
Tiara terdiam sejenak berusaha untuk berpikir sambil menatap ke arah Tama yang terlihat masih menggenggam tangan Laras tentu membuat Tiara semakin panas.
"Ti kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku? dimana pacar mu?" Eros mengulangi pertanyaan.
"Pacar ku anu tidak jadi datang ke sini maklum pacar ku itu super duper sibuk!" jawab Tiara sambil menggaruk kepalanya karena merasa bingung.
"Benarkah kau tidak sedang cari alasan kan?" tanya Eros dengan menyelidik.
"Apaan sih, aku tidak sedang mencari alasan ko, Hehehe!" Tiara mencoba untuk meyakinkan sambil tertawa kecil.
"Kau terlalu kepo, bilang aja kau iri, karena tidak punya pasangan, kau kan Jones, Jomblo Ngenes ha-ha-ha!" sambung nya lagi sambil tertawa terbahak-bahak .
"Ha-ha-ha saking ngenes nya aku sampai di tolak berulang kali!" timpal Eros ikut tertawa terbahak-bahak merasa sangat begitu senang jika harus mengingat kejadian di masa sekolah dulu.
"Kau sedang menyindir ku Ros?" tanya Laras sambil memanyunkan bibirnya.
"Jangan manyun-manyun begitu Ras nanti kakak ku marah, lihat mukanya sudah seperti harimau yang ingin mengamuk!" ucap Eros sambil terkekeh geli melihat wajah Kakaknya itu.
"Ya Yaya aku baru nyadar kalau aku sudah punya suami dan kau sekarang adik ipar ku, ingat yah nanti kau yang traktir Es krim nya jangan aku terus, kau kan sekarang tidak bersembunyi di balik kemiskinan lagi!" ucap Laras panjang lebar sambil mengingat Eros yang selalu bertingkah layaknya orang yang tidak punya.
"Hehehe!" Eros hanya tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya.
Ketiga manusia itu asyik bercanda riya hingga masuk ke dalam, mereka asyik mengobrol dan bernostalgia tentang masa-masa sekolah, tingkah laku Tiara dan Laras sangat begitu dekat dan akrab dengan Eros membuat Tama sedari tadi menahan kesal, apa lagi keberadaan nya yang sedari tadi tidak di anggap.
Tak beberapa lama kemudian Keempat mangkuk Eskrim sudah di hidangkan di meja membuat ke-tiga orang sudah menegak air liur nya sambil membayangkan jika Eskrim itu masuk ke mulut nya.
"Spaghetti Eskrim, widih banyak banget nih, malam ini kita pesta Eskrim, beneran kan kamu yang bayar Ros?" ucap Tiara dengan antusias sambil menatap ke arah Eros.
"Ya elah katanya banyak duit? jiwa kismin mu masih saja tidak bisa di hilangkan!" goda Eros sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu yang selalu saja giat dalam hal gratisan.
"Iya banyak duit, kalau ngga kerja mana bisa banyak duit, kita mah sebagai orang yang mandiri harus irit-irit dong biaya kebutuhan hidup kan banyak!" jawab Tiara dengan merendah sisi sederhananya sudah mulai keluar.
__ADS_1
"Iya tapi nggak usah merendahkan diri gitu kali, sekali-kali menyombongkan diri boleh lah, malam ini biar Calon dokter yang akan membayar nya!" ucap Eros sambil tebar-tebar pesona dengan para pengunjung yang ada di sana.
"Widih, kau ini di biarkan semakin menjadi deh, duduk, tuh jadi sorot perhatian, kan!" decak Laras sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Eros.
"Mm lumer di mulut segera di hati!" ucap Tiara sambil menikmati Eskrim nya.
"Wih ko malah duluan sih tadi katanya mau makan bareng-bareng!" Eros langsung duduk tatkala melihat Tiara yang sudah menikmati Eskrim nya.
"Salah sendiri malah asyik tebar-tebar pesona syok kegantengan, kemana-mana masih gantengan pacar ku!" jawab Tiara sambil asyik memakan Eskrim nya sambil sesekali melirik ke arah Tama.
"Ya ya kau yang menang!" jawab Eros pasrah saja tanpa sedikitpun ingin berdebat lagi karena melihat sorot mata tajam dari kakak nya.
Mereka berempat akhirnya menikmati Eskrim dengan hening tanpa ada sedikitpun yang berbicara lagi.
"Sayang cobain punya ku enak loh!" tiba-tiba Tama langsung menyodorkan satu sendok Eskrim ke mulut Laras membuat Laras terkejut.
"Beneran enak banget lumer di mulut langsung menyeruak ke dalam hati, kau juga harus cobain punya ku juga dong!" jawab Laras sudah mulai melakukan aksinya kembali.
Wanita itu kini hanya mengaduk-aduk Eskrim nya sambil menatap ke arah keduanya dengan tidak karuan.
"Badannya kecil, Mulutnya cempreng, kalau berbicara, seperti burung beo, Tiara-Tiara itulah namanya!" Eros lebih memilih menyanyi untuk menghibur diri nya sendiri.
"Badannya kecil, Mulutnya cempreng, kalau berbicara, seperti burung beo, Tiara-Tiara itulah namanya!" untuk kedua kalinya Eros menyanyi namun Tiara tidak sedikitpun merespon ocehan Eros membuat pria itu mengerutkan keningnya heran.
Pria itu tampak menengok ke arah di mana Tiara menatap dengan kesal tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala nya.
"Haaaap enak kan? kalau makan Eskrim jangan di aduk-aduk doang masuk ke mulut!" Eros yang iseng langsung memasukkan Eskrim ke mulut Tiara dengan banyak sehingga menyebabkan pakaian Tiara kotor dan mulutnya belepotan.
"Eros, kau apaan lihat ini kau membuat semuanya berantakan!" pekik Tiara sambil menatap Eros dengan bersungut-sungut.
"Sorry aku sengaja!" jawab Eros sambil cengengesan.
"Apa kau bilang sengaja ih rasakan ini, enak kan enak!" dengan kesalahannya Tiara memasukkan Eskrim ke mulut Eros terjadi lah pakaian Eros yang kotor.
__ADS_1
"Enak, Enak banget Ti segera-seger di mulut apa lagi kalau ada yang menyuapi, pesta Eskrim nya semakin meriah!" jawab Eros sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda.
Muka Eros sudah penuh dengan cokelat Eskrim membuat Eros jadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sana.
"Ha-ha-ha sudah-sudah kalian ini malah seperti anak kecil begini!" Laras berkata sambil tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan apa yang di lihat nya.
"Kak Ipar kau mau mencoba nya? biar sekalian muka nya ikut kotor, katanya pesta Eskrim!" Eros berkata sambil menaik turun kan alisnya.
"No I don't want to, Ka Tama help me!" jawab Laras sambil geleng-geleng kepala mengangkat tangan nya merasa ketakutan, wanita itu malah berjalan bersembunyi di balik punggung Tama seolah mencari perlindungan.
"Ya Laras kau curang, sok bahasa Inggris lagi!" sungut Eros sambil mencebikan bibir nya.
"Tangkap aku kalau bisa, nanti kalau kena kau yang kena amuk sama ka Tama, iya kan ka Tama sayang!" jawab Laras sambil memeluk Tama dari belakang sambil menjulurkan lidahnya meledek.
Mendapatkan perlakuan dan panggilan sayang, seperti itu tentu membuat Tama menjadi tegang tatkala tangan Laras sudah memeluk nya dengan begitu erat seperti sengatan listrik baginnya seperti ada yang berbeda dari saat dirinya memeluk Tiara.
"Eros sudah sana ke toilet bersihkan wajah mu, ajak Tiara juga malu di lihatin orang-orang!" Tama berkata dengan suara yang cukup keras sambil berusaha untuk melepaskan tangan Laras yang memeluk nya dari belakang karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman saat melihat raut wajah Tiara yang tidak seperti biasanya.
"Ya sudah kami ke toilet dulu untuk membersihkan semuanya!" pamit Eros sambil cengengesan langsung berjalan ke arah toilet, diikuti oleh Tiara dari belakang.
"Hanya diam saja tanpa sedikitpun berbicara itu sangat begitu sulit, apalagi harus menyaksikan kedekatan mereka berdua kembali, aku memang wanita yang lemah lembut tapi aku bukan wanita yang sabar dan kuat seperti wanita pada umumnya, apa iya aku harus terus menerus mengalah untuk Laras? di saat hati ini sangat mencintai lebih dalam, posisi ini sangat begitu menyudutkan ku membuat ku merasa serba salah karena keluarga Laras sangat begitu menyayangi ku!" Batin Tiara sambil menatap dirinya di pantulan kaca kamar mandi air mata nya jatuh begitu saja.
Tok-tok-tok
Suara ketukan pintu membuat Tiara terkejut dan segera menghapus air mata nya mencuci muka nya agar terlihat tidak menangis.
"Ti kau tidak Papa kan? kau tidak mendengar suara tangisan seseorang kan?" tanya Eros dengan ketakutan.
"Kau mengagetkan ku saja, tidak aku tidak mendengar nya mungkin suara hantu kali karena kau sudah usil jadi, penghuni kamar mandi ini berusaha untuk meneror mu!" jawab Tiara berusaha untuk menakut-nakuti Eros.
"Mana ada begitu, yang ada kau yang bakal di teror malam hari nya nanti!" Eros berkata sambil lari karena pria itu memang penakut.
"Dasar banci kaleng, penakut main ninggalin aja!" gerutu Tiara sambil berjalan dengan santai.
__ADS_1