Antara janji benci dan cinta

Antara janji benci dan cinta
perubahan hati


__ADS_3

eps 41


Arel dan Ningsih kembali ke kantor, mereka hanya ingin memastikan apakah karyawan semuanya sudah pulang atau belum.


Arel kemudian menelpon bawahannya, karena setelah mereka sampai di kantor, mereka tidak menemukan satu orang pun yang lembur. Arel juga menghubungi mamanya menanyakan apakah Caca ada pulang ke rumah, tapi anes bilang Caca juga tidak ada pulang kerumah.


bagaimana rel....??? ini udah malem, mungkin aja dia sudah pulang ke kosannya...??? kata Ningsih, sambil duduk.


tapi kata anak buah ku, Caca tidak pulang hari ini. dan karyawan juga bilang, bahwa mereka juga tidak melihat Caca lagi setelah makan siang.


tak lama kemudian, Rama pun datang bersama papa dan mamanya.


kakak....??!!... gimana sudah ketemu..?? belum kata mereka berdua.


ya ampun kenapa bisa jadi seperti ini sih...??? ini semua gara-gara kamu sih Arel, coba aja kamu enggak suruh Caca kerja seperti ini kata anes mulai menangis...huh....hu..hu..., mama sekarang tidak bisa saling salah-salahan, yang terpenting adalah kita harus segera menemukan Caca, karena ini sudah malam kata Rama menenangkan.


pa....!??? mama takut, kejadian itu terulang lagi kata anes mengingat kejadian Amel.


ma jangan bicara seperti itu, kata girang juga khawatir. yang lainnya hanya bisa berdoa, semoga Caca tidak apa-apa. sedangkan Arel dia hanya sibuk dengan pikirannya sendiri, dia meruntuki dirinya yang sangat bodoh dan ceroboh selalu membuat orang di sekitarnya terluka.


tak lama kemudian, bawahan Arel pun datang dengan membawa dua orang yang berperan menjadi hantu.


Kya.....!!???..... kata mereka menjerit, apa yang kau tangkap kata Ningsih langsung pingsan karena ketakutan.


sayang....!!??...sayang ...!!???..kata Rama mulai panik, Ningsih aku mohon bangunlah, anes lalu memberi Ningsih sedikit minyak kayu putih.


kamu enggak papa kan...??? tanya Rama setelah Ningsih sadar, enggak kata Ningsih sambil tersenyum.


Kya...!!????.. kata Ningsih lagi, dia langsung memeluk Rama karena ketakutan jantung nya serasa mau copot.


cepat bawa setan itu pergi, kata Rama kalang kabut dan khawatir dengan kondisi Ningsih.


tenanglah kak...!!!, ini cuma orang yang menyamar jadi hantu, jadi tidak perlu takut kata Arel karena malas berdebat.


sekarang kasih tahu saya, dimana Caca...?? kata Arel dengan amarah yang sudah membara sedari tadi, maaf kami tidak tahu kata kedua wanita itu dengan suara yang mulai bergetar.


PAM.....PAM.....Arel langsung menampar pipi kedua wanita itu hingga berdarah, tanpa ada rasa kasihan sedikitpun. yang lainnya hanya bisa melotot, karena dalam hidup Arel mereka belum pernah melihat Arel menampar wanita meskipun dia sangat membencinya.


sekarang saya tanya sekali lagi di mana Caca....??? kata Arel menjerit, maaf pak kami tidak bisa memberitahu nya kata kedua wanita itu mulai menangis.


akh..... kata Arel frustasi dan menunjang kedua perut wanita itu, hingga mereka


benar-benar merasakan kesakitan.


kalian masih tidak mau ngomong...??? maka jangan salahkan saya, kalau saya akan membunuh kalian berdua, dan keluarga kalian kata Arel mulai menggila. Rama dan girang langsung memegangi Arel, agar tidak mencabik-cabik kedua setan di depannya.


kalian cepat katakan dimana Caca....??? kata Rama mulai memanas, kami tidak berani pak kata wanita itu mulai terbata-bata, karena merasa tubuh mereka sudah sangat lemah.


bin dan Lee dimana kalian menemukan hantu sialan ini kata Arel dengan tatapan tajam, kami menemukan mereka di gudang dan markas pak girang dulu tuan Arel kata mereka berdua.


apa.....???? kata mereka terlihat bingung, Arel tidak memperdulikan mereka. ia langsung berlari ke arah gudang, sedangkan kedua hantu itu di bawah ke penjara.


Caca....!!! Caca..!!!.. kata Arel memanggil. girang, anes,Rama dan juga Ningsih mengikuti Arel.


Ningsih berjalan sambil memeluk Rama karena dia sangat ketakutan.


Arel terus berjalan, sambil melihat-lihat. gudang ini terlihat sangat bersih dan rapi. siapa yang membersihkan....??? kata girang bingung, padahal setahu dia gudang ini tidak ada yang tahu selain keluarga nya.


Arel kemudian berhenti pada pintu yang terbuka itu, iya lalu keluar dari pintu itu dan melihat kearah bawah.

__ADS_1


Arel melihat ada sesosok hitam yang sudah mengapung di atas kolam, matanya langsung melotot dan terkejut. dia langsung melompat tanpa memikirkan resiko dari perbuatannya


byur..........!!!!!


Arel......!!???..... kata semuanya, mereka berfikir bahwa arel bunuh diri karena tidak menemukan Caca.


pa....!!???..Arel pa...!???.. kata anes menangis lagi, mama tenang dong kata girang kebingungan.


sekarang kita kelantai bawah kata girang, kemudian turun kelantai bawah.


sebenarnya markas ini sudah sangat lama tidak digunakan, semenjak girang berhenti menjadi seorang militer.


girang kemudian membuka pintu yang menghubungkan ke kolam renang, terlihat Arel berusaha untuk memberikan CBR kepada Caca.


Caca..... aku mohon bangunlah kata Arel penuh dengan penyesalan, aku mohon tolonglah beri aku kesempatan kata Arel mencoba tetap melakukan CBR. yang lainnya hanya bisa diam saja melihat Arel yang sudah menangis. mereka lalu membawa Caca ke rumah sakit.


bagaimana keadaannya dok...??? tanya mereka khawatir. beliau sekarang sedang koma,. tapi bersyukur anda cepat melakukan pertolongan kata sang dokter.


biarlah pasien istirahat dulu, jika pasien sudah sadar tolong segera hubungi saya. karena saya takut dia akan mengalami gangguan lainnya, kata sang dokter.


kalau begitu saya permisi dulu, aneh batin sang dokter. wanita itu bukannya sudah meninggal ya, kok bisa hidup lagi batin sang dokter mulai bergidik.


mereka lalu masuk keruangan tempat Caca di rawat, Arel sudah tidak dapat berkata apa-apa lagi, yang Arel tahu dia sangat menyesal.


Arel mendekati ranjang Caca dengan tatapan sendu,dan air mata yang mulai menetes. Caca maafin saya karena membuat kamu mengalami semua ini, kata Arel terbata-bata.


saya kan sudah bilang, kamu tidak boleh berjanji pada saya.


lalu kenapa kamu berjanji...??? kata Arel mengingat kejadian tadi pagi.


aku mohon bangunlah, aku akan mengabulkan apapun yang kamu inginkan kata Arel.


anes, girang, Rama, dan Ningsih juga ikut kasihan melihat Caca dan Arel.


akh.....!!???... kata Ningsih kesakitan, sayang kamu kenapa ....?? kata Rama khawatir. akh....sakit.. kata Ningsih merasakan perutnya seperti terangsang, aku sudah tidak tahan kata Ningsih dengan keringat dingin yang sudah mengucur deras.


anes langsung memanggil sang dokter, tak lama kemudian dokter pun datang. dan segera membawa Ningsih keruang bersalin,


akh.....sakit kata Ningsih.. ... dorong mbak..!!!! dorong...!!!! kata ibu bidan itu.


sambil terus berusaha mendorong, dalam hati Ningsih berkata.


maafin aku jika telah merasai kalian, aku mohon jangan ganggu aku kata Ningsih pada Finka dan juga Amel. sambil meneteskan air mata Ningsih berdoa, semoga dia dan bayinya selamat.


tak lama kemudian anaknya pun lahir,


dalam keadaan normal, dan berjenis kelamin perempuan, syukurlah batin Ningsih senang.


.............


ini sudah hari ketiga Caca berbaring di rumah sakit, ana pun juga sudah pernah mengunjungi Caca karena dia tidak pernah melihat Caca lagi.


Arel selalu datang ke rumah sakit, dia selalu menyempatkan diri meskipun jadwalnya sangat padat.


seperti hari ini, ini adalah hari ke sepuluh Caca koma, Arel masih setia menemani Caca yang masih berbaring.


Caca aku datang kata Arel, dengan wajah yang dipaksakan Tersenyum sambil membawa seikat bunga.


apakah kamu tidak bosan tidur saja...???? kata Arel mulai bercerita seperti biasanya.

__ADS_1


Caca dengarkan saya, mulai sekarang kamu adalah istriku, kata Arel dengan air mata yang sudah menetes.


aku tahu mungkin kamu sangat membenci diriku, karena aku tidak membuat pesta pernikahan untuk mu. aku juga tahu kamu pasti sangat tidak suka denganku, karena aku masih menganggap mu sebagai Amel.


tapi sekarang aku tahu, kau dan dia itu berbeda. aku sudah mencari tahu tentang dirimu, maaf karena sudah salah sangka padamu kata Arel dengan air mata yang mulai berlinang.


Caca.....???!! maukah kau memaafkan ku...??? dan bersedia kah kau menjadi istriku....???? kata Arel sambil menyematkan cincin berlian putih di jari manis Caca, kemudian Arel juga memasang cincin yang sama bedanya Arel tidak memiliki berlian.


Arel kemudian Tersenyum sambil mencium tangan Caca, bangunlah jika kamu bangun aku pasti akan mengabulkan permintaan mu kata Arel sambil memandangi wajah Caca yang tertidur pulas.


aku ingat aku dulu tidak pernah memasang cincin pernikahan kepada Amel, padahal kami sudah menikah.


tapi kamu tenang saja, Amel tidak akan iri. karena sebelum aku kesini, aku sudah permisi kepada Amel kata Arel sambil tersenyum.


Caca....!!??? untuk seminggu ke depan, aku tidak bisa menemanimu karena aku akan keluar negeri untuk urusan bisnis.


tapi setelah itu, aku janji aku akan segera pulang kata Arel mencium kening Caca padahal belum mendapat persetujuan sedikitpun.


Arel kemudian keluar dari rumah sakit menuju bandara, karena dia hampir ketinggalan penerbangan hari ini.


Caca tetap berbaring di rumah sakit, bahkan sampai Ningsih benar-benar sudah sehat dan kembali seperti semula.


misca..... kata Ningsih memanggil Puteri nya yang masih bayi.


ya ampun sayang, misca masih baby dia mana tahu kata Rama sambil tersenyum melihat misca yang menendang-nendang.


biarin kok kata Ningsih sambil memakai baju, pa....??!!! bantuin dulu toh... kata Ningsih menyuruh Rama menaikkan resseleting bajunya.


Rama kemudian bangkit dari duduknya, dan membantu istrinya memakai baju.


sayang kamu mau kemana sih,...?? pagi-pagi udah cantik aku bisa tergoda loh kata Rama mencium leher istrinya.


ya ampun pa.....pa.....???!! kamu ini, nafsu mu aja yang kamu turuti kata Ningsih acuh tak acuh sambil menyisir rambutnya.


emangnya kenapa...??? jadi kalau bukan kamu yang memuaskan aku, siapa lagi....???


kata Rama mulai nakal, sambil memasukkan tangannya ke bawah dress Ningsih.


ya ampun Rama....!!?? kalau kamu masih seperti ini, nanti malam jangan harap kamu akan dapat jatah. bahkan kamu tidak akan aku berikan makan, selama satu tahun kata Ningsih mengancam.


Rama seketika itu langsung mengeluarkan tangannya dari dress Ningsih, dengan wajah yang sangat di tekuk dan kecewa.


Ningsih sebenarnya sangat kasihan dengan wajah imut rama, tapi dia tidak ingin punya anak lagi.


sayang..... kata Ningsih, setelah ia selesai semuanya.


Rama hanya duduk di pojokan ranjang mereka, Ningsih lalu memeluk Rama. menyenderkan wajah Rama, diperutnya sambil membelai rambut Rama.


jangan ngambek gitu dong, nanti jelek loe kata Ningsih membujuk suaminya.


Rama tetap diam saja, seolah masih marah.


ayolah Rama, tidak kah kau kasihan dengan istrimu..??? dia baru saja selesai melahirkan satu Minggu yang lalu, apakah kau ingin dia menderita lagi...???? kata Ningsih lembut.


Rama kemudian tersadar dengan perkataan Ningsih ia lalu memeluk Ningsih .


maafin aku kata Rama menyesal, baiklah aku maafin kata Ningsih lembut.


lalu bagaimana dengan adik kecilku, kata Rama menunjuk miliknya yang sudah menegang sedari tadi di balik celana pendek nya.

__ADS_1


Ningsih hanya bisa menahan senyumnya, Rama....!!??.... kata Ningsih menjerit, cepat kamu selesaikan sendiri di kamar mandi..!!! waktu kamu cuma dua puluh menit, setelah itu kita ke rumah sakit. kata Ningsih tanpa memperdulikan Rama yang sudah mendumel sendiri tentang istrinya, dasar pelit kata Rama dengan wajah yang masam sambil masuk ke kamar mandi.


sial aku harus melakukan nya sendiri, kata Rama sambil menangis dan menghidupkan shower kamar mandi mereka.


__ADS_2