Angel Beats School

Angel Beats School
Latihan tanding


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai juga di ruangan komandan kyler.


"Komandan lihat." Ucap Tasya dengan panik.


"Ada apa tasya." Jawab komandan kyler.


"Apa!!!!!!!" Terkejut komandan kyler.


"Bagaimana bisa?" Bertanya komandan kyler.


Ridho pun menjelaskan kepada komandan kyler kenapa dia bisa memilih senjata itu.


"Begitu ceritanya." Ucap komandan kyler.


"Jadi bagaimana ini komandan?" Bertanya Tasya.


"Gimana ya komandan aja juga bingung." Ucap komandan kyler.


"Ada apa dengan pedang ini komandan?" Bertanya Ridho.


"Itu bukan pedang melainkan itu sebuah katana yang melegenda." Ucap komandan kyler.


"Maksudnya gimana komandan?" Bertanya Topan.


"Katana itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Dan akan membuat penggunaan menjadi tak terkalahkan." Ucap komandan kyler.


"Menurut legenda gitu. Tetapi komandan masih kurang tau tentang katana itu." Ucap komandan kyler.


"Jadi gimana ini komandan?" Bertanya Ridho.


"Gimana apa nya?" Ucap komandan kyler.


"Katana ini." Ucap Ridho.


"Mulai sekarang itu senjata mu. Dan akan menjadi milikmu." Ucap Komandan kyler.


"Kata komandan ini katana yang melegenda." Ucap Ridho.


"Mitosnya gitu. Dan mungkin itu bukan katana yang melegenda melainkan katana yang memiliki kemampuan khusus aja." Ucap komandan kyler.


"Oh jadi cuma katana yang biasa saja." Ucap Ridho.


"Pas sekali kalian ngumpul di sini. Jadi saya gak perlu repot-repot memanggil kalian lagi." Ucap komandan kyler.


"Ada apa komandan?" Bertanya Mereka.


"Tunggu saja." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Ucap mereka.


Mereka pun menunggu tetapi mereka tidak tau apa yang lagi mereka tunggu.


"Nah sepertinya mereka sudah datang." Ucap komandan kyler.


"Mereka? siapa?" Berpikir Ridho.


"Kami kembali komandan." Ucap Emilia.


"Oke." Jawab komandan kyler.


"Komandan mereka siapa?" Bertanya Emilia.


"Mereka adalah anggota baru kita." Ucap komandan kyler.


"Emilia kumpulkan semua rekan-rekan mu dan langsung segera ngumpul di ruangan latihan segera." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Ucap Emilia.


Emilia lun pergi dan langsung memanggil rekan-rekan nya. Setelah itu langsung pergi ke rungan latihan. Karena komandan kyler nyuruh mereka ngumpul di sana.


"Ayo kita duluan ke tempat latihan." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab mereka.


Mereka pun langsung pergi menuju ruangan latihan.


Akhirnya semua orang sudah ngumpul di ruang latihan.


"Oke semuanya suah ngumpul kan." Ucap komandan kyler.

__ADS_1


"Sudah komandan." Ucap mereka.


"Ada apa komandan, kok kami di suruh ngumpul di sini?" Bertanya Emilia.


"Saya mengumpulkan kalian di sini untuk menunjukkan skill bertempur kalian kepada anggota baru ini dan kalian akan melakukan latihan tanding dengan anggota baru kita ini." Ucap Komandan kyler.


"Baiklah komandan." Ucap mereka.


"Jadi mereka berempat ini anggota baru nya." Berpikir Emilia.


"Mereka terlihat lemah sekali." Berpikir Emilia.


"Tetapi aku tidak boleh meremehkan mereka." Berpikir Emilia.


"Oke, kita akan membagi menjadi kedua tim." Ucap komandan.


"Tim satu. Emilia, Cicilia, Elsya, Dan Tasya." Ucap komandan kyler.


"Dan Tim dua. Ridho, Topan, Lindu, dan Rehan." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab mereka.


"Komandan apa gak masalah kami satu tim. Mereka pasti akan kesusahan komandan." Ucap Cicilia.


"Tidak apa-apa, nanti pas mereka menghadapi lawan yang kuat, jadi mereka tidak takut lagi." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Ucap mereka.


"Masuk ke dalam arena." Ucap komandan kyler.


"Baik komandan." Ucap Mereka.


Mereka semua pun langsung masuk ke dalam arena dan setelah itu pertandingan di mulai.



Seketika tempat latihannya langsung berubah. Dan pertandingan nya di mulai.


"Oke teman-teman kita harus tunjukkan kekuatan kita kepada mereka." Ucap Ridho.


"Kita harus membuat rencana." Ucap Topan.


"Aku punya rencana." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Topan.


"Kalian berdua bersembunyi di reruntuhan bangunan itu karena mereka tidak berpikir kalau kita akan mengumpat di reruntuhan bangunan itu." Ucap Ridho.


"Oke." Jawab Mereka.


"Dan aku akan bersembunyi di dalam sebuah ruangan untuk memancing mereka. Nanti kan mereka pasti datang untuk memburu aku. jadi saat itu kalian muncul dan langsung menembak mereka." Ucap Ridho.


"Tetapi hati-hati jangan sampai kalian ter tembak duluan oleh mereka." Ucap Ridho.


"Baik lah." Jawab mereka.


"Kalau gitu ayo ke posisi sekarang." Ucap Ridho.


"Oke." Jawab mereka.


Ridho dan teman-temannya membuat rencana yang sangat bagus dan juga berbahaya. Tetapi Tim Emilia membuat rencana juga yang lumayan bagus.


"Oke semuanya kita jangan sampai kalah dengan anak baru itu. Kita harus berjuang." Ucap Emilia.


"Kita tunjukkan kekuatan kita sebenarnya kepada mereka." Ucap Tasya.


"Oke." Jawab mereka.


"Aku tau senjata mereka." Ucap Tasya.


"Ini informasi yang sangat bagus." Ucap Emilia.


"Satu orang menggunakan sniper, satu lagi menggunakan katana, dan dua menggunakan senjata seperti kita." Ucap Tasya.


"Katana yang benar aja? apa bisa dia menangkis peluru kita menggunakan Katana Itu." Ucap Elsa.


"Mungkin bisa jangan remehkan musuh kita." Ucap Emilia.


"Maaf." Ucap Elsya.

__ADS_1


"Aku mempunyai rencana." Ucap Emilia.


"Tasya kamu ke atas gedung dan cari keberadaan sniper mereka. Karena Sniper sangat merepotkan." Ucap Emilia.


*Baik." Jawab Tasya.


"Cicilia dan Elsya kalian koper aku dari belakang." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab mereka.


"Dan aku sebagai umpan nya aja." Ucap Emilia.


"Baiklah." Jawab Mereka.


"Ayo bergerak." Ucap Emilia.


"Oke." Jawab teman-temannya.


ke dua belah pihak memiliki strategi yang lumayan bagus .


"Kalian sudah di posisi masing-masing?" Bertanya Ridho.


"Sudah." Jawab mereka.


"Bagus." Ucap Ridho.


"Pan gimana dari atas mereka sudah terlihat apa belum?" Bertanya Ridho.


"Belum." Jawab Topan.


"Bagus, terus pantau." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Topan.


"Di sini sulit bernapas aku." Ucap Lindu.


"Sudah jangan mengeluh. Persembunyian kita bagus sekali ini." Jawab Rehan.


"Aku gak nyaman di sini." Ucap Lindu.


"Jangan banyak gerak nanti kita ketahuan." Ucap Rehan.


"Oke oke." Jawab Lindu.


"Kami gak boleh kalah ini. Kami harus berusaha untuk menang." Berpikir Ridho.


Tiba-tiba Topan melihat salah satu dari mereka ada di atas gedung. Dan Topan langsung melapor ke Ridho.


"Lapor. Salah satu dari mereka berada di atas gedung." Ucap Ridho.


"Siapa itu?" Bertanya Ridho.


"Itu Tasya." Ucap Topan.


"Pan sembunyi dan jangan menembak apa pun yang terjadi. Dia lagi mencari keberadaan mu." Ucap Ridho.


"Kalau mereka menemukan keberadaan mu maka kamu pasti akan jadi sasaran utamanya." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Topan.


"Terus pantau dia." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Topan.


"Kalau aku menembak dia pasti langsung mengetahui persembunyian ku. Lebih baik jangan gegabah dulu aku." Berpikir Topan.


"Han lihat mereka datang." Ucap Lindu.


"Benar, cepat lapor ke Ridho." Ucap Rehan.


"Oke." Jawab Lindu.


"lapor Kami sudah melihat mereka bertiga. mereka akan sampai di persembunyian mu sebentar lagi." Ucap Lindu.


"Bagus. Biarkan saja aku akan menyambut mereka." Ucap Ridho.


"Kalian berdua bidik saja mereka setelah itu kalau aku bilang tembak tinggal tembak ya." Ucap Ridho.


"Baiklah." Jawab Mereka.

__ADS_1


"Ayo datang cepat, sebentar lagi kalian akan masuk ke jebakan kami." Berpikir Ridho.


...π˜½π™€π™π™Žπ˜Όπ™ˆπ˜½π™π™‰π™‚...


__ADS_2