Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Kecemburuan Tiara


__ADS_3

"Tiara kau apa-apaan sih biasa aja kali, jangan bilang kau iri ya kan!" ucap Eros bersuara setelah sedari tadi diam.


"Ada apa dengan mu? seperti nya sedari tadi kau aneh?" sambung nya lagi sambil menatap Tiara dengan menyelidik.


"Aku iri? bukan nya kau yang iri melihat kebersamaan kakak mu dengan Laras dan kau juga yang aneh malah menuduh sembarangan!" jawab Tiara sambil mendorong Eros dengan bersungut-sungut.


"Its oke!"


"Tapi kau sekarang ketus sekali dengan ku, ayo bantu aku berdiri!" Eros berkata dengan menampilkan wajah memelas.


"Ih kau itu bagaimana sih, di dorong sedikit saja sudah lemah lebay deh!" dengan bersungut-sungut Tiara membantu Eros berdiri.


"Eroooos! kau sudah dibantu malah membuat ku jatuh!" Pekik Tiara dengan kesal.


"Ha-ha-ha anggap saja kita impas karena kau yang membuat ku terjatuh tadi!" Eros bukan nya prihatin justru malah menertawakan Tiara.


"Ih dasar banci, kutu kupret, kurang ajar, sahabat tidak ada akhlak!" Tiara yang melihat Eris tertawa lepas langsung saja berdiri dan memukul pemuda itu menggunakan tas nya seakan sedang meluapkan perasaan yang ada di dalam hatinya.


"Aduuuuuh-Aduuuuh! Ti kau kejam sekali, Stop!" pekik Eros sambil mengaduh berulang kali.


"He-he-he sorry abis nya kau menyebalkan sekali sih, sampai aku terbawa esmosi!" ucap Tiara sambil cengengesan.


"Tapi ya kali kau sampai memukul ku seganas itu!" ucap Eros sambil menatap Tiara dengan heran.


"Biasa nya Tiara yang aku kenal ngga gini loh sekarang berubah drastis, Amazing kau sekarang sudah menjadi pemberani tidak lemah lagi seperti dulu, CENGENG!" lanjutnya lagi sambil menampilkan dua jari nya entah memuji atau sedang menyindir meskipun tadi merasa kesakitan tapi pria itu tidak merasa marah sedikit pun.


"Kau sedang memuji ku apa sedang menyindir?" tanya Tiara sambil mencebikan bibirnya.


"Merasa di puji syukur deh kalau begitu padahal tadi aku sedang mengejek mu ya ngga Ras!" ucap Eros sambil cengengesan menatap ke arah Laras.


Laras hanya mengangguk saja tanpa sedikitpun berbicara karena sedari tadi hanya diam dan merasa malas jika harus melihat keduanya yang sering bertengkar seperti Tom & Jerry.


Melihat interaksi keduanya Tama sedari tadi mendengus kesal karena merasa kekasih nya itu terlihat akrab dengan adiknya, berbeda dengan Laras, justru malah lebih memilih fokus dengan Hpnya sambil sesekali melirik ke arah keduanya dengan cekikikan.

__ADS_1


"Ekheem-ekhem!" Tama berdehem untuk menyadarkan keduanya namun tidak ada sedikitpun respon dari keduanya.


"Ekheem-ekhem!" Untuk kedua kalinya tama berdehem dengan sangat begitu keras bahkan sangat begitu dekat dengan keduanya nya.


"Ka Tama kenapa? apa tenggorokan mu sedang bermasalah?" tanya Eros dengan heran sementara Tiara hanya menatap dengan mengerutkan keningnya heran.


"Tidak, kalian ini mau ke Mall apa mau bertengkar di sini sedari tadi hanya bertengkar tidak jelas, memalukan!" Decak Tama sambil berjalan terlebih dahulu membuat ketiga orang saling pandang.


"Kenapa dengan nya? aneh sekali yah?" tanya Eros sambil menatap kedua nya.


"Ya iyalah secara kalian ini berantem terus kaya Tom And Jerry di pikir-pikir Kalian seperti nya cocok!" jawab Laras asal sambil cengengesan.


"Sembarangan, ogah aku tidak mau sama dia badan nya kecil wajahnya pas-pasan suaranya cempreng kaya burung beo!" Sarkas Eros sambil geleng-geleng kepala.


"Aku juga ogah sama banci kaya kamu kutu kupret, menyebalkan!" decak Tiara sambil menatap Eros dengan kesal.


"Aduh ko malah bertengkar lagi sih kalian ini tidak ada .....!"


"Kau ini di tungguin malah ikutan kaya mereka berdua!" ucap Tama memotong ucapan Laras sambil menggandeng tangan Laras dan mengajak nya segera masuk ke dalam tanpa memperdulikan Tiara.


"Ti tunggu dong aku ngga di ajakin!" panggil Eros namun wanita itu tidak memperdulikan nya.


****


"Lepaskan aku, aku bisa berjalan sendiri kau kasar sekali!" pekik Laras saat Tama menarik tangan nya masuk ke dalam.


Hal itu tentu menjadi perhatian orang-orang yang berada di dalam.


"Diam, jika kau tidak ingin aku melakukan hal yang lebih mengerikan dari pada hal ini!" ancam Tama sambil mencengkram tangan Laras dengan begitu erat sehingga membuat Laras meringis kesakitan.


"Sekarang jawab pertanyaan ku, kenapa kau melakukan semua ini, kau sengaja kan agar aku ketahuan buruk di depan adik ku sampai kau tidak memberi tahu ku kalau teman mu adalah Eros!" lanjut nya lagi sambil menatap Laras dengan tatapan tajam.


"Ya mana aku tahu, Tiara yang menyuruh mu kemari tapi, kenapa malah menyalahkan ku!" jawab Laras dengan nada meninggi karena merasa tidak terima.

__ADS_1


"Pelankan suara mu lihat semua orang memperhatikan kita!" Ucap Tama sambil menengok ke sekeliling.


"Kenapa? emang nya apa yang perlu di sembunyikan, bukan kah hubungan mu dengan Eros tidak baik, jadi jika dia tahu hubungan kita tidak selayaknya pasangan pada umumnya apa masalahnya!" Laras berkata dengan suara yang cukup keras membuat orang-orang yang melihat nya berbisik-bisik.


"Diam, kau keras kepala sekali, asal kau tahu aku melakukan semua ini demi mama ku, kalau sampai dia tahu tentang hubungan...."


Suara Tama terhenti saat melihat Eros dan Tiara sudah mendekat ke arah nya.


"Hubungan apa?" tanya Eros yang tidak sengaja mendengar ucapan terakhir Tama.


"Hubungan ku dengan Laras, kami sedang ada masalah sedikit tadi!" jawab Tama langsung kembali mengeratkan tangan nya di pinggang Laras.


"Eros, ya sudahlah jangan di pikir kan kita lanjutkan shoping-shoping, malam ini kita happy!" ucap Laras berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


Eros akhirnya memutuskan untuk diam dan mengikuti Laras dan Tama bersama Tiara juga yang sedari tadi diam saja.


"Ti kau kenapa tidak memilih-milih barang yang ingin kau beli?" tanya Eros saat melihat Tiara diam saja.


"Hmmm itu anu..."


"Ha-ha-ha tidak bisa bayar? ternyata kau masih aja kere kupikir kau sudah banyak uang!" Eros memotong ucapan Tiara sambil tergelak.


"Siapa bilang aku kere aku cuma irit-irit aja ngapain beli barang yang ngga penting!" jawab Tiara sambil berjalan mendekati Laras dan Tama yang terlihat mesra dari kejauhan.


"Laras kalau sudah kita ke tempat lain saja yah, aku rasa tidak ada yang perlu di beli!" ucap Tiara menghentikan aktivitas Laras.


"Beneran tidak ada yang di beli? tadi kelihatan nya antusias, kenapa berubah pikiran?" tanya Laras dengan menyelidik.


"Kau apaan Sih orang aku lagi ngga pengin belanja!" jawab Tiara berusaha untuk tersenyum meskipun perasaan nya sudah tidak karuan tatkala melihat tangan Tama yang masih menggenggam tangan Laras.


"Baiklah aku selesaikan belanjaan ku terlebih dahulu!" ucap Laras sambil mengambil beberapa yang di butuhkan nya.


Setelah selesai mereka berempat akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Restoran eskrim Ragusa karena mereka ingin mencoba eskrim Italia yang sudah di impikan nya.

__ADS_1


"Ti di mana pacar mu? kau bilang akan mengajak pacar mu ikut serta?" tanya Eros saat mengingat perkataan Tiara beberapa waktu yang lalu, membuat Tiara terkejut dengan pertanyaan Eros.


__ADS_2