Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Perasaan Laras


__ADS_3

"Hidup ini adalah pilihan. Apa saja yang membuatmu sedih maka tinggalkanlah, apa saja yang membuatmu tersenyum, genggam lah." Eros berkata sambil menatap ke arah Bianglala, sementara Tiara sedari tadi hanya diam saja.



Mereka kini sudah berada di Dufan Night Ancol untuk menikmati suasana malam hari dengan penuh hiburan, Laras dan Tama sudah terlebih dulu naik bianglala, karena kebetulan banyak pengunjung yang datang jadi mereka berdua lebih memilih untuk menunggu dengan hati yang tidak karuan.


"Kenapa kau berkata seperti itu Ros?" tanya Tiara dengan ekspresi wajah biasa saja.


"Aku melihat wajahmu seperti tidak senang biasa nya kau akan terlihat bahagia, apa ada yang tidak aku ketahui selama ini?" selidik Eros sambil menatap Tiara dengan intens.


"Tidak ada, memang nya apa yang aneh? mungkin hanya perasaan mu saja kali, karena kau sedang cemburu melihat Laras bahagia bersama suaminya, jangan bilang kau tidak rela jika kakak mu bahagia bersama Laras, kau ingin membuat hubungan mereka hancur!" Tiara berkata sambil berusaha untuk biasa saja dengan memutar balikan fakta.


"Inginku coba menepis rasa ini


Namun tak kuasa hati berontak


Aku mencintainya dalam kegalauan


Dan menunggu dalam ketidakpastian


Saat semua mulai bersemi


Hatiku hancur ....


Bila sang malam mengintaiku


Kesenyapan kan kurasa begitu getir


Jauh di dasar hati aku bermimpi


Namun dekat diujung otakku


Aku menyingkir


Semua telah menjadi pilihan


Melupakan senyum itulah yang terbaik


Karena aku tahu hatinya hanya untuknya


Dan kasihnya terlampau besar kepadanya


Maka ku biarkan dia pergi meski hati ini harus terluka dalam."


Eros membacakan puisi dengan sangat begitu menyentuh hati air mata nya jatuh begitu saja membuat Tiara terdiam.


"Ros sorry pasti ini berat juga untuk mu, meskipun banci begini kau sahabat ku, aku memahami apa yang kau rasakan, bagaimana rasanya mencintai orang selama bertahun-tahun tanpa balasan, saat tahu ternyata dia sudah menikah dengan saudara kita sendiri!" Tiara berusaha untuk menghibur Eros meskipun dalam hati nya wanita itu juga sedang merasakan sesak tapi mencoba untuk menutupi nya.

__ADS_1


"Kau tahu saat kau pergi ke luar negeri aku juga merasa kesepian, karena kau adalah sahabat terkocak yang aku punya selain Laras!" sambung nya lagi sambil tertawa kecil.


"Tuh kan akhir nya ngaku juga kalau kau juga kangen ama aku, maklum secara kan aku paling tampan selangit!" Eros yang tadinya sedih kini sudah mengeluarkan sikap narsis nya membuat Tiara memanyunkan bibirnya.


"Ngga ah aku cabut deh rasa iba ku!" jawab Tiara sambil memalingkan wajahnya.


"Sudahlah tidak boleh saling ngambek lagi, bagaimana sambil nunggu Laras dan ka Tama kita Selpong dulu!" ajak Eros sambil menunjukkan Hpnya.


"Selfie kali bukan Selpong!" ucap Tiara membenarkan perkataan Eros yang suka salah.


"Sama saja!" jawab Eros tidak mau kalah.


"Terserahlah, mau ngomong apa" Tiara lebih memilih pasrah dari pada harus meladeni perkataan Eros yang bisa jadi makin panjang.


"Hp baru yah? pantesan di telponin ngga pernah nyambung ternyata ganti hp sama nomer baru dasar sengaja banget yah kamu itu ngelupain persahabatan kita sampai nggak mau di ganggu!" lanjut nya lagi sambil menatap Eros dengan mimik wajah sedramatis mungkin.


"Iya waktu itu hpnya kecemplung Wc nomer nya hilang semua karena Hpnya mati!" jawab Eros sambil cengengesan.


"Ish kau jorok sih makanya jangan bawa-bawa Hp ke Wc jadi kecemplung deh, terus kau ambil sekalian itu nya!" Ucap Tiara sambil bergidik sendiri.


"Ga lah ya kali aku ambil menjijikkan sekali!" jawab Eros ikut bergidik.


"Eh ko jadi nyambung-nyambung ke itu sih jorok yah otak kita!" lanjut nya lagi saat mengingat tujuan awalnya.


"Aneh deh kalau aku deket-deket sama kamu aku jadi ikut gesrek nya kaya kamu" Tiara menggeleng kan kepala tidak habis pikir dengan dirinya sendiri.


*****


"Sumpah ini malam Minggu yang paling menyenangkan bagi ku, terimakasih ka Tama sudah mau mengizinkan ku menikmati malam ini dengan indah, Dah kakak ipar dah Tiara!" pamit Eros panjang lebar sambil tersenyum senang tatkala dirinya sudah sampai di gerbang rumah nya.


"Dah sampai jumpa di lain waktu!" jawab Laras sambil tersenyum tipis.


"Hati-hati di depan ada Kunti yang tadi di toilet!" teriak Tiara saat Eros masuk ke dalam gerbang rumah nya.


Eros yang mendengar perkataan Tiara langsung bergidik sendiri pria itu langsung lari dengan cepat menuju ke rumah nya.


"Ha-ha-ha dasar banci kaleng penakut!" tawa Tiara saat melihat Eros lari dengan cepat.


Tama yang melihat Tiara tertawa terbahak-bahak langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena merasa sangat begitu kesal.


"Apa sebahagia itu? sampai kau lupa batasan mu?" Tama bertanya dengan suara yang meninggi.


"Kau bilang apa? aku lupa batasan ku, bukan kah kau yang lupa drama mu? kalian ini bener-bener luar biasa pasangan yang romantis itu kan!" jawab Tiara melupakan apa yang di rasakan nya.


Siiiiiiiit.......


Tama langsung mengerem mendadak karena merasa sangat begitu terkejut dengan ucapan Tiara yang terlihat kasar tidak seperti biasanya selalu lembut.

__ADS_1


"Kau marah dengan ku? sampai kau sengaja mengerem mendadak? jika kau ingin aku mati bunuh saja aku mas, sekarang juga, agar kau bisa bahagia bersama Laras tanpa harus menyakiti aku!" Tiara mengeluarkan unek-unek air mata nya jatuh begitu saja.


"Ti kenapa kau ngomong begitu?" tanya Laras dengan terkejut.


"Apa yang aku katakan benar kan Ras? cinta akan tumbuh dengan terbiasa mungkin kau saat ini masih belum yakin dengan perasaan mu tapi cepat atau lambat pasti kau akan merasakan nya!" jawab Tiara panjang lebar sambil turun dari mobil.


"Sayang aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi dari hidupku, aku sangat mencintaimu, pleees jangan terbawa perasaan semua nya hanya akting!" Tama mencoba untuk meyakinkan sambil memeluk Tiara dengan erat.


"Ti, iya semua nya hanyalah Akting, aku janji tidak akan pernah melampaui batas, sesuai perjanjian, aku dan ka Tama tidak ada perasaan apa-apa dia hanya milik mu selamanya akan begitu!" ucap Laras berusaha untuk meyakinkan meskipun sebenarnya merasa sangat begitu berat mengatakan hal itu entah ada hal yang beda dari biasanya.


"Apa jaminan nya?" tanya Tiara sambil menyelidik.


"Aku tidak akan bertutur sapa dengan nya, jika tidak ada hal yang penting!" jawab Laras dengan yakin.


"Ck... tidak mungkin kalian tinggal satu atap!" Tiara berdecak menatap Laras dengan tidak habis pikir.


"Satu atap tiga nyawa kau boleh tinggal di rumah kami!" Jawab Laras dengan enteng nya membuat Tama menatap Laras dengan tatapan tajam.


"Sudah lah tidak ada baiknya kita seperti ini, aku percaya dengan mu ko Ras, kau tidak mungkin mengkhianati ku, tadi mungkin aku cuma terbawa suasana saja!" Tiara yang mengerti situasi akhirnya memilih untuk mengalah karena tidak ingin terjadi sesuatu.


"Ya sudah kau tidak marah lagi dengan ku kan?" tanya Tama sambil menatap Tiara dengan penuh harap sikap nya sangat begitu lembut.


"Hmmmm" jawab Tiara sambil mengangguk saja.


Cup


Tama langsung mengecup kening Tiara dan memeluk wanita itu dengan begitu erat.


Sementara Laras yang melihat hal itu berusaha untuk tersenyum dan menguatkan dirinya seakan tidak peduli.


"Aku Yang menyetir saja, seperti nya kalian butuh waktu untuk bermesraan berdua, maaf sudah hadir di antara kalian berdua!" ucap Laras sambil berjalan menuju ke arah mobil.


Mereka berdua beneran bermesraan di dalam mobil berpelukan mesra sambil sesekali berciuman, sementara Laras lebih memilih untuk fokus mengemudi.


"Kenapa aku baru merasakan sesak hari ini? apa aku baru menyadari bahwa aku memang mencintai nya, karena aku ingat betul saat pertama kali jantung ku berdetak, yaitu saat aku pertama kali bertemu nya dulu saat masa kecil!" gumam Laras saat mengingat pertemuannya nya dulu bersama Tama saat masa kecil sambil berusaha untuk menghapus air mata nya yang jatuh begitu saja.


"Ras kau tidak boleh seperti ini, kau wanita yang kuat, pasti kau bisa demi Tiara, kau tidak boleh cengeng apa yang sudah menjadi keputusan mu tidak boleh kau Khianati, jadi berhentilah untuk mengeluarkan air mata itu pantang bagi mu!" lanjut nya lagi bergumam di dalam hati nya sambil berusaha untuk tenang.


*****


Malam ini Laras merasakan kesesakan di dalam hati nya setelah mengantarkan Tiara pulang Wanita itu mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower sambil mengingat ucapan Tama tadi sebelum dirinya masuk ke dalam kamar.


"Tidak pernah ada cinta di antara kita, jadi lebih baik kau mundur sendiri tunjukkan bahwa kau memang memiliki sifat buruk pada mama, sebelum kau menyesal sudah bermain-main dengan ku, ingatlah semua harta kekayaan berlimpah aku pasti akan memberikannya pada mu, tapi cinta ku tidak bisa kau beli dengan apa pun, karena cinta ku hanya untuk Tiara, kau hanyalah benalu dalam hidup ku menyingkir lah!!" itulah yang di katakan Tama sebelum Laras masuk ke dalam kamar nya.


Pria itu bahkan membuat tangan Laras berdarah karena cengkraman nya, iya Laras tadi nya tidak sengaja berucap sendiri tapi Tama yang mendengar hal itu langsung marah besar dan Berkata kasar.


"Kau manusia paling kejam sekali dan kasar aku tidak mungkin mencintai mu ka Tama, haaaah aku membenci diri ku sendiri!" teriak nya sambil terisak berulang kali terus merutuki dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2