
Eros menghela nafas panjang berusaha untuk tenang pria itu kini menatap Laras dalam-dalam.
"Banyak yang bilang jatuh cinta adalah hal yang menyenangkan, namun tak semua orang bisa memiliki cinta yang ia inginkan. Ada yang jatuh cinta sendirian atau cinta bertepuk sebelah tangan, ada yang saling mencintai tapi tak bisa memiliki, atau ada yang terlibat cinta segitiga? Ketiga hal tersebut tentu semuanya tidak ada yang menyenangkan" jelas Eros panjang lebar berusaha untuk serius.
"Apa maksud nya Ros?" tanya Laras dengan heran karena merasa sahabat nya itu justru malah berbicara hal lain.
"Kebahagiaan dirimu merupakan prioritas bagi diriku. Namun, memilikimu adalah suatu hal yang mustahil, Meskipun tak sepenuhnya dapat kurengkuh. Aku kan rela demi dirimu yang kucinta." ucap Eros berusaha untuk serius.
"Apa lagi sih? sedari tadi kau itu mengeluarkan kata-kata menyentuh hati tapi tidak mau menjawab? Eros, aku tidak sedang ingin becanda!" Laras berkata sambil memanyunkan bibirnya merasa sangat begitu kesal dengan sahabatnya itu, yang selalu saja pandai mengeluarkan kata-kata yang selalu saja membuat Laras tersentuh namun kadang juga bikin kesal karena tingkah keisengan Eros.
"Ha-ha-ha kau pasti becanda? kau tidak mungkin bisa mencintai ku sementara cinta mu hanya untuk nya!" jawab Eros sambil tergelak karena melihat ekspresi wajah Laras yang terlihat berubah.
"Aku serius, apa kau melihat aku becanda? Eros, kau bilang kau mencintaiku? lalu apa perkataan mu itu cuma sekedar lelucon?" jawab Laras sambil mencebikan bibirnya karena merasa di permainakan.
"I have liked you since first time I met you.
When I looking at you, I can feel my heart race.
You’re the source of my joy. The center of my world and of course the whole of my heart." Eros berkata menggunakan bahasa Inggris sambil memegang tangan Laras menatap wajah Laras dalam-dalam.
"Ros terima kasih atas semua yang kau lakukan selama ini untuk ku, jadi kau mau jadi kekasihku?" tanya Laras sambil menatap Eros dengan terharu.
"I want to run away with you. In a place where there is no one, only you and me!" jawab Eros sambil menggenggam tangan Laras.
"Haaaah, tidak Ros, kau ini bisa tidak? tidak usah becanda sedikit? sedari tadi kau itu terus saja mengeluarkan kata-kata bahasa Inggris!" Laras menghela nafas panjang sambil mendorong kepala Eros dengan kesal karena pemuda di hadapannya itu membuat dirinya merasa tidak karuan.
"Ha-ha-ha tapi kau paham kan dengan apa yang aku katakan? maklum namanya juga sudah lama tinggal di luar negeri!" Eros tergelak merasa lucu dengan apa yang di lakukan nya karena merasa kini Laras terlihat kesal itu suatu hal yang selalu mampu membuat dirinya merasa sangat begitu senang jika melihat sahabatnya kesal.
"CK... iya tinggal di luar negeri tapi, kau juga bisa kan menyesuaikan tempat, mana becanda mana tidak!" decak Laras dengan kesal.
"Terserah deh kau mau berpikir apa!" lanjut nya lagi sambil melempar bantal yang ada di sofa.
Wanita itu berjalan menuju ke arah dapur karena merasa kesal dan lebih memilih untuk diam saja.
"Ras aku tadi serius, hey!" panggil Eros sambil menghela nafas panjang berusaha untuk tenang karena merasa sahabat nya itu terlihat marah.
Pria itu segera berjalan menuju ke arah dapur tampak Laras sedang berkutik di dapur entah apa yang sedang wanita itu lakukan.
"Laras, kau marah dengan ku?" tanya Eros saat sudah berada di depan Laras.
__ADS_1
"Ngga!" jawab Laras dengan singkat.
"Ayolah jangan seperti anak kecil, kau tahu kalau kau ngambek begini jadi seperti anak kecil tahu!" goda Eros sambil cengengesan.
"Sudahlah apa yang kau pikirkan? lebih baik kau pulang saja, kau pasti juga banyak urusan, untuk penawaran tadi lupakan saja tidak usah dipikirkan!" Jawab Laras berusaha untuk biasa saja.
"Aku akan selalu ada untukmu Ras, meskipun aku tidak bisa menggantikan perasaan cinta di hati mu tapi, aku akan berusaha untuk membantu mu, bukan kah kita sahabat baik?" Eros berkata sambil menatap Laras dengan meyakinkan.
"Jadi kau mau menjadi kekasih ku?" tanya Laras terlihat mengembangkan senyumnya wanita itu yang tadinya terlihat sedih kini berubah seketika.
"Kekasih bayaran!" jawab Eros dengan cengengesan.
"Dasar matre, ku pikir Calon dokter sudah sukses ternyata, minta bayaran juga!" cibir Laras sambil geleng-geleng kepala.
"Nanti juga kalau sudah jadi dokter sukses, dokter handal, kau nanti akan ku rebut dari kakak ku, tidak peduli seperti apa perang dunia nanti, yang jelas aku ingin membawa mu pergi jauh dari sini, jauh dari tempat yang membuat mu tidak sakit hati!" Eros berceloteh panjang lebar sambil membayangkan apa yang selalu di mimpikan nya.
"Tuh kan mulai menghalu lagi, sudahlah mending bantu aku membuat kueh!" ucap Laras berusaha untuk mengalihkan pembicaraan karena merasa tidak enak hati.
"Emang ada acara apa? tumben-tumbenan?" tanya Eros dengan menyelidik.
"Buat kita makan lah, aku lagi pengin makan manis-manis, masa harus ada acara segala!" ketus Laras tanpa sedikitpun menoleh ke arah Eros.
"Eros, kau ini bener-bener yah!" pekik Laras dengan bersungut-sungut karena merasa wajahnya kotor.
"Biar ngga kaku, kaku banget hehehe!" jawab Eros sambil cengengesan.
"Rasain emang enak aku bales yah!" ucap Laras tersenyum senang saat tepung yang di pegang nya masuk ke mulut Eros.
"Hih pait tahu, sorry kan cuma becanda!" pekik Eros berusaha untuk menenangkan Laras yang terlihat kesal.
"Ya sudah kita lanjutkan buat kueh nya ingat tidak boleh becanda!" jawab Laras sambil tersenyum seringai.
Bukan nya berhenti justru mereka berdua malah semakin menjadi, mereka berdua membuat kueh dengan bermain tepung sehingga membuat suasana dapur menjadi kotor dan berantakan, Laras seakan melupakan apa yang terjadi jika wanita itu sudah bersama Eros karena Eros pemuda yang selalu saja membuat keceriaan.
*****
"Pokoknya aku mau kau beres kan semua kekacauan ini, jangan harap kau bisa menikmati kueh ini sebelum dapur ku beres!" ucap Laras saat sudah selesai membuat kueh.
"Eh enak saja kau juga harus bantuin memang nya aku pembantu mu apa, kita harus kerjakan bareng-bareng dong!" tolak Eros sambil memegang tangan Laras agar wanita itu tidak melarikan diri.
__ADS_1
"Ros, aku cape berbaik hati lah sedikit!" Laras berkata sambil menunjukkan wajah memelas berharap Eros mau berbaik hati, itu kebiasaan nya sejak dulu yang tidak mau beres-beres saat membuat kekacauan.
"Tidak ada berbaik hati, intinya kau yang berbuat kau juga yang harus ikut tanggung jawab!" Jawab Eros dengan penuh kemenangan.
Dengan bersungut-Sungut Laras akhirnya melakukan pekerjaan bersama.
Setelah selesai mereka berdua menikmati kueh sambil nonton film komedi tawa kedua kini menggema di seluruh ruangan hingga lupa waktu.
Jam Sudah Menunjukkan Pukul 22.00
Kini Eros yang merasa sudah sangat malam akhirnya memutuskan untuk pulang, Laras kini mengantar hingga sampai pintu saja.
"Kau yakin tidak ingin aku antar?" tawar Laras saat mengetahui bahwa Eros naik Taxi.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri, kau istirahat saja, dah sampai jumpa besok!" Eros berkata sambil menggeleng, pria itu segera berjalan menuju ke arah pintu keluar meninggalkan halaman rumah tersebut.
Namun belum sempat keluar dari gerbang kini sebuah mobil memasuki halaman rumah mewah itu, membuat Eros menghentikan langkah nya.
Ternyata Tama yang baru saja pulang kini segera turun saat melihat adik nya.
"Sedang apa kau di sini?" tanya Tama menatap Eros dengan tatapan tajam.
"Tentu saja menemui sahabat ku, ups bukan sahabat melainkan pacar gelap!" jawab Eros dengan santai nya.
"Apa maksud mu? haaaah!" Tama yang merasa tidak terima kini mencengkram kerah baju Eros dengan sangat begitu erat.
"Singkirkan tangan mu dari baju ku, kau tidak boleh melakukan hal seperti itu pada ku, aku sudah tahu semuanya kau hanya menikahi tapi kau tidak mengawini nya kan? jadi apa yang kau takuti? kau tidak usah bersandiwara lagi di depan ku, cukup di depan kedua orang tua kita saja!" ucap Eros panjang lebar sambil melepaskan tangan Tama yang memegang bajunya.
Pemuda itu langsung hendak melangkah keluar karena merasa tidak ingin terjadi keributan.
"Kau tidak bisa menjalin hubungan dengan nya karena dia adalah istri ku!" ucap Tama yang tiba-tiba memegang tangan Eros membuat Eros menatap ke arah nya dengan terkekeh.
"Ha-ha-ha istri mu? istri yang hanya kau anggap pajangan? istri yang hanya kau anggap pengganggu? sudahlah kau tidak boleh seperti itu kau jalani saja hubungan mu dengan Tiara kita impas kan!" Eros berkata sambil tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan apa yang di katakan kakak nya itu.
"Ingat jika kau mencintai satu cinta maka cintai satu saja jangan menyakiti yang lainnya dengan memberi harapan palsuh, meskipun itu istri mu sendiri bersikap lah seperti biasanya karena sekarang aku lah pelindung nya dan aku lah kekasih nya!" lanjutnya lagi sambil melangkah keluar meninggalkan halaman rumah tersebut.
Tama hanya menghela nafas panjang menatap ke arah punggung Eros yang semakin menjauh, pria itu segera berjalan masuk untuk mencari Istrinya itu karena merasa butuh penjelasan, pria itu segera berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar istrinya itu.
"Laras!" teriak Tama sambil menggedor-gedor pintu dengan keras.
__ADS_1
"Apaan sih berisik sekali? bisa tidak, tidak usah teriak-teriak!" ketus Laras sambil menatap Tama dengan kesal.