
"Aku dimana ini?" Berpikir Ridho.
"Dan apa yang terjadi dengan tempat ini? kenapa semuanya pada hancur dan terbakar?" Berpikir Ridho.
"Dan dimana semua orang?" Berpikir Ridho.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯. 𝘗𝘳𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘪𝘴𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩.
"Kenapa kamu gak lari?" Ucap Rio.
"Sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Bertanya Ridho.
"Giant lava golem telah bangkit kembali setelah 50 tahun." Ucap Rio.
"Apa giant lava golem? Monster apa itu?" Bertanya Ridho.
"Dia adalah salah satu monster malapetaka." Ucap Rio.
"Dan dia sangatlah tinggi dan menyeramkan. Banyak warga desa menjadi korban atas kebangkitan giant lava golem ini." Ucap Rio.
"Begitu rupanya. Bentar ini di mana?" Bertanya Ridho.
"Ini adalah kota Central City. Kota yang terbesar di planet fitness." Ucap Rio.
"Kita tidak ada banyak waktu lagi. Cepat pergi dari kota ini sebelum Giant lava golem menemukan kita." Ucap Rio.
𝘎𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘎𝘪𝘢𝘯𝘵 𝘭𝘢𝘷𝘢 𝘨𝘰𝘭𝘦𝘮 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘫𝘶𝘨𝘢. 𝘎𝘪𝘢𝘯𝘵 𝘭𝘢𝘷𝘢 𝘨𝘰𝘭𝘦𝘮 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢. 𝘎𝘪𝘢𝘯𝘵 𝘭𝘢𝘷𝘢 𝘨𝘰𝘭𝘦𝘮 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘥𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘰.
"Apakah itu monster yang bernama
Giant lava golem?" Bertanya Ridho.
"Bener sekali. Ayo cepat lari kita tidak bisa melawannya." Ucap Rio.
"Baiklah." Jawab Ridho.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘎𝘪𝘢𝘯𝘵 𝘭𝘢𝘷𝘢 𝘨𝘰𝘭𝘦𝘮 𝘪𝘵𝘶.
"Kita mau lari kemana?" Bertanya Ridho sambil lari.
"Ketempat yang aman dari Giant lava golem itu." Jawab Rio.
"Sepertinya Giant lava golem itu sudah melihat kita. Sepertinya dia mau menyerang kita." Ucap Ridho.
"Sobat kamu pergi duluan ke tempat yang aman. Biar aku yang akan menjadi umpan untuk nya." Ucap Rio sambil berlari.
"Jangan itu sangat berbahaya." Ucap Ridho.
"Kita tidak mempunyai pilihan lagi. Selamat tinggal sobat. Oh iya sebelum kita berpisah ingatlah nama ku ya sobat. Nama ku adalah Rio. Jangan lupa itu ya." Ucap Rio sambil memancing Giant lava golem supaya Giant lava golem menyerang dia.
"Baiklah. Dan nama ku adalah Ridho." Ucap Ridho sambil menjerit ke Rio.
"Oke. akan ku ingin nama mu sobat." Ucap Rio.
"Rio. Awas ada bangunan yang jatuh ke arah mu. Menghindar Rio cepat." Ucap Ridho sambil menjerit ke Rio.
"Tidak sempat sobat. Dan Selamat tinggal sobat." Kata-kata terakhir Rio sebelum Rio tertimpa oleh bangunan yang jatuh ke arahnya.
"Tidakkkkkkk. Rioooooooo." Ucap Ridho sambil menjerit.
"𝘙𝘪𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰𝘰." 𝘔𝘦𝘯𝘫𝘦𝘳𝘪𝘵 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰.
𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘳𝘪𝘵 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘙𝘪𝘰. 𝘚𝘰𝘯𝘵𝘢𝘬 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵.
"Ada apa do?" Bertanya Topan dengan panik.
__ADS_1
"Dan siapa itu Rio?" Bertanya Topan.
"Apakah aku cuma mimpi?" Bertanya Ridho.
"Kamu aneh sekali. Kok bisa bermimpi sampai seperti ini?" Jawab Topan.
"Kalau tadi itu memang mimpi kenapa sangat nyata sekali." Berpikir Ridho.
"Doh Tenaga dulu lalu ceritanya apa yang terjadi di mimpi mu itu." Ucap Topan.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶.
"Begitu ya?" Ucap Topan.
"Aku masih khawatir. Apa aku tanyakan saja ya ke komandan kyler tentang kota Central City itu?" Ucap Ridho.
"Yasudah coba tanyakan saja ke komandan kyler tentang kota Central City itu." Ucap Topan.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙏𝙖𝙮𝙨𝙖...
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰. 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘪𝘵𝘶.
"Mimpi apa itu? Baru kali ini aku mendapatkan mimpi yang seperti itu." Berpikir Tasya.
"Kota Central City, planet fitness, dan
Giant lava golem? Apa maksudnya ya?" Berpikir Tasya.
"Apa mungkin Planet fitness di bagian kota Central City akan di serang oleh Giant lava golem itu?" Berpikir Tasya.
"Kalau memang bener berarti apakah mimpi ku sebuah tanda kalau bentar lagi kota Central city akan di serang oleh Giant lava golem?" Berpikir Tasya.
"Giant lava golem adalah monster tingkat malapetaka kenapa bisa muncul di kota Central city?" Berpikir Tasya.
"Coba ku tanyakan saja sama komandan kyler lah. Mana tau komandan kyler tau tengah kota Central City itu?" Berpikir Tasya.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙮𝙡𝙚𝙧...
"Aku kembali komandan." Ucap kapten Oliver.
"Akhirnya kamu kembali juga." Ucap komandan kyler.
"Langsung saja ke intinya komandan. Planet fitness mengalami keanehan terutama di kota Central city." Ucal Kapten Oliver.
"Komandan tau kan kota Central city itu tempat yang bagaimana?" Bertanya Kapten Oliver.
"Jelas tau lah. Kota Central city adalah kota satu-satunya dan kota yang terbesar di planet fitness. Dan menurut info nya perkembangan teknologi di kota itu sangat lah cepat dan kota Central city adalah kota satu-satunya di alam semesta ini yang memiliki teknologi yang canggih." Ucal Komandan kyler.
"Jadi apa masalahnya kapten Oliver?" Bertanya komandan kyler.
"Di kota Central city mulai muncul keanehan setelah 50 tahun berlalu." Ucap kapten Oliver.
"Keanehan yang bagaimana kapten?" Bertanya komandan kyler.
"Gempa di planet itu sering terjadi, Para Monster-monster yang tinggal di gunung berapi malah turun dari gunung berapi itu . Monster salamander Dan wyvern mulai mengganas. kedua monster itu mulai menyerang warga kota itu." Ucap Kapten Oliver.
"Sepertinya akan ada bahaya yang terjadi di kota Central city itu?" Ucap Kapten Oliver.
"Begitu ya. Sepertinya ini situasi yang sangat gawat." Ucap komandan kyler.
"Jadi apa yang harus kita lakukan komandan? Tidak mungkin kan kalau kita biarkan saja kota Central city itu hancur?" Bertanya kapten Oliver.
"Untuk sekarang saya tugaskan kamu untuk memantau situasi di sana terlebih dahulu sebelum kita menurunkan anggota kita." Ucap komandan kyler.
"Baiklah komandan." Jawab Kapten Oliver.
"Komandan ijin masuk ya?" Bertanya Ridho.
__ADS_1
"Silakan." Jawab komandan kyler.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳.
"Loh ada kapten Oliver juga rupanya." Ucap Ridho.
"Bagaimana apakah saat kapten pergi kamu masih melati kekuatan kegelapan mu itu?" Bertanya kapten Oliver.
"Iya. Kapten." Jawab Ridho.
"Bagus." Jawab kapten Oliver.
"Ada apa kamu datang ke sini do?" Bertanya komandan kyler.
"Oh iya. Gawat komandan." Ucap Ridho.
"Gawat kenapa?" Bertanya komandan kyler.
"Permisi komandan boleh saya masuk." Ucap Tasya.
"Cih ganggu saja. Sudah tau penting masih ganggu saja." Berpikir Ridho.
"Ada apa ini? Gak biasanya serame ini yang mencari komandan kyler?" Berpikir kapten Oliver.
"Ya. Masuk aja." Ucap komandan kyler.
𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳.
"Lah ada kapten Oliver dan Ridho?" Ucap Tasya.
"Sepertinya kamu sehat-sehat saja ya Tasya." Ucap kapten Oliver.
"Bener kapten." Jawab Tasya.
"Ada apa kamu mencari saya?" Bertanya komandan kyler.
"Sebenarnya." Ucap Tasya.
"Sabar lah Tasya aku duluan. Kan aku yang datang pertama." Ucap Ridho.
"Ngalah napa sama cewe." Ucap Tasya.
"Kali ini gak bisa. Ada keadaan gawat." Ucap Ridho.
"Segawat itu kah, sampai gak mau ngalah dengan cewe." Ucal Tasya.
"Aku yang pertama ada urusan sama komandan kyler bukan kamu." Ucap Ridho.
"Bukan kamu aja. Aku pun juga." Ucap Tasya.
"Aduhh mereka ini selalu saja begini." Berpikir komandan kyler.
"Kalian berdua bisa diam dulu gak?" Bertanya komandan kyler.
"Maaf komandan." Ucap mereka berdua.
"Pertama Ridho dulu apa yang mau kamu bilang sama saya?" Bertanya komandan kyler.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘰𝘮𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘺𝘭𝘦𝘳. 𝘔𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶.
"Begitu ya." Ucap komandan kyler.
"Lah kok mimpi kita sama?" Bertanya Tasya.
"Kamu juga bermimpi itu?" Bertanya Ridho.
"Iya." Jawab Tasya.
"Komandan apakah itu sebuah pertanda untuk kita?" Bertanya Kapten Oliver.
__ADS_1
"Kemungkinan begitu." Ucap Komandan kyler.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...