
Eps 24
Amel sudah sampai di rumah, dengan pakaian yang sudah ia ganti di kamar mandi umum tadi. Finka heran saat Amel masuk dengan mata yang sudah membengkak.
Amel Lo kenapa.....???? tanya Finka Bingung, Amel hanya diam tak menjawab pertanyaan finka. ia lalu mendekati Amel,.... Mel ....Lo kenapa....???? tanya Finka lagi apa elo di ganggu penculik itu lagi katanya marah.
enggak, aku enggak di ganggu penculik itu kok kata Amel sambil tersenyum canggung. jadi kenapa elo bisa nangis ...........???? tanya Finka kesal.
ya ....... itu karena aku tadi jatuh kata Amel berbohong, entah berapa kali aku harus berbohong dalam satu hari ini batin amel.
Finka seketika itu langsung tertawa ngakak.....
....ha....ha...ha .....gue kira''in elo kenapa...Mel...Mel.. katanya sambil tertawa melihat kebodohan Amel.
" aku janji batin Amel mulai sekarang aku akan tobat dan tidak akan menyakiti siapapun termasuk Finka batinnya sambil tersenyum, tapi gimana caranya agar aku bisa mengatakan kebenarannya sama Finka kalau aku saudara tirinya batin Amel sedih" sambil menatap Finka.
oi...... ...Amel jangan menatap aku terus, maaf karena Udah ngetawain elo kata Finka karena merasa bersalah. iya nggak papa kok kata amel sambil tersenyum.
habis nya elo aneh sih.....!!!! masa bisa jatuh kata finka sambil tertawa lagi ha....ha...ha...
Finka tak bisa menahan untuk tidak tertawa, ia lalu memikirkan bagaimana Amel bisa jatuh di depan orang ramai, hingga membuat nya sampai menangis.
ya ....... Finka kata Amel marah, mau sampai kapan kamu ngetawain aku......????, kata Amel.
ok....ok...fine. gue berhenti sekarang, ya udah sekarang kamu mandi gih kata Finka menyuruh Amel mandi.
bik Ijah mengintip Amel dan finka di dekat tiang besar, ia sangat bahagia melihat keakrapan Amel dan juga Finka.
sehingga ia tidak tahu jika finka sudah di belakangnya, namanya sudah tua jadi agak budek. apalagi kalau sudah fokus makin kagak kedengaran lah kalau ada yang datang.
ngapain bik....???? tanya Finka dari belakang bik Ijah. ini lihat non Amel, bik Ijah tidak sadar ketika berbicara. pikirnya ia sedang berbicara pada diri sendiri .
Bibik bersyukur banget ngelihat non Amel tidak bersedih lagi. kasihan non Amel kata bik Ijah mulai bercerita, sewaktu dia pindah kesini hidupnya selalu sendiri.
darimana bik Ijah tahu.....???? tanya Finka, ya saya selalu melihat nya non.
non Amel selalu bersedih, ia sering menangis di taman belakang. pas Bibik tanyain kenapa ...??? dia bilang matanya kemasuan debu.
tapi sekarang non Amel tidak sendiri lagi, semenjak tuan besar menyekolahkan nya. non amel sudah banyak berubah, dia sudah mulai berbaur dan bahkan sudah banyak bicara enggak seperti dulu.
non amel juga sudah mau keluar rumah, bahkan sudah mau membawa kendaraan sendiri.
Bibik seneng deh di tambah lagi non Amel makin akrab dengan non finka.
ngomong-ngomong Bibik lupa, masih ada kerjaan lain di belakang katanya masih belum sadar.
mau kemana bik.....???? kata Finka mengagetkan. Bibik itu seketika melihat ke sumber suara, eh....ehh....non finka ada apa non....???? kata bik Ijah pura-pura.
baru nyadar ya, kalo gue disini. maaf non, saya enggak bermaksud lancang kata bik ijah takut-takut.
__ADS_1
ya udah kali ini gue maafin, tapi elo harus ceritain semua tentang Amel ke gue. kapan non...???? kata bik Ijah, nanti malam kata Finka. pas non selesai belajar.....??? tanya bik Ijah lagi, ah...... terserah lah kata Finka kesal.
lalu pergi meninggalkan bik Ijah,. Finka ingin mengetahui lebih dalam tentang Amel. karena selama ini ia melihat Amel sangat lah arogan, tidak ada tampang bersedih sedikitpun.
selesai mandi Amel langsung beristirahat, setelah mengoles semua luka akibat gigitan nyamuk sialan tadi. huh.....katanya membuang nafas lega, syukurlah hari ini gue udah kasih tahu mereka tentang rencana Kusuma. ya....... walaupun pada akhirnya tetap juga Arel enggak percaya, bahkan sampai mempermalukan gue. tapi enggak papa lah, yang penting mulai sekarang aku enggak akan terlibat dengan mereka lagi.
mending sekarang pikirin gimana cara nya, agar aku bisa ngasih tahu Finka dan semuanya. kalau aku ini adalah anak kandung Williams, katanya sambil tertidur .Amel tidak tahu, jika didepan sudah ada sepasang telinga yang mendengarkan perkataannya.
tidak tahu kenapa ia mengucapkan perkataan nya secara lisan hari ini, padahal biasanya ia hanya berbicara dalam hati.
begitulah kalau sudah mau tobat pasti ada aja jalannya untuk berbuat dosa lagi...huh...😵
Finka terkejut mendengar perkataan Amel, tubuhnya sampai tak bisa bergerak karena karena keterkejutan nya. ia tak pernah menyangka bahwa selama ini ia memiliki saudara tiri dari ibu yang berbeda,dan bagaimana bisa Amel menjadi sangat dekat dengan kak Arel dan kak Rama....?????.
semua pertanyaan itu menggeliang dan menyelimuti kepala Finka, hingga membuat dia tak sadarkan diri karena mendapatkan hantaman yang sangat besar.
bik Ijah awalnya ingin memanggil non finka dan non Amel untuk makan malam, karena sedari tadi ia tak melihat mereka. bik ijah sangat terkejut, saat Finka sudah tergelatak di depan kamar Amel.
bik Ijah langsung menjerit sekencang-kencangnya, .........non.....Amel...........?????...!!!!!
maklum ya kan agak budek, sehingga bik Ijah tidak tahu jika suara nya dapat memekakkan, gendang telinga orang yang mendengarnya.
panggilan bik Ijah dapat di dengar oleh semua penghuni rumah. tak terkecuali Amel ia sangat terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya. ada apa ya batin Amel bingung, ia lalu membuka pintu kamarnya dan melihat semua orang telah berkumpul di depan kamarnya. ada apa bik.....????
kata Amel sambil mengucek- ucek matanya. ia lalu melihat Finka sudah tergelatak di bawah, ya ampun Finka......??????....!!!!!!!!!.......
katal Amel khawatir.
gawat apa Finka mendengar perkataan ku tadi,... oh Amel, kenapa elo bodoh banget sih batin Amel meruntuki dirinya sendiri.
non amel kenapa ....???? tanya bik Ijah bingung, karena melihat Amel melamun. Amel baru tersadar kembali saat bik Ijah memanggil nya.
bik tolong siapkan beberapa potong baju buat finka sekarang, baik non. dan pak supir tolong angkat Finka ke mobil. kita bawa dia ke rumah sakit kata Amel khawatir, baik non mereka pun mengerjakan perintah dari amel.
non ini baju nya kata bik Ijah, baik.... kalian semua tetap di rumah karena tuan besar akan pulang hari ini. jika ada terjadi apa-apa segera hubungi saya baik non kata mereka.
saya sama pak supir akan segerah membawa finka ke rumah sakit, ayok pak jalan kata Amel setelah masuk ke dalam mobil. hati-hati .......ya non, kata mereka semua Amel hanya tersenyum.
.....................
setelah sampai di rumah sakit, Amel langsung menyuruh dokter memeriksa finka. bagaimana dok keadaannya tanya Amel khawatir, dokter hanya bisa diam tak menjawab pertanyaan Amel.
dok.... kata Amel marah', pasien tidak apa-apa ia hanya butuh istirahat. ia bisa pingsan karena mengalami keterkejutan, sehingga menyebabkan jantung nya berhenti berdetak.
dan sekarang dia sudah tidak apa-apa,
tapi kata dokter. tapi kenapa dok.....???? kata Amel bingung.
jangan kejutkan dia lagi dengan hal-hal yang membuat ia syok....,. jika tidak jantungnya akan berhenti berdetak kata dokter tersebut. baik dok kata Amel,. kalau begitu saya permisi dulu. tunggu dok..... kapan pasien bisa keluar....???? tunggu dia sadar dulu jika keadaannya sudah membaik kemungkinan besok iya sudah boleh pulang. baik dok terimakasih ....kata Amel sambil membungkuk, dokter itu hanya mengangguk lalu pergi.
__ADS_1
Amel lalu mendekati finka yang sedang tertidur, Finka maafin aku ini semua salahku kata Amel sambil menangis.
non Amel ....kata pak supir karena melihat Amel menangis, ini bukan salah non Amel jadi jangan menangis kata supir menghibur Amel.
Amel hanya tersenyum menanggapinya, pak.... ya non, apakah saya telah berbuat dosa besar ...????
kata Amel membuat pak supir kebingungan, pak....???? kata Amel lagi. ya non .....pulang lah duluan....!!!! saya akan menjaga Finka kata Amel. tapi non...., pulanglah kata Amel dengan suara lantang. baik non... kalau begitu saya Permisi dulu jika ada apa-apa segera hubungi saya ya non. Amel hanya mengangguk dan supir itu pun pergi meninggalkan Amel dan Finka. Amel masih tetap menangis karena merasa bersalah, dan akhirnya ia ketiduran karena kelelahan menangis.
...........................
keesokan harinya Amel sudah menelepon kampus finka, ia mengatakan bahwa Finka tidak bisa mengikuti ujian hari ini.
Amel lalu mendekati tempat tidur Finka, hei....... Finka kamu kapan bangun....???
kata Amel sambil menangis.
maafin aku kata nya bersedih, ini semua salahku katanya sambil menangis terisak-isak. bangunlah aku berjanji, tidak akan mengatakan hal-hal bodoh ini kata Amel bercerita sendiri.
tak lama kemudian Finka pun tersadar, Amel sangat terkejut saat Finka membuka mata ia kemudian menekan tombol darurat .
jangan......???...... kata Finka menghalangi Amel. kenapa.....???? kata Amel masih dengan air mata yang mengalir.
aku tidak apa-apa kata Finka dengan suara parau, Amel kemudian duduk lagi karena Finka melarang nya.
Amel..... kata Finka dengan suara yang kecil. kenapa kau menangis....??? Amel hanya diam tak menjawab pertanyaan Finka.
Amel..... kata Finka lagi, adakah ha penting yang ingin kau sampaikan padaku kata Finka.
hingga membuat Amel melotot Amel hanya bisa menangis, namun tak bersuara.
jangan menangis .......kata Finka. lalu menghapus air mata Amel dengan tangannya yang sebelah kanan, karena tangan sebelah kiri nya sedang di infus.
Fi...nk...a ...ma...af ....in aku, kata Amel dengan terbata-bata. ini bukan salah kamu kata Finka, masih dengan suara serak......bisa kah kau ceritakan padaku rahasia itu kata Finka.
ia sebenarnya sudah tidak memiliki tenaga untuk bicara.
tidak bisa kata Amel tegas, dokter melarang kamu mendengarkan hal-hal yang mengejutkan kata Amel polos.
Finka hanya tersenyum getir aku ingin mendengar nya, karena aku tidak akan tenang jika aku mati nanti membawa hal yang membuat ku penasaran.
tidak akan kata Amel, kau tidak boleh pergi kata Amel sambil menangis,...hu...hu...hu..hu..
baik-baik aku tidak akan pergi, tapi kakak harus menceritakan padaku kebenarannya ancam Finka.
Amel hanya melotot saat Finka memanggil nya kakak, ia lalu memeluk Finka sambil menangis sejadi-jadinya.....hu...hu...hu...
jangan menangis kak kata Finka ikut sedih, bukankah kamu kakakku kata finka sambil tersenyum.
Amel hanya mengangguk......Fi...nk...a kata Amel dengan suara terbata-bata. tidak kah kau marah jika aku adalah kakak mu....????
__ADS_1
finka hanya tersenyum pahit, kakak aku tidak akan marah kata Finka. jadi aku mohon ceritakan lah kebenaran nya padaku kata Finka memelas. Amel hanya bisa mengangguk pasrah.