Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Tingkah konyol


__ADS_3

"Bakso pesanan Eneng-Eneng geulis sudah siap!" ucap Mang Parjo sambil membawa nampan berisi tiga mangkuk bakso membuat Laras mengurungkan niatnya untuk berbicara.


"Wah Mang Parjo bikin orang ngiler aja deh" ucap Laras dengan antusias.


"Ini spesial untuk neng Laras yang geulis pisan sesuai pesanan !" ucap Mang Parjo sambil tersenyum senang.


"Jadi Laras doang nih yang paling geulis aku ngga di anggap nih Mang?" tanya Tiara sambil menampilkan mimik wajah memelas.


"Neng Tiara juga geulis pisan ko!" jawab Mang Parjo sambil cengengesan menyodorkan semangkuk Bakso di depan Tiara.


"Ada ko nya seperti terpaksa begitu!" Tiara mulai mengeluarkan aksi protesnya lagi.


"Hehehe Neng Tiara bisa aja!" pria itu hanya cengengesan saja karena merasa sangat begitu malu dan gerogi jika harus berhadapan dengan gadis cantik.


"Mang Parjo apa kabar? masih ingat dengan saya nggak Mang?" sapa Eros membuat pria itu menoleh.


"Siapa yah? ko mamang ngga asing dengan wajah nya, tapi lupa-lupa ingat!" ucap Mang Parjo sambil berpikir mengingat-ingat wajah Eros.


"Hayoo tebak siapa Mang?" tanya Eros sambil menunjukkan gaya cool nya.


"Teu kudu maen tebak-tebakan mamang lain tukang ramal, ayo saha namanya kasep mamang beneran lupa!" ucap Mang Parjo dengan logat Sunda nya yang campur aduk.


(Tidak usah main tebak-tebakan Mamang bukan peramal, ayo katakan siapa nama nya ganteng Mamang beneran lupa).


"Ha-ha-ha kena mental kau, jika harus berbicara dengan Mang Parjo yang otak nya susah konek!" Laras berkata sambil tertawa terbahak-bahak melihat wajah Eros yang terlihat kebingungan sambil garuk-garuk kepala karena tidak paham dengan apa yang di ucapkan Mang Parjo.


"Eh Neng Laras malah ketawa begitu, apa yang lucu!" Mang Parjo merasa heran dengan Laras yang malah tertawa.


"Mang Parjo ngga asik masa sama saya aja lupa, ini loh mang Eros yang kasep nya ngga ketulungan bukan nya dulu kami sering di sebut Trio Alay berarti bertiga dong bukan berdua!" jelas Eros panjang lebar sambil mencebikan bibirnya karena merasa kesal.

__ADS_1


"Eh si Eros yah Mamang ingat sekarang, walah saking terlalu lama nya nggak ketemu mamang sampai lupa, dulu mah ngga seperti ini jadi mamang sampai ngga mengenali!" jelas Mang Parjo sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Sekarang lebih ganteng yah, Mang?" tanya Eros sambil merapikan rambutnya.


"Iya tapi masih gantengan Mamang Kemana-mana!" jawab Mang Parjo sambil mengedipkan mata ke arah Laras dan Tiara.


"Ya Ampun Mang Parjo kau kepedean sekali udah tua juga masih kecentilan, tuh Cing Leha sudah ngamuk kaya singa yang mau menelan habis-habisan!" ucap Eros sambil menunjukkan ke arah istrinya mang Parjo yang terlihat sangat begitu sangar.


"Tua Bangka kau mau aku potong milik mu, atau kemari nih pelanggan sudah pada protes malah kecentilan!" teriak wanita bernama Cing Leha itu terlihat sangat begitu marah membuat Mang Parjo tersenyum kecut.


"Habislah sudah nasib mu Mang" ucap Eros menakut-nakuti.


"Ini semua salah kau Sih main mancing-mancing mamang jadinya mamang kena semprot!" Mang Parjo berkata sambil garuk-garuk kepala karena merasa ketakutan.


"Ko saya sih Mang yang salah Mamang yang kegenitan!" jawab Eros tak terima di salahkan.


"Tua Bangka kesini dalam dua detik atau aku yang akan mendekat!" terdengar suara teriakan untuk kedua kalinya membuat pria itu hanya memegang dadanya untuk tenang.


"Neng Laras neng Tiara, sok atuh di nikmati bakso nya keburu dingin nanti kurang nikmat, kalau kurang nikmat tatap mamang saja nanti jadi nikmat!" lanjut nya lagi sambil mengedipkan mata dan segera berjalan terburu-buru karena melihat istrinya sudah marah-marah.


"Dasar tua Bangka kecentilan, sudah banyak orang yang menunggu malah asyik tebar-tebar pesona dengan anak gadis, nyadar-nyadar sudah tua bau tanah, tobat!" Omel Cing leha istrinya Mang Parjo sambil menjewer telinga Mang Parjo dengan sangat begitu keras membuat para pelanggan ikut ngeri melihat istri yang terlihat sangat begitu terlihat kejam itu.


"Ampun-Ampun Leha Su Leha sudah Akang kan cuma bercanda lagian cinta ku pada mu takan pernah tergantikan oleh siapa pun jadi berhenti bertindak konyol!" Mang Parjo berusaha untuk menenangkan istrinya itu Dengan rayuan mautnya.


"Alah kau cuma ngomong doang ngga ada bukti, bikin malu saja, sudah tua Bangka harus nya nyadar!" jawab Cing Leha masih mengeratkan tangan nya di telinga suaminya itu membuat Mang Parjo kalah telak tidak bisa menjawab .


Sementara dari meja tadi tampak ketiga orang sedang tertawa terbahak-bahak menyaksikan kedua pasangan yang sedang bertengkar itu.


"Sudah-sudah kalian malah asyik tertawa tidak baik loh tertawa di atas penderitaan orang!" ucap Eros berusaha untuk menghentikan tawa keduanya.

__ADS_1


"Ngomongin orang tapi kau juga ikut tertawa!" jawab Laras sambil menatap Eros dengan masih menahan tawanya.


"Iya nggak tau apa saking lucunya aku sampai lupa memakan Bakso nya!" ucap Tiara menimpali.


"Oya, aku juga lupa saking rindu nya melihat kekonyolan mereka yang sudah lama tidak pernah ku lihat ku pikir sudah berubah ternyata masih sama!" Eros berkata sambil menepuk jidatnya sendiri menatap ke arah mangkuk yang berisi bakso yang terlihat sangat begitu menggoda menurut nya.


"Cobain aja deh enak bahkan sudah tambah enak!" Laras berkata sambil menyendok kuah ke mulut nya membuat Eros ikut menyendok.


"Bener banget akhirnya sekian purnama aku bisa menikmati Bakso Favorit ku lagi karena di manapun ngga ada kuah bakso yang enak nya bisa nandingin punya Mang Parjo!" puji Eros sambil merem melek menyerup seruput kuah dengan nikmat.


"Ya elah terlalu memuji nanti yang di puji kepedean hehehe!" ucap Laras sambil cekikikan.


"Ya jangan sampai denger lah!" jawab Eros sambil menyendok bakso ke mulut nya.


"Oya setelah ini kita ke mana?" tanya Tiara yang sedari tadi diam saja.


"Ke Monas atau ke Ancol ke itung-itung nostalgia gitu, aku kan masih kangen kalian!" jelas Eros dengan antusias.


"Ah nggak seru mending ke Mall shoping-shoping kayak nya lebih seru sambil naik kuda-kudaan!" ucap Laras sambil berpikir.


"Ide mu ngeres juga Ras, Kalau mau naik kuda-kudaan kan bisa di kamar aja ngga usah jauh-jauh ke Mall ngajakin kami, bikin otak jomblo kami ini ternodai!" Eros Berkata sambil geleng-geleng kepala merasa tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Ish kau itu terlalu Mesum maksud ku itu kuda-kudaan permainan anak bukan yang itu dasar tidak ada akhlak!" Laras menjitak kepala Eros karena merasa sahabat nya itu sudah ngelantur.


"Aduuuuuh sakit tau!" pekik Eros sambil menyengir kesakitan.


"Rasain emang enak makan nya otak nya di cuci dulu biar ngga berpikir yang aneh-aneh!" ucap Laras dengan tersenyum senang.


"Emang otak bisa di cuci yah Ras? aku nitip dong cuci otak ku ini biar bisa ngiklasin kamu!" ucap Eros sambil menatap Laras dengan lekat seketika Laras menjadi diam saja karena melihat Eros yang terlihat sangat begitu serius.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2