
"Lepaskan aku, kau memaksa ku!" ucap Laras berusaha untuk melepaskan tangan Tama saat sudah berada di depan mobil nya.
"Masuk, kita pulang!" Tama langsung saja membukakan pintu mobil sambil menatap Laras dengan tatapan tajam.
"Aku tidak mau pulang, kau itu mengganggu saja. Acara ku kan belum selesai." ketus Laras sambil menatap Tama tak kalah tajam nya.
Seketika Tama langsung saja menarik tangan Laras untuk masuk ke dalam mobil nya membuat Laras berusaha untuk memberontak.
"Diam, atau aku akan melaporkan perbuatan mu, pada kedua orang tua mu itu." Ancam Tama dengan penuh peringatan.
"CK ... Bisanya hanya mengancam." Laras berdecak sambil memutar bola matanya malas.
Wanita itu akhirnya memutuskan untuk diam saja tanpa sedikitpun ingin berbicara.
Tama yang merasa sudah tidak ada perdebatan lagi langsung saja mengendarai mobil nya.
Sepanjang perjalanan hening tidak ada yang berbicara satu pun baik Laras ataupun Tama kedua nya tenggelam dalam pikiran nya masing-masing.
Tak terasa mobil sudah berada di halaman rumah, Laras langsung saja turun tanpa sedikitpun melirik ke arah Tama.
Jujur hatinya merasa sangat begitu kesal dengan apa yang di lakukan pria tersebut, yang tiba-tiba mengajak nya untuk pulang padahal jam baru menunjukkan pukul 19.00.
Wanita itu langsung saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya saat sudah berada di kamar nya.
"Dasar pria gila, tidak punya perasaan dan hati, setelah membuat Tiara merasa kesal, justru malah membuat nya semakin kesal, pasti Tiara jadi salah paham lagi kan." gerutu Laras terus mengumpati suaminya itu.
"Dari pada harus memikirkan dia yang sedang kesetanan mending aku dengerin musik saja." sambung nya lagi saat merasa sangat begitu dilema.
Suara musik lagu khas India sudah terdengar. Laras meletakkan Hpnya di samping kepalanya.
"Inn aankhon mein tum...
Jab se ho gaye ghoom..
Saara jahaan tera chehara...
Preet ye rang ab to tere sang...
Aur bhi ho gaya gehara..
Inn aankhon mein tum...
Jab se ho gaye ghoom...
Saara jahaan tera chehara....
Preet ye rang ab to tere sang...
Aur bhi ho gaya gehara.."
Baru saja Laras sedang memejamkan mata nya sambil menyanyi tiba-tiba musik nya langsung saja di matikan membuat wanita itu membuka matanya, terlonjak kaget, saat melihat wajah pria yang sedari tadi membuat nya kesal.
__ADS_1
"Kau apa-apaan sih? Bisa-bisa nya menggangu ku saja!" ketus Laras menatap pria di hadapannya itu dengan sangat begitu marah.
"Kau yang apa-apaan, bisa-bisanya tadi berciuman mesra dengan Eros!" jawab Tama dengan tersulut emosi.
"Ha-ha-ha tidak salah dengar?" Laras tertawa terbahak-bahak merasa lucu dengan apa yang di katakan Tama.
"Balikin Hp ku, kau tidak ada hak untuk melarang ku dekat dengan siapa pun termasuk Eros. Kau lupa dengan semua perjanjian kita?" lanjut nya lagi berusaha untuk merebut Hp yang ada di tangan Tama.
"Aku tidak lupa tapi..."
"Tapi apa? Kau cemburu, kau iri? atau kau ingin memiliki kedua nya?" potong Laras dengan cepat menghujani Tama dengan pertanyaan.
Tama bukan menjawab malah merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Ka Tama, apa yang kau lakukan?" pekik Laras sambil menatap Tama dengan tatapan tajam.
"Turun ngga, balikin Hp ku!" lanjut nya lagi sambil naik ke atas ranjang. Membuat Tama langsung saja duduk dan menyembunyikan Hp Laras di saku jasnya.
"Ambil saja jika bisa." jawab Tama sambil tersenyum tipis.
Laras langsung saja mendekat ke arah Tama dan hendak mengambil Hp nya di jas Tama namun tiba-tiba tangan tama memegang nya.
Laras yang di pegang tangan nya tiba-tiba menjadi tegang wanita itu terdiam membeku membuat Tama tiba-tiba langsung mencium bibir nya.
"Kau apa-apaan, bisa-bisanya mencium bibir ku!" pekik Laras langsung mendorong suaminya itu membuat Tama terjatuh ke lantai.
"Mau aku tunjukkan? seberapa berkuasanya aku." Tama berusaha untuk bangkit sambil tersenyum seringai.
Laras kali ini diam membeku saat pria itu mencium nya untuk kedua kalinya.
Tama yang merasa Laras diam saja tiba-tiba langsung saja menggigit bibir Laras agar membuka mulutnya membuat wanita itu meringis dan membuka mulutnya.
Ciuman yang tadi nya kaku kini berubah menjadi ciuman yang menuntut sekejap Laras terhipnotis oleh apa yang pria itu lakukan.
Tangan Tama sudah turun ke bawah membuka satu persatu kancing kemeja yang wanita itu kenakan namun Laras yang tersadar segera mendorong suaminya kembali.
"Ini salah, kau apa-apaan!" pekik Laras sambil membenarkan kancing kemejanya yang sempat terbuka.
Tama yang di dorong kini menatap Laras dengan sorot mata elang seakan ingin memangsa nya habis-habisan.
Pria itu segera berjalan kembali ke arah ranjang dan mendorong Laras hingga jatuh ke atas ranjang.
"Kau lupa? Kalau kita sudah menikah? Dan aku berhak atas tubuh mu." ucap Tama dengan penuh peringatan.
"Tapi, kau tidak menginginkan tubuh ku, kau lupa dengan semua perjanjian yang kita buat." jawab Laras berusaha untuk memperingati.
"Plesetan dengan semua itu." ucap Tama yang terlihat sangat bernafsu.
Laras hendak bersuara namun lagi-lagi bibirnya kembali di bungkam oleh bibir Tama membuat wanita itu tidak bisa berkata-kata.
Tangan Tama mulai menjalar ke bawah, pria itu kembali membuka kancing kemeja yang wanita itu kenakan meskipun Laras terus saja memberontak memegang tangan nya namun pria itu tidak mempedulikan nya.
__ADS_1
"Ros aku mencintaimu." gumam Laras yang terdengar oleh Tama.
"Sebegitu mencintai nya kau pada adik ku?" tanya Tama masih melakukan aktivitas nya.
"Jika iya kenapa? bukan kah kau juga sama mencintai Tiara?" jawab Laras berusaha untuk tenang.
"Aku mencintaimu Laras, aku menginginkanmu malam ini juga, aku tersiksa batin jika kau terus bersama Eros." ucap Tama panjang lebar entah sadar atau tidak.
"Cinta apa yang terjadi? Apa dia beneran sadar mengatakan hal itu?" Laras bertanya-tanya dalam hati nya sambil menatap Tama dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Baiklah, jika ini mau mu, aku akan melakukan apa yang kau inginkan." Laras kini sudah beraksi.
Wanita itu kini membalikan badannya kini posisi Tama lah yang berada di bawah Kungkungan nya, wanita itu akan bersikap layaknya seorang jal*ng yang murahan.
Laras membuka satu persatu kancing kemeja nya hingga menyisakan pakaian dalam saja.
Melihat Laras hanya memakai pakaian dalam nya Tama langsung saja bangkit dari tempat tidur nya pria itu langsung saja bersiap untuk melepaskan pakaian nya sendiri.
Keduanya kini sudah telanjang bulat, Tama langsung saja berjalan mendekati Laras dengan tatapan penuh nafsu dan gairah.
Bibir mereka kembali menyatu, sementara tangan Tama bermain di area gunung kembar Laras.
Suara lengkuhan dan des*han sudah mulai terdengar, mulut Laras yang tadinya mengatakan aku mencintaimu Ka Tama, kini berubah menjadi memanggil nama Eros berulang kali, membuat Tama yang tadi nya melakukan dengan lembut kini berubah menjadi kasar.
Kini tinggal waktu nya Tama untuk memasukkan juniornya namun tiba-tiba Laras berkata.
"Kau yakin tidak akan menyesal?" tanya nya menatap Tama dengan tersenyum tipis.
Tama yang mendengar penuturan Laras, berpikir kalau Eros adalah orang yang pertama merenggut kesucian Laras, langsung saja memasukkan juniornya dengan sangat begitu kasar.
"Ternyata pilihan Mama salah, aku tidak menyangka bakal Menikahi Jala*ng seperti mu!" ucap Tama dengan penuh emosi.
"Iya Jala*ng, murahan dan tidak punya hati, malam ini ****** itu akan melayani mu." jawab Laras sambil tersenyum getir.
Rasa marah dan kesal kini pria itu luapkan, membuat Laras terus Mendes*h dan meringis kesakitan.
Laras yang mendapat perlakuan kasar sebisa mungkin berusaha untuk menahan apa yang terjadi pada bagian intim nya, wanita itu hendak mengeluarkan air mata nya tapi dia berusaha seolah ini bukan yang pertama bagi nya.
Setelah pelepasan pertama Laras kini membalikan tubuh Tama sehingga dirinya lah yang berada di atas tubuh Tama.
"kau akan puas malam ini bersama ku." bisik Laras di telinga Tama Seolah beneran J*lang sungguhan.
Malam panjang kedua insan itu lakukan di atas ranjang mereka bukan melakukan nya sekali bahkan tiga kali, Tama bahkan tidak menyadari bahwa istrinya itu masih perawan karena Laras yang mengatakan bahwa darah yang keluar itu adalah hal Biasa saat berhubungan intim.
"Gila kau membuat ku Gila, Ka Tama andai saja kau bukan kekasih Tiara dan aku tidak mempunyai janji untuk menjaganya, mungkin aku ingin selamanya berbahagia bersama mu." ucap Laras saat sudah selesai dengan percintaan nya, tangis nya kini pecah begitu saja.
Sementara Tama ternyata sudah tertidur pulas karena kelelahan dengan apa yang di lakukan nya.
BERSAMBUNG
__ADS_1