Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Birthday Mama Sarah


__ADS_3

Sebulan Berlalu


Selama sebulan ini Laras lebih memilih untuk menyibukkan diri nya di perusahaan bahkan wanita itu juga menghindari Papa nya agar tidak di tanya macam-macam meski mereka satu kantor tapi Laras bisa saja mencari alasan agar tidak bertutur sapa dengan Papa nya.


Sementara hubungan nya dengan Tama lebih menjauh setelah kejadian malam itu, bahkan Laras juga akan berangkat pagi sebelum Tama bangun dan akan pulang tengah malam, agar tidak bertutur sapa dengan suaminya itu, sementara hubungan nya dengan Tiara masih berjalan seperti biasanya.


Malam ini adalah Malam ulang tahun Sarah sekaligus peresmian butik baru nya.


Laras kini sudah berada di dalam mobil nya, setelah menyelesaikan pekerjaan nya, wanita itu sudah bergegas menuju ke arah di mana pesta ulang tahun Mama nya berada.


Dering telepon membuat Laras menepikan mobilnya dan langsung mengangkat panggilan nya saat tertera nama Mama Ku Sayang.


"Laras kau sudah di mana? jama segini belum datang, padahal Tiara sedari tadi sudah datang, kau anak mama tapi, kau terlalu sibuk dengan dunia mu sendiri, ya mama tahu kau sudah berkeluarga, tapi Tiara yang bukan anak mama saja lebih peduli dengan mama, apa kau beneran tidak peduli lagi dengan Mama!"


Belum sempat Laras menjawab Sarah sudah mengoceh panjang lebar membuat Laras menghela nafas panjang.


"Mah ngomong nya satu-satu bisa ngga? Laras lagi di jalan sebentar lagi juga nyampe, Mama jangan ngoceh-ngoceh kaya burung beo deh pusing, pala Barbie!" Jawab Laras sambil mencebikan bibir nya.


Tut Tut ....


Panggilan di matikan sepihak membuat Sarah yang hendak berbicara kini mendengus kesal.


"Dasar anak nakal! orang tua belum berbicara sudah di matikan saja!" Sarah menggerutu saat melihat panggilan di matikan sepihak.


"Ada apa sih mah? ngomel-ngomel begitu malu tahu di lihatin besan!" tanya Adi sambil menatap ke arah Bela dan Malik yang sudah berada di sana.


"Iya Sarah kau kenapa?" tanya Bela sambil mendekat ke arah Sarah dengan penuh selidik.


"Biasa Laras, anak itu selalu saja membuat ku kesal, di telpon malah di matikan sepihak, padahal kan aku belum juga selesai berbicara!" jelas Sarah panjang lebar sambil mencebikan bibir kesal.


"Mungkin karena Laras sedang berdandan kali, jadi dia merasa terganggu!" jawab Bela berusaha untuk menenangkan besannya itu.


"Iya Sarah kau tidak boleh marah-marah ini hari bahagia kamu!" timpal Malik.

__ADS_1


"Dandan masa Dandan lama banget, orang jelas-jelas dia bilang sedang di perjalanan!" jawab Sarah masih menggerutu kesal.


"Mah selamat ulang tahun yah" ucap Tama yang baru saja datang membuat semuanya menoleh.


"Menantu kau sudah datang?" tanya Sarah sambil menengok ke kanan dan kiri.


"Iya, sorry, sedikit telat tadi, membeli kado untuk mama!" jawab Tama menyodorkan paper bag yang di bawanya sambil menyalami Sarah dan Adi.


"Terima kasih, kau tidak usah repot-repot segala, acaranya belum di mulai ko!" jelas Sarah sambil tersenyum tipis.


"Oya, Tama mana menantu ? bukanya seharusnya kau berangkat bersama dia?" tanya Bela menatap putranya dengan menyelidik, membuat Tama menoleh ke kanan dan ke kiri tidak ada istrinya sama sekali.


Pria itu menghela nafas panjang berusaha untuk tenang karena mengingat selama sebulan ini tidak pernah bertutur sapa atau bertemu dengan istrinya itu.


"Laras berangkat sendirian, aku tadi ingin menjemput nya tapi, dia tidak mau aku jemput, katanya dia bawa mobil sendiri!" jawab Tama berusaha untuk meyakinkan.


"Anak itu memang kebiasaan, sok mandiri tapi, selalu saja membuat orang khawatir, awas saja nanti kalau sudah berada di sini Mama apakan dia!" gerutu Sarah sambil mengingat putri nya itu.


"Sudah dong mah jangan Marah-marah terus!" Adi berusaha untuk menenangkan istrinya itu yang terlihat sangat begitu tegang sedari tadi lantaran para tamu sudah berdatangan.


"Kau tidak lupa kan? jika sekali saja kau menyakiti nya, berarti kau juga menyakiti Mama!" lanjutnya lagi membuat Tama sedikit pucat pasi tapi pria itu berusaha untuk biasa saja.


"Tentu saja aku ingat!" jawab Tama singkat langsung menjauh dari dekat mama nya tanpa sedikitpun ingin menjelaskan.


"Kalian sedang apa bisik-bisik sih?" tanya ketiga orang dengan bingung.


"Tidak ada cuma memperingati saja ko!" jawab Bela sambil tersenyum tipis.


Sementara di luar Laras sudah berada di depan tempat acara berada.


"Ya ampun acara nya sudah rame sekali, pasti mama sudah sangat begitu panik dan ngomel-ngomel!" ucap Laras menatap ke arah depan sambil merapikan rambutnya.


Laras berlari dengan cepat hendak masuk ke dalam karena merasa sangat begitu sudah terlambat namun tiba-tiba

__ADS_1


Bruuuuuughh


"Aduuuuuh! lagi buru-buru juga, pake nabrak orang segala!" Pekik Laras saat dirinya terjatuh karena kurang keseimbangan.


"Sorry, Mba tidak papa kan?" tanya pria itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Laras berdiri.


"Iya tidak papa cuma, pakaian ku kotor sedikit, harus nya saya yang minta maaf, karena saya tidak lihat-lihat kalau jalan!" jawab Laras sambil membersihkan pakai nya yang kotor menggunakan tangan nya.


"Oya, kado nya jatuh!" pria itu segera berjalan mengambil kado Laras yang jatuh dan memberikan nya.


"Terima kasih loh sudah di ambilin, padahal tadi saya yang salah tapi, lagi-lagi mas nya baik banget, biasanya kalau orang lain mungkin bakal marah-marah ngga jelas!" Laras berkata sambil menerima kado tersebut tanpa sedikitpun menatap wajah pria di hadapannya itu.


"Tentu saja ngga marah, kamu kan sahabat terbaik ku mana mungkin marah-marah ngga jelas!" pria itu berkata sambil tersenyum menggoda membuat Laras menoleh.


"Eros, hiiiih kau itu bikin aku malu saja deh!" dengan bersungut-sungut Laras memukul Dada Eros menggunakan kado yang di pegang nya.


"Stop, Ras nanti kado nya rusak!" Eros berkata sambil memegang tangan Laras menaiki turun kan alisnya menatap ke arah kado yang di pegang Laras.


"Eh ya ampun hampir saja aku merusak kado untuk Mama!" Laras langsung memundurkan tubuhnya sambil menepuk jidatnya sendiri menatap ke arah kado yang di pegang nya.


"Huuuuh untung tidak rusak, yang ada nanti mama ngomel-ngomel!" lanjut nya lagi sambil menghela nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu kita masuk bareng yuk, seperti nya acaranya sudah mau di mulai, pasti tante Sarah sudah ngedumel sedari tadi!" ajak Eros sambil mengingat wajah Sarah yang dulu sering ngomel-ngomel.


"Ha-ha-ha masih ingat saat Mama ku dulu sering ngomel-ngomel!" Laras berkata sambil tertawa terbahak-bahak berjalan mensejajarkan kakinya dengan Eros.


"Tentu dong, walaupun tukang ngomel, tapi, perhatian nya loh tingkat dewa ngga ada yang bisa nandingin, mama aku aja kalah perhatian!" jawab Eros sambil mengingat perilaku Sarah yang tidak pernah membandingkan siapa pun saat Eros sering main dulu ke rumah Laras.


"Namanya juga mama Paling The best lah!" jawab Laras sambil tersenyum senang.


Kedua sahabat itu berjalan beriringan dengan sesekali mengobrol.


Happy Birthday Mama ku sayang!" Laras yang sudah berada di dalam kini langsung memeluk Sarah dengan begitu erat.

__ADS_1


"Sayang-sayang jam berapa ini?" Sarah yang sedang kesal kini langsung melepaskan pelukan Laras karena merasa ingin menunjukkan kekesalan nya meski pun sedari tadi sedang khawatir.


"Seharusnya kau tidak usah datang aja sekalian, biarkan Mama ini pesta tanpa seorang anak, punya anak tapi seperti tidak punya anak, ngga kamu ngga Frans sama-sama tidak peduli dengan Mama!" lanjut nya lagi mulai mengeluarkan air mata palsunya.


__ADS_2