Angel Beats School

Angel Beats School
Tamat


__ADS_3

...๐™Ž๐™–๐™ฉ๐™ช ๐™ข๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ช ๐™ ๐™š๐™ข๐™ช๐™™๐™ž๐™–๐™ฃ...


"Dimana ini?" Ucap Ridho.


"Oh iya perangnya." Ucap Ridho sambil terkejut.


"Emilia apa yang kamu lakukan di sini?" Bertanya Ridho.


"Akhirnya kamu bangun juga." Ucap Emilia.


"Ada apa dengan ku? berapa lama aku tertidur? Dan ini dimana?." Bertanya Ridho.


"Kamu terluka parah sekali bahkan sampai koma selama satu minggu." Ucap Emilia.


"Apa satu minggu?" Terkejut Ridho.


"Lalu bagaimana dengan perangnya?" Bertanya Ridho.


"Perangnya sudah selesai." Ucap Emilia.


"Apa yang terjadi dengan Raknarok?" Bertanya Ridho.


"Berkat kamu Raknarok terluka parah jadi para Laksamana langsung menyegel nya." Ucap Emilia.


"Begitu ya. Kalian baik-baik saja kan?" Bertanya Ridho.


"Kami baik-baik saja kok." Jawab Emilia.


"Syukur lah kalau begitu." Ucap Ridho.


"Kamu istirahat aja biar cepat sembuh." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Ridho.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Ridho.


๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜Œ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ.


...๐™†๐™š๐™š๐™จ๐™ค๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™™๐™ž ๐™ง๐™ช๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™๐™ž๐™™๐™๐™ค....


"Sepertinya aku sudah pulih." Berpikir Ridho.


"Kamu baik-baik saja bocah." Ucap Ashura.


"Aku baik-baik saja kok." Jawab Ridho.


"Dasar Bocah bodoh kamu ini kerjaannya cuma membuat teman-teman mu khawatir aja ya?" Ucap Ashura.


"Maksudnya?" Bertanya Ridho.


"Selagi kamu koma teman-teman mu sangat khawatir sekali setiap hari mereka datang untuk melihat kondisi mu." Ucap Ashura.


"Terutama Tasya Sepertinya dia sangat khawatir sekali saat melihat mu koma." Ucap Ashura.


"Sepertinya aku harus meminta maaf kepada semua teman-teman ku." Ucap Ridho.


"Mereka pasti di ruangan komandan kyler ni." Ucap Ridho.


๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜บ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

__ADS_1


...๐™Ž๐™š๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™™๐™ž ๐™ง๐™ช๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ค๐™ข๐™–๐™ฃ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ฎ๐™ก๐™š๐™ง...


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜บ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ.


"Permisi komandan masuk ya." Bertanya Ridho.


"Masuk aja." Jawab komandan kyler.


๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜บ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ.


"Sudah baikan do?" Bertanya komandan kyler.


"Sudah komandan." Jawab Ridho.


"Betul tebakanku kalian pasti ada di sini." Ucap Ridho.


"Ada apa nyari kami?" Bertanya Topan.


"Semuanya aku minta maaf karena aku selalu saja membuat kalian repot." Ucap Ridho sambil meminta maaf.


"Tidak apa-apa. Lagi pula kamu yang menyelamatkan kami anggap saja itu balas budi kami." Ucap Emilia.


"Terimakasih semuanya." Ucap Ridho.


"Sama-sama." Jawab mereka.


"Perhatian semua. Komandan ada berita buruk dan berita bagus." Ucap komandan kyler.


"Berita apa itu komandan." Bertanya mereka.


"Berita buruknya kota Central city sudah hancur dibuat oleh Giant lava golem. Yang kedua kita kehilangan tujuh markas gara-gara peperangan ini. Yang tersisa cuma markas LATPOTG, TSATPOTG, dan SGATW. Yang lain telah musnah karena peperangan kali ini." Ucap komandan kyler.


"Pada akhirnya aku tidak bisa menyelamatkan kota Central city dari kehancuran." Ucap Ridho.


"Lalu bagaimana dengan Giant lava golem nya komandan?" Bertanya Emilia.


"Giant lava golem berhasil di kalahkan oleh kapten Oliver." Ucap Komandan kyler.


"Begitu ya." Jawab Emilia.


"Kabar baiknya apa komandan?" Bertanya Lindu.


"Kabar baiknya pertama kita berhasil memenangkan peperangan ini. Kedua markas kita menjadi peringkat kedua. Yang ketiga Laksamana Theo berterima kepada kamu Ridho kalau karena kamu berhasil membuat Raknarok terluka parah jadi para Laksamana jadi mudah untuk Menyegelnya. Dan kamu di juluki Iblis dari SGATW." Ucap komandan kyler.


"Wah selamat ya do." Ucap Topan.


"Selamat Ya." Ucap Lindu.


"Aku bangga kepada mu." Ucap Rehan.


"Bagus bukan." Ucap Emilia.


"Julukannya lumayan cocok juga untuk mu." Ucap Tasya.


"Mulai sekarang banyak orang yang akan mengingat nama mu. dengan panggilan si iblis dari SGATW." Ucap Cicilia.


"Bener kali." Ucap Elsya.


"Jangan besar kepala dulu. Perjalanan mu masih jauh." Ucap Tasya.


"Iblis?" Berpikir Ridho.

__ADS_1


"Ya mau bagaimana lagi. Yasudah lah Terima saja." Berpikir Ridho.


"Terimakasih ya teman-teman." Ucap Ridho.


"Sama-sama." Jawab Mereka.


Sepertinya itu saja informasi yang bisa komandan berikan. Untuk sekarang kalian bisa melanjutkan aktifitas kalian lagi." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab Mereka.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜บ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ.


...๐˜ฟ๐™ž ๐™ก๐™ช๐™–๐™ง ๐™ง๐™ช๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ค๐™ข๐™–๐™ฃ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ฎ๐™ก๐™š๐™ง...


"Ada apa Tasya bukannya kamu khawatir sekali saat Ridho koma?" Bertemu Cicilia.


"Mana ada." Jawab Tasya dengan bohong.


"Sudah jangan berbohong kami semua tau kamu setiap tengah malam selalu datang ke ruang Ridho untuk rawatnya diam-diam." Ucap Cicilia.


"Aku duluan lah kalian ngaco bicaranya." Ucap Tasya sambil berjalan ke kamarnya.


...๐˜ฟ๐™ž ๐™ ๐™–๐™ข๐™–๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™–๐™จ๐™ฎ๐™–....


"Syukur lah dia baik-baik saja." Berpikir Tasya.


"Dia rela bertarung dengan Raknarok demi menyelamatkan kami semua tanpa memperdulikan nyawanya sendiri." Berpikir Tasya.


"Dia menang mempunyai kekuatan yang hebat tetapi di selalu saja buta arah, ceroboh, bodoh, Dan selalu membuat ku khawatir saja." Berpikir Tasya.


"Tetapi dia tidak seburuk yang ku pikirkan dia memilih hati yang sangat baik dan dia juga memiliki telat yang kuat. Ya meskipun dia ceroboh dan sering nyasar aja. Entah kenapa dekat dengan nya membuat hati ku nyawan." Berpikir Tasya.


"Apa yang terjadi dengan ku ya?" Berpikir Tasya.


"Baru pertama kali aku merasakan seperti ini." Berpikir Tasya.


"Semoga saja ini petanda baik." Berpikir Tasya.


...๐™Ž๐™š๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™™๐™ž ๐™ ๐™–๐™ข๐™–๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™‡๐™ž๐™ฃ๐™™๐™ช....


๐˜›๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข-๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข.


"Sepertinya kita berhasil menempatkan janji kita." Ucap Topan.


"Bener sekali." Jawab Rehan.


"Mulai sekarang apa pun yang terjadi kita bakal lewatin masalah itu bersama-sama." Ucap Topan.


"Bener kali. Kalau kita semua bersatu rintangan kebesaran apapun pasti bisa kita lalui karena tidak ada yang bisa mengalahkan persahabatan kita kecuali takdir." Ucap Ridho.


"Bener kali." Jawab Merkea.


...๐Ÿ†ƒ๐Ÿ…ฐ๐Ÿ…ผ๐Ÿ…ฐ๐Ÿ†ƒ...


"Untung aku berhasil selamat dari penyegelan itu." Ucap Raknarok.


"Kalau terlambat satu detik saja aku bakal tersegel untuk selamanya." Ucap Raknarok.


"Dasar mahluk bodoh kalian pikir aku sudah kalian segel ya. Tunggu lah pembalasan ku mahluk lemah." Ucap Raknarok.


"Hahahhahahahha." Tertawa Raknarok.

__ADS_1


แด›แด‡ส€ษชแดแด€แด‹แด€sษชสœ แดœษดแด›แดœแด‹ แด‹แด€สŸษชแด€ษด sแด‡แดแดœแด€ สแด€ษดษข sแดœแด…แด€สœ แดแด‡ษดษขษชแด‹แดœแด›ษช แด‹แด€ส€สแด€ แด‹แดœ แด…แด€ส€ษช แด€แดกแด€สŸ sแด€แดแด˜แด€ษช แด€แด‹สœษชส€. แดแด€แด€า“ แด‹แด€ส€แด‡ษดแด€ แด„แด‡ส€ษชแด›แด€ษดสแด€ แด€แด…แด€ แด‹แด€แด›แด€-แด‹แด€แด›แด€ สแด€ษดษข sแด€สŸแด€สœ แดแดสœแดษด แดแด€แด€า“. แด…แด€ษด แด‹แด€สŸแด€แดœ แด€แด…แด€ แด„แด‡ส€ษชแด›แด€ สแด€ษดษข แด‹แดœส€แด€ษดษข ษดสแด€แดส™แดœษดษข แดแดสœแดษด แด…ษช แดแด€แด€า“ แด‹แด€ษด สแด€ แด›แด‡แดแด€ษด-แด›แด‡แดแด€ษด. ษชษดแด›ษชษดสแด€ แด€ษดษขแด‡สŸ ส™แด‡แด€แด›s sแด„สœแดแดสŸ แด›แด‡สŸแด€สœ แด›แด€แดแด€แด› แด…ษช sษชษดษช. แด›แด‡ส€ษชแดแด€แด‹แด€sษชสœ sแด‡แดแดœแด€ษดสแด€ sแดœแด…แด€สœ แดแด‡ษดษขษชแด‹แดœแด›ษช แด„แด‡ส€ษชแด›แด€ แด€ษดษขแด‡สŸ ส™แด‡แด€แด›s sแด„สœแดแดสŸ sแด€แดแด˜แด€ษช sแด‡แด‹แด€ส€แด€ษดษข ษชษดษช. sแด‡แด‹แด€สŸษช สŸแด€ษขษช แด›แด‡ส€ษชแดแด€แด‹แด€sษชสœ sแด‡แดแดœแด€.


__ADS_2