
𝘒𝘦𝘦𝘴𝘰𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘪𝘮 𝘥𝘶𝘢. 𝘚𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘶𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘱𝘰𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢.
...𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙮𝙡𝙚𝙧...
"Lapor komandan Ice slime king sudah kami kalahkan. Dan dia menjatuhkan tongkat ini komandan." Ucap Emilia.
"Kerja bagus. Sekarang kalian bisa istirahat." Ucap Komandan kyler.
"Dimengerti." Ucap mereka.
...𝘿𝙞 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙣𝙩𝙤𝙧 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙮𝙡𝙚𝙧...
"Aku duluan ya." Ucap Lindu sambil bersin-bersin.
"Sialan sepertinya aku kena demam." Berpikir Lindu.
"Kamu baik-baik saja?" Bertanya Elsya.
"Aku baik-baik saja kok. cuma lelah aja." Ucap Lindu.
"Begitu ya." Ucap Elsya.
𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘶𝘬-𝘣𝘢𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘰𝘺𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘩𝘢𝘸𝘢𝘵𝘪𝘳.
"Sepertinya Dia tidak baik-baik saja." Ucap Elsya.
"Bener kali. Dari jalannya aja uda aneh." Ucap Emilia.
"Bener sih." Ucap Rehan.
"Aku mau istirahat juga lah. Sekalian meriksa anak itu. Aku yakin dia sakit itu." Ucap Rehan.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Emilia Dan Elsya.
𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘨𝘢𝘳𝘢-𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘢.
"Emilia apa yang harus aku lakukan untuk sekarang ini. Aku yakin Lindu sakit karena aku?" Bertanya Elsya.
"Emang apa salah mu?" Bertanya Emilia.
𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘫𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘢𝘯.
"Emm. Aku paham." Ucap Emilia.
"Wajar saja dia sakit karena suhu di planet itu sangat lah dingin." Ucap Emilia.
"Kalau gitu kamu buatkan dia bubur aja. Untuk permintaan maaf." Ucap Emilia.
"Tetapi aku tidak pandai memasak. Bagaimana ini?" Bertanya Elsya.
"Tenang saja. Aku ada pengalaman memasak jadi kamu jangan khwatir." Ucap Emilia.
Terimakasih ya sudah mau membantu aku." Ucap Elsya.
"Itulah gunanya teman." Ucap Emilia.
"Ayo kita langsung saja ke dapur biar ku ajarin kamu memasak." Ucap Emilia.
"Baiklah." Jawab Elsya.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘱𝘶𝘳. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢𝘳𝘪 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘶𝘣𝘶𝘳.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙞𝙣𝙙𝙪...
"Akhirnya sampai juga di kamar." Ucap Lindu langsung berbaring di tempat tidurnya.
"Lindu jujur kamu sakit kan?" Bertanya Rehan.
"Iya." Jawab Lindu.
__ADS_1
"Mau ku antarkan ke ruang rawat biar kamu di kasih obat?" Bertanya Rehan.
"Tidak usah. Aku cuma butuh istirahat saja." Ucap Lindu.
"Yasudah lah. Kalau itu maunya kamu." Ucap Rehan.
𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳. 𝘉𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙪𝙧...
"Akhirnya jadi juga buburnya." Ucap Elsya.
"Tidak buruk juga untuk pertama kalinya memasak." Ucap Emilia.
"Terimakasih." Ucap Elsya.
"Kamu harus belajar memasak. Karena kamu perempuan." Ucap Emilia.
"Baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan belajar memasak. Tetapi tolong ajarin ya Emilia?" Bertanya Elsya.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Emilia.
"Sudah sana antarkan bubur itu ke kamarnya Lindu. Cepet nanti segera dingin, bubur kalau dingin tidak enak." Ucap Emilia.
"Baiklah." Jawab Elsya.
𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘣𝘶𝘳 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧.
...𝘿𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙞𝙣𝙙𝙪....
"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.
"Siapa ya yang Ngetok-ngetok?" Berpikir Rehan.
"Aahhh. Ganggu aja orang istirahat." Berpikir Rehan.
"Tok tok tok." Suara ketokan pintu makin kuat.
"Ada apa Elsya?" Bertanya Rehan.
"Bagaimana dengan keadaan Lindu?" Bertanya Elsya.
"Betul yang kita duga. Dia sakit." Ucap Rehan.
"Itu bubur pasti untuk nya kan?" Bertanya Rehan.
"Ehhh.Emm. Iya." Jawab Elsya dengan panik.
"Emmmm.Aku tau." Ucap Rehan.
"Bentar ya Elsya aku bangunkan dulu Lindu." Ucap Rehan.
"Gak usah. Aku cuma mau mengantarkan ini saja." Ucap Elsya.
𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯-𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘨𝘦𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢.
"Sialan kau Han." Ucap Lindu.
"Hahahha." Tertawa Rehan.
"Itu Elsya ku suruh masuk ya?" Bertanya Rehan.
"Hah." Ucap Lindu.
"Elsya masuk lah. Di bolehkan kok sama Lindu." Ucap Rehan.
"Kalau begitu aku ada urusan mendadak jadi kalian berdua aja dulu ya?" Ucap Rehan sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Dasar tu anak. Seenaknya aja dia." Berpikir Lindu.
__ADS_1
"Aku masuk ya?" Ucap Elsya.
"Ya silakan." Jawab Lindu.
"Ada apa Elsya repot-repot datang ke sini?" Bertanya Lindu.
"Emm. Ini ku bawakan bubur jadi makan ya?" Ucap Elsya dengan nada pelan.
"Kamu yang buat ya?" Bertanya Lindu.
"Bener." Jawab Elsya.
"Terimakasih ya sudah repot-repot di buatkan bubur." Ucap Lindu.
"Gak Apa-apa kok. Kan kamu sakit gara-gara aku juga." Ucap Elsya.
"Lebih baik aku yang sakit dari pada kamu yang sakit." Ucap Lindu.
𝘞𝘢𝘫𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘳𝘢𝘩.
"Makan dulu buburnya sebelum dingin." Ucap Elsya.
"Baiklah." Jawab Lindu.
"Bagaimana rasanya?" Bertanya Elsya.
"Buburnya enak sekali." Ucap Lindu.
"Syukur lah. Padahal itu adalah masakan pertama aku. Untung nya rasanya enak." Ucap Elsya.
"Hahahah." Tertawa Lindu.
"Kalau gitu aku pamit ya. Aku mau latihan." Ucap Elsya.
"Baiklah. Terimakasih ya atas buburnya." Ucap Lindu.
"Sama-sama. Kamu juga harus banyak istirahat biar cepat sembuh." Ucap Elsya.
"Baiklah." Jawab Lindu.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘴𝘢𝘩. 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙍𝙚𝙝𝙖𝙣....
𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢 𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶. 𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢𝘮-𝘥𝘪𝘢𝘮.
"Ahhh. Mereka membosankan sekali. Kukira mereka akan bermesraan." Ucap Rehan.
"Rupanya tidak." Ucap Rehan.
"Lindu pun jadi laki-laki gak peka. Mengecewakan sekali. Padahal aku mau melihat yang romantis loh." Ucap Rehan.
"Ohhh. Rupanya ada yang mengintip ini." Ucap Emilia.
"Hah. Emilia?" Terkejut Rehan.
"Kamu ini ada-ada aja." Ucap Emilia.
"Gawat aku harus mencari cara agar bisa lari darinya." Berpikir Rehan.
"Dari pada kamu melihati mereka mending kamu latihan saja sana." Ucap Emilia.
"Yaudah lah latihan saja. Yang penting aku selamat." Berpikir Rehan.
"Baiklah." Jawab Rehan berusaha menghindar dari Emilia.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...
__ADS_1
𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙪𝙏𝙃𝙤𝙧𝙘𝙧𝙚𝙖𝙈. 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙞 𝙀𝙥𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞.