Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Kekalutan Tiara


__ADS_3

"Ekheem-ekhem!" Tiara berdehem karena merasa keduanya terlihat sangat begitu aneh.


"Kalian kenapa? jadi saling pandang begitu ada apa gerangan?" tanya nya membuat keduanya tersadar.


"Tidak ada hanya sedang memikirkan sesuatu saja!" jawab Laras sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Oya, tadi sampai mana yah pembahasan nya?" tanya Eros yang baru saja tersadar.


"Sampai ke Hongkong kali" jawab Tiara sambil melanjutkan makan nya karena merasa sangat begitu kesal.


"Ish kau itu ngga asyik deh masa ke Hongkong sih!" Eros mencebikan bibir karena merasa sangat begitu kesal.


"Ke Mall aja yah kita lanjutin yang tadi, aku setuju dengan ide Laras sekalian aku juga mau ngenalin pacar aku ke kamu!" jawab Tiara tude poin.


"Uhuk-uhuk" tiba-tiba Laras tersedak karena merasa terkejut dengan ucapan Tiara yang bilang akan membawa pacarnya.


"Pelan-pelan ngapa sih kalau makan, jangan buru-buru jadi nya kan kesedak!" Eros berkata sambil memberikan segelas air putih untuk Laras wanita itu segera menerima nya.


"Kau tidak papa kan? kenapa kau tiba-tiba terkejut begitu?" tanya Eros setelah Laras terlihat lebih baik.


"Its oke!" jawab Laras dengan singkat membuat Eros mengagguk saja meski sebenarnya merasa heran tapi pria itu tidak ingin terlalu banyak bicara dan lebih memilih melanjutkan makan nya.


"Tiara kau yakin ingin mengajak kekasih mu?" tanya Laras setelah sedari tadi diam.


"Iya kenapa apa kau keberatan?" Jawab Tiara sambil tersenyum tipis.


"Apa kau merasa iri dengan ku karena suami mu tidak datang!" lanjut nya lagi dengan tersenyum seringai.


"Tidak tapi..."


"Tapi apa? kenapa kau malah menginjak kaki ku!" potong Tiara dengan cepat karena merasa Laras menginjak kaki nya.


"Sorry Ti sumpah aku nggak sengaja!" Laras berkata sambil mengedipkan sebelah matanya agar Tiara mengerti.


"Ngga sengaja apa nya jelas-jelas kau sengaja!" sungut Tiara sambil mencebikan bibir nya karena merasa sangat begitu kesal.


"Bukan begitu Ti, kenapa? kau jadi sensitif begitu pada ku!" Laras merasa bingung harus bagaimana mengatakan yang sebenarnya karena sahabat nya itu masih marah jadi tidak tahu kode yang di berikan oleh nya.


"Aku tidak sensitif tapi sikap mu yang aneh!" jawab Tiara masih menahan kesal nya.


"Hey kalian ini kenapa sih malah bertengkar!" ucap Eros menatap keduanya sambil berdiri.


"Dan Kau Laras, kenapa menginjak kaki Tiara, mata mu juga Kenapa kedap-kedip sebelah gitu?" Lanjut nya lagi sambil menatap Laras dengan heran.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya sedang kurang enak badan jadi nya begini, makan nya aku tidak sengaja menginjak kaki Tiara!" jawab Laras dengan bingung karena harus mencari alasan.


"Apa kau sakit?" Eros hendak memegang kening Laras karena merasa sangat begitu khawatir.


"Tidak, apaan sih Ros aku tidak papa ko!" jawab Laras sambil menepis tangan Eros karena merasa Eros berlebih.


"Sayang aku datang sesuai keinginan mu!" tiba-tiba Tama datang langsung memeluk Tiara dari belakang.


Hal itu membuat Laras semakin terkejut dan pucat pasi wanita itu terdiam sambil menatap ke arah Eros.


"Kenapa kau janjian di tempat seperti ini sih? aku sampai muter-muter, kemana-mana sama Aldi, nyari nya!" jelas Tama lagi tanpa memperdulikan sekitarnya.


"Ka Tama, kau tidak salah peluk? istri mu di sini, kenapa kau malah memeluk Tiara?" tanya Eros berusaha untuk menyadarkan kakaknya itu.


"Laras, ya ampun aku sampai salah memeluk, saking terlalu lelah nya aku muter-muter ternyata aku salah peluk!" Tama memulai akting nya membuat Eros mengerutkan keningnya heran.


"Tiara, maaf, aku tidak bermaksud memeluk mu, tadi aku cuma ingin memeluk istri ku, tapi aku tidak melihat wajah nya jadi aku pikir kau adalah istri ku!" lanjut nya lagi sambil berjalan ke arah Laras yang masih terbengong.


"Maksudnya apa?" Tiara yang belum mengerti kini bertanya karena merasa sangat begitu bingung.


"Maksudnya aku ini adik nya ka Tama suami Laras, jadi aku adik ipar Laras!" jawab Eros yang masih terlihat bingung.


"Tiara kau tidak Papa kan?" lanjut nya lagi saat melihat perubahan wajah Tiara.


"Sudah berbicara nya?" tanya Tama sambil menatap Keduanya dengan kesal.


"Kalau sudah geser, aku ingin berbicara dengan istri ku!" lanjut nya lagi membuat Eros menatap Kakaknya dengan tatapan tajam.


"Istri yang tidak di kenali sampai memeluk orang lain? kalau aku jadi Laras sudah aku tonjok karena punya suami seperti mu!" ucap Eros sambil mengepalkan tangannya.


"Apa kau bilang? kau ingin mencari masalah dengan ku!" Tama menatap adiknya dengan tatapan tajam.


"Ingat aku kakak mu, aku lebih tua dari mu jadi hargai aku sebagai kakak mu, kau pikir kau bisa kuliah kedokteran kalau bukan karena ku, ingat aku yang mengeluarkan semua biaya kuliah mu dan memohon kepada Papa agar kau kuliah!" sambung nya lagi mulai mengungkit-ungkit apa yang di lakukan nya.


Eros yang mendengar penuturan kakaknya kini tampak mengepalkan tangannya menahan amarahnya dan hendak melayangkan pukulan.


"Stop, ku mohon Ros jangan bertengkar di sini!" Laras berkata sambil memegang tangan Eros.


"Biarkan aku menghajarnya Ras dia kakak yang tidak punya perasaan!" ucap Eros sambil menatap kakaknya dengan sengit.


"Apa kau bilang? kau bilang aku tidak punya perasaan, kau yang tidak tahu diri setelah apa yang aku lakukan untuk mu, kau bilang aku tidak punya perasaan, berdebah kau adik laknat!" satu pukulan mendarat di pipi Eros membuat Laras mendesah kasar.


"Berhenti kalian berdua! untuk apa kalian malah berantem begini membuat masalah saja, ayo Ti kita pulang saja ngga baik ngeladenin orang yang suka emosian!" ucap Laras sambil menggandeng tangan Tiara meskipun sahabatnya itu masih diam saja.

__ADS_1


"Ras kau jangan pulang kita masih ada waktu kau bilang akan ke Mall aku tidak berantem lagi ko!" Ucap Eros mengehentikan langkah Laras sambil memegang bahu nya.


"Lepaskan, tangan mu dari istri ku!" hardik Tama langsung menepis tangan Eros yang memegang bahu Laras.


Pria itu langsung saja menggandeng Laras menuju ke arah mobil nya tanpa sedikitpun memperdulikan Tiara.


"Ka Tama kau apa-apaan sih main narik segala, aku bawa mobil sendiri!" sungut Laras saat dirinya di tarik paksa.


"Kau yang membuat masalah, jadi diam, jangan sampai aku berbuat kasar pada mu!" ancam Tama dengan suara yang cukup menakutkan.


"Aku tidak peduli, yang jelas aku masih ingin menghabisi malam dengan nya, kau terlalu ikut campur dan membuat Tiara semakin salah paham!" jawab Laras sambil turun dari mobil Tama.


"Tiara, Eros, jadi kan kita ke Mall?" tanya Laras yang sudah turun dari mobil nya.


"Aku tidak berselera!" jawab Tiara dengan cepat karena merasa sudah cukup kesal.


"Ti kau jangan begitu dong, bukan kah ini malam Minggu!" jelas Laras berusaha untuk membujuk sahabat nya itu yang terlihat sangat begitu kesal.


"Iya Ti ini malam Minggu lebih baik kita jalan-jalan aku tidak keberatan ko!" timpal Tama pada akhirnya karena tidak ingin melihat kekasihnya itu marah padanya.


"Baiklah kalau begitu, Eros di ajak kan!" Ucap Tiara sambil menggandengnya tangan Eros karena merasa ingin membalas perbuatan Tama.


"Heh kau kenapa malah menarik tangan ku tanpa aku setuju atau tidak!" sungut Eros saat tiba-tiba di tarik oleh Tiara.


"Ya elah tinggal diam saja tanpa banyak bicara repot amat!" Jawab Tiara tanpa sedikitpun ingin menjelaskan.


"Sudah diam kalian, kita malam ini menghabiskan waktu bersama anggap saja Triple Date!" kini Tama yang bersuara agar semua nya diam karena sedari tadi menahan kesal.


Sementara Laras wanita itu sudah duduk di samping kemudi meskipun sedari tadi Tiara sudah melihat nya dengan wajah yang terlihat masam.


"Kau yang memulai dulu Ti jadi kau juga yang harus menerima resiko nya!" gumam Laras di dalam hati nya.


Sepanjang perjalanan hening tidak ada yang berbicara baik Eros atau pun Tiara mereka tenggelam dalam pikiran nya masing-masing, entah mengapa Eros yang biasanya banyak bicara kini menjadi pendiam.


Tak beberapa lama kemudian kini mobil sudah berada di depan Maall pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.


Tama tampak turun terlebih dahulu setelah mematikan mesin mobil pria itu membukakan pintu untuk Laras membuat Laras terkejut dengan apa yang di lakukan Tama.


"Silahkan turun bidadari ku!" ucap nya dengan suara yang sangat begitu lembut.


"Wah kau romantis sekali ka Tama luar biasa, sahabat ku pasti beruntung sekali punya suami seperti mu!" ucap Tiara dengan penuh penekanan membuat Laras terdiam dengan ucapan Tiara.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Mohon dukungan nya yah agar author semangat ngelanjutin nya jangan lupa like komen vote hadiah nya yah jika suka 🙏


__ADS_2