
Keesokan harinya Ridho langsung mengumpulkan teman-temannya untuk berdiskusi tentang progres pembangunan tembok.
"Oke semuanya. Aku akan membahas tentang progres pembangunan tembok di sekitar base kita." Ucap Ridho.
"Kenapa terburu-buru untuk membangun tembok? kan masih banyak yang belum kita bangun di dalam base kita ini?" Bertanya Lindu.
"Rehan jelaskan ke mereka." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Rehan.
Rehan langsung menjelaskan ke mereka semuanya tentang dia yang sudah menemukan desa di dekat base mereka.
"Oh begitu." Ucap Lindu.
"Jadi kita harus memasang pertahanan di base kita. Takutnya suku pedalaman itu menyerah base kita pula. Maka dari itu untuk berjaga-jaga kita harus secepat mungkin membangun tembok di sekitar base kita." Ucap Ridho.
"Topan apakah kamu bisa membuat tembok yang mengelilingi base dan ladang kita." Bertanya Ridho.
"Gampang itu." Jawab Topan.
"Okelah." Ucap Ridho.
"Topan kamu tugasnya untuk membangun tembok ya." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Topan.
"Karena Rehan yang tau lokasi desa itu, maka Rehan kamu awasi terus desa itu jangan lengah sedikit pun ya." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Rehan.
"Dan Lindu kamu beli skill pembuat senjata. Dan langsung membuat senjata supaya suatu saat kita di serang oleh mereka kita bisa melawan balik." Ucap Ridho.
"Baiklah." Ucap Lindu.
"Kamu jadi ngapain?" Bertanya Lindu.
"Aku membantu kamu membuat senjata lah. Emangnya mau ngapain lagi." Ucap Ridho.
"Baiklah kalau gitu." Ucap Lindu.
"Semua sudah mendapat tugasnya kan. Sekarang ayo saatnya kita bergerak." Ucap Ridho.
"Iya." Ucap Mereka.
Mereka langsung berpencar dan melaksanakan tugas mereka masing-masing.
"Sebelum memantau desa itu aku harus mencari tempat persembunyian ku supaya aku lebah gampang untuk memantau pergerakan para orang desa itu." Berpikir Rehan.
Rehan langsung mencari tempat persembunyian langsung.
"Gimana susah beli skill pembuat senjata?" Bertanya Ridho.
"Sudah. Kamu juga beli lah, kalau gak beli kamu gak bisa membuat senjata kan?" Ucap Lindu.
"Baiklah." Jawab Ridho.
Setelah mereka berdua membeli skill pembuat senjata. Mereka langsung membuat senjata yang kuat dan hebat.
"Mau gimana bentuk dindingnya ya?" Berpikir Topan.
"Gimana kalau ku buat seperti dinding kastil saja? Kan lebih bagus." Berpikir Topan.
"Bentar-bentar kenapa gak sekalian aku bikin kastil aja?" Berpikir Topan.
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu. Aku akan membuat kastil saja. Tetapi rumah ini gimana?" Berpikir Topan.
"Aaaaaahh. Bingung kali tai lah." Kebingungan Topan.
"Robohkan aja lah. Bodoh aman mending bikin kastil aja lebih bagus dan kokoh lagi." Berpikir Topan.
Topan pun langsung merobohkan rumahnya dan dia langsung membuat kastil untuk base mereka.
Sementara Itu Ridho dan Lindu pergi ke sungai untuk membuat senjata yang op. Jadian ya Mereka gak tau kalau Topan lagi membuat kastil. Begitu juga dengan Rehan.
Tiba-tiba Topan menemukan skill op. Skill itu seperti fitur untuk membeli bangunan. Nanti di skill itu banyak sekali jenis-jenis bangunan jadi ketika Topan sudah mengaktifkan skill itu maka dia bisa memilih bangunan apa yang dia inginkan.
Tetapi harga skill itu 130.000. Tetapi untuk sekali pakai.
"Bagaimana ya. Emmm." Kebingungan Topan.
"Yaudah lah. Coba saja." Ucap Topan.
Topan pun langsung mengaktifkan skill itu dan dia memilih bangunan.
"Nah kastil aja gak masalah kurasa." Ucap Topan.
"Apa anda ingin memasang kasti ini? "Pemberitahuan sistem.
"Iya." Ucap Topan.
"Baiklah kalau begitu. Apakah anda boleh menjauh dari sini sebentar saja karena kastil akan di bangun." Pemberitahuan Sistem.
"Baiklah." Ucap Topan.
Topan pun langsung menjauh karena daerah base mereka akan di bangun kastil secara ajaib.
"Wah kastil itu membangun sendiri. Lumayan juga ya skill itu jadian ya gak sia-sia aku." Ucap Topan.
Topan pun cuma melihat kastil itu di bangun sendiri. Gak lama kemudian akhirnya Kastil itu sudah jadi.
"Wah hebat kali skill itu. Bisa membangun kastil yang begitu besar dalam sekejap." Ucap Topan.
"Aku yakin mereka semua nanti setelah kembali pasti akan jadi bingung dan terkejut." Berpikir Topan.
"Coba lah keliling bentar. sekalian lihat-lihat ruangan nya." Berpikir Topan.
Topan pun langsung berkeliling dan melihat masing-masing ruangannya.
Akhirnya sore pun tiba Ridho dan Lindu masih belum bisa membuat senjata. Mereka kesulitan karena tidak ada ruangan khusus untuk membuat senjata. Begitu juga dengan Rehan. Dia berulang kali membuat tempat persembunyiannya tetapi selalu saja gagal. Dia bikin di atas pohon dan tiba-tiba pohonnya patah.
Ridho, Lindu, dan Rehan pun terpaksa pulang dengan tangan kosong. Mereka tidak mendapat apa-apa.
Setelah sampai di base nya mereka terkejut karena base mereka yang kecil itu sudah menjadi kastil.
"Apa-apa an itu." Terkejut Ridho.
"Kastil apa itu. Padahal tadi gak ada loh?" Kebingungan Lindu.
"Kalian di disni rupanya." Ucap Rehan.
"Ada apa kok kalian bengong?" Bertanya Rehan.
"lihat itu." Ucap Ridho sambil menunjukkan ke kastil itu.
Rehan pun langsung melihat yang di tunjuk oleh Ridho. Setelah itu dia pun terkejut juga.
__ADS_1
"Apa itu?" Ucap Rehan sambil terkejut.
"Tapi ngomong-ngomong dimana base kita?" Bertanya Ridho.
"Tah lah. Bukannya di sini base kita?" Ucap Lindu.
"Apa mungkin base kita jadi kastil ini?" Ucap Rehan.
"Tidak tidak tidak." Ucap Ridho dan Lindu.
Mereka tiba-tiba melihat ada seseorang yang keluar dari pintu gerbang kastil itu.
"Ada seseorang di sana ayo kita datangi." Ucap Ridho.
"Baiklah." Ucap Mereka.
Mereka bertiga pun langsung mendatangi seseorang yang baru saja keluar dari pintu gerbang itu.
Setelah di datangkan mereka bertiga terkejut sekali dengan orang itu.
"Kalian sudah kembali ya?" Ucap Topan.
"Topan. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Bertanya mereka.
Topan pun menjelaskan semuanya tentang kastil itu dan skill yang sekali pakai punya dia.
"Oh begitu ceritanya. Hebat juga skill mu ya pan." Ucap Ridho.
"Ya begitulah." Ucap Topan.
"Mana senjata yang kalian buat?" Bertanya Topan.
Ridho dan Lindu pun langsung menjelaskan semuanya kenapa mereka tidak membawa senjata.
"Owalah. Yaudah lah gak apa-apa." Ucap Topan.
"Kalau kamu gimana han?" Bertanya Topan.
Regan pun menjelaskan semuanya juga ke mereka semua tentang yang dia lakukan di sana.
"Hahahha. lain kali kalau gak usah kalau gak bisa." Ucap Topan.
"Iya iya." Ucap Rehan.
Tiba-tiba muncul pesawat yang sangat besar dan aneh sekali.
"Pesawat apa itu aneh sekali?" Ucap Topan.
"Benar kali. Lihat pesawat itu turun." Ucap Ridho.
"Ada apa sebenarnya ini?" Bertanya Ridho.
"Kami pun tidak tau." Ucap Rehan.
"Lihat ada yang keluar dari pesawat yang aneh itu." Ucap Ridho.
"Bener sekali. Semuanya tetap waspada." Ucap Ridho.
"Baiklah." Ucap Mereka.
Siapakah seseorang yang keluar dari pesawat yang aneh itu? Apakah seseorang yang keluar dari pesawat jahat? Apa yang harus Ridho dan kawan-kawan lakukan untuk selanjutnya?
__ADS_1
Apakah Ridho dan Teman-teman akan bertarung untuk melawan seseorang yang keluar dari pesawat yang aneh itu? Untuk menyelamatkan diri mereka?
...BERSAMBUNG...