Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Bekerja Di Wira Group


__ADS_3

Hari terus berjalan semenjak perdebatan sengit di rumah sakit kala hari itu tidak pernah ada yang membahas tentang Tiara lagi, atau bahkan menyebut nama nya.


Meskipun Laras masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi dengan masa lalu mertua nya namun wanita itu tidak ingin terlalu memaksa mertua nya untuk menyukai Tiara.


Sudah dua Hari berlalu sesuai kesepakatan bersama, Laras akhirnya memutuskan untuk bekerja di Wira Group setelah dua hari merawat mertua nya di rumah sakit wanita itu kini berjalan dengan sangat begitu anggun menunjukkan aura kecantikan nya dengan memakai kaca mata hitam nya.


"Semoga ini awal yang baik dan di sini lah awal di mana aku harus berubah menjadi wanita yang kuat dan terlihat sangat begitu buruk di mata nya!" gumam Laras di dalam hati nya sambil berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan.


Baru saja Laras melangkahkan kakinya masuk wanita itu terkaget-kaget dengan seluruh karyawan yang sudah berjajar rapi menyambut nya, di situ sudah ada Tama dan juga Tiara.


"Tepuk tangan meriah untuk penyambutan seseorang yang akan bergabung di perusahaan ini!" ucap Aldi dengan penuh penekanan melirik ke arah Tama yang terlihat sangat begitu kesal dengan apa yang di lakukan Asisten nya itu.


Setelah semua bertepuk tangan riya kini Malik yang baru saja tiba saat semuanya melihat Malik datang kini suasana menjadi hening, lantaran tahu siapa Malik pemilik perusahaan yang terkenal kejam bahkan lebih kejam dari Tama meskipun Tama Pria dingin dan tidak pernah banyak bicara saat memimpin perusahaan tapi, bagi mereka Malik lebih mengerikan dari pada putranya itu .


"Bukan kah itu Tuan Malik yah? bukan nya urusan perusahaan sudah di serahkan sama Tuan Tama yah kenapa? dia kemari lagi?" bisik-bisik karyawan yang merasa sangat begitu ketakutan.


"Ekheem-ekhem" Malik berdehem membuat semuanya menoleh dan terdiam seketika.


"Kalian apa kabar?" sapa nya dengan suara yang cukup tegas.


"Baik Tuan!" jawab Semuanya bersamaan.


"Baiklah langsung tude poin saja, kedatangan saya ke Perusahaan ini untuk mengenalkan menantu saya, Laras, dia akan bergabung di sini sebagai Chief Operating Officer (COO)


Laras akan menjadi orang kedua dalam rantai komando setelah CEO. jadi Laras juga berhak untuk memutuskan semua urusan perusahaan dan yang lain!" jelas Malik panjang lebar.


Semua orang merasa tidak percaya dengan apa yang di dengar nya, kini Tiara menjadi pusat perhatian semua karyawan lantaran mereka semua baru mengetahui kalau Tama sudah menikah bahkan istrinya jauh lebih cantik dari Tiara.

__ADS_1


"Hallo semuanya semoga kalian bisa menerima saya bergabung di perusahaan ini dan sebisa mungkin saya akan berusaha untuk lebih baik dalam kemajuan perusahaan bersama!" sapa Laras dengan tersenyum ramah membuat semua mata kaum pria terpesona dengan kecantikan nya.


"Wah kalau wakil CEO nya cantik begini aku mah betah tiap hari lembur sambil curi-curi pandang" Bisik-bisik karyawan pria sambil tersenyum senang menatap ke arah Laras.


"Ingat-ingat dia istri orang istri sendiri lebih baik dari pada istri orang yang ada di depak kita dari perusahaan" ucap temen nya mensehati.


"Kasihan yah cuma jadi simpenan di nikahin kaga!" begitulah sendirian-sindiran para karyawan terhadap Tiara.


Melihat hal itu Tama tentu merasa sangat begitu kesal apa lagi Papa nya yang terlihat santai saja setelah mengatakan hal itu.


Pria itu terus saja menatap ke arah Aldi di mana Asisten nya justru malah terlihat ikut senyum-senyum tanpa sedikitpun memperdulikan dirinya.


"Semuanya jika tidak ada yang di tanyakan lagi boleh bubar!" titah Tama dengan suara yang cukup keras karena merasa sangat begitu kesal.


Pria itu melenggang pergi menuju arah lift untuk ke ruangan kerja nya meskipun sebenarnya ingin sekali menghibur Tiara kekasihnya itu yang terlihat sedih tapi niat di urungkan saat mengingat bahwa semuanya pasti akan curiga.


"Terima kasih atas dukungan nya!" jawab Laras mengagguk saja dan langsung melenggang menuju ke arah lift.


"Aldi!" panggil Malik saat melihat Aldi yang ingin mengikuti Laras.


"Iya Tuan!" jawab Aldi sambil menunduk.


"Kuharap kau bisa menjadi mata-mata yang baik, ingat jika ada sesuatu kau harus mengabari ku!" Malik berkata dengan penuh penekanan membuat Aldi menelan ludah nya sendiri.


"I iya Tuan kalau begitu saya permisi!" jawab Aldi dengan terbata-bata karena merasa sangat begitu ketakutan.


"Aldi ku harap kau tidak membohongi ku lagi ingat kau adalah kunci dari semua nya!" teriak Malik namun pria itu hanya berjalan saja tanpa sedikitpun menoleh.

__ADS_1


"Gila-gila kenapa aku yang harus menjadi mata-mata begini sih dan terjebak antara ayah dan anak sementara aku sudah berjanji akan merahasiakan hubungan Antara Tiara dan Tuan Tama Oh my good aku tidak ingin mati muda!" gumam Aldi di dalam hati nya sambil memegang kepalanya karena merasa sangat begitu pusing menghadapi permasalahan yang ada, terlebih mengingat kemarahan Tama.


Malik hanya datang untuk mengenalkan Laras saja pria itu berjalan menuju keluar karena Malik memang sudah menyerahkan urusan perusahaan pada Tama pria itu lebih memilih untuk rehat di rumah merawat istrinya itu meskipun hubungan nya belum terlalu membaik tapi pria itu selalu berusaha untuk membuat istrinya itu kembali ceria.


Langkah Malik terhenti saat melihat Tiara sedang menangis di pojokan meringkuk di lantai luar.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Malik membuat Tiara terkejut dan langsung saja berdiri sambil menghapus air mata nya.


"Tuan, saya cuma sedang mencari udara segar sebentar, permisi!" jawab Tiara menuduh hendak melangkah masuk namun tangan Malik memegang tangan nya.


"Tiara, aku tahu kau anak baik apa pun yang istri ku katakan dan semua masa lalu orang tua mu, lupakan dan ku harap kau juga bisa bekerja dengan profesional tanpa sedikitpun membawa perasaan!" ucap Malik panjang lebar dengan penuh peringatan.


"Ingat, jika kau masih mengejar cinta Tama kau juga akan menyakiti dua wanita yaitu istri ku dan juga Laras sahabat baik mu!" lanjut nya lagi membuat Tiara tersenyum getir menatap ke arah Malik dengan sorot mata tajam.


"Anda hanya melihat orang dari sebelah pihak tanpa tahu perasaan orang lain, siapa yang salah, siapa yang tersakiti sebenarnya, hanya karena masa lalu orang tua saya anda melimpah kan semua kesalan kepada saya!" jawab Tiara dengan tatapan mata yang membasahi wajahnya wanita itu langsung saja berjalan masuk dengan berusaha untuk biasa saja meski sebenarnya hatinya merasa sangat begitu hancur.


"Di sinilah awal dari semua nya bahwa aku harus bisa menjadi kuat aku bukan wanita lemah yang mudah di injak-injak!" gumam Tiara sambil menghapus air mata nya.


Wanita itu berjalan menuju ke arah Lift tak beberapa lama kemudian lift sudah sampai di lantai atas wanita itu keluar dari lift dan tertegun saat melihat para Karyawan sedang terlihat sangat begitu sibuk memindahkan barang-barang dari ruangan yang terhubung ke arah meja kerjanya.


"Ada apa ini?" tanya nya dengan penasaran.


"Ini Nona Laras, ingin ruangannya di rubah semua agar terlihat Perfek!" jelas salah satu karyawan membuat Tiara terkejut.


Tiara yang mendengar itu tentu merasa terkejut dan langsung berjalan menuju ke ruangan Laras untuk menemui sahabatnya itu.


"Aku mau semua yang ada di ruangan ini di rubah!" Tiara yang baru saja di ambang pintu kini tertegun saat melihat perubahan sikap sahabatnya itu yang terlihat sangat begitu sombong dan angkuh.

__ADS_1


"Laras, tidak semua hal kau bisa merubah nya!" ucap Tiara membuat Laras menoleh.


__ADS_2