Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Hari Yang Penuh Drama


__ADS_3

"Tiara, selamat bergabung di perusahaan bersama!" ucap Laras menatap ke arah Tiara sambil tersenyum tipis.


"Laras, kau tidak boleh mengganti semua nya sesuka hati mu, ini ruangan kesukaan Mas Tama kau bisa menempati ruangan Lain!" jelas Tiara panjang lebar.


"Di sini aku berhak untuk memutuskan semua nya termasuk menempati ruangan ini, Tiara kau sebaiknya diam saja nikmati pekerjaan mu!" jawab Laras sambil tersenyum tipis.


"Laras, kau kenapa, sekarang menjadi sombong sekali? aku sahabat mu aku tahu yang terbaik untuk mu dan aku cuma ingin kau tahu kalau aku ingin melindungi mu dari amukan Mas Tama!" jelas Tiara panjang lebar berusaha untuk mengontrol emosi nya.


"Aku atasan mu dan sekarang kau bawahan ku jadi bersikap lah profesional jangan bersikap seperti sahabat yang selalu melindungi karena aku tidak ingin kau lindungi!" ucap Laras menyombongkan diri nya.


Tiara yang mendengar penuturan Laras tentu merasa sangat begitu tidak percaya dengan perubahan sahabatnya itu .


"Laras, kau ini kenapa? tidak mau mendengar penuturan ku? aku cuma ingin yang terbaik untuk mu dan..."


"Keluar dari ruangan ini sekarang juga!" potong Laras dengan cepat sambil menunjuk ke arah pintu.


"Oke fine, tapi aku cuma ingin bertanya!" Tiara berkata sambil menatap ke arah Laras dalam-dalam bola matanya menyiratkan perasaan luka yang teramat dalam pada sahabat nya itu.


"Tanya apa? tentang hubungan ku dengan ka Tama? atau kau mau bilang aku mengingkari janji!" cecar Laras sambil tersenyum tipis.


"Kau mencintai nya kan? dan semua yang kau lakukan karena kau menginginkan cinta suami mu, aku tahu kau sejak dulu Ras, kau selalu berkorban untuk ku!" ucap Tiara dengan menggebu-gebu menahan diri untuk marah.


"CK.. kau percaya diri sekali kalau aku melakukan semua ini untuk suami ku, aku melakukan semua ini karena aku cuma ingin harta kekayaan yang dia miliki bukan cinta, karena bagi ku cinta ku bukan untuk nya, paham!" decak Laras mulai mengeluarkan sifat lain nya karena wanita itu melihat Tama sudah di ambang pintu.


"Apa yang kalian lakukan, ribut-ribut di perusahaan!" Suara Tama menggelegar di seluruh ruangan hati nya berkecamuk menahan amarahnya.


"Apa kau tidak malu mempermalukan diri sendiri?" lanjut nya menatap ke arah Laras dengan tatapan tajam.


"Pa aku ingin semua nya di rubah ini juga di pindah ke luar dari sini!" Laras berkata tanpa sedikitpun memperdulikan ucapan Tama, wanita itu Lebih memilih untuk mengabaikan kedua pasang manusia yang sedang saling diam itu.

__ADS_1


"Kau mendengar ku? aku atas mu kau tidak berhak untuk merubah ruangan ini semau mu!" hardik Tama sambil mencengkram kuat tangan Laras.


"Aku tidak peduli, mending kau bekerja dengan profesional, jangan membuang energi mu untuk mengurusi ku!" jawab Laras dengan acuh berusaha untuk melepaskan tangan Tama.


"Kau beraninya, apa yang kau inginkan haaah!" Hardik tama sambil menyudutkan Laras ke arah tembok karena merasa sangat begitu marah.


"Mas Tama, sudah jangan di permasalahkan!" ucap Tiara berusaha untuk menenangkan Tama yang terlihat marah.


"So Amazing Ti, kau bahkan malah membela nya dia sekarang bukan sahabat baik mu tapi iblis bermuka dua yang tidak punya hati!" ucap Tama sambil geleng-geleng kepala menatap Tiara tidak habis pikir sementara tangan nya masih mencengkram kuat tangan Laras.


"Iya aku memang iblis bermuka dua, bukan berarti kau berhak untuk menyakiti Ku, tahu kah Kalau aku sangat tergila-gila oleh kekayaan mu dan apa rencana ku sekarang yaitu ingin menguasai perusahaan Wira Group!" ucap laras sambil meringis kesakitan akibat cengkraman tangan Tama yang kuat.


"Oya, Laras yang terhormat kau membuat ku tambah semakin merasa marah yah, kau memiliki segalanya uang harta kekayaan orang tua mu tidak mungkin kau hanya menginginkan harta kekayaan ku selain ada niat terselubung untuk menghancurkan hubungi ku dengan Tiara!" desak Tama dengan penuh penekanan agar Laras berkata dengan jujur.


"Ha-ha-ha, menghancurkan hubungan Kalian?" Laras bukannya menjawab justru malah tergelak seakan perkataan Tama adalah lelucon bagi nya.


Melihat Laras yang justru malah tertawa terbahak-bahak amarah di hati Tama semakin memuncak pria itu menatap tajam wanita yang ada di hadapannya itu, berbeda dengan Tiara yang justru malah diam saja menonton suami istri yang layaknya musuh itu.


"Tuan Tama, ada meeting pagi in ...!" Aldi yang baru saja masuk kini terkejut pria itu bahkan menjatuhkan Map yang di pegang nya bahkan pria itu tidak melanjutkan ucapannya.


Tama yang mendengar suara Asisten nya langsung melepaskan pegangan tangan nya dari Laras yang sudah terlihat sedari tadi menahan kesakitan.


Pria itu menatap ke arah Asisten nya dengan tatapan tajam seperti sebuah ancaman bagi nya.


"Apa yang kau lihat lupakan, anggap saja kau tidak pernah melihat kejadian ini, ingatlah jika sampai hal ini sampai terdengar ke telinga orang tua ku berarti kau harus menanggung akibatnya!" ancam Tama dengan penuh peringatan seakan tahu apa yang di pikirkan Asisten nya itu, pria itu melangkah menuju pintu keluar.


"Tapi Tuan, bukan kah Nona Laras istri anda? kenapa anda memperlakukan nya dengan kasar?" tanya Aldi menghentikan langkah Tama.


Tama yang mendengar penuturan Asisten nya kini mendengus kesal menatap Aldi dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


"Kau cukup diam, jika masih ingin bekerja di sini!" ucap Tama dan langsung saja keluar meninggalkan ruangan tersebut sambil menggandeng tangan Tiara yang sedari tadi mematung.


Aldi yang mendengar penuturan tuanya kini hanya menghela nafas panjang berusaha untuk tenang meskipun tidak habis pikir dengan apa yang terjadi.


"Nona anda tidak papa?" pria itu bertanya sambil menatap ke arah Laras yang terlihat diam saja.


"Aku baik, ini hanya masalah kecil jadi jangan di besar-besar kan!" jawab Laras berusaha untuk tersenyum tipis.


Aldi hanya mengangguk saja tanpa sedikitpun ingin bertanya lagi karena mengingat masih banyak pekerjaan dan harus mengurus Meeting yang akan di selenggarakan pagi itu .


Hari terus berjalan sepanjang pekerjaan Laras bener-bener membuat Tama kesal pasalnya wanita itu terus saja menunjukkan bahwa dirinya lah yang lebih baik bahkan, semua rekan bisnis terus menerus memuji Laras seakan wanita itu menjadi nomer satu, bukan hanya itu saja Laras tidak memperdulikan Tama yang terus-menerus terlihat sangat begitu marah wanita itu juga tetep merubah seluruh yang ada di ruangan itu.


Kini jam sudah menjunjukan pukul 17.00 berarti waktu sudah menjelang sore hari, wanita itu kini sedang membereskan berkas karena merasa pekerjaan nya sudah selesai.


Tok-tok-tok


Suara pintu di ketuk membuat Laras menoleh wanita itu mengerutkan keningnya heran.


"Nona Laras, ini saya Aldi boleh saya masuk?" terdengar suara dari balik pintu.


Laras yang mendengar suara Aldi kini berjalan menuju ke arah pintu.


"Aldi, ada apa?" tanya nya dengan heran melihat raut wajah Aldi yang terlihat sangat begitu berbeda dari biasanya.


"Anu, saya mau nitip berkas saja tadi, karena Tuan Tama sudah pergi duluan!" ucap Aldi dengan terbata-bata karena merasa tidak enak hati untuk bercerita.


"Oh mau nitip berkas, kenapa wajah mu terlihat aneh begini?" jawab Laras sambil tersenyum tipis langsung mengambil berkas yang di pegang Aldi.


Aldi bukan nya melepaskan pegangan tangan dari berkas yang di pegang nya justru malah masih memegang nya dengan erat.

__ADS_1


"Aldi Are you okay?" tanya Laras sambil mengerutkan keningnya heran.


BERSAMBUNG


__ADS_2