Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Eros Tahu


__ADS_3

Pemuda itu yang merasa penasaran hendak melangkah mendekat ke arah di mana Laras berada.


"Eros kau mau kemana?" tanya teman nya merasa sangat begitu heran.


"Duduk kau tidak boleh seperti itu, jika kau terus seperti itu kapan kau akan maju!" lanjut nya lagi sambil menyuruh Eros untuk duduk.


"Tapi, aku penasaran dengan apa yang terjadi, dia Laras dan yang membuat ku heran kenapa kakak ku justru malah terlihat mesra dengan orang lain!" jelas Eros panjang lebar sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Apa kau mencintai wanita itu yang kau sebut?" tanya Teman nya sambil menatap Eros dengan penuh selidik.


"Ha-ha-ha jangan bilang kau menyukai kakak ipar mu?" lanjut nya lagi sambil tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan perubahan wajah Eros.


"Dia cinta pertama ku aku tidak tahu kalau mereka sudah di Jodohkan sejak kecil pas aku pulang dari luar negeri dia ternyata sudah menjadi kakak ipar ku, tapi melihat hal ini justru malah membuat ku tambah syok jika kakak ku beneran menyakiti nya!" jelas Eros panjang lebar sambil sesekali melirik ke arah Laras yang terlihat cuek menikmati makanannya.


"Sudah lah bro mungkin mereka sedang ada misi!" jawab temen nya berusaha untuk menenangkan agar tidak terjadi sesuatu.


Eros akhirnya memilih untuk dia dan melanjutkan urusan nya dengan temannya itu untuk proses magang, karena Eros ingin melanjutkan kuliah nya sambil bekerja sampingan untuk membiayai kuliah nya sendiri agar tidak di rendahkan lagi oleh kakak nya dan kedua orang tua nya.


Pembicara nya kini sudah selesai, Eros melihat Laras sudah pulang terlebih dahulu, namun pandangan matanya justru malah mengamati sosok kedua pasangan yang terlihat mesra itu, Eros bener-bener tidak menyangka kalau Tiara dan Laras mencintai satu pria yaitu kakak nya sendiri.


"Apa yang sebenarnya terjadi? pernikahan macam apa yang Laras dan kakak ku jalani?" gumam Eros sambil mengepalkan tangannya geram.


Pria itu kini lebih memilih untuk menemui Laras karena dia tidak ingin berurusan dengan Kakak nya yang nantinya akan terjadi masalah.


"Terima kasih bro, atas penjelasannya semoga kita bisa menjadi rekan yang baik!" pamit Eros setelah merasa cukup puas dengan penjelasan temannya itu.


Pria itu segera bergegas keluar untuk menaikan taxi dan menyuruh supir Taxi itu ke rumah Laras.


Dengan hati gusar Eros berusaha untuk tenang karena pria itu benar-benar merasa penasaran dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian Taxi yang Eros tumpangi kini sudah berada di depan pintu gerbang rumah Laras rumah besar yang tampak terlihat sangat begitu sepi.


Eros langsung memencet bel rumah tak beberapa lama kemudian satpam penjaga sudah membukakan pintu.


"Cari siapa ya mas?" tanya Satpam penjaga sambil mengamati penampilan Eros .


"Aku ingin bertemu dengan Laras, katakan padanya kalau Eros ada di bawah!" jelas Eros panjang lebar.


"Tidak bisa, Nona Laras bilang dia sedang tidak menerima tamu!" ucap Satpam penjaga dengan ketus.


"Aku sahabat nya, jadi kau jangan macam-macam, dan aku adalah Adik dari Pratama Wira Yudha!" ucap Eros dengan penuh penekanan karena merasa sangat begitu marah dengan satpam tersebut.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan, Sudah lah jangan ngada-ngada!" jawab satpam tersebut dengan mengejek.


"Aku tidak mengada-ada, Laras keluar kau aku di bawah!" teriak Eros berusaha untuk menerobos masuk karena merasa sangat begitu kesal.


"Ada apa ribut-ribut?" terdengar suara Laras yang baru saja keluar membuat satpam tersebut menoleh.


"Sudah lah biarkan dia masuk dia sahabat ku!" jawab Laras sambil berjalan masuk tanpa sedikitpun berbicara dengan Eros.


"Dasar satpam sok tahu!" maki Eros sambil berjalan masuk mengikuti Laras.


Laras langsung saja memberikan segelas air dingin untuk Eros dan mengajak Eros duduk di sofa.


"Tumben sekali kau kemari?" tanya Laras sambil menyalahkan televisi agar tidak merasa jenuh pikir nya.


"Memang nya tidak boleh aku menemui kakak ipar ku?" tanya Eros sambil berjalan menuju ke arah sofa di mana Laras duduk.


"Boleh tapi aneh saja kau datang tiba-tiba, kau datang kemari pasti karena kau ada mau nya yah?" jawab Laras langsung balik bertanya sambil memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Laras, katakan pada ku dengan jujur!" Eros tiba-tiba memegang tangan Laras membuat Laras terkejut.


"Katakan apa?" tanya nya berusaha untuk tenang.


"Apa kau mencintai kakak ku?" tanya Eros menatap Laras dengan tatapan menyelidik.


"Ha-ha-ha tentu saja iya dia kan suami ku, kau malah bertanya yang sudah pasti ada jawaban nya!" Laras tergelak merasa lucu dengan apa yang Eros tanyakan.


"Aku serius, kau pikir aku tidak tahu sandiwara apa yang kau lakukan selama ini, jika kau mencintai suami mu untuk apa kau membiarkan dia menjalin kasih dengan Tiara, untuk apa Ras? untuk apa! katakan pada ku Ras apa yang kalian lakukan!" Eros menggoyangkan tubuh Laras hatinya ikut merasa sesak jika harus melihat orang yang di cintainya tidak pernah di cintai oleh suaminya.


"Ya aku memang bodoh, kau pasti akan menertawakan ku kan? karena aku masih tetep membiarkan suami ku menjalin hubungan dengan kekasih nya, puas!" jawab Laras dengan suara yang cukup keras air mata nya jatuh begitu saja.


"Apa yang kau katakan?" Eros mendekat ke arah Laras pria itu ingin meminta jawaban dari perkataan sahabatnya itu.


"Aku adalah orang ke-tiga nya, aku yang muncul di antara hubungan mereka dan aku yang membuat semuanya jadi rumit, aku juga yang memaksa nya untuk tetep melanjutkan perjodohan ini, padahal dari awal dia sudah menentang keras perjodohan ini, karena aku tidak ingin orang tua ku kecewa, meskipun aku memberi nya syarat agar dia tetep mau melanjutkan perjodohan ini yaitu mereka tetep menjalin hubungan!" ucap Laras panjang lebar mengingat apa yang di lakukan nya.


"Awalnya aku tidak merasakan apa-apa tapi semakin lama semakin aku dekat dengan nya, aku merasakan sensasi yang berbeda, perasaan yang dulu pernah aku rasakan kini kembali hadir saat aku sadar kalau ka Tama adalah cinta pertama ku, cinta masa kecilku, tapi aku tidak ingin egois karena aku sadar Tiara sangat begitu mencintai nya!" jelas Laras panjang lebar sambil terduduk lemas.


"Ros apa kau mencintai ku?" tanya nya sambil menatap ke arah Eros dengan menyelidik.


"Aku sangat mencintaimu bahkan cinta ku sangat begitu besar untuk mu, bukan kah mencintai seseorang yang kita cintai hanya cukup melihat nya bahagia bersama orang lain? asalkan dia bahagia tapi, mendengar apa yang kau katakan aku merasa ikut sesak Ras hati ku ikut hancur!" jawab Eros sambil tersenyum getir menatap Laras dengan iba.


"Jika kau mencintai ku, bantu aku Ros bantu aku agar aku bisa melupakan perasaan yang ada di dalam hati ku!" ucap Laras dengan penuh harap.


Eros kini terdiam sejenak pria itu seperti mendapat angin segar di sore hari itu.


"Bantu apa?" tanya Eros dengan mengerutkan keningnya heran.


"Jadilah kekasih ku!" ucap Laras terlihat gamblang membuat Eros seperti di sambar petir pria itu berusaha untuk melebarkan telinga nya karena merasa salah dengar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2