Angel Beats School

Angel Beats School
Senjata legenda


__ADS_3

Perajurit tersebut pun langsung memanggil Tasya yang sedang latihan.


"Tasya Kamu di panggil oleh komandan kyler. Komandan kyler menunggu di aula." Ucap salah satu prajurit.


"Baiklah aku akan segera ke sana." Jawab Tasya.


Setelah itu prajurit pun langsung pergi dan melanjutkan pekerjaan nya.


"Komandan kyler sudah pulang ya? Kira-kira aku akan mendapatkan misi yang seperti apa ya?" Berpikir Tasya.


Tasya pun langsung bergegas ke aula dan langsung menjumpai Komandan kyler.


"Lapor komandan, Saya sudah datang." Ucap Tasya sambil hormat.


"Oke." Jawab komandan kyler.



"Astaghfirullah cantik nya." Berpikir Topan.


"Pan, pan." Memanggil Ridho dengan berbisik.


"Sialan ni anak malah bengong dia." Berpikir Ridho.


Ridho pun langsung menginjak kaki nya Topan dengan kuat.


"Aduhhhhh." Ucap Topan.


"Ada apa dengan mu?" Bertanya komandan kyler.


"Maaf komandan." Ucap Topan.


"Oke." Ucap Komandan kyler.


"Ada apa? Kenapa kau menginjak kaki ku." Ucap Topan sambil berbisik ke Ridho.


"Makanya jangan bengong aja." Ucap Ridho berbisik ke Topan.


"Fokus." Ucap Ridho sambil berbisik ke Topan.


"Oke." Jawab Topan berbisik ke Ridho.


"Gimana keadaan markas sekarang ini?" Bertanya Komandan kyler.


"Sama sekali tidak baik komandan." Ucap Tasya.


"Semenjak komandan pergi Laksamana ambil cuti sampai sekarang ini, jadi yang ngurus adalah Kapten Oliver." Ucap Tasya.


"Intinya situasi saat ini sangat lah kacau." Ucap Tasya.


"Terimakasih Informasinya." Ucap komandan kyler.


"Sama-sama komandan." Jawab Tasya.


"Komandan mereka siapa?" Bertanya Tasya.


"Mereka adalah anggota baru kita. Karena komandan mau ngurusin markas ini, jadi tolong antarkan mereka ke ruangan itu." Ucap Komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab Tasya.


"Saya serahkan mereka ke kamu ya Tasya." Ucap komandan kyler.


"Baiklah komandan." Jawab Tasya.


Komandan Kyler langsung pergi ke ruangan dan langsung membereskan permasalahan yang ada di markas besar SGATW.


Sedangkan Tasya bisa di bilang mendapatkan misi untuk mengantar kan mereka berempat ke sebuah ruangan yang di suruh komandan kyler.


"Ayo ikutin aku." Ucap Tasya.


"Baiklah." Ucap mereka.


"Hai. Boleh kenalan?" Bertanya Topan.


Tasya cuma diam saja. Dan tidak ada respon sama sekali.


"Seperti nya aku di kacangin." Berpikir Topan.


"Lihat Topan di kacangin." Ucap Ridho berbisik ke Lindu dan Topan.


"Hahhahahah." Tertawa mereka bertiga.

__ADS_1


"Apa yang kalian tertawakan?" Bertanya Topan sambil marah.


"Gak Ada." Ucap Lindu.


"Bagaimana ya apa mungkin di tidak mendengar ku." Berpikir Topan.


"Hai. Boleh kenalan." Ucap Topan dengan tegas.


Tasya pun mengacanginya lagi.


"Anjir gak nyerah-nyerah tu anak." Ucap Ridho Berbisik ke Lindu dan Rehan.


"Hahahha. Sakit perutku gara-gara nahan ketawa." Ucap Lindu berbisik ke Ridho dan Rehan.


"Aku gak sanggup nahan ketawa lagi." Ucap Rehan berbisik ke Lindu dan Ridho.


"Masih di kacangin lagi aku." Berpikir Topan.


"Cih merepotkan sekali dia ini." Berpikir Tasya.


"Dia mengganggu ku saja." Berpikir Tasya.


"Apa aku harus menjawab nya." Berpikir Tasya.


"Coba sekali lagi lah." Berpikir Topan.


"Hai, boleh kenalan." Ucap Topan dengan nada kuat.


"Aku tidak budek, gak perlu kuat-kuat suaranya." Ucap Tasya.


"Anjirr aku gak sanggup lagi." Berpikir Rehan.


"Hahahhahahha." Tertawa Rehan.


"Jangan di ketawain kasihan dia. Dari tadi cuma di kacangin aja." Ucap Ridho sambil menahan ketawa.


"Kenapa dengan omongan mu sepertinya kamu mau tertawa juga kan." Ucap Topan.


"Jangan gitu doh. Ayo siapa yang mau beli kacang murah, murah." Ucap Lindu.


"Hahahhaha." Tertawa Ridho.


"Mereka bising sekali." Berpikir Tasya.


Seketika nyali mereka menjadi ciut dan langsung diam karena Tasya sudah marah karena mereka bising sekali.


"Maaf." Ucap Mereka.


"Menakutkan juga kalau dia marah ya?" Berpikir mereka masing-masing.


"Nah kita sudah sampai. Kalian masuknya satu per satu." Ucap Tasya.


"Ruangan apa ini?" Bertanya Ridho.


"Ini ruangan perlengkapan. Nanti pas kalian masuk ke sana ada pilihan tinggal pilih saja. senjata yang kalian mau." Ucap Tasya.


"Baiklah." Jawab Mereka.


"Aku duluan ya masuk." Ucap Topan.


"Oke." Jawab Mereka.


Topan pun langsung masuk ke dalam ruangan itu dan langsung memiliki baju dan senjata nya.


"Nah yang ini saja." Ucap Topan.


...𝘼𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙏𝙤𝙥𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖...



"Gimana bagus gak Tasya?" Bertanya Topan.


"Ya." Jawab Tasya.


"Gila ganteng bet kau ini." Ucap Ridho.


"Aku masuk ya." Ucap Lindu.


"Oke." Jawab mereka.


Lindu pun langsung masuk ke dalam ruangan itu dan langsung memilih baju dan senjata nya.

__ADS_1


"Pan kenapa kamu milih senjata sniper." Bertanya Ridho.


"Karena aku lebih suka pertarungan jarak saja." Ucap Topan.


"Oh gitu." Ucap Topan.


Akhirnya Lindu pun keluar juga.



"Sialan aku malah memilih ini." Ucap Lindu.


"Aku masuk ya." Ucap Rehan.


"Oke." Jawab mereka.


"Lumayan bagus juga pilihanmu du." Ucap Topan.


"Terimakasih." Ucap Lindu.


"Gaya mu keren kali du tadi pas keluar dari ruangan itu." Ucap Ridho.


"Jelas siapa dulu babang Lindu." Ucap Lindu.


"Ahhahahahah." Tertawa Lindu.


...𝘼𝙠𝙝𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙍𝙚𝙝𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖...



"Gimana du keren gak." Bertanya Rehan.


"Keren kok." Jawab Lindu.


Ridho pun langsung masuk dan memiliki baju dan senjata yang di sukainya.


Gak beberapa lama Ridho pun langsung selesai juga.



"Keren kali kau do." Ucap Topan.


"Haaahha. Terimakasih." Jawab Ridho.


"Kenapa kamu lebih memilih pedang do?" Bertanya Topan.


"Tah lah saat di dalam sana perhatian ku teralikan ke pedang ini aja. Yaudah pada akhirnya aku memili pedang itu." Ucap Ridho.


"Oh begitu." Ucap Topan.


Seketika Tasya pun terkejut karena Ridho bisa memegang pedang itu. Padahal gak ada satupun orang dari dulu sampai sekarang yang bisa menyentuh pedang itu. Bahkan laksanakan sekali pun.


"Apa pedang itu?" Terkejut Tasya.


"Apa yang kamu lakukan kepada kamu bisa memegang pedang itu." Bertanya Tasya.


"Kenapa kan ini cuma pedang biasa?" Jawab Ridho.


"Kalau memang itu pedang biasa cuma suruh teman mu sentuh pedang mu." Ucap Tasya.


"Kenapa emangnya." Bertanya Ridho.


"Sudah tes aja." Ucap Tasya.


"Baiklah." Ucap Ridho.


"Emangnya apa yang aneh dengan pedang ini. Ucap Topan sambil menyentuh pedang itu.


Seketika Topan. Langsung tersetrum oleh pedang itu. Dan teman-temannya mencobanya tetapi tetap sama saja. Mereka terkena setrum oleh pedang itu.


Tetapi Ridho baik-baik saja saat memegang pedang itu.


"Sudah kuduga." Ucap Tasya.


"Kenapa kalian tidak bisa menyentuh pedang ini." Ucap Ridho.


"Bagaimana bisa kamu gak kenapa-kenapa saat memegang pedang itu." Bertanya Topan.


"Cepat Ayo jumpai Komandan kyler kuras dia tau apa penyebabnya." Ucap Tasya.


"Baiklah." Jawab Mereka.

__ADS_1


Mereka pun langsung berlari ke ruangan komandan kyler untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dan kenapa saat Ridho memegang pedang itu tidak ada efek sama sekali, sedangkan Saat yang lain memegang nya langsung tersetrum.


...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...


__ADS_2