
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙖𝙣𝙙𝙞𝙖𝙣...
"Emang berendam adalah hal yang terbaik." Ucap Emilia.
"Bener kali capek kita hilang karena kita berendam." Ucap Cicilia.
"Sepertinya kita tidak boleh lama-lama di sini nanti kalau tiba-tiba ada misi mendadak gimana?" Bertanya Tasya.
"Tenang saja kita gak lama kok. paling tidak kita di sini cuma satu jam saja." Ucap Cicilia.
"Kamu mau kemana emangnya Tasya?" Bertanya Cicilia.
"Gak ada. Cuma nanya aja." Ucap Tasya.
"Baiklah." Jawab Elsya.
...𝘿𝙞 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙣...
"Sepertinya kamu lagi santai ya." Ucap kapten Oliver.
"Bener kapten." Jawab Ridho.
"Kalau begitu ayo kita mulai latihannya, mau apa tidak?" Bertanya kapten Oliver.
"Boleh kapten." Ucap Ridho.
"Baiklah kalau begitu." Jawab kapten Oliver.
𝘒𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘬𝘦 𝘥𝘪𝘮𝘦𝘯𝘴𝘪 𝘭𝘢𝘪𝘯.
"Ayo masuk." Ucap kapten Oliver.
"Baiklah kapten." Jawab Ridho.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘴𝘪𝘩𝘪𝘳 𝘵𝘦𝘭𝘦𝘱𝘰𝘳𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘥𝘪𝘮𝘦𝘯𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰.
...𝙎𝙚𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙢𝙚𝙣𝙨𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖...
"Nah kita sudah sampai." Ucap kapten Oliver.
"Ini dimana kapten?" Bertanya Ridho.
"Ini adalah dimensi semu tidak ada apa-apa di sini kecuali kita berdua. Dan di sinilah tempat yang cocok untuk kamu berlatih mengendalikan kekuatan kegelapan mu itu." Ucap Kapten Oliver.
"Begitu ya." Ucap Ridho.
"Kalau begitu Ayo segera mulai." Ucap Kapten Oliver.
"Baiklah kapten." Jawab Ridho.
"Ayo gunakan kekuatan kegelapan mu untuk menyerang kapten." Ucap kapten Oliver.
"Baiklah kapten." Jawab Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘭𝘢𝘵𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳. 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘣𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢.
𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵.
__ADS_1
"Cuma segitu kekuatan mu?" Bertanya kapten Oliver.
"Serangan tadi itu sangat lemah sekali." Ucap kapten Oliver.
"Kapten Oliver memang sangat hebat." Ucap Ridho.
"Kalau begitu aku akan serius untuk menghadapi kapten Oliver." Ucap Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩-𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩. 𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘢𝘵𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳.
"Hahahhah." Tertawa kapten Oliver.
"Kau sangat lambat." Ucap kapten Oliver.
"Ayo lebih cepat lagi." Ucap kapten Oliver.
"Baiklah kapten." Jawab Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘴 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩. 𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘭𝘪. 𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴.
𝘒𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘭𝘢𝘤𝘬 𝘩𝘰𝘭𝘦 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘱 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰. 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘥𝘰𝘵 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘭𝘢.
"Apa kamu baik-baik saja." Ucap kapten Oliver.
"Apa yang terjadi kapten? Kenapa aku bisa pingsan?" Bertanya Ridho.
"Kamu tadi tiba-tiba berubah menjadi iblis." Ucap kapten Oliver.
"Maaf kapten karena ku tadi berubah menjadi iblis." Ucap Ridho dengan rasa bersalah.
"Tidak kapten. Aku akan berusaha sekali lagi." Ucap Kapten Oliver.
"Baiklah. Tetapi lawan kamu bukan saya lagi. tetapi lawan kamu dia." Ucap Kapten Oliver.
"Siapa kapten." Bertanya Ridho.
"Summon." Ucap kapten Oliver.
𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘱𝘵𝘦𝘯 𝘖𝘭𝘪𝘷𝘦𝘳 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭.
"Nah lawan mu sekarang adalah dia." Ucap Kapten Oliver.
"Dia itu iblis kapten apa tidak apa-apa?" Bertanya Ridho.
"Kamu kan iblis juga." Ucap kapten Oliver.
"Bener juga ya?" Ucap Ridho.
"Ada apa kamu memanggil ku?" Bertanya iblis biru.
"Aku mau kamu bertarung dengan anak ini tetapi jangan membunuhnya." Ucap kapten Oliver.
"Baiklah." Jawab iblis biru itu.
"kapten akan melihat kamu bertarung dengan nya dari sini kalau kamu bisa Mengalahkan nya maka. kapten akan kasih hadiah." Ucap kapten Oliver.
__ADS_1
"Baiklah kapten." Jawab Ridho.
𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶. 𝘐𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪. 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢.
"Seperti anak ini mempunyai tekat yang kuat." Berpikir kapten Oliver.
"Lihatlah padahal iblis biru itu bukanlah tandingannya tetapi dia terus melawannya meskipun di tau akau dia akan kalah." Berpikir kapten Oliver.
"Hey Oliver lihatlah dia sangat lemah sekali. Dia bukan tandingan ku. Kenapa kamu menyuruh ku untuk melawannya?" Bertanya iblis biru sambil melawan Ridho.
"Apakah tidak apa-apa. Lihatlah seperti nya di sudah kelelahan. Kenapa kamu tidak hentikan saja?" Bertanya iblis biru sambil melawan Ridho.
"Aku tau itu. Tetapi lihatlah dia tidak mau berhenti. Dai terus berjuang meskipun dia tau kalau dia tidak bisa mengalahkan mu." Ucap kapten Oliver.
"Tetapi jangan remehkan dia. Dia memilih tekat yang kuat jadi aku yakin dia pasti bisa mengalahkan mu." Ucap Kapten Oliver.
"Apa kamu becanda?" Bertanya iblis biru.
"Sudah lah. Bertarung saja dengan nya sampai dia menyerah." Ucap Kapten Oliver.
"Kalau itu mau mu. Baiklah." Jawab iblis biru.
"Sialan. Aku sudah mencapai batas. Aku sudah tidak bisa bertarung lagi." Berpikir Ridho.
"Hey bocah sepertinya kau sudah mencapai batas mu ya." Ucap Iblis biru.
"Sudah lah lebih baik kamu menyerah saja. Sampai kapan pun kamu tidak bisa mengalahkan ku. Kau itu cuma bocah lebah." Ucap Iblis biru itu.
"Sepertinya mustahil mengalahkan nya dengan kekuatan biasa ku. Seperti nya aku harus menggunakan kekuatan kegelapan untuk mengalahkan nya." Berpikir Ridho.
"Iblis biru hati-hati dia masih menyembunyikan kekuatan yang sebenernya." Ucap kapten Oliver.
"Mana mungkin. Lihat lah dia. Sudah tidak bisa berdiri lagi." Ucap Iblis biru.
"Sepertinya kau telah di tipu olehnya." Ucap kapten Oliver.
"Apa?" Terkejut iblis biru itu.
"Hey bocah berani sekali kau menipu ku? Sebenarnya kau belum menggunakan kekuatan mu kan?" Bertanya Iblis biru.
"Sepertinya sudah ketahuan. Mau gimana lagi akan ku tunjukkan kekuatan kegelapan ku ini." Berpikir Ridho.
"Sepertinya ketahuan ya." Ucap Ridho.
"Baiklah akan ku gunakan kekuatan ku yang sebenarnya." Ucap Ridho.
𝘚𝘦𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘶𝘯𝘤𝘶𝘭 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘶𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢. 𝘛𝘪𝘣𝘢-𝘛𝘪𝘣𝘢 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵.
"Aku tau sekarang tujuan kau memanggil ku Oliver." Ucap Iblis biru.
"Ayo maju bocah." Ucap iblis biru itu.
𝘔𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘳𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯. 𝘒𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢. 𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶.
𝘗𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩. 𝘋𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘪𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘨𝘦𝘭𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢. 𝘜𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘙𝘪𝘥𝘩𝘰 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘐𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘣𝘪𝘳𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.
...𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂...
__ADS_1