
"Dasar goblin sialan. Bagaimana dengan tubuh yang sebesar itu dia bisa mempunyai kecepatan yang hebat." Berpikir Ridho.
"Sepertinya aku harus berhati-hati saat melawannya." Berpikir Ridho.
"Apakah kamu baik-baik saja do?" Bertanya Elsya.
"Aku baik-baik saja." Jawab Ridho.
"Kamu ngapain tiduran di sana. Cepat bangun." Ucap Tasya.
"Siapa yang lagi kau bilang tidur. Nenek peyot." Jawab Ridho.
"Melawan goblin king saja tidak bisa dasar lemah." Ucap Tasya dengan sombongnya.
"Dia berbeda. Dia sangat kuat." Ucap Ridho.
"Apanya yang kuat. Dia itu lemah dan kamu saja yang lemah." Ucap Tasya dengan sombongnya.
"Cih sombong sekali dia." Ucap Ridho.
"Kalau tidak percaya lawan saja sana. Nanti kalau mati jangan salahkan aku." Ucap Ridho.
"Mana mungkin aku bisa kalah dari goblin rendahan itu." Ucap Tasya dengan sombongnya.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘎𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘬𝘶𝘭 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪.
"Kan Sudah ku bilang." Ucap Ridho.
"Kalian berdua hati-hati." Ucap Ridho sambil berusaha berdiri lagi.
"Kalau sudah begini mau gimana lagi. Ayo Elsya kita serang dia." Ucap Topan.
"Baiklah." Ucap Elsya.
"Dor dor dor." Suara tembak dari senjata Topan dan Elsya.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘢𝘯𝘦𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶. 𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩.
"Kenapa dia bisa sembuh dengan cepat." Ucap Topan.
"Hati-hati dia memiliki regenerasi yang tinggi jadi kalian tidak bisa membunuh nya." Ucap Ridho.
"Kami pasti bisa membunuh nya. Ayo kita serang lagi pan." Ucap Elsya.
"Baiklah." Jawab Topan.
"Dor dor dor dor." Suara tembakan dari senjata Topan dan Elsya.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘮𝘣𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘨𝘶𝘯𝘢𝘯𝘺𝘢.
"Kita kehabisan peluru." Ucap Topan.
"Kalau begitu kita mundur dulu. Kita harus membuat Strategi untuk mengalahkan nya." Ucap Elsya.
"Tidak bisa Tasya dan Ridho terluka parah. Kita harus menyelamatkan nya terlebih dahulu." Ucap Topan.
"Kamu selamatkan Ridho dan aku Selamatkan Tasya." Ucap Elsya.
"Baiklah." Jawab Topan.
"Ayo doh bangun." Ucap Topan.
__ADS_1
"Terimakasih." Jawab Ridho.
𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳𝘪 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯. 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘦𝘱𝘪 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Elsya hati-hati Goblin king itu datang ke kamu." Ucap Topan.
"Tidak bisa di biarkan. Aku harus melindungi mereka." Ucap Ridho sambil berusaha berdiri.
"Apa?" Ucap Elsya.
𝘎𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Aku harus menyelamatkan mereka." Ucap Ridho.
𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰. 𝘋𝘢𝘯 𝘈𝘶𝘳𝘢 𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘮𝘶𝘵𝘪 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰. 𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳.
"Aura apa ini?" Berpikir Ridho.
"Aku merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir ke di tubuh ku." Berpikir Ridho.
"Aku harus menyelamatkan mereka." Berpikir Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘫𝘶 𝘎𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘌𝘭𝘴𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘛𝘢𝘴𝘺𝘢.
"Gawat aku tidak bisa menghindar." Berpikir Elsya dengan expresi ketakutan.
"Tiiiiing. serangan goblin king itu berhasil Ridho tahan.
"Bagaimana Ridho bisa secepat dan sekuat itu?" Berpikir Topan.
"Cepat Pergi dari sana." Ucap Ridho sambil menahan serangan goblin king itu.
"Apa? baiklah." Ucap Elsya.
"Topan cepat pergi lindungi Mereka." Ucap Ridho.
"Kamu bagaimana." Bertanya Topan.
"Aku akan melawannya sendiri. Kamu jaga mereka saja dan cepat tolong rawatlah Tasya dia terluka parah itu." Ucap Ridho.
"Apa kamu yakin bisa melawannya." Bertanya Topan.
"Aku akan memberi kalian waktu. Cepat pergi. Aku janji akan menyusul kalian." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Topan.
𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘭𝘶𝘳 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘛𝘦𝘮𝘢𝘯-𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪.
"Aku harus mengulurkan waktu agar teman-temanku selamat." Berpikir Ridho.
"Tinggal kita berdua ayo bertarung goblin jelek." Ucap Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶.
"Buck" Suara pukulan goblin king itu.
"Aku tidak boleh kalah dari nya." Ucap Ridho sambil berusaha berdiri lagi.
𝘎𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘬𝘶𝘭𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯.
"Dia Sangat kuat. Tetapi aku tidak boleh kalah." Berpikir Ridho.
__ADS_1
"Huk." Ridho muntah darah dan kepala Ridho mengeluarkan darah terus menerus gara-gara serangan goblin king itu.
"Sakit sekali. Tetapi aku tidak boleh menyerah." Berpikir Ridho.
"Pedang pinjamkan kekuatan mu." Ucap Ridho.
𝘗𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘶𝘬.
"Terimakasih. Aku akan menyelesaikan nya dengan segera." Ucap Ridho.
"Rasakan ini goblin king. Tebasan pemusnahan." Ucap Ridho.
"Tuss. Suara tebasan dari Ridho.
𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘎𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘮𝘶𝘴𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰. 𝘚𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘶𝘬 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙀𝙡𝙨𝙮𝙖...
"Tasya kamu tidak apa-apa?" Bertanya Elsya.
"Cuma sakit sedikit aja. Kita dimana." Ucap Tasya.
"Kita berhasil melarikan diri dari goblin king itu. Ridho yang menyelamatkan kita." Ucap Elsya.
"Jadi dimana si bodoh itu." Bertanya Tasya.
"Dia lagi melawan goblin king itu dan memberikan kita waktu untuk menyelamatkan diri kita." Jawab Elsya.
"Dia tidak bisa melawannya sendirian. Ayo kita segera kesana lagi." Ucap Tasya.
"Tapi." Ucap Elsya.
𝘈𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶𝘭 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢.
"Gimana keadaan mu Tasya?" Bertanya Topan.
"Aku tidak apa-apa." Jawab Tasya.
"Dimana Ridho?" Bertanya Tasya.
"Ridho menyuruh ku untuk melindungi kalian." Ucap Topan.
"Jangan bilang kamu tinggal kan dia di sana?" Ucap Tasya.
"Itu perintah nya." Jawab Topan.
"Apakah Dia baik-baik saja di sana?" Bertanya Elsya.
"Ayo kita kembali lagi untuk menolong nya terlebih dahulu. Jangan biarkan dia melawan goblin king itu sendirian. Dia bisa terbunuh nanti." Ucap Tasya.
"Kamu ketuanya jadi kami ngikutin saja." Ucap Topan.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘺𝘪𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘨𝘰𝘣𝘭𝘪𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘋𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘛𝘦𝘳𝘨𝘦𝘭𝘦𝘵𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘪𝘳.
"Ridho." Ucap Mereka.
"Bagaimana ini Ridho terluka parah?" Ucap Emilia.
"Lihat Kenapa Ridho mempunyai tanduk di kepalanya?" Ucap Topan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Bertanya Tasya.
__ADS_1
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...