Aku tadi habis dari kamar mandi. Setelah keluar aku mendengar suara tangisan jadi aku mengikuti sampai sini." Ucap Ridho.
"Jadi pas aku mau membuka pintu kamarmu pintunya terkunci jadi aku tambah khawatir. Makanya aku menerobos paksa pintu kamarmu. Karena aku khwatir kali." Ucap Ridho menjelaskan kepada Tasya.
"Begitu ya." Jawab Tasya.
"Kamu tidak apa-apakan? siapa yang telah membuat kamu menangis?" Bertanya Ridho.
"Aku tidak apa-apa. Aku tadi berjumpa sama ayahmu yang sudah meninggal. Dia menghampiri ku." Ucap Tasya.
"Jadi apa yang di katakan ayah mu?" Bertanya Ridho.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘪𝘵𝘶.
"Aku memang tidak tau rasanya kehilangan orang tua. Tetapi aku tau rasa sakitnya ketika orang yang paling berharga meninggalkan ku." Ucap Ridho.
"Aku pernah merasakan bagaimana orang yang berharga untuk ku pergi meninggalkan ku. Dia adalah kakek ku. Dia adalah pahlawan di desaku." Ucap Ridho.
"Karena Kakek ku rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan beberapa orang yang terjebak di hutan terlarang itu. Mereka sudah terjebak berbulan-bulan tetapi tak kunjung keluar dari dalam hutan terlarang itu." Ucap Ridho.
"Pada akhirnya kakek ku berhasil menyelamatkan salah satu dari mereka. Tetapi yang bisa di selamatkan kakek ku cuma satu orang saja. Dan dia berhasil keluar dari hutan terlarang itu. Tetapi kakekku mengorbankan nyawanya hanya untuk mengeluarkan nya." Ucap Ridho.
"Tetapi hal ajaib terjadi, entah bagaimana kakekku bisa hidup kembali. Dan saat kakekku hidup kembali hutan terlarang itu hancur dan meninggal tanah yang tandus aja. Dan nama kakekku adalah Porren." Ucap Ridho.
"Begitu lah kisah pertualangan kakekku saat masih mudah. Dan sebelum kakekku meningalkan ku dia berpesan. Apa pun yang terjadi kamu harus kuat dan kalau ada orang yang membutuhkan bantuan bantulah dia. Jangan pernah mengabaikan nya. Begitu lah kata-kata terkahir kakek ku." Ucap Ridho.
__ADS_1
"Aku yakin pasti ayahmu masih mengawasi mu sampai saat ini. Meskipun kamu tidak bisa melihatnya tetapi kamu masih bisa merasakan kasih sayangnya." Ucap Ridho.
"Jadi jangan nangis lagi ya? Ayahmu bisa sedih loh. Senyum lah. Biar ayahmu tidak sedih." Ucap Ridho.
"Terimakasih sudah membuat ku sadar kembali." Ucap Tasya.
"Sama-Sama." Jawab Ridho.
"Dan maaf ya karena sudah menerobos paksa pintu kamarmu." Ucap Ridho dengan merasa bersalah.
"Gak apa-apa." Jawab Tasya.
"Kalau begitu aku mau kembali ke kamarku. Karena sudah larut malam ini." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Tasya.
"Selamat malam Tasya." Ucap Ridho.
"Selamat malam juga." Jawab Tasya.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵. 𝘉𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘢𝘺𝘴𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢. 𝘐𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...
𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘾𝙖𝙥𝙚𝙧 𝙀𝙧𝙤𝙩𝙞𝙘. 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙞 𝙀𝙥𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞.
__ADS_1