
prolog
cinta yang tak terungkap karena janji yang dibuat sejak kecil tidak akan mencintai kecuali sudah pernah menikah,dan kehidupan yang sedih' di waktu kecil membuat ia harus berbuat dosa dengan meracuni saudari tirinya,dan harus menjalani cinta yang penuh dengan penderitaan
siapakah diantara mereka yang dapat bertahan,janji atau benci?
Eps1
__ADS_1
AWAL CERITA
Di pagi yang cerah ini aku sangat bersemangat karena ini adalah hari pertama ku masuk di universitas Gunadarma, tempat yang sangat aku kagumi saat aku masih duduk di bangku SMA.aku sudah bersiap-siap sedari tadi sambil menuruni tangga rumah aku berloncat-loncat layaknya anak kecil yang mendapat permen.
sayang pelan** kata mama mengingatkan, aku hanya tersenyum dengan mulut yang masih penuh dengan roti,tidak ada yang ingin meminta roti kamu Finka kata Mama menekan kan kembali, ini minum susu dulu biar tidak tersedak,aku mengambil susu itu lalu meminum nya,aku melihat ke kiri dimana Amel masih berdiri.amel sini kata Finka ayok makan bersama karena Amel sedari tadi hanya melihati Finka,...Amel tersadar dari lamunannya enggak usah non, sebelum Amel menyelesaikan ucapannya Finka langsung menarik tangan Amel tidak
__ADS_1
apa-apa kamu juga harus makan lagian kita sudah menjadi keluarga kata Finka dengan ramah nya.
Amel adalah pembantu di rumah kami ia tidak pernah bersekolah sedari kecil,selain itu amel juga tidak memiliki sanak famili sama sekali,Amel pernah bercerita kepada kami bahwa dia dibuang oleh kedua orang tua nya,dan sampai sekarang Amel belum pernah bertemu dengan keluarga nya.amel masuk di keluarga kami saat aku masih SMA di saat orang yang ku sayangi pergi Amel lah yang menghibur aku,di saat aku menangis ialah yang menenangkan dan saat papa dan mama dinas keluar negeri amel lah yang menemani aku.selain menjadi teman,Amel juga bisa menjadi seorang guru jika aku tidak mengerti pelajaran disekolah maka dialah yang akan mengajariku padahal ia sendiri tidak bersekolah tapi dengan otak Nya yang cerdas cukup hanya dengan membaca Amel sudah mengerti.aku sendiri kadang juga bingung apakah dia ini manusia jenius kayak di sinetron, atau anak profesor. ketika aku bertanya kok dia bisa membaca,katanya karena melihat dan mendengar hebat' bukan aku saja yang sudah sekolah bertahun-tahun tapi masih tetap bloon,papa sudah menyuruh amel untuk bersekolah karena melihat kepintaran nya tetapi Amel tidak mau dan bahkan selalu menolak, alasan nya takut menyusahkan,padahal papa dan mama sudah menganggap dia sebagai keluarga tapi ia tetap berserikeras menolak.aku tidak tahu pasti apa alasan dia menolak karena meskipun sudah tinggal lama di rumah kami,dia tidak pernah pernah bercerita sama sekali ia seperti banyak sekali menyimpan rahasia. meskipun aku penasaran tapi aku juga tidak bisa memaksa nya untuk bercerita.
setelah selesai sarapan aku berpamitan kepada papa dan mama,aku mencium tangan mereka satu persatu.ma,pa,finka pergi dulu ya,..........emmmm.......kata mama sambil membelai rambutku,kamu pergi sama siapa kata papa?...tentu saja sama kak Arel Wijaya kataku dengan sombongnya,loe...bukan nya Arel belum pulang ya kata mama dan papa bingung,,,,,,,tentu saja belum pa finka bercanda kok,.....he......he......,,,,,,,,,aku tertawa kecil lalu melihat' kearah Amel,Amel aku pergi dulu ya Amel lalu membungkuk kan badan nya iya non finka katanya sopan, hati-hati di jalan aku hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka.
Aku lalu memanggil pak supir.......pak ayo berangkat,loe udah siap non???bukan nya ini masih pagi ya kata supir tersebut dengan Rama, emangnya kenapa aku males telat kataku membentak,sopir itu hanya mengangguk dan terdiam, itulah sifat asli Finka pada orang yang rendahan seperti supir Finka tidak akan berakting tapi jika ada orang yang melihat maka ia akan berbicara dengan lembut.di perjalanan Finka berharap kak Arel menelpon atau memberi kabar kepada nya, sayang nya semua itu cuma harapan.
__ADS_1