
"Sekarang aku harus ngapain? "Berpikir Ridho"
"Mungkin aku keliling sekolah dulu sepertinya, biar tau apa aja yg ada disekolah ini. "Berpikir Ridho"
'Sepertinya itu ide yg sangat bagus sekali. "Berpikir Ridho"
'Ridho pun langsung berkeliling sekolah nya untuk melihat hal apa-apa aja yg ada di sekolah nya.
'Sementara itu Topan.
"Sebenarnya Etskul band berada di mana sih? Dari tadi aku sudah mencarinya dan juga aku sudah bertanya kepada murid-murid lain tetapi tetap saja aku tidak menemukan nya. "Ucap Topan dengan Expresi kesal karena dia sudah berkeliling di sekolah dan juga bertanya kepada murid lainnya tetapi hasilnya tetap sama. Dia masih belum menemukan nya"
"Apa mungkin Etskul band nya belum buka. Kalau tau gitu ngapain aku cape-cape kesana kemari untuk mencari Etskul band, kalau Etskul band nya belum di buka. "Berpikir Topan"
"Sial!! Aku terlalu semangat sampai-sampai aku niat kali mencari Etskul band nya. Padahal Etskul nya masih belum di buka. "Berpikir Topan"
"Apa yg harus aku lakukan ni? "Berpikir Topan"
'Kruukkkkkkk bunyi suara perut Topan karena laper dia.
"Aku jadi laper gara-gara mencari Etskul band itu. Mending aku ke kantin aja untuk makan sebentar. "Berpikir Topan"
"Uangku cukup gak ya? coba ku keluar kan dulu. "Berpikir Topan"
'Topan langsung mengambil dompetnya yg berada di kantong celananya, untuk meriksa apakah uangnya cukup untuk dia mau makan di kantin sekolah. Tiba-tiba.
"Apa? mana dompet ku? apa terjatuh? "Berpikir Topan dengan Expresi kebingungan"
"Gak mungkin kantung celana ku dalam dan juga gak bolong bagaimana bisa jatuh? Bahkan aku tidak mengeluarkan apa-apa dari kantong celana ku dari tadi,bagaimana Bisahilang dompet ku. Apa mungkin ketinggalan di rumah? "Berpikir Topan dengan Expresi kebingungan"
"Gawat bagaimana ni? Perutku laper kali. "Berpikir Topan"
"Ya mau gimana lagi, tahanin aja lah nanti sampai rumah baru makan aku. "Berpikir Topan"
"Tetapi apa yg harus aku lakukan? "Berpikir Topan"
"Dah lah duduk aja di sini paling bentar lagi waktu nya masuk sekolah.
"Topan pun duduk di sana dengan perut yg kelaperan sambil menunggu waktu masuk sekolah.
'Sementara itu Lindu.
"Hay cantik boleh kenalan ? "Ucap Lindu sambil meminta untuk kenalan"
"Siapa kau sok akrab kali. "Ucap Dila"
'Dila pun langsung pergi meninggalkan Lindu.
"Cih sok cantik kali padahal aku cuma mau ngajak berkenalan aja. "Ucap Lindu dengan Expresi Kesal"
"Wah ada yg lebih cantik dari tadi, aku harus berteman dengan nya. "Berpikir Lindu"
"Hay cewe boleh kenalan gak? "Ucap Lindu meminta berkenalan"
"Ih, Jijik, Sana jauh jauh. "Ucap Sarah"
"Apa? "Ucap Lindu"
"Dia bilang Jijik? "Berpikir Lindu"
"Emangnya aku sejijik itu apa? "Berpikir Lindu"
"Wah ada yg paling cantik, aku harus kenalan ni? "Ucap Lindu dengan Expresi senang"
__ADS_1
"Hai kak boleh kenalan gak? "Bertanya Lindu"
"Menyingkir dari jalan ku, Dan jelek gak tau diri? "Ucap Anisa"
"Apa? "Ucap Lindu"
"Kenapa? "Berpikir Lindu"
"Kenapa semua cewe begitu kejam kepada ku? "Berpikir Lindu"
"Kalau begini kau gak mau kenal dengan cewe lagi. "Ucap Lindu"
"Anjir, Dia cantik kali. "Ucap Lindu"
"Hai dek boleh kenalan gak? "Ucap Lindu"
"Hah. Siapa yg kau bilang adik dasar tidak tau diri, menyingkir dasar hewan rendahan. "Ucap Feby"
"Lagi dan lagi? "Berpikir Lindu"
'Lindu pun langsung kehilangan semangat dia untuk berteman, dan dia duduk di pojokan dinding sekolah.
𝘚𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘙𝘦𝘩𝘢𝘯
"Kalau di pikir-pikir ngapain aku mikir ya? "Kebingungan Rehan"
"Apa yg mau aku lakukan ya, kok bisa lupa aku? "Berpikir Rehan"
"Emmm. oh iya aku mau mancari kelas ku ya. Kenapa bisa lupa aku dengan tujuan ku ini. "Berpikir Rehan"
"Tapi ini kan pertama kali masuk sekolah, ngapain aku ribet-ribet menceri kelas ku. Kan nanti di kasih tau sama gurunya kelasnya mana-mana aja. "Berpikir Rehan"
"Kalau gitu gak usah lah aku susah-susah nyari kelas ku. Mending aku melakukan hal yang lain aja. "Berpikir Rehan"
"Enaknya ngapain ya di hari pertama masuk sekolah ini. "Berpikir Rehan"
'Rehan pun langsung berkeliling sekolah nya untuk melihat hal apa aja yg ada di sekitar sekolah nya. Selagi Rehan berkeliling di sekolah nya dia menemui seorang murid yg sedang duduk di pojokan dinding sekolah di hari pertamanya.
"Wah siapa tu? "Berpikir Rehan"
"Kenapa dia duduk di pojokan dinding sekolah ini, ada apa dengan nya? "Berpikir Rehan"
"Coba ku datanginya. Sekalian mau bertanya kenapa dia? "Berpikir Rehan"
'Rehan pun menghampiri nya, karena Rehan bingung kenapa dia masih pagi-pagi sudah duduk di pojokan dinding sekolah padahal ini hari pertama nya masuk sekolah.
"Hai? "Ucap Rehan Memanggilnya"
"----------------"gak ada reaksi darinya"
"Kenapa kamu duduk di pojokan dinding sekolah ini? "Bertanya Rehan"
"---------------"Masih gak ada respon"
"Siapa namamu? "Bertanya Rehan"
"---------------"Masih gak ada respon"
"Ada apa dengan nya, kenapa dia tidak menjawab ku? "Berpikir Rehan"
"Apa mungkin dia bukan manusia? "Berpikir Rehan Dengan Expresi terkejut"
"Kalau dia bukan manusia berarti dia hantu. Apa yg harus aku lakukan? "Berpikir Rehan dengan Expresi Ketakutan"
__ADS_1
"Aku punya ide. Menurut kata orang lain hantu gak bisa di pegang berarti cara membuktikan nya dengan memukulnya. "Berpikir Rehan"
"Kalau gitu aku harus memukul nya untuk membuktikan nya dia hantu apa manusia. "berpikir Rehan"
"Nah pas kali ada kayu. "Ucap Rehan"
'Rehan pun langsung mengambil kayu untuk membuktikan apakah dia itu manusia apa hantu.
"Kalau kamu manusia maaf ya, karena aku ingin memastikan aja. Dan kalau kamu hantu mending pergi saja, jangan pernah muncul lagi di sekolah ini. "Ucap Rehan dengan nada pelan"
"Satu. "Ucap Rehan"
"Dua. "Ucap Rehan"
"Tiga. "Ucap Rehan"
"Rasakan ini hantuuuuuuuu. "Ucap Rehan sambil memukulkan kayu itu ke dia"
"Adu adu adu adu . "Ucap Lindu"
"Oi berhenti. "Ucap Lindu dengan Expresi Kesel"
'Rehan pun langsung berhenti memukulinya dengan kayu.
"Lah kamu manusia rupanya, kukira kamu hantu tadi. "Ucap Rehan dengan Expresi gak bersalah"
"Ya iyalah aku manusia, mana mungkin aku hantu. Lagi pula mana ada hantu di jaman sekarang. "Ucap Lindu dengan Expresi kesel"
"Hehhehe. "Expresi Rehan"
"Ngomong-ngomong kenapa dengan wajah mu? "Bertanya Rehan"
"Kok seperti abis di pukuli. "Ucap Rehan"
"Kan emang habis di pukuli aku. "Jawab Lindu"
"Siapa yg mukuli kamu, bilang sama aku biar kita males dia. "Ucap Rehan dengan tegas"
"Kenapa sih anak ini gak waras dia. Padahal dia sendiri yg memukuli aku masih aja bertanya dah gitu gak merasa bersalah pula tu. "Berpikir Lindu"
"Oh. kamu mau tau siapa yg abis memukuli ku? "Bertanya Lindu"
"Benar kali. "Jawab Rehan"
"Kalau gitu sini kayu mu biar kita pukuli dia gantian. "Ucap Lindu"
"Nah. "Jawab Rehan"
"Oke, Terimakasih. "Ucap Lindu"
"Kamu mu tau kak orang nya? "Ucap Lindu dengan wajah yg menyeramkan"
"Benar kali. Tetapi kenapa wajahmu menyeramkan? "Bertanya Rehan"
"Gak kok. Wajah ku gak menyeramkan. Orang nya di depan aku. "Ucap Lindu"
"Mana, Aku gak melihat nya. "Bertanya Rehan"
"Coba hadap kebelakang. "Ucap Lindu dengan muka yg menyeramkan"
"Dah. "Jawab Rehan"
"Rasakan ini. "Ucap Lindu dengan Expresi wajah seram"
__ADS_1
'Lindu pun langsung memukuli Rehan karena Rehan sudah memukuli dia deluan. Lindu memukuli nya dengan Expresi Senang dan Tertawa karena saking puasnya dia memukuli Rehan.
...BERSUMBUNG...