Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Sandiwara Eros dan Laras


__ADS_3

"Eros sayang, kau jangan salah paham!" Laras berkata dengan suara yang cukup lembut agar Eros menghentikan langkah nya.


"Sayang? kau memanggilku sayang?" Eros menoleh menatap ke arah Laras dengan mengerutkan keningnya heran.


"Iya Sayang, kau bawakan Martabak manis kesukaan ku kan? untuk sarapan!" jawab Laras sambil tersenyum senang merebut apa yang ada di tangan Eros yaitu Martabak yang di pesan nya.


"Laras, kau tidak merasa aneh atau apa gitu? ko Selow begitu?" tanya Eros dengan penuh selidik saat melihat wanita itu terlihat santai.


"Oh iya Ros, ini tadi aku tidak sengaja menabrak Ka Tama, yang sedang membawa secangkir kopi dan membuat kopi itu tumpah mengenai badannya!" jelas Laras panjang lebar.


"Aku tadi berniat untuk mengobati nya!" lanjutnya lagi sambil tersenyum kikuk ke arah Tama yang terlihat masam.


"Ya Ampun benarkah? kau ini pasti ceroboh!" Eros berkata sambil berjalan mendekat ke arah Tama dengan penuh kekhawatiran.


"Ka Tama, biar aku obati, sini apa parah? atau tidak?" Eros hendak melihat namun Tama yang kesal kini justru malah berdiri.


"Tidak usah sok peduli deh, aku tidak sudi di obati oleh mu!" ketus nya sambil melangkah ke arah tangga dengan sangat begitu kesal.


"Ha-ha-ha sebegitu tidak suka nya dia dengan mu? sampai seperti itu!" Laras yang melihat itu justru malah tergelak seakan hal itu sebagai tontonan lucu.


"Apa yang lucu tidak ada yang lucu tahu, ayo kita berangkat!" jawab Eros langsung saja menarik tangan Laras untuk keluar.


"Ros kau kenapa? aku kan cuma bercanda masa ngambek sih!" Laras berkata sambil menghentikan langkah Eros.


"Ya terus aku harus bagaimana Ras? kau saja yang ngeselin tertawa tidak tahu tempat!" jawab Eros dengan acuh.


"Yaya, kau menjemput ku pakai apa?" Laras mengangguk mengiyakan sambil menoleh ke arah depan, mencari apa yang pemuda itu naiki, hingga matanya melihat motor Ninja terparkir dengan dua Helm.


"Kau lihat itu? motor kesayangan ku sudah siap, untuk menjemput mu!" tunjuk Eros dengan tersenyum tipis.


"What's ke perusahaan naik motor? yang bener saja! aku mau makan martabat tahu!" pekik Laras sambil geleng-geleng kepala.


"Dih kau ini kan makin romantis tau, naik motor berdua seliwer-seliwer angin sambil makan martabak. Sos sweet bukan?" goda Eros sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Mendengar penuturan Eros Laras hanya diam saja karena merasa kesal dengan sahabatnya itu yang selalu saja menggoda dirinya.


Akhirnya dengan keterpaksaan Laras naik motor berdua sambil makan Martabak.


"Yuhuuuu.... Enak ngga martabak nya? rasa cinta loh!" tanya Eros sambil fokus mengendarai motornya.


"Uhuk-uhuk... Pake cinta-pake cinta! Pelan-pelan ke, aku kesedek nih, gara-gara jalan nya ngebut!" Pekik Laras berusaha untuk menahan batuk akibat Eros yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.


Siiiiiiiit


Eros langsung menghentikan motornya secara mendadak membuat Laras semakin terkejut.


"Uhuk-uhuk" Laras terbatuk-batuk berulang kali sambil menepuk pundak Eros dengan sangat begitu kesal rasanya dia sudah ingin marah-marah kalau bukan karena tenggorokan nya yang sedang menahan kesedak.


"Laras, kau kenapa?" tanya Eros dengan sangat begitu panik.


Laras menggerakkan tangan nya bahwa dirinya ingin meminta minum.


Eros yang mengerti segera memberikan sebotol air mineral yang tadi sempat di bawanya dan memberikan nya pada Laras.


"Apa jangan-jangan, martabak nya ada racun nya?" lanjut nya lagi sambil menatap Eros dengan penuh selidik.


"Mana ada begitu, yang pertama aku tidak mungkin meracuni ni mu, yang kedua aku tidak bermaksud untuk mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, sungguh!" jawab Eros berusaha untuk serius meskipun sebenarnya menahan tawanya.


"Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi? kau bilang tidak sengaja? tapi jelas-jelas kau terlihat menahan tawa!" Laras berkata sambil cemberut merasa kesal dengan pemuda di hadapannya itu.


"I'm sorry, I really didn't mean to startle you!" jawab Eros sambil tersenyum kikuk merasa sangat begitu bersalah.


"CK.. kau selalu saja membuat ku tambah semakin kesal deh, tidak bermaksud untuk membuat ku terkejut tapi kau malah sengaja banget kayak nya!" Laras berdecak menatap Eros dengan bersungut-sungut.


"Ya sudah, mau ngambek atau mau naik?" tanya Eros tanpa sedikitpun memperdulikan kekesalan Laras sambil cengengesan.


"Ya naik atuh, Aa Eros ini, kumaha sih?" jawab Laras sambil menirukan logat Sunda sambil cengengesan sendiri.

__ADS_1


"Ini nih yang aku suka dari kamu, walaupun ngambek tapi tetep aja bisa becanda, jadi keinget nostalgia dulu!" ucap Eros panjang lebar sambil kembali menaiki motor nya.


Laras hanya menanggapi nya dengan menepuk pundak Eros tanpa sedikitpun berbicara karena wanita itu sedang menahan tawanya sendiri karena mengingat kelakuan nya bersama Eros saat masa-masa sekolah, seakan kekesalan yang tadi di rasakan hilang begitu saja.


Mereka berdua menaiki motor sambil sekali-kali bercanda terkadang Eros usil mengendarai motor dengan kecepatan tinggi membuat Laras ketakutan dan terkadang Laras akan membalas nya dengan mencubit pinggang Eros.


Mereka berdua bener-bener bercanda layaknya sepasang kekasih yang saling mengasihi.


Hingga tak terasa motor yang di kendarai Eros sudah berada di parkiran depan gedung perusahaan.


Eros langsung pamit setelah mengantarkan Laras karena pria itu juga ingin bekerja.


Semua mata karyawan fokus pada mereka berdua bahkan Laras menjadi pusat perhatian namun karena Laras yang menunjukkan aura menyeramkan membuat para karyawan akhirnya bungkam tidak berani untuk membicarakan nya lagi.


"Laras!" panggil Tiara yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi saat melihat sahabatnya itu di antar oleh Eros.


"Ada apa Ti? kau pasti ingin bertanya tentang kekasih mu itu yah?" jawab Laras langsung menyuguhi Tiara dengan pertanyaan.


"Tidak, aku cuma penasaran, apa yang kau lakukan dengan Eros? kenapa bisa kau berangkat bersama Eros? sementara Kau juga bisa berangkat dengan Mas Tama?" tanya Tiara dengan penuh selidik.


"Kau rela jika aku berangkat satu mobil dengan nya? kau tidak merasa sedih begitu? apa hati mu sudah lapang untuk menerima semuanya?" Laras bukannya menjawab justru malah balik bertanya menatap Tiara dengan tatapan mata yang menahan air mata nya agar tidak jatuh.


Tiara hanya diam saja, wanita itu tidak berani menjawab, mulut nya terasa kelu dan berat juga untuk mengatakan sesuatu.


"Jika kau tidak bisa jangan membuat semuanya hancur, aku cuma butuh waktu setahun, agar orang tua ku tidak merasa kecewa dengan apa yang terjadi, setidaknya pernikahan ku tidak terlalu singkat untuk itu, jadi tukang bersabar lah!" jelas Laras panjang lebar sambil menggenggam tangan Tiara.


"Apa ini semua karena aku? jika iya aku ...."


"Ini semua bukan karena kau, aku melakukan semuanya karena aku memang mencintai Eros!" potong Laras dengan cepat.


"Sejak kapan kau menyukai nya? setahu ku kau tidak pernah membalas perasaan nya? kau hanya menganggap nya sahabat!" Kini akhirnya Tiara terlihat lebih kepo.


Wanita itu entah mengapa merasa sangat begitu lega saat mendengar sahabatnya itu tidak menginginkan suaminya meskipun terkesan egois tapi Tiara juga merasa berhak untuk mendapatkan cintanya, itu yang Tiara pikirkan.

__ADS_1


"Tidak ada yang lebih baik, di pagi hari sudah banyak mengobrol, pagi hari itu untuk kerja bukan untuk mengobrol!" suara seorang pria yang terlihat sangat begitu dingin dan galak membuat Laras terkejut.


Wanita itu kini memilih untuk tidak menanggapi nya dan langsung saja berjalan menuju ke arah ruangan nya, karena tidak ingin berurusan dengan pria yang merupakan suami sekaligus atasan nya terlebih saat mengingat kejadian tadi pagi.


__ADS_2