
"Kapten Oliver dimana ya?" Berpikir Ridho.
"Aku sudah mencarinya di ruangan nya. Tetapi tidak ada. Sebenarnya dimana ya kapten Oliver berada?" Berpikir Ridho.
"Coba lah tanyakan sama komandan kyler. Mana tau komandan tau." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳.
...𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙮𝙡𝙚𝙧...
"Komandan ijin masuk ya?" Ucap Ridho.
"Masuk aja." Jawab komandan kyler.
"Ada apa do?" Bertanya komandan kyler.
"Komandan. Saya mau bertanya kapten Oliver kemana ya? dari tadi ku cari gak ketemu-ketemu." Ucap Ridho.
"Oh. Kapten Oliver lagi menjalani misi." Ucap Komandan kyler.
"Pantas saja dari tadi ku cari tidak ketemu." Berpikir Ridho.
"Terimakasih ya komandan." Ucap Ridho.
"Sama-sama." Jawab komandan kyler.
...𝘿𝙞 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙮𝙡𝙚𝙧...
"Kapten Oliver lagi menjalani misi jadi hari ini libur lah." Berpikir Ridho.
"Kalau begitu. Aku ke taman lah sudah lama aku tidak ke sana." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘬𝘦 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘭𝘶𝘢𝘯𝘨.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙣...
"Ahhhh. Sudah lama aku tidak be santai seperti ini." Berpikir Ridho.
"Tetapi aku tidak boleh terlalu banyak bersantai karena aku harus cepat menjadi kuat agar aku bisa melindungi semua orang termasuk orang yang berharga bagi ku." Berpikir Ridho.
...𝘽𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙟𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣...
"Sepertinya santainya sudah cukup. Sekarang saat nya kembali ke kamar." Berpikir Ridho.
"Bosen juga ya kalau tidak melakukan apa-apa." Berpikir Ridho.
"Jam berapa ini ya?" Berpikir Ridho.
"Masih jam 21.00. Yaudah lah tidur aja." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳.
...𝘿𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙙𝙝𝙤...
"Pan aku tidur dulu lah." Ucap Ridho.
"Kenapa cepat sekali tidur nya kamu?" Bertanya Topan.
"Bosen kali aku. Kapten Oliver sedang menjalankan misi jadinya apa boleh buat." Ucap Ridho.
"Yauda kalau mau tidur ya tidur lah. Aku masih mau membaca buku." Ucap Topan.
__ADS_1
"Oke." Jawab Ridho.
...𝙏𝙚𝙣𝙜𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣...
"Sialan enak-enak tidur malah kebelet kencing." Berpikir Ridho.
"Kemar mandi dulu lah." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯-𝘱𝘦𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳.
𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙏𝙖𝙨𝙮𝙖...
"Ini kan Rumah ku dulu? kenapa aku bisa di sini?" Berpikir Tasya.
"Ayah, Ibu kalian dimana." Ucap Tasya memanggil orang tuanya.
"Apa mungkin mereka keluar ya?" Berpikir Taysa.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩𝘢𝘯. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘢𝘨𝘦𝘵 𝘳𝘶𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭.
"Ini adalah ingatan ku saat masih kecil." Ucap Tasya.
"Nah Itu aku pas lagi kecil dan itu ayah dan ibuku." Ucap Tasya.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘰𝘮𝘣𝘰𝘭𝘢𝘯 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳. 𝘋𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘦𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Tasya kenapa kamu keluar? Bukankah ayah bilang kamu harus bersembunyi di dalam Rumah. Kenapa kamu keluar?" Bertanya Ayahnya Tasya.
"Aku mencari ayah." Jawab Tasya kecil.
"Ayah mereka siapa kok seram sekali?" Bertanya Tasya kecil.
"Ayah apakah Tasya ada sama mu?" Bertanya Ibunya Tasya.
"Cepat bawa Tasya masuk. Biar monster ini ayah yang akan melawannya." Ucap ayahnya Tasya.
"Hati-hati Ayah." Ucap Ibunya Tasya.
"Baiklah." Jawab Ayahnya Tasya.
𝘐𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘺𝘪 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘉𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢.
"Ayah mundur. Ayah tidak bisa melawan mereka." Ucap Tasya.
"Kenapa Ayah tidak bisa mendengar suara ku?" Berpikir Tasya.
"Ayah awas." Ucap Tasya.
𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘶𝘥𝘶𝘬 𝘥𝘦𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢. 𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.
"Ayah, ibu." Ucap Tasya.
"Kenapa? Kenapa?" Ucap Tasya.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘦𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘯𝘺𝘢.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘈𝘳𝘸𝘢𝘩 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Tasya?" Ucap ayahnya Tasya.
__ADS_1
"Ayah. Apakah itu kamu?" Bertanya Tanya.
"Benar." Jawab Ayahnya Tasya.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘭𝘢𝘨𝘪.
"Ayah aku rindu dengan mu." Ucap Tasya.
"Ayah pun juga." Jawab Ayahnya Tasya.
"Sudah jangan nangis lagi. Anak ayah kan kuat." Ucap Ayahnya Tasya.
"Ayah. Aku mau bilang terimakasih karena ayah karena ayah rela mengorbankan nyawa ayah hanya dengan keselamatan anak mu ini." Ucap Tasya dengan menangis.
"Itu adalah kewajiban ayah." Jawab Ayahnya Tasya.
"Sepertinya kamu sudah tumbuh menjadi dewasa ya." Ucap ayahnya Tasya.
"Sekarang umur kamu berapa?" Bertanya Ayahnya Tasya.
"Sekarang aku sudah berumur 20 tahun ayah. Dan aku sekarang telah menjadi anggota SGATW ayah. Aku memilih tugas untuk melindungi semua orang dari para monster." Ucap Tasya.
"Syukurlah. Anak ayah tumbuh menjadi seseorang yang hebat." Ucap ayahnya Tasya.
"Sepertinya Waktu nya ayah sudah mau habis. Sebelum ayah pergi ayah mau mengucapkan sesuatu kepada mu." Ucap ayahnya Tasya.
"Apa itu ayah." Bertanya Tasya.
"Ayah dan ibu sangat bangga bisa mempunyai anak seperti mu. Dan kamu adalah anak kesayangan kami." Ucap ayahnya Tasya.
"Maaf karena ayah tidak bisa menjadi ayah yang terbaik untuk mu." Ucap Ayahnya Tasya.
"Tidak kok ayah. Ayah sudah berhasil menjadi ayah yang hebat untuk ku." Jawab Tasya.
"Apakah kamu mempunyai teman?" Bertanya Ayahnya Tasya.
"Tenang saja ayah. Aku memilih bayak teman yang baik sekali dengan ku." Jawab Tasya.
"Syukur lah. Akhirnya kamu tidak kesepian lagi." Ucap Ayahnya Tasya.
"Bener sekali ayah. Jadi ayah jangan takut kalau aku kesepian lagi. Karena aku di sini memiliki Teman-teman yang sangat baik kepada ku." Jawab Tasya.
"Kamu sama cantiknya seperti ibumu dulu. Kalau ibumu tau pasti ibumu sangat bangga kapada mu." Ucap Ayahnya Tasya.
"Ayah bilang kepada ibu di sana kalau aku sangat menyayanginya kalian berdua melebihi apapun. Dan jangan khawatir kan aku lagi karena aku baik-baik saja di sini." Ucap Tasya.
"Baiklah kalau begitu." Jawab ayahnya Tasya.
"Terimakasih. Akhirnya ayah bisa tenang juga. Selamat tinggal anak ku sayang." Ucap Ayahnya Tasya.
"Ya selamat tinggal ayah. Dan terimakasih untuk segalanya." Ucap Tasya.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢.
"Apakah tadi itu mimpi?" Berpikir Tasya.
"Sepertinya begitu." Berpikir Tasya.
"Ayah dan ibu. Terimakasih karena sudah melahirkan aku di dunia ini. Aku sangat menyayanginya kalian berdua." Ucap Tasya sambil menangis.
...𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜...
__ADS_1
𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙈𝙖𝙜𝙙𝙖 𝙏𝙧𝙞 𝙃𝙖𝙣𝙙𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞. 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙞 𝙀𝙥𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞.