
"Apakah kita akan kembali ke markas kita dengan selamat?" Bertanya Ridho.
"Aku yakin kita bakal pulang ke markas kita bersama-sama." Jawab Emilia.
"Apa kamu janji?" Ucap Ridho.
"Maaf aku tidak bisa janji tetapi akan ku usahakan kita bisa kembali ke markas dengan selamat." Ucap Emilia.
"Entah kenapa perasaan ku jadi gak enak ya?" Berpikir Ridho.
"Apa kami bener-bener akan bisa kembali ke markas kami bersama-sama tanpa ada kehilangan satu orang pun." Berpikir Ridho.
"Apakah kau takut do?" Bertanya Emilia.
"Sudah pasti. Aku bukan takut perang tetapi aku takut kehilangan kalian semua." Ucap Ridho.
"Kita ini prajurit jadi kehilangan nyawanya saat di medan perang suatu kehormatan bagi kita. Karena setidak nya kita sudah berjuang untuk melindungi alam semesta ini." Ucap Emilia.
"Apakah kamu tidak takut Emilia?" Bertanya Ridho.
"Tidak. Malah aku bangga karena bisa berjuang di perang ini untuk melindungi alam semesta ini. Aku rela kok kalau aku harus kehilangan nyawa di peperangan kali ini." Ucap Emilia.
"Sudah jangan berpikir yang tidak-tidak. Percaya aja sama kami. Kita semua akan baik-baik saja kok." Ucap Emilia.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Ridho.
"Ayo kita ngumpul dulu sama yang lain." Ucap Emilia.
"Duluan saja. Nanti aku nyusul." Ucap Ridho.
"Baiklah." Jawab Emilia.
𝘌𝘮𝘪𝘭𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘶𝘮𝘱𝘶𝘭 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢.
"Mana Ridho?" Bertanya Topan.
"Sepertinya dia mencemaskan kita semua. Dia takut kehilangan kita semua di peperangan kali ini." Ucap Emilia.
"Tetapi kita semua akan baik-baik saja kan?" Bertanya Topan.
"Dasar bodoh. Apakah kamu adalah Tuhan. Bisa tau kalau kita bakal baik-baik saja." Ucap Lindu.
"Ini perang sudah pasti bakal banyak nyawa yang berjatuhan." Ucap Rehan.
"Bener kali. Di peperangan kali ini apa pun bisa terjadi. Jadi kita tidak kita tidak bakal tau apakah kita selamat atau tidak di peperangan kali ini." Ucap Tasya.
"Musuh kita adalah Ragnarok jadi kemungkinan kita selamat cuma sedikit." Ucap Elsya.
"Ya minimal 5% lah untuk kita selamat dari peperangan kali ini." Ucap Cicilia.
"Apa?" Terkejut Topan.
"Becanda. Gak usah anggap serius." Ucap Cicilia.
"Intinya di peperangan kali ini kita harus memberikan yang terbaik untuk perang ini supaya kita bisa menang melawan Ragnarok itu." Ucap Cicilia.
"Kalian ngomongin apa?" Bertanya Ridho.
__ADS_1
"Tidak." Jawab Topan.
"Semuanya sebelum perang dimulai kita harus membuat sumpah kalau kita bakal baik-baik saja dan kita bisa pulang ke markas kita bersama-sama dengan selamat." Ucap Topan.
"Kelihatan nya tidak buruk juga." Ucap Tasya.
"Boleh juga." Ucap Emilia.
"Aku tidak yakin, tetapi boleh lah." Ucap Cicilia.
"Oke." Ucap Elsya.
"Tidak masalah." Ucap Lindu.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain." Ucap Rehan.
"Apakah ini bagus atau tidak aku tidak tau. Tetapi aku percaya kepada kalian semua. Kita bakal baik-baik saja." Ucap Ridho.
"Oke. Kita semua sudah bersumpah. Guild pelindung galaksi adalah bukti bahwa kita tidak akan melanggar sumpah kita. Ayo kita berjuang untuk melindungi alam semesta ini dari ancaman Ragnarok dan lainnya." Ucap Topan.
"Ya." Jawab Mereka.
𝘗𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭. 𝘚𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘬𝘦 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘮𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨.
"Sepertinya sudah saatnya pertempuran dimulai." Ucap Emilia.
"Ayo berjuang semuanya." Ucap Emilia.
"Iya. Ayo." Jawab Mereka.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝘼𝙨𝙝𝙪𝙧𝙖...
"Apakah dia tidak ikut dalam peperangan kali ini?" Berpikir Ashura.
"Sepertinya tidak mungkin." Berpikir Ashura.
"Apa yang di rencanakan oleh dia? Kenapa dia tidak muncul di peperangan kali ini." Berpikir Ashura.
...𝙨𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙤𝙨𝙞𝙨𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙣𝙜-𝙢𝙖𝙨𝙞𝙣𝙜. ...
"Yang bener saja? Apakah itu musuh kami?" Berpikir Ridho.
"Banyak juga pesawat angkasanya." Ucap Topan.
"Syukur lah kita semua di tempatkan di dalam Guild pelindung galaksi." Ucap Lindu.
__ADS_1
"Kenapa kita berada di dalam guild pelindung galaksi bukannya di luar?" Bertanya Rehan.
"Menurut informasi di guild pelindung galaksi ada energi kehidupan. Mungkin Raknarok mengincar energi kehidupan supaya dia bisa bertahan kuat." Ucap Emilia.
"Berarti Raknarok akan datang ke sini untuk mengambil energi kehidupan?" Ucap Lindu.
"Kemungkinan begitu." Jawab Emilia.
"Jadi kita harus waspada." Ucap Emilia.
"Untung lah kita di sini rame jadi tidak perlu di khawatir kan kali." Ucap Topan.
"Memang bener tetapi Raknarok memiliki kekuatan yang luar biasa jadi kita tetap harus berhati-hati." Ucap Tasya.
"Tetapi kan laksamana Agram ada di sini jadi gak usah di khawatir kan kali. Sepertinya laksamana Agram memiliki kekuatan yang sangat kuat dari kita." Ucap Topan.
"Laksamana Agram memang memiliki kekuatan yang kuat tetapi kekuatan nya masih belum bisa menandingi kekuatan Raknarok." Ucap Cicilia.
"Jadi kita tetap harus hati-hati." Ucap Cicilia.
"Baiklah." Jawab Topan.
𝘉𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘪𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪.
"Lihat, sepertinya peperangan sudah di mulai." Ucap Topan.
"Mengerikan sekali. Lihat lah banyak sekali pesawat angkat yang hancur dan banyak kali nyawa yang terbuang karena peperangan ini." Ucap Lindu.
"Semua bersiaplah para pasukan Raknarok sudah mulai masuk ke guild pelindung galaksi." Ucap Laksamana Agram.
"Baiklah laksamana." Jawab Mereka.
𝘛𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪. 𝘗𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘎𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘪𝘵𝘶.
𝘉𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘨𝘶𝘪𝘭𝘥 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘱𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢. 𝘋𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘱𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘪𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘨𝘢𝘭𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘙𝘢𝘬𝘯𝘢𝘳𝘰𝘬. 𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯.
__ADS_1
𝘚𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘸𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘤𝘶𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘳𝘢-𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...