
"Kenapa kalian biarkan dia bertarung sendirian?" Bertanya Tasya.
"Tidak ada yang bisa kami lakukan saat itu." Ucap Topan.
"Ini juga salah ku. Aku sudah meremehkan musuh ku. Seandainya aku tidak meremehkan musuhku pasti dia tidak seperti ini." Berpikir Tasya.
"Elsya apakah di sini ada dokter?" Bertanya Tasya.
"Sepertinya tidak ada." Jawab Elsya.
"Apa yang harus kami lakukan?"Berpikir Tasya.
"Tasya cepat kirim Sinyal SOS." Ucap Elsya.
"Baiklah." Jawab Tasya.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢𝘭 𝘚𝘖𝘚. 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢.
"Sudah kamu kirim sinyal SOS nya?" Bertanya Elsya.
"Sudah bentar lagi bantuan akan segera datang. Ku harap di bisa bertahan." Ucap Tasya.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝘿𝙞 𝙢𝙖𝙧𝙠𝙖𝙨 𝙪𝙩𝙖𝙢𝙖...
"Ada apa ini kenapa Tim satu melancarkan sinyal SOS." Berpikir komandan kyler.
𝘒𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢𝘭 𝘚𝘖𝘚 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘛𝘪𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶.
"Sinyal Di Terima. Ada maslah apa?" Bertanya komandan Kyler.
"Komandan cepat tolong kami. Ini kondisi darurat." Ucap Tasya.
"Baiklah. Komandan akan mengirimkan Tim dua langsung ke sana dengan cepat." Ucap komandan kyler.
"Terpaksa aku harus batalkan misi mereka." Ucap komandan kyler.
𝘒𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘳𝘪𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢𝘭 𝘚𝘖𝘚 𝘬𝘦 𝘵𝘪𝘮 𝘥𝘶𝘢.
__ADS_1
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙏𝙞𝙢 𝙙𝙪𝙖. ...
"Komandan mengirimkan sinyal SOS ada apa ini?" Berpikir Emilia.
"Sinyal di Terima. Ada apa komandan." Bertanya Emilia.
"Misi kalian di batalkan dan cepat kembali ke markas utama. Ada keadaan serius." Ucap komandan kyler.
"Dimengerti." Jawab Emilia.
𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘶𝘳𝘢𝘵.
"Kenapa kita kembali lagi? Ada apa?" Bertanya Cicilia.
"Komandan kyler mengirimkan sinyal SOS. " Jawab Emilia.
"Sinyal SOS. Sudah lama kita tidak mendapatkan sinyal SOS tersebut ada keadaan darurat apa?" Berpikir Cicilia.
"Sinyal SOS apa itu?" Bertanya Lindu.
"Sinyal SOS adalah sinyal darurat." Ucap Cicilia.
𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘶𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳.
"Lapor. Tim dua sudah kembali." Ucap Emilia.
"Emilia cepat pergi ke planet Against. Markas mendapatkan sinyal SOS dari Tim satu. Tim satu mengalami masalah cepat pergi. Dan yang lain Tunggu di sini saja." Ucap Komandan kyler.
"Baiklah komandan." Jawab Emilia.
"Tasya gunakan pesawat yang mempunyai kekuatan teleportasi. Karena kita harus cepat." Ucap komandan kyler.
"Baiklah komandan.
𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘦𝘵 𝘈𝘨𝘢𝘪𝘯𝘴𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢𝘭 𝘚𝘖𝘚 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙜𝙪𝙣𝙪𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙞. ...
__ADS_1
"Ridho sudah kehilangan banyak darah. Apa yang harus kita lakukan." Bertanya Topan.
"Tenang bantuan akan datang sebentar lagi." Jawab Tasya.
"Tetapi kenapa di kepala Ridho bisa muncul tanduk?" Berpikir Tasya.
"Cepat lah, Kami tidak ada mempunyai banyak waktu lagi." Berpikir Tasya.
𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨. 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨.
𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵.
𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩
"Apa sebenarnya yang jadi?" Bertanya komandan kyler.
𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢.
"Begitu ya ceritanya." Ucap komandan kyler.
"Sudah komandan bilang kalian satu tim harus kerja sama bukan mau menang sendiri." Ucap komandan kyler.
"Iya. Kami salah komandan." Jawab Mereka bertiga.
"Sebagai hukuman Tim satu akan di berhenti kan bertugas selama 1 minggu." Ucap komandan kyler.
"Dimengerti." Ucap Merkea bertiga.
"Tim dua, kalian bisa melanjutkan misi. Tetapi komandan berharap jangan sampai kalian mengalami seperti tim satu. mengerti." Ucap komandan kyler.
"Dimengerti komandan." Jawab Mereka.
"Semua bubar." Ucap Komandan kyler.
"Baiklah komandan." Jawab Merke semua.
𝘛𝘪𝘮 𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘴𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘱𝘭𝘢𝘯𝘦𝘵 𝘉𝘰𝘶𝘭𝘥𝘦𝘳. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘪𝘮 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶.
__ADS_1
...Bersambung...