Antara janji benci dan cinta

Antara janji benci dan cinta
harta yang paling berharga


__ADS_3

eps 45


sesampainya di rumah sakit Caca langsung dibawa ke ruang operasi.


Arel.... Caca kenapa..?? tanya Ningsih khawatir, aku enggak tahu kak kata Arel lalu menceritakan kejadian tentang ia mendiami Caca tadi.


ya ampun rel...rel elo udah gila ya..?? elo udah tahu kalau Caca tidak bisa di bantah, tapi masih aja elo lawan. bahkan Caca sampai minta maaf duluan tapi elo masih aja cari masalah, dan sekarang elo lihat sendiri akibatnya. Caca malah mengalami pendarahan, kata Rama kesal terhadap kebodohan adiknya itu.


maaf kak.., kenapa elo minta maaf sama gue, seharusnya elo minta maaf sama Caca. dia sedang mengandung anak kamu rel, tapi kamu dengan enaknya marahi dia kata Rama masih kesal.


tak lama kemudian sang dokter pun keluar, bagaimana dok keadaan istri saya...?? kata Arel kalang kabut. begini pak istri bapak mengalami pendarahan yang cukup banyak, jadi ia harus segera di operasi.


apa ...??? kata mereka sangat terkejut,


tapi... kata dokter itu terhenti, tapi apa pak..??


begini meskipun sudah melakukan operasi tapi kemungkinan selamat untuk keduanya sangat kecil.


apa maksud anda...?? kata Arel langsung emosi, dan menarik kerah putih si dokter.


Arel hentikan bagaimana dokternya bisa ngomong, kata Rama melerai Arel agar tidak terbawa emosi.


jadi yang kemungkinan besar akan selamat adalah bayinya, Arel yang mendengar hantaman besar itu langsung pingsan karena tidak kuasa mendengarnya.


Arel kemudian di bawa keruangan lain untuk beristirahat.


Rama lalu menelpon anes, menyampaikan kabar duka yang dialami caca. akhirnya anes memutuskan untuk menyelamatkan si bayi, Rama hanya mengangguk saja dengan keputusan mamanya.


Caca akhirnya di operasi, sedangkan Arel masih terlelap dan belum sadarkan diri.


" Arel.....!!! kata Caca lembut sambil tersenyum, janji ya kamu akan bertanggung jawab. Arel.... aku akan pergi kata Caca ia lalu berlari menuju dua wanita yang menunggunya, selamat tinggal.


tidak.... Caca....!! tunggu.... jangan pergi aku mohon, jangan tinggalkan aku. aku janji akan bertanggung jawab dan memenuhi semua keinginan mu, aku mohon tinggallah di sini kata Arel menjerit, Caca......!!???"


Arel kamu enggak papa, kata rama dan Ningsih. dimana caca....??? Arel tenangkan dirimu dulu, jika kamu tidak tenang bagaimana kamu menghadapi masalah ini kata rama mengingatkan. Rama lalu memeluk adiknya agar tenang, Arel apapun yang aku katakan jangan marah dan jangan salahkan diri sendiri karena sudah takdirnya. jika kamu marah maka Caca juga akan marah nantinya, dan jika kamu nangis Caca juga akan menangis jadi tetap tegar kan dirimu.


arel hanya diam saja, dengan air mata yang sudah berlinang. dia tidak sanggup mendengar kenyataan yang akan di sampaikan kakak nya itu. Arel tadi aku udah telepon mama, dan menanyakan tentang pilihan ini, mama akhirnya memilih si bayi kata Rama sambil melepas pelukannya.


apa....?? tidak........!!??? kata Arel menjerit dan menangis. kenapa kalian jahat..?? kenapa kalian memilih si bayi ...?? kenapa kalian tidak memilih istriku kata Arel sambil menangis.


Rama dan Ningsih juga tidak tahu harus berkata apa, tapi mereka juga setuju dengan pilihan mamanya karena kalaupun Caca yang di pilih kemungkinan akan selamat juga kecil jadi daripada dua-duanya tidak selamat ya lebih baik satu.


Arel kamu jangan egois, egois...??? cih... kata Arel berludah. aku kau bilang egois...??? seharusnya kalian yang berpikir secara logis. berapa kali aku harus kehilangan orang yang aku sayangi...?? dan sekarang saat aku bisa mengontrol semua emosi dan kecemburuan ku bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah tapi kalian dengan mudahnya membuat keputusan tanpa bertanya padaku dulu kata Arel menjerit.


Rama diam sejenak, sebenarnya yang di katakan Arel itu ada benarnya. dia sudah kehilangan Amel istri pertamanya, dan finka cinta pertamanya tapi sekarang ia harus kehilangan istri manjanya setelah melewati semua kesulitan batin Rama sedih.


arel.... sekarang kamu yang pikir, jika kita menyelamatkan Caca, kemungkinan akan selamat juga terlalu kecil tapi jika bayi nya yang kita selamatkan maka dia akan bisa melihat ayah yang tegar kata Rama mengingatkan.


Arel.... kata Rama sambil memegang pundak Arel, kalau ada Caca dia juga akan berharap kamu akan memilih si bayi anak kalian kata Rama sambil tersenyum.


setelah Arel berfikir sejenak, ia akhirnya dapat menerima kenyataan yang sangat pahit dan getir itu. Arel sudah menenangkan diri, dan dia ingin menemani Caca yang sedang di operasi. Arel tidak perduli lagi dengan kata jijik, atau apalah. yang iya tahu iya akan menemani sang istri meskipun dia selamat atau tidak.


Arel sudah berdiri di samping kepala caca, dengan baju khusus untuk operasi. sambil memegang tangan Caca Arel berdoa agar kedua harta bahagianya selamat.

__ADS_1


samar-samar Arel mendengar suara suster dan dokter yang sedang mengoperasi caca


pak maaf sepertinya pasien kekurangan darah, kata sang suster memberi tahu dokter yang sedang mengoperasi itu. cepat ambil stok yang ada, tapi pak stok kita sudah habis beri tahu pada keluarga yang ada di depan.


setelah menunggu selama lima menit, darah akhirnya ada. sekarang cepat masukkan, kata dokter memerintah. suster itu lalu menyuntikkan pada Caca dan menggantungnya.


Arel sampai menangis melihat infus yang sudah banyak tergantung di atas, Arel masih tetap menciumi tangan istrinya dan tak henti-hentinya berdoa agar keduanya selamat. Arel sempat memikirkan bagaimana caca mengidam yang sangat aneh dan tidak masuk akal, sayang aku rindu kamu yang bersikap manja denganku aku rindu kamu yang selalu mencari masalah denganku aku rindu kamu yang selalu memerintah diriku tapi sekarang..? semua ini salahku, kalau seandainya aku enggak berpura-pura marah pasti kejadiannya tidak akan seperti ini batin Arel menyesali dirinya sendiri. maafina aku sayang aku mohon bangunlah.


baik angkat segera bayinya kata sang dokter memerintah setelah bayi diangkat kelang satu menit bayi itupun menangis.


owek.....owek....owek... Arel tetap memandang istrinya, tak berani melihat ke arah bayi yang di gendong suster itu. bayinya seorang laki-laki yang sehat kata suster itu berbicara dengan sesama rekannya Arel masih sempat mendengar perkataan mereka.


sayang batin Arel menatap istrinya, anak kita sudah lahir tidakkah kamu ingin melihatnya..?? dia sangat sehat katanya dan bahkan mungkin sangat tampan seperti aku batin Arel berbicara sendiri dengan air mata yang sudah mengalir.


pak gawat jantung pasien melemah kata suster itu.


Arel dapat mendengar samar-samar mereka bicara, ia hanya bisa berdoa semoga Caca bisa selamat. Caca aku tidak akan menjaga anak kita jika kamu tidak selamat kata Arel dalam hati seolah ia sedang mengancam


owek.....owek....owek... entah kenapa si bayi itu sepertinya tahu kalau ibunya sedang terluka parah. iya terus menangis tak


henti-hentinya ingin rasanya Arel membanting anak kecil itu karena tidak mau diam padahal ibunya sedang dalam antara hidup dan mati.


sepertinya bayi ini haus dia perlu asi ibunya suster lalu membawa si bayi ke dada caca, si bayi seolah mengerti maksud si suster kemudian bayi sehat itu mencari air ASI ibunya dan langsung memasukkan dengan mulutnya.


pak jantung nya kembali normal kata sang suster senang, syukurlah batin dokter ia lalu menjahit bagian yang di robek tadi.


syukurlah sayang batin arel, senang tapi tetap melihat istrinya tak mau sedikitpun melihat anak nya yang menyusu.


Arel masih tetap tertidur di samping ranjang Caca, sambil memegang tangan istri kesayangan nya itu seolah tak ingin melepasnya.


Caca membuka matanya pelan-pelan karena ia masih merasa sedikit pusing, ketika ia hendak bangun ada sebuah tangan yang erat memegang dirinya.


Arel..kata Caca sambil mengerjakan mata, tapi tidak ingin membangunkan karena Arel terlihat sangat lelah. Caca kembali menutup mata karena masih merasa pusing.


sayang kata Arel saat ia sudah bangun kenapa kamu belum bangun? aku rindu kamu aku ingin mendengar suaramu


(sambil menangis) aku janji aku akan mengabulkan apapun keinginan mu sekalipun kau minta selingkuh aku akan kabulkan asal kamu tidak meninggalkan aku


(masih tetap menangis).


Caca membuka mata nya sambil senyum apakah kamu yakin akan mengabulkan keinginan ku? sayang kamu udah bangun? (langsung memeluk) menurut kamu? syukurlah kamu sudah sadar. aku sangat takut jika kamu pergi (masih tetep memeluk) tenanglah aku tidak akan pergi meninggalkan pria cengeng ini sambil menarik pipi suaminya.


tapi apakah kamu yakin aku boleh selingkuh? (terdiam sebentar) terserah kamu sih kalau mau aku tidak apa, asal kamu tidak ninggalin aku dan anak kita ( dengan wajah yang amat sedih) tentu saja aku tidak akan selingkuh sayang tapi kamu tadi bilang anak kita dimana anak kita?


kamu tunggu sebentar aku akan membawa kamu menemui putra kita( sambil berjalan menuju parkiran) tak terasa mobil sudah melaju selama kurang lebih satu jam, mereka akhirnya sampai di kediaman keluarga Wijaya.


Arel mengangkat tubuh Caca pelan Arel aku bisa jalan sendiri, sayang.... kamu masih belum sehat dan baru saja keluar dari rumah sakit biarkan suami mu ini yang mengangkatnya (sambil tersenyum) Caca pasrah saja karena malas berdebat.


Arel....!!! Caca...!!! kalian udah pulang syukurlah padahal mama berencana pergi menyusul kamu di rumah sakit. apa kamu baik-baik saja Caca ?? apa masih ada yang sakit' ?? kata anes khawatir


Caca enggak papa ma Caca baik-baik saja Arel lalu meletakkan Caca di sofa kemudian datanglah Ningsih sambil menggendong baby laki-laki ( memberikan).


kakak apakah ini puteraku dengan kata Caca dengan wajah yang sangat bahagia, terharu, senang, yang bercampur aduk jadi satu. iya ini putera kita kata sang suami ikut senang.

__ADS_1


baiklah karena menantu dan cucuku selamat aku ingin membuat sebuah acara sebagai ucapan syukur karena mereka selamat' kata anes.


semua orang yang hadir sangat bahagia melihat putra Arel dan juga Caca bahkan ana sampai datang saat itu juga, begitu juga dengan keluarga Williams, Vinto juga turut hadir di acara dadakan itu.


...............


beberapa tahun telah berlalu setelah mereka melewati masa sulit mengurus anak dari kecil hingga putra mereka chairel memasuki usia dua tahun.


sayang..... kamu udah siap belum? iya tunggu bentar aku pakai baju dulu kamu bantuin aku pakai baju chairel.


memang kamu ya chairel sini papa pakaikan baju kamu kata Arel sambil senyum.


chairel hanya berlari mengejar mamanya seolah tidak mau dipakaikan papanya.


ya ampun sayang kenapa lari-lari??


papa... charel enggak mau kata dia manja lalu memeluk sang ibu kenapa chairel enggak mau?? charel mau di pakaikan mama masih tetep memeluk Caca.


Caca lalu duduk di atas ranjang Arel juga ikut duduk charel papa enggak tahu apa kesalahan papa kenapa kamu enggak mau.


papa jahat?? aku jahat.. kamu yang jahat merebut istri kesayangan ku batin Arel kesal.


chairel tidak boleh seperti itu dia adalah papa kita sayang kalau tidak ada papa siapa yang akan mencari makan? tentu saja charel kata putra kecil itu.


ya udah cari sana sendiri batin Arel kesal, sayang.... kata Caca lalu membujuknya akhirnya putra mereka mau dipakaikan baju dengan papanya.


setelah semua persiapan selesai mereka lalu pergi kemping bersama. chairel sedang bermain di bawah pohon rindang


chairel tampak sangat senang karena ia tidak pernah melihat dunia luar selama ia bayi sampai sekarang.


alasannya karena Arel tidak ingin membuat chairel dan mamanya terluka tapi karena usia chairel sudah genap dua tahun Arel akhirnya mengijinkan mereka keluar.


Caca dan Arel duduk di taman memperhatikan putra mereka yang sedang bermain mereka tidak menyangka putra mereka tumbuh dengan cepat.


Caca sayang terimakasih karena kamu telah melahirkan anak untuk ku kata Arel sambil memeluk pinggang caca. terimakasih selama ini kamu menerima diriku yang emosional ini terimakasih atas kasih sayang mu padaku kata Arel sambil tersenyum.


Caca maaf jika membuat kamu tertekan karena aku mengurung kalian berdua itu karena aku hush.... kata Caca meletakkan telunjuknya di bibir Arel aku tahu kamu khawatir sama kami berdua kamu tenang saja aku enggak marah kok kata Caca sambil tersenyum Arel menurunkan tangan Caca ia lalu mencium bibir mungil ini karena selama di rumah ia sangat jarang berciuman mesra dengan Caca penyebab nya anak mereka yang muncul dimana-mana.


Arel mencium Caca sampai merasa puas bahkan sampai membuat Caca kehabisan nafas. terimakasih Caca kata Arel sambil mencium kening Caca.


papa..... kata chairel yang sudah berdiri di depan mereka kenapa papa mencium mamaku?? Arel sebenarnya ingin marah tapi iya urungkan karena Arel tahu marah pun dia itu adalah putra mereka Arel lalu mengendong putra mereka


sayang putra papa mama kamu adalah mama papa juga jadi papa juga boleh mencium nya tapi papa sering membuat mama menangis menangis maafin papa sayang karena membuat kalian tertekan papa hanya tidak ingin kehilangan kamu dan juga mama tapi papa janji tidak akan mengurung kalian lagi chairel seketika itu langsung melotot bahagia janji ya pa janji kata Arel ia langsung mendapat ciuman dari puteranya terimakasih pa aku sayang papa papa juga sayang kamu lalu bagaimana dengan mama kata Caca sambil memeluk Arel tentu saja kami sayang mama kata Arel dan chairel mereka lalu mencium pipi kanan dan kiri Caca sambil tertawa.


terimakasih ya tuhan kau telah memberikan dan menitipkan Hatta yang paling berharga meskipun selama ini cobaan berlipat ganda yang kau turunkan tapi akhirnya aku bisa menemukan kebahagiaan batin Arel sangat bahagia.


.........


assalamualaikum, terimakasih semuanya karena sudah mau mampir di novel saya ya meskipun kalian tahu sendiri novel ini belum bisa di kategorikan baik ataupun bagus tapi saya sudah bersyukur kalian sudah mau mampir saya akan berusaha lebih keras supaya bisa menciptakan novel yang lebih baik semoga kalian mau mendukung saya terimakasih


wassalamu'alaikum...☺️☺️☺️🤗


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2