
"Apa rencana mu? haaaah!" hardik Tama sambil menatap Laras dengan tatapan tajam.
"Aku tidak punya rencana apa pun, kau tidak jelas sekali, datang-datang teriak-teriak dan menuduh orang sembarangan!" jawab Laras dengan acuh.
Wanita itu hendak melangkah kembali masuk ke kamar nya namun tiba-tiba Tama langsung saja memegang tangan nya dengan erat.
"Kenapa? apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Laras dengan tatapan tajam.
"Katakan sebenarnya apa mau mu, sampai kau menjalin hubungan dengan Eros?" ucap Tama dengan suara yang cukup keras.
"Oh jadi, kau teriak-teriak memanggil ku hanya ingin bertanya tentang hubungan ku dengan Eros?" Laras menjawab dengan ber oho riya sambil tersenyum simpul.
Mendapat jawaban seperti itu Tama tentu merasa sangat begitu marah langsung menyudutkan Laras ke arah tembok.
"Kau berani melawan ku, kau pikir kau siapa? haaaah!" bentak Tama dengan penuh emosi.
"Kau tidak ada hak apapun jadi, jangan suka seenaknya mengatur ku, bukan kah sudah tertulis jelas kalau kita tidak pernah ikut campur urusan masing-masing, jadi apa yang kau permasalahkan?" jelas Laras panjang lebar seakan menyudutkan Tama.
"Apa kau berharap aku menyukaimu? tidak ka Tama, cinta ku hanya untuk Eros dia adalah belan jiwa ku sama seperti kau yang mencintai Tiara, jadi apa salah nya jika aku menjalani hubungan dengan nya!" sambung nya lagi dengan penuh penekanan.
"Kau tidak boleh menjalani hubungan dengan Eros, dia adik ku bagaimana kalau Mama tahu? kau ingin membuat Mama ku masuk rumah sakit lagi? karena melihat menantu kesayangan nya berselingkuh dengan putranya sendiri membuat keluarga ku semakin hancur!" jelas Tama panjang lebar dengan penuh peringatan.
"Kau tidak perlu khawatir aku bisa mengatasi semua nya dengan cantik, jadi lebih baik kau urus saja hubungan mu dengan Tiara jangan mengurusi urusan ku dengan Eros, seperti kesepakatan dari awal!" jawab Laras dengan santai langsung saja menutup pintu kamarnya dengan keras.
Braaaaak...
"Kurang ajar!" gerutu Tama sambil memegang dadanya karena merasa sangat begitu kaget.
"Tapi untuk apa juga aku mengurusi wanita itu, tidak penting!" Lanjutnya lagi merutuki dirinya sendiri sambil melangkah ke arah kamarnya dengan perasaan yang campur aduk.
Malam ini bukan menjadi Malam yang tenang bagi Tama tapi malam ini justru menjadi malam penuh kegundahan baginya pria itu kini sedang berdiri di atas balkon kamar nya setelah selesai mandi.
"Kami semua sedikit aneh. Dan hidup ini sedikit aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keanehannya cocok dengan kita, kita bergabung dengan mereka dan jatuh ke dalam keanehan yang saling memuaskan dan menyebutnya cinta, lantas Kenapa semuanya seperti tidak adil untuk ku jika memang hati ku untuk Tiara kenapa aku harus menikah dengan orang lain? bahkan takdir kita tidak di restui!" Gumam Tama di dalam hati nya sambil memandang ke arah langit yang terlihat tampak bintang gemerlap.
Sementara Di arah samping Laras juga sedang merasakan apa yang ada di pikiran nya membayangkan apa yang terjadi selama ini.
"Dulu aku pernah berpikir bahwa aku bisa merasakan rasanya di cintai dan berharap orang itu adalah kau, tapi semua nya sirna karena kau bahkan tidak sedikit pun menginginkan kehadiran ku, dan lebih parahnya lagi kenapa harus Tiara orang nya, sehingga aku harus menjadi orang Ketiga di antara kalian, ingin rasanya aku mundur dan memilih untuk pergi waktu itu tapi, aku tidak ingin membuat Mama dan Papa kecewa, mampu kah aku bertahan selama setahun untuk menjadi Jahat?" gumam Laras di dalam hati nya sambil menatap ke arah langit.
__ADS_1
Mereka berdua saling berdiri di atas balkon kamar yang hanya di batasi tembok namun dari arah samping pasti akan terlihat sangat begitu jelas.
"Dia juga sedang berdiri di sana? apa yang di lakukan nya?" gumam Laras saat melihat ke arah samping.
Wanita itu terus memandang ke arah Tama dengan penuh intens, namun tiba-tiba saja Tama yang merasa ada yang memperhatikan segera menoleh tentu membuat Laras terkejut dan segera berjalan masuk.
"Aneh sekali tadi aku melihat ada yang memperhatikan ku tapi tidak ada!" gumam Tama sambil mengerutkan keningnya heran.
Tidak ingin berlama-lama di luar akhirnya Tama memutuskan untuk ke kamar nya berusaha untuk menenangkan diri sebisa mungkin pria itu berusaha untuk memejamkan mata untuk tidur.
Pagi Harinya
Pagi yang cerah ini adalah pagi yang indah bagi Laras setelah semalam mencoba untuk meyakinkan dirinya dan menyusun strategi yang tepat kini wanita itu sudah terlihat rapi seperti biasanya berjalan menuruni anak tangga dengan sangat begitu antusias.
Berbeda dengan Tama yang terlihat sangat begitu lesu lantaran pria itu tidak bisa tidur semalaman karena merasa sangat begitu kepikiran dengan Laras dan memikirkan cara agar Laras menjauhi Eros.
Laras yang berjalan dengan riang kini tiba-tiba menabrak Tama yang sedang berjalan membawa secangkir kopi.
Bruuuuuughh...
"Aaaaaw panas!" pekik Tama saat secangkir kopi itu tumpah mengenai pakai nya.
"Kau itu kalau jalan lihat-lihat dulu!" lanjutnya lagi menatap Laras dengan tatapan tajam.
"Ka Tama, sory aku tidak sengaja, biar aku lihat apa yang terluka!" Laras langsung menarik Tama menuju ke kamar mandi.
"Ka Tama sory yah jangan salah paham biar aku lihat mana yang memerah!" ucap Laras saat sudah berada di dalam kamar mandi hendak melepas jas dan kemeja yang Tama kenakan.
"Kau mau? apa mau Mesum!" tanya Tama dengan tatapan tajam.
"Mesum kau bilang ? aku ingin melihat keadaan mu mana yang parah, sudah lah kau diem jangan cerewet!" jawab Laras berusaha untuk tenang dan biasa saja.
Wanita itu langsung membuka kancing demi kancing kemeja tama tanpa sedikitpun memperdulikan kebingungan pria di hadapannya itu.
Kini Tama hanya memakai celana saja pria itu sudah tidak memakai pakaian nya dan tampak terlihat sangat begitu jelas dada bidang dan perut sixpack nya membuat Laras meneguk liurnya sendiri namun saat teringat apa yang di lakukan nya kini wanita itu segera mengguyur tubuh Tama menggunakan sower.
"Laras, kau gila kau membuat ku basah semua, kau ingin aku mandi kedua kali nya!" bentak Tama berusaha untuk menghentikan tingkah wanita di hadapannya itu.
__ADS_1
"Ka Tama diem! Aku melakukan semua ini agar tidak membuat tubuh mu melepuh!" jelas Laras masih mengguyur air ke tubuh Tama.
"Kau yang gila, sinting aku tidak kenapa-kenapa, bodoh!" bentak Tama dengan kesal namun wanita itu tidak memperdulikan nya.
Hingga hampir setengah jam kemudian baru Laras menghentikan tingkah nya saat melihat tubuh Tama kedinginan.
"Ka Tama kau tidak papa kan?" tanya Laras dengan penuh kekhawatiran.
"Handuk, aku dingin!" ketus Tama terlihat sangat begitu kedinginan membuat Laras berlari dengan cepat.
kini Tama hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggang nya pria itu berjalan menuju ke arah sofa tidak peduli ada orang yang melihat nya.
"Apa yang kau lakukan? sana ganti pakaian, katanya dingin!" tanya Laras menatap Tama dengan heran.
"Kau bilang ingin mengobati ku kan? dan melihat luka ku, kau juga harus bertanggung jawab atas semua yang kau lakukan, kemari!" ucap Tama panjang lebar sambil menyuruh Laras untuk mendekat.
"Oh iya, aku lupa tapi aku mau ganti baju dulu sama mengambil salep nya!" jawab Laras sambil menepuk jidatnya sendiri.
Wanita itu segera berlari dengan kecepatan seribu membuat Tama entah mengapa seperti mendapat angin segar di pagi hari.
"Oh iya kau jangan salah paham biar aku obati, anggap saja aku ini dokter karena dulu aku ingin jadi seorang dokter tapi harus gagal!" jelas Laras berceloteh panjang lebar saat sudah berada di depan Tama.
Tangan mungil Laras kini langsung mengolesi salep ke arah tubuh Tama yang terlihat memerah wanita itu bersikap profesional seperti layaknya seorang dokter yang sedang mengobati pasien nya.
Namun berbeda dengan Tama yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu menjadi sangat begitu tegang sedari tadi menahan gejolak yang ada di dalam hati nya.
"Aku datang!" Suara has Eros yang sudah terdengar Membuat Laras menghentikan aktivitasnya.
"Aku di sini!" sahut Laras dengan antusias senyum nya melebar sempurna.
"Apa yang terjadi?" tanya Eros dengan menyelidik membuat Laras terkejut dan menoleh ke arah tangan nya yang masih berada di depan dada Tama.
"Jangan-jangan Kalian habis melakukan yah!" lanjutnya lagi berusaha untuk biasa saja dan hendak melangkah keluar karena merasa menjadi pengganggu
BERSAMBUNG
Mohon maaf yah author baru bisa update karena kesibukan di dunia nyata 🙏
__ADS_1