Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Sakit Tapi Tak Berdarah


__ADS_3

"I iya saya baik!" jawab Aldi dengan terbata-bata langsung melepaskan tangan nya dari berkas yang di pegang nya.


"Ya sudah jika tidak ada yang di bicarakan kau boleh pulang!" ucap Laras saat melihat Aldi masih diam mematung.


Sementara Laras hendak melangkah masuk kembali ke dalam ruangan nya untuk bersiap pulang.


"Nona Laras!" panggil Aldi membuat Laras membalikan badannya.


"Ada apa lagi?" tanya Laras menatap Aldi dengan heran.


"Saya baru tahu, ternyata di balik senyum yang anda tunjukkan ke semua orang tadi, anda ternyata memiliki hubungan yang tidak baik dengan suami sendiri bahkan anda juga tetep membiarkan suami anda bersama wanita lain!" ucap Aldi panjang lebar sambil menatap Laras tidak habis pikir.


"Apa urusannya dengan mu? Aldi, kau bekerja dengan baik lah tidak usah ikut campur urusan orang, jika kau masih ingin tetep bertahan di sini!" ketus Laras tanpa sedikitpun ingin menjelaskan dan langsung menutup pintu dengan keras.


Braaaaak.


"Astaghfirullahaladzim, pantas saja tuan Tama lebih memilih Tiara kemana-mana, Tiara memang yang terbaik dan tidak pernah bersikap seperti itu!" gumam Aldi sambil memegang dadanya karena terkejut.


Sementara di dalam Laras menghela nafas panjang berusaha untuk tenang meskipun sebenarnya hatinya merasa sangat begitu tidak karuan.


wanita itu kini memutus untuk menemui Tama dimana suami nya berada dulu hubungan nya dengan Tama memang lah baik Laras sering bertemu Tama saat wanita itu berkunjung menemui Tiara sahabatnya, namun sejak pernikahan karena perjodohan Laras baru sadar kalau Tama adalah cinta pertama nya dulu saat masa kecil sosok pria dingin yang selalu saja membuat nya tersenyum meskipun sikap nya selalu acuh tapi hal itu justru malah menjadi daya tarik tersendiri bagi Laras untuk mengagumi Tama dalam diam namun sayangnya Seribu sayang semuanya harus di pendam saat sudah dewasa dan saat tahu kalau Tama adalah kekasih sahabat nya sendiri.


Laras yang sudah menghubungi Tiara kini memutuskan untuk menemui sahabatnya itu meskipun Laras mengingat kejadian tadi pagi tapi hubungan wanita itu dengan Tiara sudah kembali membaik karena Tiara yang mudah memaafkan.


Mobil berhenti tepat di depan sebuah restoran di mana Restoran kesukaan Tiara dan Laras sering berkunjung ke tempat tersebut.


Laras kini turun dari mobil nya setelah memarkirkan mobilnya dengan tepat.

__ADS_1


Wanita itu berjalan sambil memegang berkas yang tadi di berikan oleh Aldi, baru satu langkah kaki Laras menunju ke arah pintu wanita itu terhenti saat mendengar suara sahabatnya itu yang sedang tertawa terbahak-bahak bersama Tama bahkan mereka tampak terlihat bahagia Tama yang tidak pernah terlihat tertawa lepas kini terlihat sangat begitu menikmati nya, jangan kan tertawa bahkan tersenyum saja tidak pernah kini Laras merasa sangat begitu sesak jika harus mengingat apa yang di lakukan nya.


"Cukup melihat mu tertawa lepas seperti itu bersama Sahabat baik ku membuat ku merasa sangat begitu senang, tapi karena kehadiran ku di tengah-tengah Kalian justru malah membuat hubungan kalian semakin rumit!" gumam Laras merasa sangat bersalah, wanita itu hendak mengurungkan niatnya untuk menemui Tama karena merasa tidak ingin mengaggu atau justru malah membuat Tama marah dengan kehadiran nya.


"Laras, kemari!" panggilan Tiara membuat Laras terkejut dengan terpaksa akhirnya memutar badannya.


"Sebentar Mas, aku temuin Laras dulu!" pamit Tiara sambil berjalan mendekati Laras.


"Tiara, kenapa kau malah kesini? aku tidak jadi ko, kau lanjutkan saja momen berdua kalian!" ucap Laras merasa tidak enak hati meskipun perlakuan nya tadi pagi terlihat sombong dan arogan kini sudah kembali seperti semula karena merasa sudah tidak di kantor lagi.


"Kau bilang akan mengantarkan berkas penting, jadi apa yang kau takuti? bukan kah kau bilang tidak pernah sedikit perduli dengan hubungan kami? sesuai janji kau tidak akan pernah tertarik dengan Mas Tama, untuk apa kau takut saat melihat kami bersama!" ucap Tiara dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya seakan memutar balikkan perkataan Laras.


"Ba-baik kalau kau memaksa aku tidak takut!" jawab Laras dengan terbata-bata.


Wanita itu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Tiara yang masih terdiam.


"Tanda tangan di situ, tadi Aldi bilang kau sudah pergi jadi dia menitipkan kepada ku!" jelas Laras saat melihat ekspresi wajah tama yang terlihat menatap nya tidak suka.


"Wah ternyata kau sedang melakukan diner romantis sekali, aku sungguh terharu!" lanjut nya lagi sambil memakan cemilan yang sudah berada di meja.


Wanita itu memakan makanan yang ada di meja tanpa izin terlebih dahulu membuat Tama semakin menatap Laras dengan sorot mata tajam karena merasa sangat begitu kesal dengan tingkah wanita yang ada di hadapannya itu bahkan Laras makan tanpa menggunakan sendok seperti orang yang tidak pernah di kasih makan.


"Laras, kau sedang kerasukan setan apa?" Tiara kini memegang kening sahabatnya itu karena merasa sangat begitu heran.


"Aku kerasukan setan? sembarangan aku itu cuma sedang lapar saja!" jawab Laras Masih melanjutkan makannya.


Tama yang terlihat sudah selesai tanda tangan kini berdiri pria itu tampak memangil pelayan restoran.

__ADS_1


"Hitung semua yang ada di meja ini dan bawakan makanan seperti tadi!" ucap Tama pada pelayan restoran dengan suara yang terdengar sangat begitu kesal.


"Baik Tuan!" jawab pelayan Restoran dengan ketakutan.


Terlihat Tama memegang tangan Tiara seperti nya pria itu tampak tidak suka dengan kedatangan Laras.


"Kita pindah ke arah sana saja seperti nya ada nyamuk yang tidak tahu malu datang kemari, mengaggu saja!" ajak Tama ke arah bangku kosong yang tak jauh dari Laras berdiri.


"Sebaiknya setelah kau selesai makan pulang lah, urusan mu sudah selesai kan!" lanjut nya lagi sambil menatap Laras dengan tatapan tajam.


"Mas Tama, kenapa sensitif sekali dengan Laras?" tanya Tiara.


"Ti kau tidak usah terlalu banyak bicara, kita nikmati saja momen berdua kita yang terganggu karena ulah si nyamuk itu!" jawab Tama dengan penuh penekanan melirik Laras seolah Laras adalah pengganggu.


Laras sedari tadi diam saja wanita itu yang biasa nya banyak bicara kini hanya mencoba menghela nafas panjang sesekali berusaha untuk cuek dan fokus melanjutkan makan nya.


Tak beberapa lama kemudian makanan yang Tama dan Tiara tunggu kini sudah di hidangkan pria itu tampak terlihat begitu lembut bahkan dengan sengaja nya menyuapi Tiara di depan Laras.


Perlakuan lembut dan romantis Tama tunjukkan ke Tiara dengan sangat begitu sengaja nya seakan melihat Laras merasa panas adalah hal paling menyenangkan bagi dirinya.


Sekuat hati Laras berusaha untuk tenang meskipun suara kedua pasangan itu terus mengaggu telinganya tapi wanita itu tidak ingin terlihat lemah.


"Laras, kau tidak malu apa menjadi nyamuk lihatlah semua yang ada di sini bersama pasangan masing-masing kau malah sendiri!" cibir Tama dengan suara yang cukup keras namun wanita itu hanya bergeming saja tanpa sedikitpun memperdulikan perkataan suaminya itu.


Namun dari arah berlawanan yang hanya di batasi kaca tampak sosok pemuda tampan terlihat sedang mengucek mata perlahan untuk memastikan apa yang di lihatnya.


"Laras, benarkah itu!" gumam pemuda tersebut merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2