Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Antara Nyaman Dan Cinta


__ADS_3

"Ka Tama, untuk apa kau masih di sini?" tanya Laras dengan terkejut.


"CK .. tentu saja aku ingin tidur di kamar ku, tapi kau menggangu!" Tama berdecak kesal menatap ke arah Laras tanpa sedikitpun ingin bertanya, dan segera masuk begitu saja.


Pria itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Laras tanpa sedikitpun memperdulikan Laras.


"Hay keluar kau dari kamar ku, setelah menguping pembicaraan ku kau malah ingin tidur di ranjang ku!" ketus Laras sambil menatap Tama dengan tatapan tajam.


"Ini kamar ku kau tidak bisa mengusir ku dari sini!" jawab Tama tidak ingin sedikit pun beranjak dari tempat tidur.


"Kau lupa dengan perjanjian kita, bahwa kita tidak akan pernah tidur satu ranjang dan kau tidak akan pernah meminta hak mu sebagai suami, meskipun kita sudah menikah!" jelas Laras dengan penuh penekanan.


"Percaya diri sekali kalau aku bakal meminta hak ku pada mu, tenang, walaupun kau telanjang bulat sekalipun di depan mata ku, aku tidak akan pernah tertarik dengan mu karena aku hanya tertarik dengan Tiara cinta ku hanya untuk nya, jadi jangan mimpi, lagian ini Kamar ku kau saja sana keluar dari sini!" jawab Tama dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya sambil menatap Laras dengan sengit.


"Oya, baguslah kalau begitu dengan begitu aku ikut lega dan bisa menjalankan hubungan gelap ku tanpa gangguan dari mu, tapi aku tidak akan pernah membiarkan mu tidur di ranjang ku, keluar sana dari kamar ku!" jawab Laras sambil tersenyum tipis, langsung mendorong Tama yang sedang tertidur di atas ranjangnya.


Tama yang sudah memejamkan mata nya tiba-tiba terjatuh karena dorongan Laras yang kuat.


Bruuuuuughh


"Kau beraninya mendorong ku sampai jatuh!" Tama berkata dengan suara yang cukup keras karena merasa sangat begitu marah, matanya menatap Laras dengan nyalang rasa kesal nya kini bertambah.


"Salah sendiri kenapa mengganggu orang mau istirahat!" ketus Laras tanpa memperdulikan tatapan Tama yang sedang menatap nya tajam, wanita itu justru malah asyik bermain Hpnya sambil menutup tubuhnya dengan selimut seakan ingin tidur.


Tama yang marah langsung saja menarik selimut yang menutupi tubuh Laras, membuat Laras terduduk karena merasa terkejut.


"Ka Tama Kau gila sekali sih, seneng sekali mengganggu orang mau istirahat, kamar mu itu di sana bukan di sini, apa perlu aku mengeluarkan jurus kejam ku untuk mengusir mu!" Laras berkata sambil berdiri di atas ranjang nya menatap Tama dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Tama yang melihat penampilan Laras kini terkejut dengan apa yang di lihat nya, wanita itu memakai pakaian tidur yang hanya sepaha dan menampilkan paha yang terlihat putih mulus di tambah belahan dada yang terlihat menggoda jika siapa pun melihat nya, karena pria itu sedari tadi tidak melihat langsung seperti apa pakaian yang di kenakan wanita itu.


"Kenapa kau diam saja? apa kau takut dengan ku? haaah!" Laras berkata dengan suara yang cukup keras sambil turun dari ranjangnya dan mendekati Tama yang sedang diam mematung.


"Keluar dari kamar ku, atau aku akan mengeluarkan jurus kejam ku!" Sambung nya lagi sambil menunjuk ke arah pintu.


"Ba baik aku keluar!" jawab Tama dengan terbata-bata dan segera berjalan menuju ke arah pintu keluar.


"Belum juga aku keluarkan jurus kejam ku sudah ketakutan, aneh sekali?" Laras bertanya-tanya dalam hati nya karena merasa aneh dengan sikap Tama yang keluar begitu saja padahal tadi terlihat sangat begitu marah.


"Shiiit kenapa dengan diriku? hanya melihat nya memakai pakaian seperti itu saja, aku bisa merasakan sesuatu? padahal tadi aku tidak tertarik dengan nya sedikit pun!" umpat Tama di dalam kamarnya sambil menatap ke arah miliknya, pria itu tidak habis pikir dengan dirinya sendiri yang merasa aneh, dengan terpaksa akhirnya pria itu menuntaskan hasrat sendiri di kamar mandi.


Jam Menunjukkan Pukul 12 malam


Tama yang sudah menyelesaikan hasratnya kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan melihat ke arah Hpnya, pria itu terkejut sudah ada banyak pesan dan panggil berulang kali dari Tiara.


Pria itu memutuskan untuk menghubungi kekasihnya? itu namun tidak di angkat membuat nya merasa frustasi dan heran dengan dirinya sendiri.


"Sudah lah mungkin besok Tiara bisa mengerti, lagian kenapa? dengan diri ku ini sih, kenapa juga harus peduli dengan wanita itu, seharusnya aku tidak peduli bukan dan anehnya aku jadi sering banyak bicara dengan nya Kalau di biarkan seperti ini terus Tiara bisa salah paham!" Tama bertanya-tanya dengan dirinya sendiri merasa aneh dengan apa yang terjadi, hingga menjelang pagi hari, pria itu tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan apa yang terjadi.


Pagi Hari nya.


Setelah kejadian semalam Tama lebih memilih untuk keluar dari rumah lebih pagi, agar bisa menjemput kekasihnya itu karena tidak ingin bertutur sapa dengan Laras yang akan membuat dirinya mengingat apa yang terus ada di otak nya, kini pria itu sudah cukup lama menunggu di depan teras kosan Tiara namun belum di bukakan sedikitpun oleh wanita nya.


Setelah hampir lima belas menit menunggu pintu terbuka membuat Tama langsung berdiri, menatap wanita itu dengan sorot mata tajam.


"Kau ngapain saja di dalam? apa kau Bener-bener tidak memperdulikan ku yang sedang menunggu mu?" Tama berkata dengan suara datar sambil menatap Tiara dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Untuk apa tuan menunggu saya, saya bisa berangkat sendiri!" jawab Tiara sambil menunduk tidak berani menatap wajah Tama.


"Ti kenapa formal sekali? ada apa dengan mu?" Tama memegang tangan Tiara yang terlihat masih menunduk.


"Pikir saja sendiri!" jawab Tiara sambil berjalan melewati Tama begitu saja, karena merasa sangat begitu kesal jika harus mengingat kejadian semalam, di mana Tama berjanji akan menemui nya di Cafe biasanya setelah pulang dari rumah orang tuanya, tapi pria itu tidak ada batang hidungnya sama sekali membuat Tiara merasa sakit hati dengan apa yang selalu ada di pikiran nya, terlebih pikiran nya tentang sahabat itu terus-menerus berada di otak nya.


"Sayang maaf aku benar-benar tidak bermaksud untuk seperti itu sungguh semalam aku Bener-bener lupa!" Tama memeluk Tiara dengan begitu erat.


"Lupa kau bilang? jika kau tidak berniat untuk melanjutkan hubungan ini lebih baik kita sudahi saja, semakin kau mengikat ku maka semakin sakit rasanya, aku berusaha untuk rela kau bersama Laras tapi hati ini terasa sesak jika harus terus-menerus berada di posisi seperti ini, kau mengatakan bahwa diri mu milik ku tapi aku terlalu takut jika kau akan jatuh cinta pada nya!" Jelas Tiara panjang lebar sambil menumpahkan air mata nya jika harus mengingat apa yang di bayangkan nya untuk kedepan.


"Ti cinta ku hanya untuk mu, jantung ini berdebar kencang hanya saat dekat dengan mu, tidak ada kata Kalau aku mencintai nya percayalah bahwa semuanya akan baik-baik saja!" Tama membalikkan tubuh Tiara agar menatap wajah nya sambil memegang tangan wanita itu agar menyentuh dadanya.


"Lalu apa yang terjadi semalam kenapa kau tidak mengangkat panggilan ku?" Tanya Tiara sambil memalingkan wajahnya.


"Aku semalam lama di rumah mama karena keasikan mereka mengobrol sampai malam kami baru pulang dan aku baru mengecek HP ku pukul 12 malam kamu sudah tidur!" jelas Tama sambil memegang tangan Tiara agar wanita nya itu percaya.


"Benarkah apa yang kau katakan? semoga tidak ada yang kau tutupi, ingat sedikit pun kau berbohong pasti semuanya akan kecium baunya!" Jawab Tiara sambil menatap Tama dengan menyelidik, membuat Tama memalingkan wajahnya, karena tidak ingin terjadi sesuatu, Tama tahu betul seperti apa sikap Tiara wanita lembut yang mudah tersentuh dan menangis membuat Tama merasa bersalah jika harus melihat nya menangis.


"Sayang aku tidak berbohong mending kita kekantor nanti telat aku ada Meeting pagi ini juga!" ucap Tama sambil merangkul lengan Tiara menunjukkan ke arah jam tangan agar wanitanya itu mau mengerti.


Tiara hanya mengangguk saja sambil mengikuti langkah kaki pria nya itu menuju ke arah mobil.


"Bagaimana sudah tidak marah lagi kan?" tanya Tama saat sudah berada di dalam mobil nya.


"Iya tapi aku merasa kau sangat berbeda, entah apa yang terjadi semoga kau bisa memahami apa yang diri mu rasakan!" ucap Tiara sambil mengangguk menatap Tama dengan menyelidik membuat Tama diam saja.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote hadiah nya yah jika suka agar author semangat ngelanjutin nya 🙏


__ADS_2