
"Pelayan apa yang kau lihat lupakan, dan bereskan semuanya!" Tama Berkata kepada pelayan yang baru saja datang, karena sesuai permintaan nya tidak boleh ada pelayan yang menginap jadi pelayan akan datang di pagi hari pulang di sore hari.
"Baik tuan!" jawab pelayan dengan ketakutan.
Sementara Tama segera melangkah keluar dengan sangat begitu tidak menyangka apa yang terjadi tadi bagi nya ini pertama kali nya ada seseorang yang memarahi nya apa lagi sampai membanting barang di depan nya.
"Huuuh, ternyata pilihan mama dan papa bener-bener buruk, bisa-bisanya ada wanita seperti itu" tama berkata sambil menghela nafas panjang dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumah nya.
Sementara di itu Laras yang melihat kepergian mobil Tama kini menyunggingkan senyum .
"Rencana awal berhasil semoga kedepannya bisa seperti ini karena kau semakin tidak menyukai ku maka itu akan lebih baik!" gumam Laras sambil merapikan penampilan nya kembali.
Setelah beberapa saat kemudian
Kini Tama sudah berada di depan perusahaan semua nya sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Tama.
"Tuan Tama, ternyata anda langsung masuk ke perusahaan saya pikir anda cuti lagi!" ucap Aldi Asisten Tama.
"Tidak ada waktu untuk berleha-leha, kau cukup tutup mulut, jangan sampai semua orang di kantor tahu kalau aku sudah menikah!" Tama berkata sambil berjalan menuju ke Lift membuat Aldi mengikuti nya.
"Iya tuan saya akan tutup mulut, tapi kenapa anda masih menjalin hubungan dengan nona Tiara bukan kah istri anda jauh lebih cantik!" Aldi berusaha untuk bertanya membuat Tama menatap tajam asisten nya itu karena Asisten itu sudah mulai ikut campur.
"Aldi kau ingin tidak mendapatkan gajih bulan ini!" Tama berkata dengan penuh peringatan membuat Aldi di ketakutan.
"Jangan tuan saya tidak mau ikut campur urusan tuan lagi, kalau begitu saya permisi!" Aldi langsung saja berjalan saat melihat pintu Lift di buka, pria itu segera berjalan karena ingin mencari aman saja karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan nasib nya.
Tama langsung berjalan ke arah ruangan nya tanpa sedikitpun ingin menyapa Tiara karena memang pria itu selalu bersikap profesional.
"Pagi tuan!" sapa Tiara berbasa-basi.
Tama hanya mengangguk saja setelah itu masuk ke dalam ruangan nya.
Sementara di tempat lain
"Laras ko kamu masih bekerja di sini? bukanya kau sudah menikah dan hidup kecukupan?" tanya Adi saat melihat putri nya itu.
"Papa masa Laras ngga boleh bekerja? Laras juga kan masih ingin membantu papa walaupun sudah menikah" Laras berkata sambil memanyunkan bibirnya karena merasa sangat begitu kesal dengan papa nya itu.
"Ya kan papa pikir kau tidak akan bekerja di perusahaan lagi!" jawab Adi sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Bagaimana? tinggal bersama suami? apa kau bersikap dengan baik?" kini Adi bertanya menatap Putri itu dengan menyelidik.
"Papa bertanya aku bersikap baik apa tidak, papa pikir anak papa ini jahat sekali yah sampai bilang begitu!" Laras berkata sambil menampilkan mimik wajah yang terlihat sedih.
"Ha-ha-ha kan biasanya anak papa selalu saja bersikap senonoh, sudah papa pastikan Tama tidak mungkin bersikap tidak baik karena papa kenal dia seperti apa orang nya!" Aldi berkata sambil tertawa terbahak-bahak membuat Laras hanya mencebikan bibir saja.
"Papa menyebalkan sekali, ngga sayang Laras lagi!" Laras yang kesal langsung saja berjalan meningkatkan papanya itu membuat Adi mengikuti nya.
"Sayang jangan ngambek, papa cuma bercanda masa langsung ninggalin papa sih!" dengan masih menahan tawanya Adi langsung saja berjalan mengejar putri nya itu.
Hari ini Laras jalani dengan bekerja menyibukkan diri dengan tumpukan berkas, wanita itu tidak ingin berlarut-larut dengan masalah nya itu .
Sementara Di tempat lain
Tama kini sedang berada di sebuah restoran bersama Tiara sepanjang bekerja tadi pria itu terlihat sangat begitu berbeda membuat Tiara heran dengan perubahan kekasih itu.
"Mas Tama kenapa?" tanya Tiara saat melihat Tama sedari tadi diam saja.
"Aku cuma sedang kesal sedari pagi!" jawab Tama dengan wajah datarnya.
"Kesal kenapa sih?" Tiara berkata sambil mendekatkan wajahnya membuat Tama menatap wanita itu.
"Maksudnya apa aku tidak paham?" Tiara mengerutkan keningnya heran.
"Iya sahabat mu itu sebenarnya manusia apa tidak sih? masa hanya karena aku menyemburkan nasi goreng ke wajahnya dia langsung saja membanting piring, perilaku nya buruk sekali!" jelas Tama sambil menyeruput minumannya.
"Ha-ha-ha benarkah Laras sampai semarah itu?" bukan nya menjawab Tiara malah tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan apa yang di katakan kekasihnya itu.
"Kau malah menertawakan ku, berarti kau lebih percaya sahabat mu itu dari pada orang yang kau cintai!" Tama berkata sambil menatap Tiara dengan kesal.
"Bukan begitu aku kenal Laras seperti apa dia, jadi aku sedikit terkejut saja saat mendengar Laras bersikap seperti itu!" Jawab Tiara berusaha untuk menenangkan Tama.
"Sudah lah tidak usah di bahas tidak penting juga!" Jawab Tama yang tidak ingin berlama-lama membicarakan tentang Laras, membuat Tiara akhirnya memutuskan untuk diam saja.
Di tepat lain tepatnya di sebuah Bandara seorang pria tampan memakai kaca mata hitam nya keluar dari bandara pria itu berjalan dengan tersenyum senang sambil menghirup udara segar kota kelahiran yang sudah lama di tinggalkan nya.
"Jakarta kota kelahiran ku, aku merindukan semua nya, mama papa kakak, meskipun kalian selalu saja merendahkan ku tapi aku rindu kalian!" gumam nya dengan suara yang terdengar lesu jika harus mengingat orang tua nya yang selalu saja membeda-bedakan, dirinya.
"Dia apa dia Masih mengingat ku, aku rindu dengan nya semoga dia masih setia menunggu ku!" sambung nya lagi sambil mengingat seseorang yang masih mengisi hatinya.
__ADS_1
Setelah itu segera berjalan menuju ke arah Taxi karena pria itu tidak ada yang menjemput nya.
Beberapa saat kemudian
Pria itu sudah berada di depan rumah nya langsung saja memencet bel rumah nya itu membuat Pa satpam langsung sigap membukakan pintu.
"Den Eros sudah pulang ke Indonesia? ko tidak mengabari sih kan bisa mamang suruh supir untuk menjemput!" ucap Pa Kardi satpam yang sudah bekerja selama bertahun-tahun itu.
"Tidak masalah Pa, oya mama ada?" pria itu bertanya sambil tersenyum tipis.
"Nyonya ada ko dia selalu ada di rumah" jawab Pa Kardi dengan ramah membuat pria itu mengangguk mengerti langsung berjalan menuju ke arah rumah nya.
"Mama Eros kangen!" pria itu langsung memeluk mama nya itu membuat seorang wanita paruh baya yang di peluk nya terkejut.
"Eros benarkah ini kamu?" tanya wanita paruh baya itu dengan tatapan mata yang membasahi wajahnya saat melihat putra bungsu nya itu, yang sudah lima tahun tidak pernah di lihat nya.
"Iya mah, Eros merindukan mama!" jawab pria itu sambil menatap mamanya itu.
"Kenapa baru pulang hari ini? tidak pulang kemarin saat kakak mu menikah?" tanya mama nya dengan penasaran.
"Eros baru bisa menyelesaikan tugas nya, jadi sekarang baru bisa pulang yang penting putra mama ini pulang kan" jawab nya sambil tersenyum menggoda membuat wanita paruh baya itu mengangguk saja.
"Bagaimana dengan kakak ipar ku? apa dia cantik?" tanya nya lagi saat mengingat bahwa kakak nya menikah.
"Cantik bahkan sangat cantik dia memiliki kepribadian yang baik, makan nya kakak mu langsung setuju untuk menikah" jawab mama nya sambil mengingat wajah menantunya itu.
"Wah pasti ka Tama ku yang dingin itu sudah bersikap normal, aku jadi pengin banget ketemu dengan kakak ipar ku!" ucap Eros dengan antusias.
Ya pria itu adalah Eros adik Tama pria humoris yang selalu tampil ceria.
"Awas jika kau sampai, macam-macam dengan Kakak ipar mu, mama tidak akan segan-segan untuk menghukum mu" ancam mama nya sambil tersenyum tipis.
"Tuh kan mulai lagi mama gitu deh kan Eros cuma becanda" Eros berkata sambil mencebikan bibir nya.
"Ingat ma nanti mama harus kenalkan kakak ipar pada ku" sambung nya lagi sambil berjalan menuju ke arah kamar nya
BERSAMBUNG
Mohon dukungan nya untuk karya ku yah jangan lupa like komen vote hadiah nya agar author semangat ngelanjutin nya
__ADS_1