
"Dari pada kita duduk aja lebih bagus kita mesan makanan aja, bagaimana? "Bertanya Ridho"
"Boleh juga tu. "Ucap Mereka"
"Permisi kak. Mau pesan. "Ucap Ridho memanggil pelayanan kafe "
"Mau pesan apa bang? "Bertanya sindy"
"Saya ramen satu. "Ucap Ridho"
"Kalian apa? "Bertanya Ridho"
"Aku burger satu. "Ucap Rehan"
"Aku ramen juga satu tapi agak pedes ya kak. "Ucap Lindu"
"Kalau aku pesan Kakak boleh? "Ucap Topan"
"Maksudnya? "Bertanya Sindy"
"Gua tampol lu ya. Gak usah aneh aneh. "Ucap Rehan"
"Ampun ampun. "Jawab Topan"
"Aku pesan nasi campur daging kak satu. "Ucap Topan"
"Saya ulangi lagi ya pesanannya. "Ucap Sindy"
"Ramen dua, Yg satu agak pedas, Burger satu, dan Nasi campur daging satu. Benar kan bang itu pesanannya? "Bertanya Sindy"
"Benar kak. "Jawab Ridho"
"Mohon tunggu bentar ya bang. "Ucap Sindy"
"Baiklah kak. "Ucap Mereka"
'Sindy pun langsung pergi ke dapur untuk mengasih pesanannya ke koki di dapur. Setelah itu Sindy pun duduk di tempat yg kosong sambil menunggu pesanannya matang lalu di antar.
'Gak di sengaja Topan pun melihat si Sindy sedang duduk sendiri dan pada akhirnya Topan bertujuan untuk mendekatinya.
"We aku ke kamar mandi bentar ya kebelet BAB aku. "Ucap Topan"
"Yauda sana. Jangan lama ya. "Ucap Ridho"
"Oke. "jawab Topan"
'Topan pun berhasil lolos dari kawan kawannya dengan tujuan mau BAB padahal di aku menjumpai Sindy yg lagi duduk menunggu makanannya matang lalu di antara. Dan Ridho, Rehan, Dan Lindu pun ngobrol ngobrol ber 3. Dan Topan menjumpai Sindy.
"Hai kak. "Ucap Topan"
"Oh abang ini. Ada Mau pesan tambahan lagi? "Bertanya Sindy"
"Gak kak. "Jawab Topan"
"Jadi Mau ngapain ya bang. "Bertanya Sindy"
"Aku Mau kenalan sama kakak boleh. "Ucap Topan dengan percaya diri"
"Oh begitu. Boleh kok bang. "Ucap Sindy"
"Perkenalkan nama saya Sindy kalau abang? "Ucap Sindy memperkenalkan dirinya"
"Kalau aku Topan salam kenal ya. "Ucap Topan"
"Iya salam kenal juga. "Jawab Sindy"
"Apa boleh aku manggil kakak Sindy aja. Ucap Topan"
"Boleh kok bang. "Jawab Sindy"
"Gak usah abang panggil Topan aja gak papa. "Jawab Topan"
__ADS_1
"Baiklah. "Jawab Sindy"
"Sindy kamu uda berapa lama kerja di sini? "Bertanya Topan"
"Ya gak lama sih baru 1 bulan. "Ucap Sindy"
"Ngomong ngomong umur kamu berapa? "Bertanya Topan"
"Umur ku masih 18 tahun bentar lagi 19 tahun. "Jawab Sindy"
"Berarti beda setahun ya. "Ucap Topan"
"Kamu pan 19 ya? "Bertanya Sindy"
"Benar. "Jawab Topan"
"Sindy kamu gak kuliah. "Bertanya Topan"
"Mau ku gitu, tetapi aku gak punya biaya. Makanya aku milih kerja ajalah. "Jawab Sindy"
"Oh begitu. Kalau misalnya dapat bantuan supaya kamu bisa kuliah Mau gak? "Bertanya Topan"
"Mau lah. "Jawab Sindy"
"Mana nomor rekening bank kamu. "Ucap Topan"
"Untuk apa? "Bertanya Sindy"
"Uda coba sebutin aja. "Ucap Topan"
'Sindy pun langsung menyebutkan nomor rekening nya ke Topan.
"Itu nomor rekening ku pan. "Ucap Sindy"
"Oke. Sudah masuk ya. "Ucap Topan"
"Hah? "Kebingungan Sindy"
"Coba kamu lihat di HP sudah aku kirim ya. "Ucap Topan mentransfer uangnya ke Sindy"
"Apa? "Terkejut Sindy"
"Aku transfer uang ke kamu 20 jt. Itu untuk biaya kuliah kamu. "Ucap Topan"
"Ini serius. Kamu ngasih aku? padahal kita kan baru aja kenal. kenapa? "Bertanya Sindy"
"Aku tau kamu orang nya baik, cantik, dan pintar. Sayang kali kalau gak kuliah. "Jawab Topan"
"Terimakasih banyak. Nanti kalau aku sudah punya uang aku akan kembalikan lagi ke kamu. "Ucap Sindy"
"Gak usah aku Ihklas kok. Tapi ada satu syaratnya. "Jawab Topan"
"Apa syarat nya? "Bertanya Sindy"
"Boleh minta kontak kamu. "Ucap Topan"
"Boleh. "jawab Sindy"
'Sindy pun mengasih nomornya ke Topan supaya bisa berkomunikasi dengan nya.
"Aku boleh bertanya gak Sindy? "Bertanya Topan"
"Boleh. "Jawab Sindy"
"Kamu sudah punya pacar belum? "Bertanya Topan"
"Belum. Kalau kamu? "Jawab Sindy"
"Kalau aku juga belum. "Ucap Topan"
"Oke. Aku ngumpul lagi sama kawan ku ya. Dan tolong jangan lupakan aku ya. "Ucap Topan"
"Baiklah. "Jawab Sindy"
'Topan pun langsung kembali lagi ke temannya.
__ADS_1
"Lama kali kau pan BAB nya. "Bertanya Ridho"
"Namanya BAB ya lama lah lol. "Jawab Topan"
"Pesanannya masih belum di antara kan. "Bertanya Topan pura pura gak tau"
"Belum. Paling bentar lagi. "Jawab Ridho"
"Oke. "Ucap Topan"
"Gak ku sangka aku di kasih uang sama dia. Kalau di lihat lihat dia baik, ganteng, lucu, dan suka membantu. Aku gak akan melupakan nya. "Berpikir Sindy"
"Sindy pesanannya sudah siap tinggal antar saja. "Ucap koki itu"
"Baiklah. "Jawab Sindy"
'Sindy langsung mengambil pesanannya dan segera mengantarkan nya ke pada mereka.
"Pesanan datang. "Ucap Sindy"
"Terimakasih sudah memesan"
"Sama sama " Ucap Sindy"
"Terimakasih ya Sindy. "Ucap Topan sambil tersenyum ke Sindy"
"Sama sama. Ucap Sindy tersenyum juga ke Topan"
"Du kenapa Topan bisa tau nama dia? Dan kenapa si Topan senyum sama dia Dan dia juga senyum sama Topan. Apa yg sebenarnya terjadi. "Bertanya Ridho ke Lindu dengan berbisik"
"Benar juga ya padahal dia kan gak memberi tahu nama nya. Bagaimana Topan bisa tau. Sus ni anak. "Jawab Lindu ke Ridho dengan berbisik"
"Kenapa kalian berbisik bisik. "Bertanya Topan"
"Gak gak. "Jawab Mereka"
"Saya pergi dulu ya. "Ucap Sindy"
"Baiklah. "Ucap mereka"
"Ayo langsung makan saja. "Ucap Ridho berusaha mengalihkan topik pembicaraan nya"
'Mereka pun langsung memakan makanannya dan setelah selesai makan mereka pulang masing masing ke rumahnya soalnya mau hujan"
"Sudah mau hujan aku harus cepat pulang ni. "Berpikir Ridho"
'Ridho pun langsung menaiki kendaraannya dan langsung ngebut supaya gak kehujanan dia. Tiba Tiba pas Ridho ngebut naik kereta datang petir menyambar tangannya. Dan Ridho langsung terkejut.
"Aduh. lah bukannya tangan kanan ku ke samber petir tadi, kok gak ada yg luka. "Berpikir Ridho"
"Apa yg sebenarnya terjadi. Sial aku lupa aku masih di kereta dengan kecepatan tinggi malah lengah aku. "berpikir Ridho"
"Sial ada mobil. "Ucap Ridho"
"Telekson aja lah semoga aja di bisa menghindar. "Berpikir Ridho"
"Tin Tin Tin Tin Tin "Suara telakson keretanya Ridho"
"Kenapa dia tidak menghindar. Kalau begini pasti aku akan menabraknya. "Berpikir Ridho"
"Tin Tin Tin Tin Tin. "Suara telekson Kendaraan Ridho"
"kenapa dia masih tidak mendengar suara telekson kendaraan ku. "Berpikir Ridho"
"Tin Tin Tin Tin Tin. "Suara telekson kendaraan Ridho"
"Sial gak sempat ngirim aku. "Ucap Ridho"
__ADS_1
"Duar "Suara tabrakan yg sangat kencang hingga Ridho terpental dari kendaraannya dan Ridho dalam kondisi kritis dan terkapar di tengah tengah jalan nan. kereta Ridho hancur lebur gara gara tabrakan itu dan juga mobil itu hancur kali di bagian samping tetapi supir mobil itu selamat dan mengalami luka ringan saja.
...BERSAMBUNG...