Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)

Antara Aku Kamu Dan Dia (Perjodohan Membawa Luka)
Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari Telah Berganti Sore


Selama sehari ini Laras di sibukkan dengan banyak nya kerjaan, wanita itu memang biasa melakukan hal seperti itu membuat Adi selalu salut dengan Putri nya itu.


"Maaf nona di depan ada tuan Tama, dia bilang ingin menjemput anda!" jelas Silvi salah satu karya yang bekerja di situ, membuat Laras menghentikan aktivitasnya.


"Untuk apa dia menjemput ku?" Laras bertanya-tanya dalam hati nya sambil mengerutkan keningnya heran menatap ke arah Adi.


"Sudah sana pulang saja, itu nama nya suami perhatian menjemput istrinya, suami seperti itu idaman banget deh!" Adi berkata sambil tersenyum menggoda putrinya itu.


"Ih papa malah membuat Laras malu saja, ya sudah Laras pulang, ini tinggal tanda tangan papa saja, kalau begitu Laras pamit yah!" pamit nya sambil bersungut-sungut dan langsung mencium punggung tangan papa nya itu.


"Iya salam buat Tama, papa ngga keluar" sahut Adi sambil mengangguk mengiyakan membuat Laras langsung saja berjalan keluar.


Wanita itu berjalan sambil bertanya-tanya dalam hati nya, pasalnya kejadian tadi pagi mungkin masih teringat di otak nya, tapi untuk apa pria yang sudah berstatus suami nya itu menjemput nya, bukan kah mereka tidak saling peduli? Laras yang tenggelam dalam pikiran kini tersadar saat Lift sudah terbuka.


Wanita itu berjalan keluar dari lift, setelah di bawah semuanya memberi hormat bahkan ada yang menyapa, Laras hanya mengangguk saja dan segera keluar meninggalkan gedung tersebut.


Wanita itu melihat sosok pria yang sedang berdiri di depan mobilnya, pria itu sudah menjadi pusat perhatian para karyawan, siapa lagi kalau bukan Tama suaminya itu.


"Untuk apa menjemput? lihat kau sengaja ingin menjadi pusat perhatian semua karyawan di sini!" Laras berkata dengan ketus menatap ke arah Tama dengan tidak bersahabat.


"CK... dasar wanita Arogan, kau pikir aku juga mau menjemput mu, kalau bukan karena mama aku juga tidak Sudi menjemput mu!" Tama menjawab sambil menatap Laras dengan tatapan tajam.


"Oh karena mama, ya sudah kau masuk lah aku bawa mobil sendiri!" jawab Laras sambil hendak melangkah menuju ke arah mobil nya.


"Biar pa supir saja yang membawa mobil mu, masuk lah!" Tama yang kesal langsung merebut kunci yang di pegang Laras membuat wanita itu mendengus kesal.


"Pemaksaan kehendak, kau itu menyebalkan" Laras masuk ke dalam mobil Tama dengan bersungut-sungut, sementara Tama hanya memutar bola matanya malas.


Kini Laras sudah duduk di bangku belakang karena tidak ingin duduk di samping Tama, yang nantinya akan membuat dirinya kesal.


"Kita mau kemana? kenapa kau membawa nama mama?" Laras bertanya karena merasa sangat begitu penasaran.


Tama diam saja tidak sedikit pun berniat ingin menjawab membuat Laras menghela nafas panjang.


"Kau punya mulut tidak sih? kita mau kemana?" Laras mengulangi perkataannya membuat Tama mendengus kesal.


"Selain Arogan kau juga cerewet bikin kepalaku pusing saja, diam, atau aku akan merobek mulut cerewet mu itu!" Tama berkata dengan nada meninggi sambil menatap Laras dari kaca spion mobil nya membuat Laras bergidik sendiri dan akhirnya memutuskan untuk diam.


"Orang seperti dia dingin dan irit bicara, kenapa? harus berhubungan dengan Tiara dan lebih parahnya lagi aku juga menjadi istrinya menyedihkan sekali hidup ku ini" Laras bergumam di dalam hati nya sambil masih bergidik sendiri.


"Apa yang akan terjadi kedepannya? apa aku sanggup menghadapi semua nya, di lihat-lihat sih dia tampan dan keren kalau diem begitu, tapi sayang sekali dia bukan milik ku seutuhnya" Laras bermonolog sendiri di dalam hati nya sambil sesekali melirik ke arah kaca spion membuat Tama merasa heran dengan tingkah Laras .


"Dasar gadis Arogan dan aneh, kenapa mama harus memilih dia sebagai menantu nya, dari tampang nya dia memang cantik dan anak orang kaya tapi, sama sekali tidak punya attitude yang baik semuanya hanya kedok saja" Tama bergumam sendiri sambil sesekali melirik ke arah Laras.


Sepanjang perjalanan mereka tenggelam dalam pikiran nya masing-masing hingga sampailah mobil sudah berhenti di depan sebuah halaman rumah orang tua Tama.

__ADS_1


"Kita untuk apa kemari?" Laras bertanya dengan heran namun Tama diam saja acuh berjalan meninggalkan Laras begitu saja.


"Dasar manusia es bisa-bisa nya dia tidak menjawab pertanyaan ku, malah lewat begitu saja" umpat Laras dengan kesal sambil bersungut-sungut.


"Tama kau sudah datang? di mana Laras?" Bela bertanya saat melihat putranya itu sudah masuk sambil menengok ke kanan dan kiri.


"Laras, pasti dia lambat kalau berjalan" Jawab Tama sambil menghela nafas panjang dan menoleh ke arah belakang.


"Pasti kau kebiasaan, meninggalkan istri mu begitu saja, ingat Tama kau tidak boleh begitu, sekarang kau tidak sendirian kemana-mana Istri mu itu harus di gandeng" Bela berceloteh panjang lebar sambil menatap putranya itu dengan geleng-geleng kepala.


"Mama maaf Laras tidak bermaksud telat masuk, jangan memarahi kak Tama semua Laras yang salah, karena Laras yang meminta ka Tama masuk duluan" Laras berkata sambil tersenyum tipis, wanita itu berjalan mendekat ke arah Bela membuat Bela tersenyum tipis.


"Oh ya sudah jangan di bahas lagi, kalau begitu kita duduk dulu, ada yang ingin mama kenalkan dengan mu" Bela segera mengajak Laras untuk duduk membuat Laras mengikuti nya.


"Apa mah?" tanya Laras dengan heran.


"Mama cuma mau ngenalin kamu sama adik Tama, sekalian kita makan malam bersama" jelas Bela dengan antusias.


"Adik ka Tama? aku belum pernah melihat nya jadi penasaran sama orang nya seperti apa" ucap Laras sambil tersenyum tipis.


"Dimana dia mah? adik yang syok mandiri itu?" tanya Tama sambil menengok ke kanan dan kiri.


"Dia mungkin sedang istirahat di kamarnya" jawab Bela dengan singkat membuat Tama mengangguk saja.


Merek berdua menghabisi sore hari dengan mengobrol, sementara Tama lebih memilih untuk berada di dalam kamar nya, karena merasa tidak ingin melihat obrolan kedua wanita yang akan membuat dirinya merasa kesal.


Kini Laras sedang berada di dapur wanita itu sedang membantu mertuanya itu memasak.


"Sudah mah biar Laras saja yang bawa ke depan" ucapnya saat melihat Bela terlihat hendak membawa makanan.


"Seharusnya pelayan saja kau tidak usah repot-repot membantu, mama jadi merasa tidak enak" Bela berkata sambil tersenyum tipis dan mengikuti Laras ke meja makan.


"Mah aku kan menantu mama masa mama repot aku diam aja" jawab Laras berusaha untuk biasa saja setelah meletakkan makanan di meja makan.


"Ini baru namanya menantu idaman, mama bangga punya menantu kaya kamu" puji Bela menatap Laras dengan tersenyum tipis.


Wanita itu sengaja berkata seperti itu agar putranya itu memahami nya, namun Tama justru malah memutar bola matanya malas.


"Iya anak nya siapa dulu kalau bukan Sarah wanita yang rajin" Malik menimpali membuat Bela menatap suaminya itu.


"Papa ko malah memuji Sarah?" Bela Berkata sambil bersungut-sungut.


"Sudah jangan di bahas lagi, kalau begitu aku ke dapur dulu yah" Laras yang merasa tidak enak hati akhirnya memutuskan untuk kembali ke dapur.


"Aduh berpura-pura menjadi rajin seperti ini ternyata tidak mudah" gumam Laras sambil berusaha untuk menenangkan diri nya.


"Nona biar saya saja yang membersihkan dapur nya, nanti nyonya marah" ucap Pelayan saat melihat Laras sedang membersihkan dapur.

__ADS_1


"Tidak masalah aku sudah biasa melakukan nya" jawab Laras sambil tersenyum tipis.


"Tapi nona" pelayan itu merasa tidak enak hati berusaha untuk merebut apa yang Laras pegang.


"Aku yang menginginkan nya, jadi kau tidak usah takut di marahi" Laras berkata dengan penuh penekanan membuat Pelayan itu akhirnya menuruti nya.


"Malam mah Pah" sapa Eros saat sudah berada di meja makan.


"Oh ternyata anak pembangkang ini sudah pulang? bagaimana lima tahun di luar negeri apa sudah ada hasil?" Malik bertanya sambil menatap Eros dengan mengejek.


"Belum, aku niatnya ingin melanjutkan kuliah ku di sini" jawab Eros dengan yakin.


"CK.. akhirnya kuliah di sini juga? sudah menghabiskan berapa puluh juta, tapi kau masih belum jadi dokter, membuang-buang waktu saja!" Malik Berkata dengan penuh penekanan sambil tersenyum mengejek.


"Tidak pah, kuliah kedokteran itu tidak membuang-buang waktu, Eros yakin suatu hari nanti Eros bisa menjadi seorang dokter hebat, dan terkenal tinggal beberapa titik lagi" jawab Eros dengan penuh kebanggaan.


"Mimpi mu terlalu tinggi, lihat kakak mu sudah sukses membawa nama baik keluarga, kamu mana? lima tahun tidak ada hasil apapun, yang ada malah membuang-buang waktu dan uang" Malik Berkata sambil menatap Tama dengan penuh kebanggaan.


"Pah sudah, apapun yang Eros inginkan, biarkan dia yang memilih, tidak usah ribut-ribut begini tidak enak kalau menantu melihat" Bela berusaha untuk menenangkan suaminya itu.


"Eros mau ke belakang sebentar" Eros yang ingin mengambil air dingin kesukaan nya kini lebih memilih untuk ke belakang dari pada harus terus berdebat dengan papa nya itu.


"Sekali Seumur Hidup, cukup satu kali jangan berubah, untuk selamanya Seia sekata, cinta...


Untuk apa harta dunia bila tak ada cinta yang menyerta, Masyhur dan semua kejayaan


Tak cukup membuat kita bahagia..."


Eros yang sedang berjalan menuju ke arah dapur di kejutkan dengan suara nyanyian yang terdengar tidak asing baginya.


"Dia benarkah, apa mata ku ini sedang tidak berhalusinasi" Ucap Eros sambil mengucek mata nya saat melihat seorang wanita sedang cekatan mencuci perabot memasak, dengan memakai celemek sambil menyanyi.


"Hay sedang apa kau di sini?" Eros langsung saja menepuk pundak Laras


"Aaaaa! kurang ajar rasakan akibatnya!" Laras berteriak karena terkejut langsung menciptakan air ke arah Eros dan menendang kakinya karena berpikir Eros berniat kurang ajar.


"Aduuuuuh! sakit kau bar-bar sekali!" pekik Eros saat diri nya terjatuh.


"Sorry aku tidak bermaksud karena aku terkejut, apa kau baik-baik saja?" Laras yang baru menyadari langsung berjongkok merasa tidak enak hati.


"Laras benarkah itu kau?" Eros bukanya menjawab malah balik bertanya membuat Laras terkejut dengan siapa yang di lihat nya


"Kau ?"


BERSAMBUNG


Bantu support author yah dengan like komen vote hadiah nya yah agar author semangat 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2