Angel Beats School

Angel Beats School
Ice slime king part 2


__ADS_3

"Kenapa kalian sangat terkejut?" Bertanya Emilia.


"Pasti di sana sangat dingin." Ucap Lindu.


"Apa kita akan baik-baik saja?" Bertanya Elsya.


"Tenang lah kita akan baik-baik saja kok." Jawab Emilia.


"Lah. Elsya ada apa dengan mu kenapa wajahmu pucat?" Bertanya Lindu.


"Apa kamu sakit Elsya?" Bertanya Emilia.


"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Jawab Elsya dengan nada pelan.


"Aku istirahat dulu ya?" Ucap Elsya.


"Baiklah." Jawab mereka.


𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘙𝘢𝘴 𝘬𝘶𝘤𝘪𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯. 𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘒𝘶𝘤𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯.


"Oh iya. Elsya kan Ras kucing jadi dia tidak terlalu suka dengan tempat dingin." Berpikir Lindu.


"Pantas saja Elsya pucat tadi rupanya dia ketakutan sekali." Berpikir Lindu.


"Emilia apakah kita ada satu set baju tebal. Kan gak mungkin kita bertahan di sana kalau kita tidak mempunyai satu set baju tebal?" Bertanya Rehan.


"Tenang saja. Di gudang belakang kita mempunyai satu set baju tebal agar kita tidak mati kedinginan." Ucap Emilia.


"Syukur lah kalau gitu." Jawab Lindu dan Rehan.


"Kira-kira berapa lama kita sampai di sana?" Bertanya Rehan.


"Ya paling tidak besok kita sampai nya. Karena ya lumayan jauh tempatnya." Ucap Emilia.


"Kalau gitu aku istirahat kah dulu." Ucap Lindu.


"Oke." Jawab Rehan.


"Kamu han?" Bertanya Lindu.


"Apanya?" Ucap Rehan.


"Maksudnya kamu di sini aja. Temanin Emilia?" Bertanya Lindu.


"Ya begitu lah." Jawab Rehan.


"Oke kalau begitu." Ucap Lindu.


𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘪𝘴𝘵𝘪𝘳𝘢𝘩𝘢𝘵.


...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙀𝙡𝙨𝙮𝙖....


"Bagaimana ini. Pasti di sana sangat dingin." Berpikir Elsya.


"Sebenarnya aku tidak suka tempat yang dingin karena aku Ras kucing jadi kalau aku berada di tempat yang sangat dingin maka pertahanan tubuh ku akan melemah." Berpikir Elsya.


"Dan aku akan langsung jatuh sakit. Bagaimana ini? Tetapi ini misi mau gimana lagi. Aku harus berjuang supaya tidak manjadi beban bagi mereka." Berpikir Elsya.

__ADS_1


"Tetapi tetap saja aku masih ketakutan?" Berpikir Elsya.


𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶. 𝘚𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬.


...𝘿𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙇𝙞𝙣𝙙𝙪...


"Sialan. Kenapa aku tidak bisa tidur?" Berpikir Lindu.


"Aku harus tidur supaya besok aku tidak ngantuk saat menjalani misi ku." Berpikir Lindu.


"Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa tidur?" Berpikir Lindu.


"Emangnya jam berapa ini?" Berpikir Lindu.


𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘮 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘫𝘢𝘮 20.00.


"Emmm. Pantes lah gak bisa tidur?" Berpikir Lindu.


"Sudah kebiasaan tidur jam 23.00. Ini di paksa tidur jam 20.00. Mana bisa." Berpikir Lindu.


"Kalau di pikir-pikir apakah Elsya baik-baik saja?" Berpikir Lindu.


"Coba lah ke sana. Penasaran aku dengan kondisi nya. Semoga saja dia mulai membaik." Berpikir Lindu.


𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘫𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢.


...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙀𝙡𝙨𝙮𝙖...


"Aku masuk ya?" Bertanya Lindu.


"Masuk saja." Jawab Elsya.


"Astaghfirullah. Kamu tambah parah." Ucap Lindu sambil terkejut.


"Aku baik-baik aja kok. Cuma perlu istirahat saja." Ucal Emilia.


"Gak usah bohong. Aku tau kalau kamu takut dengan tempat yang suhunya sangat dingin kan?" Bertanya Lindu.


"Tidak kok." Jawab Elsya dengan berbohong.


"Aku tau kalau kucing sangat sensitif dengan suhu yang sangat dingin karena mudah jatuh sakit." Ucap Lindu.


"Bagaimana kamu bisa tau?" Bertanya Elsya.


"Tau lah. Itu ilmu biasa. Semua orang tau itu." Jawab Lindu.


"Tenaga saja. Kata Emilia ada satu set baju tebal di gudang agar tubuh kita tidak terlalu kedinginan." Ucap Lindu.


"Begitu ya. Kukira kita bakal begini saja." Ucap Elsya.


"Mana mungkin. Kalau begini saja kita akan dalam masalah." Ucap Lindu.


"Bener juga." Ucap Elsya.


"Sudah jangan takut nanti kalau kamu masih ke dinginan nanti baju tebal ku akan kuberikan ke kamu saja." Ucap Lindu.


"Jadi kalau aku pakai punya kamu juga. Bagaimana dengan mu?" Bertanya Elsya.

__ADS_1


"Gak usah khawatir kan aku. Aku ini kuat." Ucap Lindu.


"Paling nanti aku husahakan mencari baju yang lain di gudang. Mana mungkin aku begini saja. Kalau aku begini saka bisa mati kedinginan aku." Berpikir Lindu.


"Apa kamu yakin?" Bertanya Elsya.


"Yakin lah." Jawab Lindu.


"Ya sudah lah. Aku mau istirahat dulu." Ucap Elsya.


"Kalau gitu aku kembali ke kamarku ya." Ucap Lindu.


"Baiklah." Jawab Elsya.


𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘨𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘥𝘪𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘦𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶. 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘦𝘬𝘦𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘣. 𝘓𝘶𝘮𝘢𝘺𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘶𝘥𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯.


...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙣𝙙𝙖𝙡𝙞...


"Ngomong-ngomong apakah kamu sudah ada strategi untuk kita melawan Ice slime king itu?" Bertanya Rehan.


"Untuk sekarang belum ada. Tetapi akan ku husahakan untuk membuat strategi yang bagus agar kita bisa mengalahkan nya." Jawab Emilia.


"Baiklah kalau gitu." Ucap Rehan.


"Oh iya Emilia kamu kan Ras Elf jadi apa tidak masalah dengan suhu sedingin itu?" Bertanya Rehan.


"Aku memilih ketahanan diri yang kuat jadi aku bisa bertahan di suhu yang sangat dingin. Tetapi kelemahan ku. Aku tidak bisa bertahan di Tetapi untuk suhu yang sangat panas. Aku tidak bisa itu." Jawab Emilia.


"Kami pun manusia juga tidak bisa bertahan di suhu yang sangat panas." Ucap Rehan.


"Kan mana tau bisa." Ucap Emilia.


"Bisa-bisa. Bisa matang sih." Jawab Rehan.


"Hahahha." Tertawa Emilia.


"Emilia apakah kamu tidak capek selalu nyupir pesawat ini.?" Bertanya Rehan.


"Ya kalau sudah capek tinggal istirahat saja?" Jawab Emilia.


"Lah terus siapa ya mengendalikan pesawat ini?" Bertanya Rehan.


"Pesawat ini bisa supir sendiri tetapi cuma 10jam saja. Lewat itu kita yang mengendalikan nya." Ucap Emilia.


"Begitu ya." Ucap Rehan.


"Yasudah lah aku istirahat duluan ya." Ucap Rehan.


"Baiklah." Jawab Emilia.


"Jangan terlalu memasakan untuk menyetir. Kalau kira-kira sudah capek istirahat saja. Soalnya bahaya nanti kalau capek-capek nyetir. Nanti kita kecelakaan pula." Ucap Rehan.


"Baiklah." Jawab Emilia.


...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...


𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘾𝙖𝙥𝙚𝙧 𝙀𝙧𝙤𝙩𝙞𝙘. 𝘼𝙩𝙖𝙨 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘿𝙞 𝙀𝙥𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞.

__ADS_1



__ADS_2