
"Kenapa Raknarok belum muncul juga?" Berpikir Ashura.
"Apa yang dia rencananya?" Berpikir Ashura.
"Pertahanan di guild pelindung galaksi ini sangat kuat di bagian depan. Tetapi lemah di bagian belakang." Berpikir Ashura.
"Tunggu bentar. Pasukan Raknarok di letakkan di bagian depan semua begitu juga dengan pasukan pelindung galaksi. Jadi apa mungkin Raknarok sengaja meletakkan pasukan nya di depan semua agar pasukan pelindung galaksi teralihkan dan saat itu pula Raknarok akan muncul dari belakang?" Berpikir Ashura.
"Kurasa begitu karena kalau di muncul di depan maka dia akan susah ke sini. Tetapi kalau dia muncul dari belakang sudah pasti sangat gampang sekali untuk masuk ke guild pelindung galaksi ini." Berpikir Ashura.
"Sepertinya Pelindung galaksi terlalu fokus dengan musuh yang muncul di depan mereka. Kalau begini terus Raknarok cepat atau lambat akan bisa masuk ke guild pelindung galaksi ini untuk mendapatkan sumber kehidupan supaya dia semakin kuat." Berpikir Ashura.
"Kalau dia berhasil mendapatkan sumber kehidupan maka dia akan manjadi kuat. Maka semuanya akan musnah termasuk aku juga. Kalau seperti itu aku harus bertindak." Berpikir Ashura.
𝘉𝘦𝘵𝘶𝘭 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘈𝘴𝘩𝘶𝘳𝘢. 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯.
𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘬𝘪𝘳𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳 𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘵𝘢𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘪𝘵𝘶.
"Hahahahahahahaha. Dasar mahluk bodoh. Kalian kira aku akan datang dari depan ya." Ucap Raknarok.
"Semuanya jangan panik. Ayo kita serang bersama-sama." Ucap Laksamana Agram.
"Baiklah Laksamana." Jawab Mereka.
"Itu dia Raknarok." Ucap Emilia.
"Yang bener saja kita akan melawan dia." Ucap Ridho.
"Ayo berjuang." Ucap Emilia.
"Baiklah." Jawab Mereka.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪. 𝘉𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙧𝙠𝙖𝙨 𝙨𝙩𝙧𝙖𝙩𝙚𝙜𝙞...
"Lapor Laksamana. Raknarok berhasil masuk ke dalam guild pelindung galaksi. Dan para perajurit di sana dan Laksamana Agram masih bertahan melawannya tetapi mereka kehilangan banyak orang jadi cepat atau lambat Raknarok akan berhasil mendapatkan Sumber kehidupan." Ucap Udin.
"Lapor Laksamana. Muncul beberapa iblis kuat di bagian depan. Banyak pesawat angkasa kita telah hancur dan kita telah kekurangan kekuatan di bagian depan." Ucap Asep.
"Lapor Laksamana markas POAP, GR, PS, MS, MEOAM, SOAM, dan TGOTGPP. Telah musnah semuanya karena tiba-tiba muncul pasukan iblis yang sangat banyak dan kuat. Yang tersisa cuma markas TSATPOTG, LATPOTG, dan SGATW Laksamana." Ucap Alan.
"Lapor Pasukan Laksamana Agram telah kalah dari Raknarok semuanya terkuat parah. Tetapi masih ada satu orang dia adalah anggota SGATW dia memilih kekuatan melebihi manusia pada umumnya. Dan dia sekarang lagi bertarung satu lawan satu dengan Raknarok." Ucap Aldi.
"Lapor Laksamana. Pasukan musuh memanggil bala bantuan." Ucap Adi.
"Pindahan sumber kehidupan nya ke markas LATPOTG. Setelah sumber kehidupan berhasil di pindahkan maka suruh semua pasukan yang selamat mundur ke teleportasi yang di buka nantinya." Ucap Laksamana Brian.
"Baiklah Laksamana." Jawab Mereka.
__ADS_1
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘮𝘢𝘳𝘬𝘢𝘴
𝘓𝘈𝘛𝘗𝘖𝘛𝘎 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘮𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘥𝘶𝘳 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘪𝘵𝘶.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙎𝙩𝙧𝙖𝙩𝙚𝙜𝙞. ...
"Sepertinya kita kalah dari Raknarok." Ucap Laksamana Brian.
"Apakah tidak masalah kita memindahkan sumber kehidupan ke markas LATPOTG itu?" Bertanya Laksamana Clovis.
"Kita tidak boleh diam saja. Laksamana Clovis, Brian, dan Erick kalian pergi ke depan untuk menambah kekuatan bagian depan. supaya kita bisa mengulurkan waktu untuk memindahkan sumber kehidupan." Ucap Laksamana Theo.
"Sedangkan saya akan ke bagian dalam guild pelindung galaksi untuk membantu melawan Raknarok itu." Ucap Laksamana Theo.
"Baiklah." Jawab para Laksamana.
𝘗𝘢𝘳𝘢 𝘓𝘢𝘬𝘴𝘢𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯. 𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘦𝘴𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙜𝙪𝙞𝙡𝙙 𝙥𝙚𝙡𝙞𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖𝙡𝙖𝙠𝙨𝙞...
"Topan, Lindu, Rehan, Emilia, Tasya, Cicilia, Elsya. Bangunlah kita sudah berjanji kan untuk kembali ke markas kita dengan selamat." Ucap Ridho sambil menangis.
"Dasar bodoh kamu kira kami selemah ini?" Ucap Topan sambil berusaha bangkit kembali.
"Benar kali." Ucap Lindu sambil berusaha bangkit kembali.
"Syukur lah kalian berdua baik-baik saja." Ucap Ridho sambil menangis.
"Ridho cepat bawa teman-teman kita ketempat yang aman. Biar kami berdua yang akan menahannya." Ucap Topan.
"Aku akan memindahkan mereka semua dulu kalian berdua bertahan lah." Ucap Ridho.
"Oke." Jawab Mereka.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘯. 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘭𝘶𝘳 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢.
"Masih bisa bertarung Du?" Bertanya Topan.
"Masih. Bagaimana dengan mu?" Bertanya Lindu.
"Masih juga. Ayo kita ulur waktu untuk Ridho." Ucap Topan.
"Baiklah." Jawab mereka.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘭𝘶𝘳 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘯. 𝘚𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘯.
𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘢𝘣𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘩𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪.
"Aku sudah membawa yang lain ke tempat yang aman sekarang giliran kalian pergi biar aku yang menahannya." Ucap Ridho.
"Apa?" Terkejut Ridho karena Topan dan Lindu sudah tergeletak di lantai.
__ADS_1
"Topan, Lindu." Ucap Ridho.
"Tenang lah mereka masih hidup. Tetapi cuma terluka parah aja karena serangan Raknarok itu." Ucap Ashura.
"Syukur lah kalau begitu." Ucap Ridho.
"Terimakasih sudah mengulur waktu untuk ku. Sekarang serahkan dia kepada ku." Ucap Ridho.
"Hey Raknarok lawan mu sekarang adalah aku." Ucap Ridho sambil berusaha menjadi setengah iblis.
"Sepertinya kau memiliki kekuatan yang hebat." Ucap Raknarok.
"Ku harap aku bisa bersenang-senang melawan mu." Ucap Raknarok.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘪𝘵𝘶. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨𝘭𝘢𝘩 𝘒𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘵 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
"Sepertinya aku tidak boleh meremehkan mu." Ucap Raknarok.
"Bising kau. Kau sudah membuat teman-teman ku seperti itu. Sekarang aku akan menghabisimu." Ucap Ridho dengan marah.
"Coba saja. Hahahhahahhaha." Ucap Raknarok.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘶𝘴 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪-𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘱𝘢𝘪 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴𝘯𝘺𝘢.
"Sepertinya sudah mencapai batasnya ya." Ucap Raknarok.
"Bising kau iblis sialan."Ucap Ridho.
"Ku akui kau memilih kekuatan yang begitu menyeramkan hampir saja aku terbunuh oleh kekuatan mu itu." Ucap Raknarok.
"Seperti nya cuma sampai di sini aja ya?" Ucap Ridho.
"Sialan padahal sedikit lagi aku bisa membunuh nya." Ucap Ridho.
"Maaf teman-teman aku sudah berusaha tetapi aku gak bisa mengalahkan nya." Ucap Ridho sambil terjatuh.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘢𝘴 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩.
"Kerja bagus anak muda. Gak ku sangka kamu bisa membuat Raknarok terluka separah itu." Ucap Laksamana Theo.
"Sekarang serahkan saja dia kepada ku. Kamu bisa istirahat sekarang." Ucap Laksamana Theo.
"Tolong selamatkan teman-teman ku Topan dan Lindu yang tergeletak di sana." Ucap Ridho sambil menunjuk ke arah kedua temannya.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Laksamana Theo.
"Terimakasih." Ucap Ridho.
"Sama-sama." Jawab Laksamana Theo.
Laksamana Theo pun langsung menolong kedua teman-teman nya Ridho dan juga Ridho. Setelah membawa mereka ke tempat yang aman Laksamana Theo langsung menjumpai Raknarok supaya dia tidak mendapat sumber kehidupan itu.
__ADS_1
𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...