Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Berusaha Terlihat Jahat


__ADS_3

Terdengar suara Laras yang sedang memarahi karyawan dengan sangat begitu marah tepat nya dia berada di ruang Meeting. ini sisi lain Laras yang tidak pernah orang lihat.


"Kau itu bodoh sekali! bisa-bisanya, kau membuat semuanya menjadi seperti ini, bagaimana perusahaan bisa memperkerjakan orang bodoh seperti mu!" bentak nya pada salah seorang karyawan sambil melempar map yang di pegang nya.


"Aku tidak sengaja nona!" jawab Karyawan itu sambil menunduk.


"Tidak sengaja kau bilang? Tidak ada yang namanya tidak sengaja kau itu sudah melakukan kesalahan malah membela diri!" bentak Laras dengan penuh penekanan.


"Pa Burhan kau di pecat, dan segera lah angkat kaki dari sini, perusahaan tidak mau memperkejakan orang seperti mu!" lanjut nya lagi dengan penuh peringatan.


"Laras, kau apa-apaan sih? bisa-bisanya ingin memecat Pa Burhan tanpa izin dariku! kau pikir aku bakal membiarkan ini terjadi!" bentak Tama dengan tersulut emosi.


"CK... Orang seperti dia hanya akan merugikan perusahaan, Kau tidak lihat sendiri kalau dia sudah banyak menggelapkan uang perusahaan!" Laras berdecak menatap Tama dengan sorot mata tajam.


Mereka berdua justru malah menjadi sorotan para karyawan yang berada di sana.


"Tapi aku tidak percaya sebelum ada bukti yang nyata, Pa Burhan sudah bekerja selama bertahun-tahun aku yakin dia orang yang jujur!" Tama masih terus kekeh.


"Lihat ini, kau pasti akan terkejut dengan apa yang di lakukan nya!" Laras langsung menyalahkan layar monitor yang berada di ruangan tersebut.


Di situ hanya terlihat Pa Burhan yang sedang membereskan uang tidak ada yang mencurigakan sama sekali.


"Kau sudah salah paham itu tidak benar." Tama menatap Laras dengan tidak terima.


"Pa Burhan kau angkat kaki dan bereskan semua barang-barang mu dan kau tidak akan menerima uang pesangon!" Tanpa memperdulikan perkataan Tama Laras langsung menyuruh Pa Burhan untuk pergi.


"Tapi, nona, saya tidak melakukan hal itu." Pa Burhan berusaha untuk berkilah.


"Tadi kau mengaku sekarang kau mengelak, sudah lah sana pergi!" bentak Laras sambil menatap tajam ke arah Pa Burhan.


"Baiklah saya pergi, tapi asalkan anda tahu apa yang anda lakukan rasakan saja akibatnya!" ucap Pa Burhan dengan tatapan sedih.

__ADS_1


"Tuan Pratama terima kasih atas semua yang kau lakukan selama ini." lanjut nya lagi langsung melangkah keluar meninggalkan ruangan itu karena merasa sangat begitu malu dengan semua karyawan yang berada di sana.


"Untuk apa kau mengejarnya? Dia memang seharusnya di pecat." ucap Laras saat melihat Tama hendak mengejar Pa Burhan.


"Kau, sudah keterlaluan berani-beraninya memutuskan memecat Pa Burhan tanpa izin dari ku!" Tama menatap Laras dengan tatapan tajam.


"Aku juga berhak memutuskan apa saja yang berkaitan dengan perusahaan!" Jawab Laras dengan menyombongkan dirinya.


"Kau!"


Tama yang merasa marah hendak menampar Laras namun wanita itu menepis nya.


"Tidak ada yang bisa menyakiti ku termasuk anda Tuan Tama!" jawab Laras sambil melangkah ke arah tempat duduk.


Seketika ruangan Meeting itu menjadi menegang semua karyawan menjadi berbisik-bisik merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat nya saat kedua bos nya bertengkar. Di situlah Tiara yang menjadi sorotan semua nya.


"Pasti penyebab nya adalah Tiara orang ketiga nya, dia kan mantan pacar Tuan Tama." Begitu lah ucapan-ucapan yang terdengar.


"Semuanya Diam! tidak boleh ada yang berbicara satu pun termasuk membicarakan sesama rekan kerja!" ucap Aldi panjang lebar membuat ruangan itu hening.


Kini setelah kejadian itu akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan Meeting nya dan berusaha untuk melupakan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.


*******


Hari kini sudah menjelang sore kini Laras sudah menyelesaikan pekerjaan nya setelah kejadian di ruang Meeting itu Laras memutuskan untuk tidak menghiraukan Tama dan lebih memilih untuk fokus bekerja.


Wanita itu kini sedang berada di sebuah restoran yang berada di dekat perusahaan terlihat ingin menemui seseorang.


Di tatap nya seorang pria paruh baya yang baru saja datang. Pria itu menatap Laras dengan tatapan tajam karena merasa sangat begitu marah dengan kejadian yang menimpanya di ruang Meeting tadi pagi.


"Ada apa anda ingin menemui saya? Setelah anda memecat saya dengan tidak hormat?" tanya pria itu yang tidak lain adalah Pa Burhan.

__ADS_1


"Harus nya anda merasa bersyukur, karena berkat saya anda bisa keluar dari perusahan Wira Group yang kejam itu, bukan?" jawab Laras menatap Pa Burhan dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Kejam? Anda tahu dari mana? kalau perusahaan Wira Group sangatlah kejam. Selama puluhan tahun saya bekerja di sana dan menggantung hidup pada perusahaan itu tidak ada kekejaman di sana." Pa Burhan berkata dengan penuh tanda tanya.


"Tidak usah di sembunyikan lagi saya tahu semua nya makan nya saya ingin membantu, kalau anda tidak berbicara biar saya sebutkan satu persatu." ucap Laras sambil menghela nafas panjang untuk melanjutkan ucapannya.


"Yang pertama di saat semua karyawan mendapatkan perlakuan yang layak anda hanya di jadikan budak dan anda cuma dapat gajih 20% dari karyawan lainnya hanya karena hutang, tapi sebenarnya hutang anda sudah lunas, dan yang kedua anda...."


"Bagaimana anda bisa tahu nona?" Tanya Pa Burhan langsung saja memotong ucapan Laras.


"Pa Burhan tidak perlu tahu saya tahu dari mana, yang jelas saya akan membantu anda untuk masalah pekerjaan, datanglah ke perusahaan Soechi Group, ini alamat nya, di sana dengan senang hati anda akan di perlakukan dengan baik." Laras menyodorkan kertas yang berisi alamat perusahaan papa nya.


"Dan ini ada sedikit uang pesangon untuk anda." lanjutnya lagi sambil menyodorkan sebuah amplop coklat yang berisi uang.


"Kenapa anda melakukan ini? Jelas-jelas anda bilang saya tidak akan dapat uang pesangon?" tanya Pa Burhan dengan heran.


"Karena saya tahu Wira Group terlalu kejam untuk orang seperti anda dan intinya anda cukup diam dan jangan terlalu banyak bertanya, kalau begitu saya permisi!" Setelah mengatakan itu Laras memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Aneh" gumam Pa Burhan, tapi detik berikutnya pria itu tersenyum senang saat melihat uang yang di berikan Laras.


Baru sampai di depan restoran dering telepon membuat Laras menghentikan langkah nya.


"Hallo Ti ada apa? tumben sekali menelpon?" tanya Laras saat sudah mengangkat panggilan nya.


"Kau di mana? Kita jadikan merayakan Anniversary persahabatan kita?" tanya suara dari seberang telepon.


"Ya ampun aku lupa, ya sudah kau putuskan saja di mana tempat nya nanti aku datang." jawab Laras sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Ck... jadi kau sudah jalan mau ulang? Pantesan di cariin ngga ada,kebiasaan kamu ini." ucap suara dari seberang telepon terdengar berdecak dengan kelakuan sahabat nya itu.


"Belum, kasih tahu aja di mana tempat nya nanti aku kesana." jawab Laras setelah itu langsung mematikan panggil sepihak.

__ADS_1


"Dasar menyebalkan sekali belum juga selesai berbicara malah di matiin." Tiara menggerutu dengan kesal saat melihat panggilan nya sudah di matikan, meskipun tadi pagi ada kejadian, Tiara dan Laras masih bersikap seperti biasanya.


__ADS_2