
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙏𝙖𝙨𝙮𝙖...
"Permisi pak, boleh bertanya?" Ucap Tasya.
"Ada apa ya?" Ucap bapak itu.
"Apakah bapak tau keberadaan goblin king itu." Bertanya Tasya.
"Goblin king ya? Emmmm. " Ucap bapak itu.
"Bapak tau tetapi bapak lupa karena sudah tua. Maaf ya." Ucap bapak itu.
"Tidak apa apa kok pak." Jawab Tasya.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙀𝙡𝙨𝙮𝙖...
"Selamat Siang nek." Ucap Elsya.
"Selamat Siang juga. Ada apa gadis manis." Ucap nenek itu.
"Hehehehe. Terimakasih pujiannya nek. Saya boleh bertanya nek." Ucap Elsya.
"Boleh." Jawab nenek itu.
"Apakah nenek tau pasukan goblin king?" Bertanya Elsya.
"Oh segerombolan goblin yang menyerang dan membunuh penduduk desa yang beberapa hari itu ya." Ucap nenek itu.
"Bener nek. Apakah nenek tau persembunyian nya?" Bertanya Elsya.
"Nenek kurang tau dimana persembunyian nya tetapi kakek sering melihat mereka ada di pinggiran gunung itu." Jawab nenek itu.
"Terimakasih Informasinya ya nek." Ucap Elsya berterimakasih kepada nenek itu karena sudah membantu mendatangkan informasi tentang keberadaan goblin king itu.
"Saya pamit pergi dulu ya nek." Ucap Elsya.
"Iya. Hati-hati gadis manis." Ucap nenek itu.
"Baiklah nek." Jawab Elsya.
𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳.
"Gadis yang manis, polos, baik, dan juga tau tata krama. Jarang ada yang seperti dia. Di jaman sekarang ini." Ucap nenek itu.
...𝘿𝙞 𝙩𝙞𝙩𝙞𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣...
"Bagaimana apakah kalian mendapatkan informasi tentang goblin king itu?" Bertanya Tasya.
"Aku sudah bertanya kepada beberapa orang tetapi mereka tidak tau." Ucap Topan.
"Aku juga." Ucap Tasya.
"Bagaimana dengan mu Elsya.
"Aku mendapatkan informasi dimana goblin king itu tinggal." Ucap Elsya.
"Kerja bagus Elsya." Ucap Tasya.
"Dimana persembunyian mereka?" Bertanya Tasya.
"Di kaki gunung berapi itu." Ucap Elsya sambil menunjuk ke gunung berapi itu.
"Oke kita sudah tau dimana persembunyian goblin king itu. Sebelum ke sana kita harus menyusun pormasi agar kita bisa mengalahkan nya." Ucap Tasya.
"Boleh juga itu." Ucap Topan.
"Aku sebenarnya malas mengakuinya tetapi jujur saja dia pandai membuat pormasi yang bagus." Ucap Tasya.
"Ku serahkan membuat pormasi ini ke kamu Ridho." Ucap Tasya.
__ADS_1
"Selamat do kamu mendapatkan peran yang bagus." Ucap Topan.
"Ridho dimana?" Bertanya Elsya.
"Hah." Terkejut mereka.
"Kenapa dia belum kembali juga kesini. Apa mungkin dia mengalami masalah." Ucap Tasya.
"Cih, Dasar anak itu kebiasaan." Ucap Topan.
"Kenapa dengan Ridho. Apakah kamu tau dimana dia?" Bertanya Elsya.
"Aku lupa bilang dia memang pandai dalam membuat pormasi tetapi dia buta arah. Dan selalu saja tersesat, aturan jangan biarkan dia sendiri." Ucap Topan.
"Dasar si bodoh itu. Merepotkan saja." Ucap Tasya.
"Bagaimana ini Tasya?" Bertanya Elsya.
"Tenang saja kita memiliki jam pelacak masing-masing jadi kita tidak terlalu susah untuk menemukan si bodoh itu." Ucap Tasya.
"Bentar ku lacak dulu dia." Ucap Tasya.
"Oke." Jawab Mereka.
"Sudah ketemu tetapi dia jauh sekali." Ucap Tasya.
"Lain kali jangan biarkan dia jalan sendiri lah. Kan jadi menyusakkan kita saja." Ucap Tasya.
"Betul yang kamu bilang." Jawab Topan.
"Apakah kalian tidak sadar kalau dia lagi menuju ke kaki gunung berapi itu." Ucap Elsya
"Apa." Terkejut Topan dan Tasya.
"Dia memang buta arah tetapi buta arahnya sangat membantu kita untuk menemukan persembunyian goblin king itu." Ucap Tasya.
"Sepertinya kita mendapatkan masalah tambahan." Ucap Topan.
"Lihat dia muter-muter saja di dekat kaki gunung berapi itu." Ucap Topan.
"Kalau gitu kita harus mendatangi nya sebelum dia ketahuan oleh pasukan goblin king itu." Ucap Elsya.
"Benar. Ayo." Ucap Tasya.
"Baiklah." Jawab mereka.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶.
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙍𝙞𝙙𝙝𝙤...
"Sial kenapa selalu aku yang nyasar." Ucap Ridho.
"Padahal aku sudah mengingat dengan baik jalannya tetapi kenapa selalu saja hasilnya gagal. Apakah aku buta arah?" Ucap Ridho.
"Gak mungkin aku buta arah. Aku baik-baik saja kok tetapi cuma sering tersesat aja. Gak lebih." Ucap Ridho.
"Aku harus mencari cara supaya aku bisa kembali lagi ke desa itu. Dan berkumpul lagi dengan teman-teman ku." Ucap Ridho.
"Tetapi aku sudah berjalan dari tadi tetapi aku cuma berputar-putar saja. Apa yang harus aku lakukan untuk sekarang ini?" Ucap Ridho.
"Ya mau gimana lagi istirahat bentar lah. Soalnya aku sudah berjalan dari tadi. Jadianya pegal kaki ku." Ucap Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘱𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘭𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢. 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶.
𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢.
"Lihat Itu Ridho." Ucap Topan.
"Apakah di tertidur di sana?" Bertanya Elsya.
__ADS_1
"Sepertinya begitu." Jawab Tasya.
"Ayo datangi." Ucap Elsya.
"Baiknya." Jawab mereka.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘱𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘪𝘵𝘶.
"Biar aku saja yang membangunkan nya. Karena aku kesel kali dengan nya." Ucap Tasya.
"Silakan." Jawab Topan.
"Pelan-pelan kasihan dia." Ucap Elsya.
"Tentu saja aku akan membangunkan nya dengan pelan-pelan." Ucap Tasya.
"Plak plak. " Kepala Ridho di tumbuk oleh Tasya.
"Aduh sakit nya." Ucap Ridho.
"Apakah kau perlu memukul ku sekuat itu apa?" Ucap Ridho dengan marah.
"Kau ngapain di sini? santai-santai pula tu. padahal kita kan lagi menjalani misi. " Jawab Tasya dengan marah.
"Namanya aku tersesat mau gimana lagi. Padahal aku sudah berusaha untuk mengingat jalan ku tetapi tetap saja nyasar." Ucap Ridho dengan marah.
"Makanya jadi orang jangan buta arah." Ucap Tasya dengan marah.
"Sudah jangan bertengkar. Nanti mereka menemukan kita gimana?" Ucap Elsya.
"Bodoh amat. Kalau mereka menemukan kita berarti yang salah si bodoh ini." Ucap Tasya dengan marah.
"Apa kau bilang aku bodoh?" Ucap Ridho dengan marah.
"Memang kenapa?" Bertanya Tasya.
"Dasar kau nenek peot." Ucap Ridho.
"Sialan kau. Beraninya memanggil aku nenek peot." Ucap Tasya.
"Kenapa gak Terima." Bertanya Ridho dengan marah.
"kamu iniii." Ucap Tasya.
"Hentikan kita ini satu tim kita tidak boleh bertengkar." Ucap Elsya.
"Nanti mereka menemukan kita gimana?" Bertanya Elsya.
"Elsya. Sepertinya mereka sudah menemukan kita." Ucap Topan.
"Bahkan kita sudah di kepung lagi." Ucap Topan.
"Gawat kami sudah terkepung." Ucap Elsya.
"Semuanya hati-hati." Ucap Elsya.
"Oke." Ucap mereka.
"Sepertinya pertengkaran kita sampai di sini saja." Ucap Ridho.
"Benar sekali." Jawab Tasya.
"Ayo kita bereskan terlebih dahulu baru itu kita lanjutkan pertengkaran kita lagi." Ucap Tasya.
"Setuju." Jawab Ridho.
𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘾𝙖𝙥𝙚𝙧 𝙀𝙧𝙤𝙩𝙞𝙘. 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙞 𝙀𝙥𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...
__ADS_1